CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Touring*


__ADS_3

Tiba di Basecamp Club' Motor Elio yang bernama King Street. Sebelum berangka semua member berkumpul untuk Briefing terlebih dahulu dan doa bersama.


Aleena berdiri di samping Elio, hanya ada tiga orang wanita yang ikut termasuk Aleena. Selesai Briefing dan doa bersama. Leader memberi aba-aba agar semua bersiap-siap untuk memulai perjalanan.


Elio memasangkan Resleting Jacket Aleena agar , setelah itu memakai kan Aleena helm. Elio memperlakukan Aleena begitu baik. Dan Aleena pun tidak menolaknya.


"Udah sarapan?" Tanya Elio.


"Udah" Jawab Aleena tersenyum.


"Good, Aku kawatir kamu masuk angin. Biasa naik mobil tapi kali ini naik motor. Jadi harus rapat semua nya" Jelas Elio.


"Thanks " Ucap Aleena.


"Kalo nanti lelah, bilang yahh. Aku gak mau sampe kamu kecapean" Elio mengingatkan.


"Ssttttt ,,, I'm Ok" Ucap Aleena. Seru Aleena lalu mencubit pipi Elio.


Elio tersenyum, Elio sangat Kawatir. Karena Aleena tidak biasa naik motor jarak jauh. Jadi Elio sangat protect Aleena.


Elio dan Aleena sudah berada di atas motor, dalam waktu lima menit perjalanan akan segera di mulai.


Elio sudah menghidupkan motor nya, Aleena segera memegang pinggang Elio. Dengan kata lain memeluk tubuh Elio agar tidak terjatuh.


Aleena berharap perjalanan kali ini sangat menyenangkan, begitu juga Elio. Untuk pertama kali nya Elio membawa seorang wanita yang duduk di jok belakang motor.


Selama ini Elio tidak ingin jok belakang motor nya ada yang menduduki. Elio terkenal sangat angkuh terhadap wanita, hampir sama seperti Lian dulu.


Sepanjang perjalanan Elio selalu melirik wajah Aleena melalui kaca spion motor nya Aleena yang selalu tersenyum dan berseri-seri. Elio bangga karena ini sesuatu yang pertama untuk Aleena naik motor.


Mungkin ini moment yang pas untuk Elio bisa lebih dekat dengan Aleena. Selama kenal dengan Aleena, Elio tidak memiliki waktu banyak untuk bisa ngobrol atau sharing apa lagi bisa lebih dekat seperti sekarang ini.


Elio tidak memperdulikan orang-orang di samping Aleena, yaitu Lian dan Diaz. Aleena berhak memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya.


Elio masih punya kesempatan untuk bisa masuk ke dalam hati Aleena. Karena saat ini Aleena belum terikat oleh Lian dan juga Diaz.


Sudah hampir dua jam mereka melakukan perjalanan, ada aba-aba untuk rehat. Sang Leader memilih tempat untuk rehat.


Elio memarkir motornya, lalu turun dari motor dan melepaskan helm milik nya dan juga milik Aleena.


Aleena melihat wajah Elio penuh dengan keringat karena Elio menggunakan Helm full face. Aleena membuka Backpack lalu meraih Handuk kecil yang memang khusus untuk wajah.


Aleena lalu membasuh keringat di wajah Elio, Elio tersenyum dengan apa yang Aleena lakukan. Elio cukup terharu dengan sikap Aleena, walau hal kecil namun berarti untuk Elio.


"Thanks" Ucap Elio lalu mengusap kepala Aleena.


"Minum dulu " Seru Aleena sambil memberikan botol air mineral untuk Elio.


Dan lagi-lagi Elio merasa senang, dengan sikap Aleena.


"Please teruslah seperti ini Al" Ucap Elio dalam hati.


Elio menggandeng tangan Aleena untuk duduk di bangku dan sedikit teduh. Aleena membuka tutup botol air mineral, untuk melepaskan rasa hausnya.

__ADS_1


Elio terus saja menatap wajah Aleena, menurut Elio. Aleena sangat sempurna, wajar saja Lian dan Diaz mencintai Aleena termasuk dirinya sendiri.


Mungkin juga di luar sana banyak sekali pria yang juga menyukai dan mencintai Aleena.


"El ,,, " Seru Arga yang tiba-tiba mendekati Aleena dan Elio .


"Akhirnya Bro Gue udah normal hehe" Celetuk Arga asal.


"Lo pikir selama ini Gue gak normal?" Ucap Elio.


"Lahh Iyah, emang kagak nyadar. Selama Gue kenal Lo dan Lo join di sini. Mana ada Gue liat Lo bawa cewek. Kali ini waw banget, terenyuh Gue haha" Seru Arga sambil tertawa.


"Haha Sial, Lo ... " Elio ikut tertawa.


"Mungkin kemaren-kemaren Gue belum ketemu yang pas, Ga " Ucap Elio lagi.


"Ohhh , jadi menurut Lo yang ini udah pas" Ucap Arga ingin tau.


Elio hanya tersenyum sambil menatap wajah Aleena.


"Tuh, Aleena gimana menurut Lo?" Seru Arga pada Aleena.


Seperti Elio Aleena hanya tersenyum, tidak dapat menjawab ucapan Arga.


"Setau Gue kalo senyum, itu tandanya setuju hahaha" Arga tertawa lagi sambil berlalu meninggalkan Aleena dan Elio.


Aleena dan Elio hanya tersenyum melihat tingkah laku dan semua ucapan Arga yang memang lucu dan ceplas-ceplos.


"Gapapa, malah seru. Bikin suasana makin asik" Ucap Aleena tersenyum.


"Btw, gimana perasaan kamu saat duduk di atas motor dengan waktu yang lama?" Tanya Elio.


"Fun, aku suka. Thanks yah" Ucap Aleena.


"Yuk, lanjut. Masih panjang track kita " Ucap Elio sambil mengarahkan tangannya ke Aleena. Agar Aleena bangun dari duduknya untuk melangkah menuju motor.


...***...


Akhirnya setelah perjalanan panjang, yang menurut Aleena sangat menyenangkan meski sedikit lelah namun rasa lelah nya di kalahkan dengan rasa gembira nya.


Tiba di penginapan, Aleena satu kamar dengan dua orang cewek yang juga bukan member dari Club King' Street. Mereka pasangan dari teman-teman Elio juga.


Fera dan Aliya mendekati Aleena, untuk mengajak Aleena masuk kedalam kamar untuk segera mandi. Karena setelah ini akan ada acara makan malam bersama.


"Haii , Aku Fera dan ini Aliya. Kita masuk kamar yuk" seru Fera menyapa Aleena sambil berkenalan dengan Aleena.


"Aku Aleena, Thanks yah" Jawab Aleena.


ketiga gadis cantik ini melangkah menuju kamar dan masuk ke dalam kamar mereka.


Mereka akan segera mandi dan akan mengikuti acara selanjutnya. Usai mandi mereka bersiap-siap untuk Makan malam bersama.


"Aku panggil kamu Al aja yah lebih simpel hehe" Ucap Aliya.

__ADS_1


"Memang itu nama panggilan Aku ko" Jawab Aleena tersenyum.


"Oya boleh tanya?" Tanya Fera.


Aleena mengangguk.


"Udah lama dekat sama Elio?" Tanya Fera.


"Mmmm, belum lama sih. Elio baru aja kuliah di kampus Aku" Jawab Aleena.


"Baru kali ini Elio bawa cewek, udah gitu cantik banget" Puji Aliya.


"Kamu bisa aja, semua cewek itu cantik. Kalian juga cantik " Ucap Aleena ramah.


"Setau Aku, Elio paling gak bisa deket sama cewek. Aku terkejut aja waktu tau Elio bawa kamu" Ucap Aliya.


"Arga juga bilang begitu, entahlah kenapa Elio ajak Aku untuk Join event ini" Jawab Aleena.


"Lia, udah jelas alasannya. Elio jatuh cinta sama Aleena. Bener gak?" Seru Fera.


"Untuk saat ini kami cuma berteman" Jawab Aleena.


"slowly , jangan buru-buru. Pokoknya Aku dukung kamu sama Elio" Ucap Fera tulus.


"Aku juga support kamu sama Elio" Tambah Aliya.


"Thanks, untuk support kalian. Aku masih belum tau banyak hal tentang Elio" Jawab Aleena.


"Yang Aku tau, Elio super cuek. Friendly banget, cuma itu satu agak susah Deket sama cewek. Tapi Aku harap setelah dengan ada nya kamu. Elio bisa berubah yahh" Ucap Fera lagi.


"Krriiing ,,, Krriiing "


Ponsel Aleena berdering, Aleena melirik ke layar ponselnya. Lian menghubungi Aleena.


"Sori, Aku jawab telpon dulu" Ucap Aleena sambil meraih ponselnya. Fera dan Aliya mengangguk.


"Udah sampe?" Seru Lian dalam panggilan telponnya.


"Udah tiga puluh menit yang lalu, Aku juga baru aja mandi. Trus mau dinner bareng" Jawab Aleena.


"Are you happy?" Tanya Lian.


"Yup, i'm happy now" Jawab Aleena.


"Ok, have fun. Dan tolong jaga hati kamu yah" Ucap Lian.


"Ok, thanks Lian" Jawab Aleena.


"Bye" Ucap Lian lalu mengakhiri panggilannya.


Aleena terdiam sejenak, entah kenapa saat ini Lian begitu protective terhadapnya. Sejujurnya Aleena sangat senang dengan sikap Lian yang sekarang.


Namun sikap dan perubahan Lian sangat tidak tepat waktu. Karena Diaz, Aleena akan menjaga perasaan Diaz.

__ADS_1


__ADS_2