CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* One Night *


__ADS_3

Setelah mendapatkan kunci kamar, Elio dan Aleena segera masuk ke dalam kamar. Hujan semakin deras dan membuat baju mereka basah.


Elio membuka pintu kamar, dengan cepat Elio melangkah menuju lemari pakaian. Biasanya pihak pengelola menyediakan Baju kimono.


Elio tersenyum, ternyata memang ada. Elio meraih baju lalu memberikan kepada Aleena. Agar Aleena segera melepaskan baju nya sudah basah.


"Cepat ganti baju, kamu pakai ini" Ucap Elio sambil memberikan Baju kimono kepada Aleena.


Aleena mengangguk lalu, melangkah menuju kamar mandi untuk melepas bajunya. Tak lama Aleena keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan Baju kimono dan rambutnya yang basah terkena air hujan.


Elio menatap Aleena cukup lama, Aleena semakin cantik dengan rambut yang sedikit basah.


"Heeiii ,,, kamu gak ganti baju?" Seru Aleena membuyarkan lamunan Elio.


"Hmmm ,,, iya ini mau ganti" Ucap Elio agak gugup. Aleena tersenyum melihat sikap Elio.


Aleena merapihkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.


"Biar aja rambut kamu seperti itu" Seru Elio Tiba-tiba sudah berada di dekat Aleena.


"Kenapa?" Aleena bingung.


"Kamu makin cantik dan mempesona dengan rambut basah" Puji Elio sambil meraih Handuk yang masih ada di atas kepala Aleena.


Elio mendekati Aleena, mereka berdiri saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Sampai hembusan nafas mereka begitu terasa.


Elio menatap Aleena dan kedua mata Aleena, Tangan Elio membelai rambut Aleena. Lalu mengusap lembut pipi Aleena yang mulai merona merah.


Aleena menarik nafas dalam-dalam, Aleena tau apa yang akan Elio lakukan. Elio mengangkat dagu Aleena agar lebih mendekat dengan wajahnya.


Kali ini Elio memberanikan diri untuk mengecup kening Aleena, lalu kedua matanya dan terakhir bibir Elio mendarat tepat di bibir mungil Aleena.


Elio mengecup dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Aleena tidak bisa menolaknya, Aleena membalas kecupan Elio.


Suasana begitu hening hanya terdengar suara hembusan nafas mereka. Ingin rasanya Elio menghentikan waktu, saat seperti ini yang Elio nantikan.


"Are you happy now?" Tanya Elio.


Aleena hanya tersenyum tidak menjawab. Aleena melangkah ke arah jendela. Hujan mulai reda, hanya gerimis yang menemani mereka malam ini.


"I'm so tired" Ucap Aleena.


"Tidurlah ,,, Aku akan menjaga dan menemani kamu" Ucap Elio.


"Kamu gak tidur?" Tanya Aleena.

__ADS_1


"Aku mau jemur pakaian kita dulu, untuk pulang besok" Ucap Elio.


"Benar juga, pakaian kita masih basah. Besok kita harus kembali" Ucap Aleena.


"Tapi Aku mau kita stay beberapa hari lagi di sini" Pinta Elio.


"Untuk apa?" Tanya Aleena.


"Aku akan membawa kamu keliling Jogja, Kita butuh waktu bersama. Agar kamu tau banyak tentang Aku. Malahan Aku mau kita kembali ke Jakarta bersama" Ucap Elio.


"El, Aku berada di sini---" Belum selesai Aleena bicara Elio sudah menahan ucapan Aleena dengan mengarahkan jarinya di bibir Aleena.


"I know ,,, Aku minta kita menghabiskan waktu disini bersama. Bukan berarti Aku memaksa kamu untuk memilih Aku. Kamu bisa merasakan dengan hati kamu yang sebenarnya. Walaupun Aku berharap kita bisa bersama saat kembali Jakarta dengan satu komitmen" Ucap Elio.


"Sudah malam, tidurlah " Ucap Elio.


Aleena mengangguk lalu melangkah menuju tempat tidur. Aleena mulai memejamkan matanya, yang sudah teras berat.


Elio menatap Aleena yang sudah tertidur lelap, Elio sangat mengagumi Aleena. Sudah saat nya Aleena tau tentang dirinya. Elio akan membawa Aleena menemui Kedua orang tua nya.


...***...


Tiba di depan rumah Hany, Aleena turun dari atas motor. Elio menggenggam tangan Aleena, lalu mengecupnya. Elio enggan melepas tangan Aleena.


"Aku akan stay di sini, menunggu kamu kembali ke Jakarta. Kita kembali bersama-sama" Ucap Elio.


"Hubungi Aku, jika kamu perlu sesuatu" Ucap Elio.


"Aku gak perlu ini" Aleena menolak.


"Please jangan menolak, Aku mau kita lebih mudah berkomunikasi" Pinta Elio.


"Baiklah " Ucap Aleena lalu memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.


Aleena melangkah meninggalkan Elio yang masih berdiri menatap Aleena.


"Heeiiii ,,, " Seru Elio sambil melangkah menghampiri Aleena. Aleena menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.


Elio memeluk Aleena begitu erat, Aleena bingung kenapa dengan Elio.


"Aku gak bisa melepaskan kamu, Please ikut Aku" Pinta Elio.


"Gak mungkin El, Aku harus berada di sini. Seharusnya kamu juga gak berada di sini. Aku butuh waktu" Ucap Aleena menolak keinginan Elio.


"Seharusnya kamu udah tau jawabannya " Ucap Aleena.

__ADS_1


"Gak semudah itu El, Aku harus menjaga perasaan semuanya. Aku gak boleh egois" Ucap Aleena.


"Egois? Berarti perasaan kita sama, kita saling mencintai. Kamu hanya takut melukai Lian dan Diaz. Sebenarnya itu hak kamu untuk memilih" Ucap Elio.


"Kasih Aku waktu please " Pinta Aleena.


"Semakin kamu memaksa Aku, semakin Aku bingung dan Aku punya pilihan untuk gak memilih kalian. Lebih baik Aku sendiri, lebih baik seperti ini bebas tanpa ikatan" Ucap Aleena.


"Oke, besok Aku datang lagi" Ucap Elio.


Aleena hanya diam lalu melepaskan pelukan Elio dan melangkah meninggalkan Elio untuk masuk ke dalam rumah Hany.


"Sori El, Aku juga punya Hak. Seperti yang kamu bilang" Ucap Aleena dalam hati.


Elio masih berdiri menatap Aleena yang meninggalkannya, sampai Aleena benar-benar masuk ke dalam rumah.


Elio menuju motornya, lalu men-Starter Motornya dan melaju meninggalkan rumah Hany. Elio akan kembali ke Resort Bukit Bintang.


Karena tempat itu sangat berarti untuk Elio, untuk pertama kalinya Elio bisa mengecup bibir Aleena. Elio bisa merasakan kehangatan dan cinta yang Aleena miliki.


Elio yakin Aleena juga mencintai Elio, jika tidak mana mungkin Aleena membalas ciuman dan pelukan Elio.


Aleena tidak menolaknya, Dan Aleena selalu mengikuti keinginan Elio. Elio tidak akan membiarkan Aleena pergi lagi seperti ini.


Elio akan meminta seseorang untuk mengawasi rumah Hany, untuk memastikan Aleena tetap berada di rumah Hany meski jauh dari Elio.


Sebelum kembali ke Resort, Elio akan pergi ke Lucifer Bar. Untuk menenangkan pikirannya Elio akan menikmati Whiskey di sana. Motor Elio masih melaju dengan cepat agar segera sampai di Lucifer Bar.


Elio menatap Botol whiskey yang ada di atas meja, dan ada dua gelas di sana. Elio sedang menunggu seseorang, sengaja Elio meminta dua buah gelas.


Seseorang menghampiri Elio dan duduk di hadapan Elio. Elio meraih botol Whiskey lalu menuangkan ke dalam gelas-gelas. Elio meneguk Whiskey, lalu meletakkan kembali ke atas meja.


"Jack , malam ini sampai besok tolong awasi Aleena. Gue gak mau sampe kehilangan jejak dia" Ucap Elio tenang.


"Siap , selama ini gue gak pernah buat Lo kecewa kan" Ucap Jack.


"Thanks, Gue percaya sama Lo" Ucap Elio.


"Cheers dulu dong" Seru Jack sambil mengarahkan gelasnya ke Elio.


Elio tersenyum sambil mengarahkan gelas keatas.


"Kalo ada apa-apa segera hubungi Gue Jack" Pinta Elio.


"Siap Bos ku" Jawab Jack.

__ADS_1


"Gue cabut dulu" Ucap Elio sambil meletakkan gelas di atas meja. Dan melangkah meninggalkan Jack yang masih duduk menghabiskan Whiskeynya.


__ADS_2