CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Leukemia *


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumah, Aleena kembali membuka ponselnya. Aleena ingin melihat obat milik Diaz yang Aleena foto saat di rumah Diaz.


Banyak sejuta pertanyaan dalam hati dan benak Aleena. Obat apa? dan Diaz sakit apa?, Aleena akan mencari tau melalui Internet atau Googling. Mungkin bisa membantu Aleena untuk tau obat apa itu.


Tiba di rumah Aleena segera masuk ke dalam kamar, Aleena meraih Laptop yang berada di atas meja belajar. Aleena menghidupkan Laptop.


Aleena mulai mengetik satu persatu Nama obat yang ada di dalam galeri ponsel Aleena.


"What?" Seru Aleena terkejut dengan mata yang masih menatap layar Laptopnya. Aleena membaca dengan sangat teliti. Apa isi keterangan yang ada di layar laptopnya tentang obat yang Aleena maksud.


"Braakkk ,,," Aleena memukul meja laptop.


"Gak mungkin ,,, ini gak mungkin" Ucap Aleena sambil menutup kedua matanya dengan tangan.


"Diaz ,,, " Ucap Aleena.


Aleena menatap jam di layar laptopnya, sudah larut malam. Besok setelah usia kuliah Aleena akan kembali ke rumah Diaz. Namun Aleena ingin bertemu Bik Nina.


Mungkin Bik Nina tau tentang penyakit Diaz yang sebenarnya. Aleena masih tidak percaya dengan keterangan informasi yang Aleena dapat dari Google.


Sebelumnya ke rumah Diaz Aleena akan menanyakan Jenis obat yang Diaz konsumsi pada Apotik Obat atau siapapun yang paham dengan fungsi obat itu.


Aleena meng-Off Laptopnya, Dan mematikan lampu tidur. Aleena akan segera tidur, Aleena tidak sabar menunggu besok pagi.


"Biiippp ,,, Biiippp" Alarm dari ponsel milik Aleena berbunyi.


Hanya bunyi satu kali Aleena langsung meng-off suara Alarm nya. Aleena bangun dari tidurnya lalu melangkah ke kamar mandi.


Hari ini kuliah di mulai pukul sembilan pagi, setelah itu Aleena akan pergi ke Rumah sakit terdekat dengan kampus.


Aleena akan berkonsultasi dengan dokter ahli yang tau tentang Obat yang Diaz konsumsi saat ini.


Selesai mandi Aleena segera pergi ke kampus, tanpa sarapan. Sang Mama sampai bingung dengan Anak gadisnya. Pergi kuliah dengan terburu-buru.


"Sayang , kamu gak sarapan?" Tanya Sang Mama.


"Gak Ma, nanti di kampus aja. Aku harus lebih awal sampai kampus " Ucap Aleena.


"Take care baby ,,," Ucap Sang Mama lalu mengecup kening Aleena.


"Thanks Mommy hehe" Jawab Aleena tersenyum.


"Sejak kapan panggil Mama dengan sebutan Mommy ?" Sang Mama heran.


"Kaya nya seru aja panggil Mommy hehe" Jawab Aleena asal.


"Kamu nge jokes aja, pagi-pagi " Keluh Sang Mama.


"Bye Mommy " Seru Aleena berlarian kecil keluar rumah.


Sang Mama hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


@Kampus.


Aleena melangkah ke perpustakaan, masih ada waktu enam puluh menit untuk masuk ke kelas. Aleena akan mencari buku tentang ilmu kedokteran,


Aleena mencari Rak buku tentang kedokteran, satu persatu Aleena melihat buku yang Aleena cari. Aleena meraih salah satu Buku, lalu membawanya ke meja yang masih kosong.


Aleena akan membacanya sambil menunggu jam kuliah. Aleena menatap Buku yang berada di atas meja, ada rasa takut jika Aleena harus membacanya.


Tapi ini untuk Diaz, Aleena ingin tau yang sebenarnya apa yang terjadi dengan Diaz. Halaman pertama Aleena buka , satu persatu halaman Aleena baca.


Menurut keterangan dalam buku, ada beberapa gejala dan ciri-ciri dari penyakit Diaz. Aleena harus mengingatnya , memang ada sedikit perbedaan dari Diaz yang sama dengan keterangan di dalam buku.


Tubuh Diaz terlihat kurus, Diaz juga demam, dan satu lagi selera makan Diaz benar-benar menurun. Aleena ingat saat kemarin di Kemang, Diaz tidak menghabiskan makanan. Padahal Aleena tau, Yang Diaz pesan itu makanan kesukaan Diaz.


Tapi Diaz hanya mencicipi makanan saja, tidak menghabiskan.


Aleena berharap semoga Diaz tidak mengidap penyakit yang Aleena baca saat ini.


Semoga Diaz bisa di sembuhkan, Semoga Diaz kembali seperti semula.


Lima puluh menit berlalu, Aleena akan kembali ke dalam kelas. Jam kuliah akan dimulai sepuluh menit lagi.


...***...


@ RS. Mutiara Kasih.


Aleena melangkah menuju meja informasi, untuk menanyakan Dokter Spesialis yang akan Aleena cari. Setelah mendapatkan informasi Aleena mendaftarkan untuk bertemu Dokter.


Aleena masih menunggu panggilan dari Sang Suster. Setelah Pasien yang di dalam ruang Dokter keluar, Baru Aleena masuk ke dalam.


"Nona Aleena Myesha Tanu " Terdengar suara Sang Suster memanggil nama Aleena.


Aleena bangkit dari duduknya lalu menuju ruang Dokter.


Sang Dokter menatap wajah Aleena dengan mengerut dahi. Mungkin Sang Dokter bingung Aleena terlihat baik-baik saja tidak nampak seperti orang yang sakit.


"Ada yang bisa saya bantu Nona? " Tanya sang Dokter.


"Aku mau konsultasi aja Dok " Jawab Aleena.


"Ohh Silahkan, Ada apa ?" Jawab Sang Dokter.


Aleena mengeluarkan Ponsel dari dalam Tote bag miliknya. Lalu membuka Galery foto yang ada foto milik Diaz.


"Aku mau tanya tentang obat jenis ini" Ucap Aleena sambil mengarahkan ponselnya ke pada Sang Dokter.


Sang Dokter meraih ponsel Aleena lalu menatap layar ponsel Aleena.


"Siapa yang sedang konsumsi obat ini?" Tanya Dokter.


"Hmmmm , teman Aku Dok. Aku cuma mau tau ini obat apa. Karena teman Aku gak kasih tau tentang penyakitnya" Ucap Aleena jujur.

__ADS_1


"Tapi sebelumnya Aku udah cari tau tentang obat ini Googling. Tapi Aku masih belum yakin, maka nya Aku datang ke sini mau bertanya langsung" Ucap Aleena lagi.


"Nona, sebenarnya ini melanggar kode etik kedokteran. Jika saya memberikan informasi ini. Karena Nona mengambil foto obat pasien tanpa pasien tau" Jelas Sang Dokter.


"Tolong Aku Dok, Aku sangat Kawatir sama keadaan teman Aku" Ucap Aleena memohon.


"Apa yang kamu dapatkan info dari Googling tentang obat ini?" Tanya Sang Dokter.


"Mmmm , ada beberapa obat penahan rasa sakit untuk penderita" Ucap Aleena.


"Maksud Saya, Nona tau teman Nona sakit apa?" Jawab Sang Dokter.


Aleena diam sejenak lalu mengatur nafasnya.


"Iya Dok, tapi Aku datang ke sini. Ingin memastikan langsung dengan apa yang Aku dapat dari Google apakah benar?" Jawab Aleena.


"Coba Nina sebutkan penyakit nya!" Pinta Sang Dokter.


"Lee ,,, Leukemia. Benar gak Dok?" Ucap Aleena.


"Yup, Anda benar. Teman anda menderita Kanker Darah atau dalam bahasa kedokteran Leukemia" Jawab Sang Dokter.


Aleena lemas mendengar jawaban dari Sang Dokter.


"Apakah bisa di sembuhkan Dok?" Tanya Aleena.


"Ada dua cara, Dengan Kemoterapi dan Operasi Transplantasi Sumsum tulang. Sebenarnya kemoterapi bukan untuk penyembuhan itu berfungsi hanya untuk mengulur waktu sebelum mendapatkan donor Tulang sumsum yang tepat untuk pasien" Jelas Sang Dokter.


"Kalo sudah dapat Donor Tulang sumsum, apakah bisa sembuh Dok?" Tanya Aleena lagi.


"Belum tentu juga berhasil, karena tingkat penolakan sumsum dan kekambuhan setelah transplantasi sangat tinggi. Ketika terjadi penolakan sumsum dan penyakit kambuh, maka sudah tidak bisa diobati lagi" Jelas Sang Dokter.


"Dengan kata lain, Pasien tidak selamat. Atau meninggal dunia " Ucap Aleena.


"Benar" Jawab Sang Dokter singkat.


"Deeggg ,,,, " Jantung Aleena berdebar sangat kencang.


Ada rasa takut, kawatir, dan sangat sedih mendengar penjelasan dari Sang Dokter.


"Bagaimana Nona, sudah cukup jelas dengan penjelasan dari Saya?" Tanya Sang Dokter.


"Iya Dok, terimakasih banyak atas informasinya" Jawab Aleena lemas.


"Kalau begitu Aku pamit Dok" Ucap Aleena lagi. Aleena bangun dari duduknya lalu melangkah ke luar ruang.


Dengan langkah tertatih Aleena keluar rumah sakit. Benarkah Diaz menderita Leukemia, Kenapa Diaz tidak memberitahu Aleena.


Apakah Diaz sengaja menyembunyikan tentang penyakitnya.


Kerena Kedua orang tua Diaz tidak ada , begitu juga Lian. Hanya ada Bik Nina yang merawatnya.

__ADS_1


Aleena bingung harus mencari tau semuanya ke pada Bik Nina, Tapi Aleena tidak yakin Bik Nina mau jujur ke pada Aleena.Pasti Diaz meminta Bik Nina untuk tidak memberitahu kepada siapapun.


__ADS_2