CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Diaz wishes *


__ADS_3

Lian berkali-kali menghubungi ponsel Aleena, namun tidak ada jawaban. Ada apa dengan Aleena? Pikir Lian. Akhirnya Lian memutuskan untuk datang menemui Aleena di rumahnya.


Sebelum ke rumah Aleena, Lian ingin menemui Diaz lebih dahulu. Lusa Diaz harus kemoterapi lagi, Kemoterapi kali ini Diaz akan di temani ke dua orang tuanya.


Lian melangkah ke kamar Diaz, lalu membuka pintu kamarnya. Diaz masih tertidur, Lian menatap wajah Diaz yang semakin hari semakin pucat, lalu tubuhnya semakin kurus.


Andai ada sebuah keajaiban yang bisa membuat Diaz kembali seperti semula. Melihat Diaz yang sekarang membuat hati Lian sangat miris dan terluka.


Lian keluar kamar, lalu menemui Sang Mama di ruang keluarga yang tengah duduk bersama Sang Papa.


"Pa, Ma , Lusa Diaz harus kemoterapi lagi. Lian harap Papa dan Mama menemani Diaz" Ucap Lian.


"Baiklah sayang, Mama dan Papa akan menemani Diaz. Mama juga mau kamu dan Aleena ikut" Ucap Sang Mama.


"Oke, Lian mau ke rumah Aleena sekarang " Ucap Lian.


"Salam sama Tante Mila yah Nak" Ucap Sang Mama.


"Ok" Jawab Lian lalu meninggalkan Sang Mama dan Papa.


Lian melajukan mobilnya ke arah rumah Aleena, tiba di rumah Aleena. Lian berlarian kecil menuju pintu rumah Aleena lalu mengetuknya.


Tak lama terlihat Tante Mila membuka pintu, dan tersenyum.


"Lian, mari masuk" Sapa Tante Mila.


"Makasih Tante" Jawab Lian tersenyum lalu melangkah masuk.


Lian duduk di sofa tamu, tepat di samping Tante Mila.


"Tante, Aleena ada?" Tanya Lian.


"Deeggg ,,, " Jantung Tante Mila berdetak.


Sudah di duga kedatangan Lian, pasti mencari Aleena. Karena sejak pagi ponsel Aleena selalu berdering karena Lian menghubunginya.


"Hmmm , Aleena tidak ada di rumah. Kemarin sore Dia pergi" Jawab Tante Mila tenang.


"Pergi? Kemana?" Lian terkejut.


"Maaf Nak Lian, Tante tidak bisa memberi tau kemana dan dimana Aleena. Yang pasti Aleena berada di tempat yang aman. Saat ini Aleena butuh waktu untuk sendiri" Jelas Tante Mila.


"Sebenarnya ada apa, sampai Aleena pergi?" Lian penasaran.


"Dilema besar, butuh waktu untuk menetapkan hati" Jawab Tante Mila.

__ADS_1


"Mama kamu cerita tentang keinginannya?" Tanya Tante Mila.


"Mama? Mama gak cerita apa-apa sama Lian" Jawab Lian.


"Yaudah, Tante harap kamu tidak marah sama Mama kamu. Aleena sedang mempertimbangkan permintaan Mama kamu, Demi kebaikan Diaz" Jelas Tante Mila.


"Baiklah Tante, Lian minta maaf. Karena Mama Aleena harus pergi" Ucap Lian.


"Tidak apa-apa, Justru itu akan membuat Aleena menjadi lebih dewasa dan lebih bijak. Apapun keputusan Aleena Tante sebagai orang tua hanya mendukung selama itu baik untuk semua" Jawab Tante Mila.


"Satu lagi, Aleena gak bawa hp?" Tanya Lian.


"Iya, Hp milik Aleena ada sama Tante" Jawab Tante Mila.


"Baiklah Tante, Lian pamit pulang " Ucap Lian berpamitan.


"Hati-hati di jalan, salam sama keluarga dan Diaz" Ucap Sang Tante.


"Baik Tante " Ucap Lian sambil berlalu melangkah meninggalkan ruang tamu.


Sepanjang perjalanan menuju pulang Lian berfikir, apa yang di ucapkan sang Mama kepada Aleena. sampai Aleena harus pergi, hanya untuk sebuah keputusan dan penetapan hati.


"Jangan-jangan Mama meminta Aleena untuk menikah dengan Diaz?" Lian bertanya-tanya dalam hatinya.


"Ma ,,," Panggil Lian.


"Sudah pulang sayang? Kamu tidak bersama Aleena?" Tanya Sang Mama.


"Mmmm ,,, Aleena banyak tugas kuliah. Dia hanya titip salam untuk Mama dan Diaz" Jawab Lian berbohong.


"Gimana kondisi Lo ?" Ucap Lian sambil mengusap punggung Diaz.


"Good Mas , thanks" Jawab Diaz tersenyum.


"Oke Sayang, Mama bereskan ini dulu. Setengah jam lagi Mama kembali kita minum obat" Ucap Sang Mama sambil merapikan piring dan gelas lalu melangkah ke luar kamar.


"Aleena beneran sibuk tugas kuliah? , Harusnya Dia ikut Event Touring Club'Motor" Ucap Diaz.


Lian terkejut mendengar ucapan Diaz, Diaz tau Aleena ikut serta dalam acara tersebut.


"Lo tau?" Tanya Lian.


"Sebelum Lo pulang, Aleena udah bahas itu sama Gue" Jawab Diaz.


"Gue pikir Lo gak tau" Ucap Lian.

__ADS_1


"Lo kasih ijin Aleena kan?" Ucap Diaz.


"Gue gak ada hak larang Aleena, gue sama Aleena belum ada ikatan " Jawab Lian.


"Gue punya satu keinginan, Gue harap Lo pikirin lagi" Ucap Diaz.


"Deeeggg ,,," Jantung Lian bergetar,


Diaz punya keinginan? Apakah keinginan Diaz sama seperti keinginan Mama?.


"Kalo gue bisa kabulkan keinginan Lo, pasti akan Gue lakuin. Asalkan Lo bahagia" Ucap Lian berusaha tenang.


"Simpel Mas, Gue mau Lo ikat Aleena dengan tunangan. Dengan gitu Lo gak akan kehilangan Aleena lagi. Dan gue harap Lo gak berhubungan lagi sama Raya, Hubungan Lo berdua gak sehat " Ucap Diaz.


"Masalah Raya, Gue udah tutup hati Gue buat Dia. Lo bener Raya gak secinta itu sama Gue, entahlah apa dia punya maksud lain tiba-tiba kembali" Keluh Lian.


"Dari awal gue tau Lo Deket sama Aleena, Gue bersyukur banget. Akhirnya Lo bisa lepas dari Raya, tapi ketika Raya datang kenapa Lo goyah" Ucap Diaz.


"Gue emang Bodoh, Gue pikir Raya jodoh Gue dan Raya cinta sejati Gue" Ucap Lian.


"Sekarang ini kesempatan baik buat Lo mulai dari awal sama Aleena, cuma itu keinginan Gue. Gue harap Lo bisa wujudkan keinginan Gue" Ucap Diaz.


"Tapi saat ini, Ada Elio. Yang terang-terangan jujur cinta sama Aleena" Ucap Lian.


"Trus Lo nyerah? Lo mundur? Lo tau kan. Di hati Aleena cuma ada Lo ,,," Ucap Diaz.


"Apa Aleena mau menerima Gue lagi? Setelah sekian kali gue nyakitin Dia?" Ucap Lian.


"Heeiii , berarti Lo gak paham Aleena. Aleena bukan orang yang seperti Lo pikirin. Apa Aleena benci sama Lo ketika Lo lebih memilih Raya? Apa Aleena menjauhi dan gak perduli saat Lo sama Raya ada masalah. Gimana kawatir nya Aleena waktu Lo di London gak ada kabar, Aleena selalu nunggu kabar saat Lo ke Jepang sama Raya. Masih belum paham juga Mas?" Ucap Diaz panjang lebar.


Lian Diam sejenak, sambil menatap wajah Diaz.


"Sori Yaz, Justru Gue berfikir kalo Lo yang harus bertunangan sama Aleena bukan Gue. Lo juga berhak bahagia sama orang yang Lo cinta" Ucap Lian.


"Gokil Lo, Aleena cinta sama Lo bukan gue. Gue bahagia bisa kenal sama Aleena dan Gue juga bahagia bisa mencintai Aleena, selama ini cinta Gue buat cewek-cewek terdahulu sebelum Aleena itu palsu. Aleena cinta pertama Gue, sebelum nya Gue gak pernah kaya gini. Gue juga gak bisa paksa Aleena buat cinta sama Gue " Jelas Diaz.


"Percaya sama Gue, perasaan Aleena masih sama. Dan jangan Lo pikirin tentang Gue, Lo suruh Gue tunangan sama Aleena, karena penyakit Gue. Gue gak mau Aleena iba dengan keadaan Gue" Ucap Diaz.


"Saat ini Gue gak bisa maksain buat bertunangan sama Aleena, Gue juga tau Aleena sayang sama Lo. Aleena yang cemas dan kawatir sama Lo, Aleena berusaha menutupi semua rasa takutnya kehilangan Lo dan berusaha terlihat tenang. Gue yakin Dalam hatinya rapuh dan takut kaya Gue" Jelas Lian.


"Jangan terus menerus menahan perasaan Lo berdua hanya karena Gue. Kalo Lo mau gue bahagia dan tenang. Please wujudkan keinginan Gue,,,," Ucap Diaz.


Diaz menatap wajah Lian, Diaz yakin Lian bisa berjuang mendapatkan Aleena. Meski Diaz tau Elio juga sangat mencintai Aleena. Dan sifat Elio lebih berani dan blak-blakan tentang perasaannya.


Namun hati tidak bisa berbohong, Aleena tau siapa yang akan menjadi pendamping dan siapa yang Aleena cinta.

__ADS_1


__ADS_2