
Aleena keluar dari Taxi Online yang sudah berhenti di depan gerbang rumahnya. Aleena membuka pintu gerbangnya Aleena terkejut melihat Mobil milik Lian sudah berada di rumahnya.
Aleena melangkah cepat memasuki rumahnya, Aleena membuka pintu perlahan. Terlihat Lian sedang berbincang dengan Sang Papa dan Mamanya.
"Itu Aleena " Seru sang Mama sambil menatap Aleena yang berada di depan pintu.
Aleena tersenyum menghampiri Papa dan Mamanya lalu mengecup kedua tangan orang tuanya.
Aleena duduk di samping sang Mama.
Aleena menatap Lian, Lian tersenyum kearah Aleena sambil mengedipkan matanya pada Aleena.
"Aleena sayang, Lian datang kesini mau minta ijin pada kami" Ucap Sang Mama.
"Lian mau culik Aku lagi yah Ma " Ucap Aleena jujur.
"Lian Kami percaya sama kamu, selain sama kamu dan Diaz kami tidak bisa melepaskan Aleena. Karena kamu tau hanya Aleena yang kami miliki" Ucap Sang Papa.
"Iya Om, Lian makasih banget sama Om dan Tante udah percaya sama Lian dan Diaz. Lian punya janji sama Aleena akan ajak Aleena keliling dunia. Lian mau buat Aleena bahagia" Ucap Lian jujur
"Papa mu teman baik Om sejak dulu, hanya saja setelah Papa mu sibuk dengan pekerjaan jadi kami sempat lost contac " Jelas Sang Papa.
"Jadi Lian boleh ajak Aleena Traveling?" Ucap Lian meyakinkan.
"Iya, tapi ingat tolong jaga Aleena baik-baik " Ucap Sang Papa mengingatkan.
"Baik Om, Lian akan jaga kepercayaan Om dan Tante " Ucap Lian.
"Kapan kalian akan berangkat?" Tanya Sang Mama sambil mengusap rambut Aleena.
"Terserah Aleena aja" Jawab Lian.
"Tuh Al,,, gimana? Kapan kamu bisa berangkat?" Tanya Sang Mama.
"Lusa gimana? Aleena harus siapkan tugas yang harus Aleena serahkan sama Dosen" Ucap Aleena.
"Oke, Kalo gitu Lian pamit dulu Om dan Tante" Ucap Lian sambil bangkit dari duduknya.
"Baiklah hati-hati Nak Lian" Ucap Sang Papa.
"Pa, Ma Aleena antar Lian dulu " Ucap Aleena.
Papa dan Mama mengangguk tanda setuju.
Aleena melangkah keluar bersama Lian menuju mobil Lian.
"Lusa Aku jemput yah,,," Ucap Lian lalu mengusap rambut Aleena.
"He'eh" Jawab Aleena tersenyum.
"Bye ,,," Ucap Lian lalu menutup kaca mobil dan melaju meninggalkan rumah Aleena.
Aleena melangkah masuk ke dalam rumahnya, ternyata Lian benar-benar menepati janjinya untuk Traveling bersamanya.
Dan yang membuat Aleena terharu, kedua orang tuanya mengijinkan Aleena untuk ikut bersama Lian.
Aleena menaiki anak tangga menuju kamarnya, tiba di kamar. Aleena meletakkan Tasnya di atas meja, Aleena merebahkan tubuhnya.
"Sayang ,,,," Terdengar suara Sang Mama memanggilnya lalu masuk kedalam kamar Aleena.
"Kamu gak packing baju?" Tanya Sang Mama bingung.
"Aleena masih capek Ma ,,," Jawab Aleena tenang.
"Sebenarnya ada apa Lian mau ajak kamu Traveling?" Tanya Sang Mama ingin tau.
"Gak ada apa-apa Ma, cuma waktu itu Lian pernah janji mau ajak Aku Around the world berdua, Aku juga gak nyangka secepat itu Lian tepati janjinya" Jelas Aleena.
"Semoga perjalanan kalian menyenangkan " Ucap Sang Mama berharap.
"I hope so " Ucap Aleena.
"Ma , boleh tanya?" Ucap Aleena sambil menatap wajah Sang Mama.
"Kenapa sayang?" Ucap Sang Mama mengusap lembut rambut milik Aleena.
"Kenapa Mama dan Papa percaya sama Lian dan juga Diaz? Padahal dulu Mama dan Papa protect Aku" Tanya Aleena.
"Sederhana Ko sayang, Orang Tua mereka teman lama Papa. Lalu mereka sopan dan baik selalu menjaga kamu dan menjaga kepercayaan dari Mama dan Papa " Jelas Sang Mama.
"Mama tau? Diaz selama ini mencintai Aku Ma" Ucap Aleena.
"Kamu serius?" Ucap Sang Mama terkejut.
"Iya , Aku pikir Diaz hanya main-main. Karena Aku tau Diaz itu suka ceplas-ceplos" Ucap Aleena.
"Anak Mama di cintai kakak dan adik " Ucap Sang Mama terharu.
"Bahkan Diaz rela jadi bayang-bayang Lian untuk Aku" Ucap Aleena menghela nafasnya.
"Kamu pasti dilema?" Ucap Sang Mama.
"Yang Aku tau saat ini, Aku gak mau hubungan Lian dan Diaz hancur hanya karena Aku. Dan Aku sendiri nyaman bisa berada diantara mereka. Mereka berdua tulus sama Aku" Ucap Aleena.
"Kamu harus bisa menentukan perasaan kamu sayang " Ucap Sang Mama.
"Jujur Ma, Lian itu susah di tebak. Lian masih labil dan masih berharap pada Raya dan Lian selalu bilang kalo Aku penyelamat hidup Dia" Jelas Aleena.
"Kamu sudah tau jawabannya, Diaz " Ucap Sang Mama.
"Aku belum yakin sama perasaan Aku terhadap Diaz" Ucap Aleena.
"Aku cuma mau semua bahagia" Ucap Aleena lagi.
__ADS_1
"Yasudah sayang, ikuti aja alurnya. Nanti kamu akan temukan jawabannya. Sekarang kamu packing apa yang akan kamu bawa nanti" Ucap Sang Mama mengingatkan.
"Oke ,,," Jawab Aleena lalu bangkit dari tempat tidur.
Aleena meraih Travel Bag yang berada di samping lemari pakaiannya. Aleena memilih pakaian yang simpel dan casual. Dan beberapa pakaian hangat.
Selesai packing, Aleena meraih laptopnya. Sepertinya Aleena akan melanjutkan nonton Drama China kesayangannya.
Mood Boosternya Aleena hanya satu, dengan melihat acting Sang Idola yaitu Zai Zai alias Vic Zhou.
***
Aleena keluar kelasnya seorang diri, karena hari ini Tara tidak masuk kelas. Aleena menatap dari kejauhan terlihat sosok Diaz tengah berjalan mendekatinya.
"Diaz ,,," Ucap Aleena dalam hati.
Diaz tersenyum lalu menghampiri Aleena, Aleena membalas senyuman Diaz.
"Kamu tau hari ini Aku ada kelas?" Tanya Aleena.
"Yup,,, kaget yah " Jawab Diaz.
"Ikut Aku yuk ,,, !" Pinta Diaz.
"Where?" Tanya Aleena.
"I don't know, but Today I want to go with you. Please " Ucap Diaz memohon.
"Ok,,," Jawab Aleena tersenyum.
Meraka melangkah menuju mobil, Aleena mengikuti kemana Diaz pergi.
"Gimana kamu udah prepare buat bergi besok?" Tanya Diaz.
"Udah, kemarin Mama bantu Aku packing" Ucap Aleena jujur.
"Kenapa kamu gak ikut?" Tanya Aleena lagi.
"Itu acara kalian, Aku gak akan ikut" Jawab Diaz tenang.
"Sebenarnya kalo kita pergi bertiga lebih seru, kaya waktu kita ke London " Ucap Aleena.
"Hei, Ikuti aja apa maunya Lian. Lian mau buat kamu bahagia " Jelas Diaz.
"Kamu gapapa di Jakarta sendirian? Dan kamu juga tau Traveling kali ini lumayan lama" Ucap Aleena.
"Aku gapapa Aleena, yang penting kalian happy" Jawab Diaz mengusap rambut Aleena.
"Kamu sama Lian baik-baik ajakan?" Aleena ingin tau.
"Yup, sebelumnya Lian udah ngomong sama Aku masalah ini. Mau bawa kamu keliling dunia " Jawab Diaz.
"Syukurlah, jujur Aku gak mau hubungan kalian jadi buruk cuma karena Aku" Jawab Aleena.
"Aku dan Lian udah sama-sama dewasa, jadi gak seperti yang kamu pikirkan" Ucap Diaz.
Aleena lega mendengar ucapan Diaz, paling tidak Aleena pergi bersama Lian tidak ada beban meninggalkan Diaz sendiri.
Diaz menghentikan mobilnya di sebuah Cafe ternama didaerah Senopati Jakarta.
' NAMDUA CAFE '
Diaz membuka pintu mobil lalu membuka pintu mobil belakang. Diaz meraih paper bag berwarna merah.
Diaz segera menghampiri Aleena. Mereka memasuki Cafe bersama, Diaz memesan tempat yang agak private.
"For you" Seru Diaz sambil memberikan Paper bag ke arah Aleena.
"Buat Aku?" Jawab Aleena bingung.
"Buka di rumah aja, mungkin bisa berguna untuk Traveling kamu besok" Ucap Diaz.
"Ok, thanks..." Jawab Aleena.
Tak lama seorang Waiters menghampiri membawakan beberapa makanan. Ternyata Diaz sudah mempersiapkan lebih dulu.
"Hmmm, kamu tau kenapa Lian tiba-tiba mau ajak Aku Traveling?" Tanya Aleena ingin tau.
"Lian cuma bilang pernah janji sama kamu, mau Traveling berdua sama kamu" Ucap Diaz.
"Tapi feeling Aku gak enak banget " Ucap Aleena.
"Everything is ok, percaya sama Lian " Ucap Diaz meyakinkan.
"He'eh" Ucap Aleena sambil mengangguk.
Diaz menatap wajah Aleena begitu dalam.
"Kenapa natap Aku kaya gitu" Protes Aleena.
"Aku pasti kangen banget sama kamu, jadi Aku mau save wajah kamu di otak Aku hehe" Ucap Diaz jujur.
"Aku pergi pasti kembali, dan sekarang jaman canggih kita bisa Vc nanti" Ucap Aleena.
"Aku gak akan ganggu kalian nantinya,,," Ucap Diaz.
"Whatever,,," Ucap Aleena.
"Besok Aku yang antar kalian ke Airport,,," Ucap Diaz memberitahu.
"Thanks " Ucap Aleena.
Aleena meraih Paper bag yang berada di sampingnya.
__ADS_1
"Aku buka sekarang yah" Tanya Aleena tersenyum.
"Semoga kamu suka" Ucap Diaz.
"Kamu tau, ini pertama kalinya Aku dikasih sesuatu sama cowok hehe" Ucap Aleena sambil buka isi Paper bagnya.
"Really" Ucap Diaz terkejut tidak percaya.
Aleena tersenyum melihat Isi dalam Paper bagnya, sebuah Syal berwarna Mocca dan Topi Rajut dengan warna yang senada.
"Waw , is so beautiful. Thanks Diaz ,,," Ucap Aleena Lalu memakai Syal dan Topinya.
"Do you like it?" Tanya Diaz.
"Of course,,, Pasti akan Aku pakai" Jawab Aleena.
"Kamu makin cantik kalo pakai itu " Puji Diaz.
"Heii Kita twofie yuk ,,, Aku belum punya Foto sama kamu " Seru Aleena mendekati Diaz.
Aleena duduk disamping Diaz, lalu mengarahkan Camera pada ponselnya ke arah Meraka berdua.
Diaz mendekati wajahnya tepat di dekat wajah Aleena.
"Cheers,,," Seru Aleena tersenyum ke arah Camera.
Aleena mengambil beberapa Foto dengan Pose yang berbeda.
Aleena melihat hasil dari gambarnya. Aleena tersenyum melihat ke arah layar ponselnya. Lalu mengarahkan layar ponselnya ke arah Diaz, agar Diaz bisa melihat hasil dari foto mereka.
"Kamu ternyata Fotogenik yahh, hasilnya keren banget Aku suka " Ucap Aleena gembira.
"Kamu bisa aja" Jawab Diaz.
"Aku tuh paling gak suka Selfie ,,, gak pede tepatnya hehe" Ucap Diaz lagi.
"Tapi kenapa mau aku ajak Selfie ?" Tanya Aleena.
"Mungkin karena sama Kamu jadi ada kekuatan tersendiri" Ucap Diaz jujur.
"The power of love?" Tanya Aleena sambil metap wajah Diaz.
Jarak antara wajah mereka begitu dekat, Aleena menatap wajah Diaz, mereka saling bertatapan.
Tiba-tiba dengan refleks Diaz mengecup kening Aleena dan kedua mata milik Aleena.
Aleena menarik nafas dan memejamkan matanya.
Diaz memegang kedua pipi Aleena lalu mendekati ke arah Bibir mungil milik Aleena.
Diaz mengecupnya dan ******* bibir Aleena begitu lembut.
Aleena membalas ******* demi *******, Aleena tidak bisa menolak ciuman dari Diaz.
Dan Aleena sadar ini tempat umum, Aleena mencoba melepaskan kecupan bibir Diaz.
"Enough,,," Ucap Aleena lembut.
"I'm sorry ,,," Ucap Diaz dengan wajah malu.
Aleena tersenyum malu sama seperti Diaz.
Diaz mengecup kening Aleena lagi.
"Love you so much,,," Ucap Diaz tulus.
Aleena menyentuh bibir milik Diaz dengan jari telunjuknya.
"Biarkan rasa ini mengalir mengikuti alurnya ,,," Ucap Aleena.
"Please jangan berubah sedikitpun sama Aku, tentang rasa yang Aku miliki saat ini untuk kamu. Meski Aku tau masih ada Lian di hati kamu" Ucap Diaz dengan wajah melownya.
"Never ever ,,, Aku akan tetap menjadi Aleena yang seperti sekarang.
"Aku nyaman berada di dekat kamu, Aku juga gak tau perasaan Aku sama kamu dan Lian itu apa? Tapi Aku mau kita baik-baik aja dan kita akan bahagia pada akhirnya" Ucap Aleena lagi.
"Apapun nanti ending nya ,,, ini akan menjadi kesan tersendiri buat Aku. Kamu cinta pertama Aku, sebelumnya Aku belum pernah merasakan cinta yang real. Aku pernah menjalani hubungan sama beberapa cewek, tapi bukan atas dasar cinta" Diaz bercerita.
"Kalo kamu gak keberatan sharing aja, Aku akan jadi pendengar yang baik " Ucap Aleena.
"Waktu di Amsterdam, Aku coba jalani hubungan dengan Rena cewek blasteran Indo Belanda. Bukan atas dasar cinta, karena teman-teman Ku berusaha menjodohkan Aku sama Rena. Aku coba jalani namun hampa karena bukan atas dasar cinta. Ending Aku akhiri hubungan Aku sama Rena..." Ucap Diaz bercerita.
"Tapi ketika pertama kali Aku liat kamu, Entah ada getaran dari dalam hati Aku. Aku coba menolak, namun tiap liat kamu dan berada di dekat kamu hati Aku perang melawan rasa itu..." Jelas Diaz jujur.
"Cinta itu gak salah, memang cinta datang pada saat yang gak tepat. Kaya Aku mencintai Lian namun jauh dari dalam hati Lian, Lian masih berharap pada Raya. Dan kamu mencintai Aku sementara perasaan ini untuk Lian ,,, " Ucap Aleena.
"Aku juga gak mau kamu menjauhi Aku hanya karena Lian dan perasaan kamu untuk Aku" Ucap Aleena lagi.
"Hati Aku lagi mencari tempat untuk berlabuh yang tepat ,,," Ucap Aleena lalu menatap wajah Diaz.
"Kamu benar, biar hati ini yang mencari tempat yang tepat" Ucap Diaz.
"Satu lagi, Aku harap kamu tetap menjadi Diaz yang Aku kenal. Aku suka sosok kamu yang tegas dan berani trus kamu itu selalu bisa buat Aku tersenyum,,," Ucap Aleena jujur.
"Thanks yah udah jujur tentang semuanya ,," Ucap Diaz sambil mengecup kedua tangan Aleena.
"Jadi ingat lagu jadulnya ' Tifanny - Love is Blind ' hehe" Ucap Diaz lagi.
"Oya satu lagi, kamu tuh punya kelebihan yang gak Lian miliki. Kamu itu cuek tapi menurut Aku kamu romantis dengan cara mengungkapkan perasaan kamu lewat lagu ,,," Ucap Aleena jujur.
"Serius Aku romantis?" Ucap Diaz terkejut.
"Itu menurut Aku, Selama ini apa Lian mengungkapkan perasaannya kaya kamu. Memang tiap orang berbeda-beda cara mengungkapkan perasaannya. Cuma buat Aku kamu itu unik hehe" Ucap Aleena lagi.
__ADS_1
Mendengar ucapan Aleena, ada kekuatan tersendiri untuk Diaz. Paling tidak Diaz memiliki satu nilai plus Dimata Aleena.
Dan Diaz berharap semua akan berjalan sesuai harapan dan mereka bertiga sama-sama bahagia. Meski nantinya Aleena tidak bersamanya.