
" Aku udah putuskan, menyerah dengan hubungan Aku dan Raya. Diaz benar seharusnya Aku lebih memikirkan tentang kamu dan ketulusan kamu Al " Ucap Lian.
"Lian , maaf untuk saat ini bukan waktu yang tepat kita bahas masalah perasaan. Saat ini Diaz jauh lebih penting, Aku gak bisa liat Diaz seperti ini " Ucap Aleena.
"I know, kamu sayang banget sama Diaz. Sama seperti Aku, buat Aku Diaz itu Adik yang menyenangkan dan juga paling care sama Aku. Kalo boleh Aku bandingkan dengan Papa dan Mama. Diaz jauh lebih sayang dan care sama Aku " Jelas Lian.
"Oya, satu lagi. Lusa Aku berangkat, Aku udah janji mau ikut sama Elio dan Mama sudah kasih ijin Aku" Aleena memberi tau.
"Are you sure?" Lian terkejut.
"Sorry Lian, sebelum Aku tau Diaz sakit. Aku udah janji sama Elio" Ucap Aleena.
"Entah kenapa Aku jealous mendengar kamu akan pergi bersama Elio" Ucap Lian.
Aleena hanya tersenyum melihat raut wajah Lian seperti anak kecil yang sedang ngambek.
"Aku serius Al, Aku cemburu" Ucap Lian lagi.
"I know, karena kamu mulai mencintai Aku" Ucap Aleena.
"Bukan mulai, sejak kita mulai dekat rasa itu udah ada. Namun Aku masih bimbang dengan Raya yang tiba-tiba hadir lagi diantara kita " Ucap Lian.
"Dan kamu masih yakin dan berharap Raya jodoh kamu dan cinta dalam hidup kamu" Ucap Aleena.
"Yup, Aku pikir Raya memang di takdirkan untuk Aku. Karena kamu selalu seperti ini, dan kamu juga tau Aku pun tanggung jawab moral terhadap Raya" Jelas Lian.
"Enough jangan bahas masa lalu, kita gak bisa move on kalo masih berada di masa lalu" Ucap Aleena.
"Kamu benar, dan Aku sudah putuskan ini lebih baik" Ucap Lian.
"Kamu tau, sebenarnya Aku dan Diaz merasa aneh dengan pernikahan Raya dan Justin. Dan akhirnya Diaz mencari tau tentang itu" Ucap Aleena.
"Ya, Aku memang bodoh selalu memaafkan Raya. Dan kamu tau, Aku sudah kirim orang untuk mengurus perceraian Raya dan Justin. Tapi mereka bilang pernikahan Raya dan Justin itu gak pernah ada di catatan sipil London. Mereka gak pernah menikah, seharusnya itu lebih mudah untuk kami menikah. Tapi respon Raya biasa aja, dan terlalu banyak alasan untuk mengulur waktu" Jelas Lian.
"Dan akhirnya Aku sadar, Raya bukan yang terbaik untuk Aku. Ini semua permainan Raya, Aku cuma jadi tempat pelarian Raya di saat Raya bermasalah dengan Justin " Lian tertunduk.
"Baguslah kalo kamu sudah menyadari hal itu, Jujur Aku senang mendengarnya" Ucap Aleena.
"Tapi kamu tetap mau ikut sama Elio?" Tanya Lian.
"Yup, Aku harap kamu mengerti" Ucap Aleena.
"Tapi janji kamu jangan main hati sama Elio, apalagi sampai jatuh cinta " Ucap Lian.
Aleena tersenyum.
__ADS_1
"Aku serius Aleena sayang " Ucap Lian.
"Aku juga serius, We are just friend" Ucap Aleena.
"Tapi feeling Aku, Elio suka sama Kamu " Ucap Lian.
"Udah waktunya Diaz minum obat, yuk " Ajak Aleena mengalihkan pembicaraan.
Lian melangkah di ikuti oleh Aleena menuju kamar Diaz.
Lian membuka pintu kamar, Lian terkejut karena Diaz tengah sibuk membasuh hidung nya yang keluar darah.
"Yaz ,,, Are you ok?" Seru Lian berlari kecil ke arah Diaz.
"Ya Tuhan Diaz " Seru Aleena yang juga mendekati Diaz.
"Gue gapapa, ini udah biasa" Diaz tersenyum dan tenang.
"Gue gak bisa liat Lo kaya gini" Ucap Lian memeluk Diaz dengan refleks.
"Gue gapapa Mas" Jawab Diaz.
Aleena meraih Tissue lalu membantu Diaz membasuh darah yang masih keluar dari hidung milik Diaz.
"Aku tau kamu kuat, jangan takut Aku dan Lian selalu ada untuk kamu" Ucap Aleena menatap wajah Diaz.
"Mereka lagi mencari Donor Tulang sumsum buat Lo Yaz, Papa juga cari Dokter terbaik buat Lo" Ucap Lian.
"Kesembuhan Gue udah gak mungkin, yang Gue butuh support dari Meraka dan kalian" Jawab Diaz.
"Diaz ,,, Anak Mama ,,,," Tiba-tiba Tante Martha Mama nya Diaz dan Lian masuk lalu memeluk Diaz. Dan Om Bram ikut memeluk Diaz.
Mengharukan melihat adegan keluarga ini, *ni yang diinginkan Diaz. Di kelilingi oleh Mama dan Papa nya dan juga Lian. Memang support dari keluarga itu sangat penting untuk kondisi Diaz.
"Sayang, ada kabar gembira untuk kamu. Makanya Mama dan Papa pulang. Ada yang mendonorkan Tulang sumsum, semoga cocok dengan kamu" Ucap Sang Mama.
"Kita berdoa agar Donor itu cocok untuk kamu sayang " Ucap Sang Mama lagi sambil mengecup kening Diaz.
"Kalaupun gak cocok, Aku bahagia Mama dan Papa sudah pulang. Dan juga ada Lian dan Aleena yang selalu menemani dan menjaga Aku" Ucap Diaz.
"Jangan pesimis Sayang" Ucap Sang Papa.
"Lian thanks kamu sudah menjaga adik mu dengan baik, dan juga Aleena kamu sangat bersyukur dengan adanya kamu bisa membantu Kesembuhan Diaz" Ucap Om Bram.
"Sama-sama Om, Aku senang bisa bantu Diaz. Aleena juga mau Diaz sembuh" Ucap Aleena.
__ADS_1
"Anak baik dan cantik" Seru Tante Martha lalu memeluk Aleena.
"Yasudah kami masuk kamar dulu, Mau istirahat sebentar. Dan menunggu kabar dari Dokter" Ucap Om Bram.
"Aleena, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Martha.
"Bisa Tante" Aleena tersenyum.
Tante Martha merangkul Aleena lalu membawanya keluar kamar Diaz. Mereka akan bicara di ruang keluarga.
Sepertinya ada hal penting yang ingin Tante Martha sampaikan ke pada Aleena. Sampai di ruang keluarga, Tante Martha duduk bersama Aleena. sambil menghadap ke wajah Aleena.
"Aleena cantik, maaf kalo Tante lancang bicara ini sama kamu Nak" Ucap Tante Martha sambil mengusap rambut Aleena.
"Iya Tante kenapa?" Tanya Aleena.
"Tante tau kedua anak Tante mencintai kamu, dan Tante juga tau kamu mencintai Lian. Cuma karena Raya selalu datang di saat hubungan kamu dan Lian sedang baik dan dekat" Ucap Tante Martha.
"Kalo Tante boleh tau, saat ini perasaan kamu terhadap Diaz bagaimana" Tanya Tante Martha.
"Tante, Aku sayang sama Diaz. Diaz baik dan selalu jaga Aku. Sama kaya Lian jaga Aku, makanya Papa dan Mama percaya sama.Diaz dan Lian" Jawab Aleena.
"Maksud Tante, demi Kesembuhan Diaz. Tante mau kamu dan Diaz bertunangan. Mungkin selain obat dari dokter, Kamulah obat yang paling baik untuk kesembuhan Diaz " Jelas Tante Martha.
"Aku dan Diaz tunangan?" Aleena terkejut.
"Untuk kesembuhan Diaz Sayang" Ucap Tante Martha.
"Tante maaf sebelumnya, Selama ini Aku menjaga hubungan Lian dan Diaz. Lian dan Diaz pun sama, dengan alasan hubungan kami bertiga baik-baik aja. Aku gak mungkin sama Lian atau Diaz. Aku takut hubungan mereka jadi gak baik Tante, itu yang buat Aku kawatir " Jelas Aleena.
"Mungkin Lian akan mengerti, karena ini demi Diaz adik nya. Tante yakin Lian akan setuju, Lian sayang banget sama Diaz" Jelas Tante Martha.
"Aleena belum bisa jawab Tante, saat ini Aku dan Lian sama-sama fokus untuk Diaz. Kamu berdua akan support Diaz" Ucap Aleena.
"Kamu dan Diaz bertunangan juga itu support baik untuk Diaz" Ucap Tante Martha sedikit memaksa.
"Jangan terburu-buru, Tante akan beri kamu waktu untuk berpikir" Jelas Tante Martha.
"Maafkan Tante jika keinginan Tante sedikit memaksa, Karena semua Tante lakukan untuk Diaz" Jelas Tante Martha lagi.
"Baiklah Tante, Aleena akan pikirkan. Dan mungkin Aleena akan bahas ini sama Lian" Ucap Aleena.
"Makasih sayang" Ucap Tante Martha lalu memeluk Aleena.
Posisi yang sangat sulit untuk Aleena, karena menurut Aleena ini bukan waktu yang tepat untuk membahas tentang perasaan.
__ADS_1
Aleena lebih suka fokus untuk kesembuhan Diaz. Aleena juga yakin Diaz akan menolak pertunangan ini. Karena secara tiba-tiba, di saat Diaz sakit.
Kalau mau kenapa tidak sejak awal mereka terikat dan bertunangan.