
"Aku akan kembali ke Jakarta, Kamu baik-baik bersama Diaz. Aku percaya Diaz akan menjaga kamu dengan baik" Ucap Lian sambil mengusap kepala Aleena.
"Lian, entah berapa lama lagi kita akan bertemu" Ucap Aleena.
"Hanya waktu yang akan menjawabnya, selama cincin ini berada di jari kamu. Percayalah kita akan bertemu lagi" Ucap Lian lalu mengecup kedua tangan Aleena.
Lian melepaskan genggaman tangannya, perlahan. Memang berat melepaskan wanita seperti Aleena.
"Lian ,,," Seru Aleena pelan.
"Tunggu Aku kembali" Ucap Lian memeluk Aleena.
Aleena hanya mengangguk.
"Aku mohon setelah melangkah, jangan pernah menoleh lagi ke belakang. Karena akan membuat Aku berat melepaskan kamu pergi. Aku hanya ingin melihat pundak kamu. Sampai hilang dari pandangan mataku" Ucap Aleena memohon.
"Baiklah, jaga diri kamu baik-baik" Ucap Lian lembut sekali lagi Lian mengecup kening dan kedua mata Aleena. Dan memeluk Aleena sekali lagi Begitu erat.
"Aku harap ini bukan pelukan terakhir kamu untuk Aku" Ucap Aleena.
"Never ever, I promise you" Jawab Lian.
"Thanks ,,," Ucap Aleena.
Lian melepaskan pelukannya, perlahan melangkah meninggalkan Aleena yang masih berdiri menatap kepergiannya.
Seperti keinginan Aleena, Lian tidak boleh menoleh kebelakang lagi menatap Aleena. Walau sebenarnya Lian ingin menoleh ke arah Aleena.
Namun Lian tidak ingin membuat Aleena merasa berat dan sedih. Lian mempercepat langkahnya.
"Aleena Aku janji, Suatu hari nanti Aku akan kembali. Kita akan pergi bersama, seperti impian kita" Ucap Lian dalam hati.
Aleena masih menatap Lian yang perlahan meninggalkannya. Sampai pundaknya tidak terlihat lagi oleh kedua mata Aleena.
Aleena menatap Cincin yang di berikan oleh Lian lalu mengecupnya.
"Aku akan menunggu kamu, seperti janji kamu untuk Aku. Dan cincin ini akan selalu ada di jari manis Aku" Ucap Aleena dalam hati.
' Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja '
Sepenggal Lirik lagu Milik Ungu, Lirik lagu ini benar-benar mewakili perasaan Lian dan Aleena.
Namun bedanya Lian berjanji akan kembali untuk Aleena.
Aleena meraih ponselnya yang berada di saku celana. Aleena ingin menghubungi Diaz.
"Tuuutttt ,,, Tuuutttt" Nada tersambung.
"Yup ,,, " Seru Diaz.
"Diaz Aku tunggu kamu di Rock Bar, Kita sarapan. Aku udah lapar" Pinta Aleena.
"Ok, wait" Jawab Diaz.
__ADS_1
Aleena mengakhiri panggilannya, lalu melangkah ke arah Rock Bar yang tidak begitu jauh dari pantai.
Aleena mencari tempat duduk yang langsung menghadap ke Samudera Hindia.
Selang beberapa menit Aleena melihat sosok Diaz yang melangkah mendekati Aleena.
Aleena tersenyum melihat Diaz yang sudah datang. Diaz duduk tepat di hadapannya Aleena.
"Kenapa gak di samping Aku?" Tanya Aleena.
"Aku lebih suka duduk di depan kamu, sambil menatap wajah cantik kamu" Ucap Diaz tulus.
"Sejak kapan kamu jadi pintar merayu?" Tanya Aleena tersipu.
"Is true, Aku bicara apa adanya. Apa yang Aku lihat dan apa yang Aku Rasakan. Selain wajah kamu cantik, hati kamu juga cantik dan tulus" Ucap Diaz.
Aleena jadi salah tingkah mendengar ucapan Diaz. Agak aneh Diaz berucap seperti itu, yang Aleena tau Diaz itu super cuek dan ceplas-ceplos.
Tapi hari ini Diaz manjadi pandai mengungkapkan kata-kata dengan gaya bahasa seperti itu.
Seorang Waiters datang membawa makanan untuk mereka. Sarapan pagi dengan View laut, di tambah back sound suara ombak.
Kenapa haru jauh-jauh keliling dunia, sementara di Indonesia banyak tempat bagus dan cantiknya.
"Heeiii , ayo makan!" Seru Diaz yang menatap wajah Aleena sedang terdiam.
"Yup ,,, kita makan" Jawab Aleena.
"Lagi mikirin apa?" Tanya Diaz ingin tau.
"Hmmm ,,, Ternyata di Indonesia itu banyak sekali tempat-tempat cantik dan indah. Kenapa harus jauh-jauh keliling dunia. Orang luar aja ingin sekali bisa menjelajah semua tempat cantik di sini" Ucap Aleena.
"Lalu? Kapan kita menjelajah Indonesia hehe" Ucap Diaz.
"Ohhh Ok, Smart Girl" Jawab Diaz.
"Btw, Kenapa kamu kasih tau Lian kita berada di sini?" Tanya Aleena.
"Sederhana, Aku gak mau Lian cemas sama kamu" Jawab Diaz.
"Thanks Diaz, Atas semua yang udah kamu lakukan untuk Aku" Ucap Aleena tulus.
"Nevermind, asal kamu bahagia dan tersenyum lagi" Jawab Diaz.
"Satu lagi, Please. Jangan pernah jadi orang lain, tatap jadi Aleena yang Aku Cintai seperti ini" Ucap Diaz lagi.
"Yup, Aku akan tetap menjadi Aleena yang kamu kenal. Aku janji ,,," Seru Aleena.
"Thank you" Ucap Diaz.
"Setelah ini kita kemana?" Tanya Diaz.
"No idea" Jawab Aleena.
Tanah Lot mau?" Tanya Diaz.
"Aku mau Apa dulu kayanya. Mau refresh otak Aku" Ucap Aleena.
"Haduhh , kenapa gak kepikiran yah" Ucap Diaz.
"Oke, Spa" Seru Diaz semangat.
Aleena tersenyum melihat Diaz.
__ADS_1
Setelah bertemu Lian, perasaan Aleena lebih tenang. Lian memang Mood Booster nya Aleena.
"Aku senang melihat mood kamu kembali baik" Ucap Diaz.
"Mungkin bertemu Lian, hati ini jauh lebih tenang. Walau Aku tau Lian akan pergi bersama Raya dalam waktu yang lama. Dan Aku juga gak tau Lian akan pergi kemana bersama Raya" Jelas Aleena.
"Kita doakan Lian dan Raya, Semoga mereka baik-baik aja dan bahagia" Ucap Diaz.
"Udah pasti Doa itu selalu ada untuk mereka , terutama Lian" Ucap Aleena.
"Beruntung sekali seorang Lian, kenapa Lian masih aja ragu dengan perasaan tulus Aleena" Ucap Diaz dalam hati lalu menatap wajah Aleena.
"Yuk , Kita Spa" Ajak Aleena.
"Iya " Ucap Diaz.
Diaz dan Aleena melangkah meninggalkan Rock Bar menuju Spa. Aleena berharap setelah Spa dirinya jauh lebih fresh dan relax.
...***...
Hari kedua di Bali, Aleena membangunkan Diaz yang masih terlelap. Aleena ingin pergi berjalan-jalan bersama Diaz.
"Diaz ,,, " Panggil Aleena pelan sambil memegang lembut tangan Diaz.
Diaz terkejut melihat Aleena sudah berada didekatnya dengan senyuman yang Khas.
"Why?" Ucap Diaz lalu mencoba bangun dari tidurnya.
"Hmmm , kamu capek gak?" Tanya Aleena.
"Gak ada kata lelah, Asalkan kamu senang" Ucap Diaz.
"Ihhhh Diaz ,,, Aku serius" Ucap Aleena tersipu.
"Aku serius, kenapa?" Tanya Diaz penasaran"
"Kita keliling Bali yuk, Aku mau kita punya cerita saat kita berada di sini" Ucap Aleena.
"Ok, kita mulai dari mana?" Tanya Diaz.
"Terserah kamu, Aku buta sama Bali hehe" Jawab Aleena.
"Bali itu banyak pantainya, kamu gak bosan kita ke pantai lagi?" Tanya Diaz.
"Nope " Jawab Aleena.
"Oke , kita ke Pantai Green Bowl. Aku yakin kamu suka. Karena pantainya beda dan unik. Dia tersembunyi di balik karang" Jelas Diaz.
"Waawww, sepertinya menarik. Ayo kita kesana " Ucap Aleena semangat.
"Oke, Aku mandi dlu. setelah itu kita sarapan dan Otw ke sana" Ucap Diaz.
"Oke ,,," Ucap Aleena setuju.
Diaz melangkah menuju kamar mandi, Sedangkan Aleena bersiap-siap. Hampir 30 menit Aleena menunggu Diaz di ruang Tv.
Tak lama Diaz keluar dari kamar, Aleena terpaku melihat Diaz. Kali ini Diaz bergaya Casual menggunakan T-shirt polos putih di padu dengan Jeans dan Jacket Denim berwarna senada dengan celana jeans yang di kenakan.
Diaz memang sama tampannya dengan Lian, Aleena jadi teringat ucapan Tara. Kalau sudah turunan bibit unggul pasti darahnya sama unggulnya.
Ada benarnya Ucapan Tara, Aleena jadi kangen Tara dan kampus. Dan juga Danau belakang kampusnya tempat Favorit Lian.
Danau yang menjadi awal ketertarikan Aleena pada Lian. Dan juga awal kedekatan Aleena dan Lian.
__ADS_1