
Lian berada di depan pintu gerbang rumah Aleena, ada rasa ragu untuk masuk ke dalam rumah Aleena. Lian ragu jika Tante Mila tidak akan memberitahu keberadaan Aleena saat ini.
Lian membalikkan badannya, dan mengurungkan niatnya untuk bertemu Tante Mila.
"Mas ,,, Lian tunggu!" Tiba-tiba terdengar suara seorang memanggilnya. Lian menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah belakang.
Ternya Mbok Nah, yang berdiri di depan gerbang. Dengan membawa kantong sampah, mungkin Mbok Nah akan membuang sampah.
"Mas Lian Ndak masuk?" Tanya Mbok Nah.
Lian mendekati Mbok Nah yang sudah membuang sampah.
"Tadinya Lian mau bertemu Tante Mila, tapi Lian ragu" Jawab Lian jujur.
"Mas Lian mencari Non Aleena?" Tanya Mbok Nah."
"He'eh" Jawab Lian sambil mengangguk.
"Mbok Nah tau kemana Aleena?" Tanya Lian.
"Mbok gak sengaja dengar waktu Non Aleena pamit sama Nyonya, Setau Mbok Non Aleena pergi ke teman lamanya waktu SMA di Jogjakarta. Tapi Mbok Ndak tau alamat lengkapnya Mas" Ucap Mbok Nah polos.
"Jogja? Teman SMA?" Ulang Lian.
"Iya Mas, katanya mau sendiri dulu" Ucap Mbok Nah.
"Makasih Mbok, Lian akan cari Aleena kemana" Ucap Lian.
"Mas Lian, tapi jangan bilang dari si Mbok yah" Ucap Mbok Nah memohon.
"Iya Mbok tenang aja" Jawab Lian tersenyum.
Lian belum dapat gambaran tentang Jogja, Lian akan meminta bantuan teman Diaz yang bisa mencari informasi keberadaan Aleena.
Lian segera kembali ke rumah, dalam perjalanan Lian sibuk menghubungi seseorang yang bisa mencari tau dimana Aleena.
Tiba di rumah Lian langsung memasuki kamarnya, dan memasukkan beberapa pakaian ke dalam Backpack nya.
Lian melangkah ke arah balkon kamarnya, sambil melihat ke arah jalan.
"Krriiing ,,, Krriiing" Ponselnya berdering.
Dengan cepat Lian menjawab panggilan telepon.
"Dimana?" Tanya Lian.
"Lima menit lagi sampe depan rumah" Jawab seseorang dalam panggilan telponnya.
"Oke , Gue tunggu di depan gerbang" Jawab Lian lalu menutup telponnya.
Lian melangkah ke luar kamar, dengan membawa Backpack yang sudah berada di punggungnya. Sebelum keluar rumah Lian melangkah menuju kamar Diaz, Lian membuka pintu kamar Diaz dengan sangat pelan.Diaz tengah tertidur pulas, Lian tersenyum.
"Tunggu Gue Yaz, Gue akan kembali bersama Aleena" Ucap Lian dalam hati.
Lian menutup pintu kamar Diaz, lalu berlarian kecil menuju pintu gerbang.
Lian tersenyum, melihat sebuah Mobil Sudah berada di depan pintu gerbang. Lian melangkah lalu membuka pintu mobilnya dan segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Gimana?" Tanya Lian.
"Beres, tinggal cabut aja ke Airport" Jawab seseorang yang duduk di kemudi supir.
"Thanks, Lo gak pernah ngecewain Gue" Ucap Lian tersenyum senang.
"Selow Bro, Kalo Lo mau balik ke Jakarta hubungi Gue. Gue jemput Lo nanti" Ucap Si pengemudi.
"Pasti Gue hubungi Lo" Jawab Lian.
Lian merasa tenang, karena sudah mendapatkan alamat Hany teman lama Aleena.
...***...
@Jogjakarta.
Lian berdiri di depan pintu gerbang sebuah rumah, Lian kembali menatap layar ponselnya untuk memastikan Alamat yang sudah di berikan oleh Leo tadi.
Benar ini alamat yang sesuai, tanpa ragu Lian mencari Bel pintu untuk membunyikan. Ternyata Bel pintu berada di sebelah kanan pintu gerbang. Lian mengulurkan tangannya untuk menekan Bel pintu.
Terlihat seorang setengah baya membuka pintu gerbang, sepertinya usia wanita ini hampir sama dengan Bik Nina.
Wanita itu menatap wajah Lian sambil mengerutkan dahinya, mungkin sedikit heran karena yang datang orang yang belum ia kenal.
"Cari siapa Mas?" Tanya Si Mbok.
"Maaf apakah ini benar rumah Hany?" Tanya Lian tersenyum ramah.
"Iya benar Mas, tapi Non Hany tidak di rumah. Menjelang magrib baru sampai rumah" Jelas Si Mbok.
"Sebenarnya saya gak mencari Hany, saya mencari teman Hany yang menginap di sini Mbok" Ucap Lian.
"Iya benar Mbok, apakah masih ada di sini?" Tanya Lian.
"Setau Mbok Non Aleena pergi Mas, sejak kemarin sore. Dan belum pulang lagi ke sini" Jawab Si Mbok.
"Pergi? Sama Hany?" Tanya Lian penasaran.
"Ndak Mas, pergi sama cowok yang tampan juga seperti Mas ini. Dia pakai Motor balap Mas ,,,," Jawab Wanita itu Polos.
"Deeegggg ,,,, " Hati Lian bergetar hebat, seperti ada rasa sakit.
"Rambutnya panjang Mbok?" Tebak Lian
"Iya bener Mas" Jawab Si Mbok.
"Elio ,,, Bagaimana mungkin Aleena bersama Elio? Bukankah Aleena ingin sendiri?" Ucap Lian dalam hati.
"Mbok, boleh Saya menunggu Aleena di sini? Atau saya menunggu sampai Hany kembali?" Ucap Lian memohon.
"Ohhh iya silahkan Mas, mari masuk " Ajak si Mbok dengan ramah.
"Makasih Mbok" Ucap Lian tenang dan tersenyum.
Lian mengikuti langkah Si Mbok untuk masuk ke dalam ruang tamu.
"Sebentar Mas, Si Mbok buatkan minuman dulu" Ucap Si Mbok ramah.
__ADS_1
"Gak usah repot-repot Mbok" Ucap Lian menolak.
"Ndak repot Mas, wong cuma buatkan minuman saja" Jawab si Mbok lalu melangkah ke dalam.
Pikiran Lian sangat Random, mengapa Elio bisa bersama Aleena?. Apakah ini sudah di rencanakan oleh Aleena dan Elio?. Apakah Aleena sudah memutuskan untuk memilih Elio?. Beberapa pertanyaan datang di dalam benak Lian.
Hampir Tiga puluh menit Lian menunggu Aleena, dengan rasa resah dan gelisah bercampur rasa cemburunya.
Tiba-tiba terdengar suara motor masuk kedalam halaman rumah Hany. Dengan cepat Lian bangkit dari duduknya lalu menuju pintu untuk memastikan bahwa yang datang Aleena bersama Elio.
Benar saja Aleena dan Elio datang.
"Al ,,, " Seru Lian menatap wajah Aleena.
"Lian ,,, kamu?" Jawab Aleena terkejut lalu turun dari atas motor dan menghampiri Lian.
"Akhirnya Aku menemukanmu" Seru Lian sambil memeluk Aleena.
Elio hanya menatap dalam diam, sejujurnya kedatangan Lian sangat mengancam posisinya.
Dari mana Lian tau Aleena berada di sini?. Ucap Elio dalam hatinya.
"Aku bisa jelaskan semuanya" Ucap Aleena.
"Ssstttt ,,, kita bahas nanti. Yang penting Aku udah menemukan kamu. Diaz butuh kamu, kondisi Diaz makin lemah please kembali bersama Aku" Ucap Lian.
"Diaz ,,,," Ucap Aleena.
"Aku mohon demi Diaz, pulanglah bersama Ku Aleena" Lian memohon.
"Baiklah Aku akan kembali bersama kamu, Tapi Aku harus tunggu sampai Hany dan keluarga pulang " Ucap Aleena.
Lian mengangguk tanda setuju.
"Kamu tunggu di sini, Aku akan bicara pada Elio" Ucap Aleena.
Lian tidak menjawab hanya tersenyum.
Aleena melangkah menghampiri Elio yang masih duduk di atas motornya.
"El, maaf Aku harus kembali ke Jakarta. Ada seseorang yang menunggu ku kembali, Diaz sangat membutuhkan Aku" Ucap Aleena.
"Oke nevermind, tapi kamu kembali ke Jakarta bukan jawabannya dari pilihan kamu kan?" Tanya Elio.
"Please El, Aku gak mau bahas tentang itu. Saat ini kesembuhan Diaz yang paling penting, please ngerti dengan keputusan Aku" Ucap Aleena.
"Oke, Aku juga akan kembali ke Jakarta " Jawab Elio.
"Whatever , itu hak kamu" Jawab Aleena.
"Aku pamit, see you in Jakarta " Ucap Elio lalu mengecup kening Aleena.
"Elio ,,," Ucap Aleena.
"Kakak senior Gue pamit yah, titip Aleena" Seru Elio lalu menghidupkan motor nya dan melaju meninggalkan Aleena dan Lian.
Aleena menghela nafas agar sedikit lebih tenang, Aleena tidak enak dengan apa yang baru saja Elio lakukan tadi.
__ADS_1
Aleena tidak ingin Lian salah paham, Aleena membalikkan badannya lalu melangkah menghampiri Lian. Aleena menatap wajah Lian, Terlihat dari tatapan mata Lian yang cemburu.
Mata teduh milik Lian begitu terlihat sangat sedih, kecewa dan juga cemburu.