CINTA MANIS Sang Pewaris

CINTA MANIS Sang Pewaris
19. Rebutan


__ADS_3

...Happy Reading...


Cinta dalam diam adalah cara mencintai yang paling tepat ketika diri belum mampu terikat dalam sebuah ikatan suci, yaitu pernikahan.


Jika belum mampu mencintai dan dicintai dalam ikatan pernikahan, maka cinta dalam diam adalah sebuah jawaban atas segala kegalauan dan kegundahan hati.


Begitu juga dengan Samuel, ketika dia belum begitu yakin dengan perasaannya, dia memilih untuk tidak mengatakannya, hanya saja sikapnya dengan Rinjani lebih melunak akhir-akhir ini, walau kata-katanya masih sering pedas terdengar, namun tidak terlalu menyakitkan seperti awal mula mereka bertemu dulu.


Siang ini Samuel tidak pergi ke kantor lagi, dia baru saja turun dari kamar saat Jani dan Niar sedang makan siang bersama Yoyo.


" Daddy sudah bangun?"


" Are you okey Dad?" Yoyo berlari menyambut ayahnya dan duduk dipangkuannya.


" Hmm... i'm okey sayang."


" Sudah selesai makannya?" Samuel menghujani ciu man dikepala putra kesayanganny itu.


" Sudah Dad."


" Kenapa daddy masih terlihat lemas?" Yoyo menangkupkan jemari kecilnya dipipi Samuel.


" Daddy masih tidak enak badan sayang."


" Nanti juga pasti okey lagi." Samuel mengacak rambut Yoyo dengan gemas, putranya walau nakal tapi memang sangat menyayanginya.


" Kalau begitu Yoyo duduk sendiri saja!" Yoyo langsung turun dari pangkuan Samuel yang langsung tersenyum mengganguk menanggapi ocehan Yoyo yang sangat pengertian.


" Kak Jani, tidak menyuapi makan untuk daddy lagi?" Ocehan Yoyo sontak membuat Jani terbatuk-batuk.


" Uhuuuk... uhuuuk..." Untung dia hanya minum, tidak makan, kalau makan pasti sudah menyembur kemana-mana.


" Eheeermmm..."


" Sinyal positif dari si anak nih!" Bisik Niar sambil menendang kaki Jani dibawah kolong meja yang dibalas oleh pelototan mata Jani.


" It's okey sayang."


" Daddy sudah bisa makan sendiri." Samuel tersenyum sambil membuka piring didepannya.


" Ambilin nasi dan lauknya gih."


" Latihan jadi calon istri idaman, eaa.. eaa.. hihi." Niar kembali berbisik untuk menggoda Jani yang semakil kesal karenanya.


" Bapak mau lauk apa?" Jani berdiri ingin mengambilkan lauk untuk Samuel, wajahnya memang sudah tidak terlalu pucat, namun memang masih kelihatan lesu walau tetap masih terlihat tampan.


" Ciee.."


" Gitu dong, perhatian cuy..


" Biar makin dicayang-cayang, huhuii.." Niar seperti mendapat bahan olokan baru yang tiada habisnya.


" Diam kamu!"


" Nerocoss saja mulutmu itu."


" Makan nih makan.." Umpat Jani sambil menutup mulut Niar menggunakan tahu goreng yang dia cocol dengan sambel ekstra pedas terlebih dahulu.


" Hemptt.."


" Resek kamu Jan, pedes ini." Niar langsung menenggak satu gelas air.


" Masih pedesan juga omonganmu!" Umpat Jani sambil tersenyum meledek.


Tiba-tiba ponsel Samuel berbunyi, dengan segera Samuel menggeser tombol hijaunya.

__ADS_1


" Hallo Nisa.. ada apa?"


" Begini pak, cabang perusahaan kita di Kalimantan mengalami sedikit masalah dan mereka akan mengadakan meeting dadakan, apa bapak bisa berangkat kesana?"


" Tapi kondisi saya sedang kurang fit Nis, apa tidak bisa diwakilkan saja?" Samuel hanya bisa menghela nafasnya, disaat badan tidak sehat kenapa perusahaan cabangnya harus bermasalah pikirnya.


" Sepertinya tidak bisa pak, tadi saya sudah meminta orang lain menggantikan, namun mereka ingin bapak yang meninjau lokasi dan memimpin rapat secara langsung pak."


" Baiklah.. kalau begitu kamu pesankan dua tiket untuk pergi kesana ya?" Samuel akhirnya memaksakan diri untuk tetap pergi kesana, karena menunda masalah pekerjaan hanya akan berdampak buruk dengan perusahaannya.


" Baik pak."


" Jani kamu bersiap, ikut aku meeting di Kalimantan ya?"


" Dan Yoyo.. kamu baik-baik dirumah ya, jangan nakal okey?"


" Niar, kalau malam ini saya tidak bisa langsung pulang, kamu menginap disini ya, temani Yoyo."


" Karena mama sedang tidak ada dirumah." Samuel memutuskan mengajak Rinjani untuk menemaninya, setidaknya akan ada yang membantunya nanti kalau terjadi apa-apa.


" Baik pak." Rinjani hanya bisa bilang iya, menolak pun sudah dipastikan tidak akam bisa.


" Cie.. cie.."


" Berduaan lagi niye, ingat Jan, seorang gadis yang dijaga apanya?"


" Jangan lemah, kuatkan iman dan imin mu okey, hihi.." Niar berbisik kearah Jani yang langsung mendapat tendangan dikakinya.


" Daddy Yoyo pengen ikut." Yoyo langsung unjuk suara.


" Sayang.. Daddy pergi untuk bekerja, bukan untuk bermain."


" Kamu dirumah saja ya, main sama kak Niar."


" Tapi Yoyo ingin menjaga daddy?" Bibir mungil itu mengoceh dengan imutnya, membuat semua gemas ingin mencubitnya.


" Waah.. Yoyo anak yang baik ya? perhatian sama daddy?" Jani mengacungkan jempol kearah Yoyo, dia bahkan senang jika Yoyo benar boleh ikut, jadi suasana nanti tidak akan canggung pikirnya.


" Jelas dong!" Ucap Yoyo dengan mantap.


" Hmm..."


" Lain kali saja ya Yo?"


" Daddy sedang kurang fit, nanti siapa yang gendong Yoyo kalau mengantuk dijalan."


" Lain kali boleh ikut okey, kalau sekarang Yoyo bermain dirumah saja ya?" Badan Samuel sebenarnya masih lemah, ini pun dia hanya memaksakan diri.


" Tapi Yoyo mau lihat pesawat terbang Daddy." Ucap Yoyo kembali.


" Hmm... kalau begitu Yoyo bisa anter daddy sampai ke bandara saja okey?"


" Setelah lihat pesawat kamu bisa pulang ya." Anak kecil memang terkadang banyak maunya, namun sebagai orang tua harus pintar-pintar menyiasatinya saja.


" Wokey." Yoyo mengacungkan jempolnya.


Setelah mereka selesai bersiap-siap, akhirnya mereka segera menaiki mobil untuk berangkat ke bandara, Niar memilih duduk dikursi tengah saja, mobil yang Samuel gunakan memiliki ruang yang cukup luas dan memiliki enam kursi didalamnya.


" Jani kamu duduk paling belakang." Entah mengapa Samuel tidak bisa jauh-jauh darinya sekarang.


" Baik pak." Rinjani langsung duduk dikursi paling belakang disamping Samuel.


" Pepet terus.. jangan kasih kendor bung!" Umpat Niar yang langsung cengar cengir saat mendengarnya.


" Ckk... brisik luu!" Rinjani makin kesal saja dengan Niar yang meledeknya terus menerus bahkan tidak segan-segan didepan Samuel, dan anehnya Samuel malah tersenyum melihatnya, entah apa yang ada dipikirannya, namun dia juga tidak berkata apa-apa.

__ADS_1


" Daddy.."


" Aku mau duduk dibelakang, daddy duduk saja didepan sana." Yoyo protes saat dia duduk disamping Niar.


" Kenapa sayang?"


" Sama saja bukan?" Samuel menjawab sambil melihat notif di ponselnya.


" Yoyo mau duduk dengan kak Jani." entah mengapa Yoyo iri melihat ayahnya selalu berdekatan dengan Rinjani.


" Duduk disitu kan juga sama saja."


" Tuh ada kak Niar disampingmu juga kan." Samuelpun tidak mau mengalah begitu saja.


" Kalau begitu kenapa nggak daddy aja yang duduk disini?"


" Yoyo ingin tiduran dipangkuan kak Jani." Yoyo tetap bersikeras ingin tukaran tempat duduk.


" Besok kan bisa sayang, kalau sudah dirumah boleh deh mau tiduran dimana saja."


" Sekarang Yoyo duduk tenang disitu ya, katanya mau lihat pesawat nanti?" Samuel tetap tidak mau pindah.


" Pak.."


" Biarkan Yoyo duduk disini."


" Dari pada ribut, kasian dia?" Jani mencoba menengahi perdebatan mereka.


" Biarkan saja, tidak semua kemauan anak harus kita turuti." Samuel berbicara dengan santainya sambil tetap bermain dengan ponselnya.


" Daddy..."


" Yoyooo.."


" Nggak boleh bandel!"


" Nurut kalau dibilangin!" Samuel langsung menatap Yoyo dengan tajam membuat nyali Yoyo langsung menciut.


" Tapi Yoyo pengen duduk sama kak Jani."


" Daddy juga."


" Daddy mengalah dong? duduk didepan sana!"


" Nggak mau."


" Astaga paaaak.."


" Siapa yang anak-anak disini!" Jani hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat anak dan bapak yang tidak mau mengalah hanya karena hal sepele saja.


" Beuuuuh.."


" Asyiknya jadi rebutan, mau juga dong direbutin."


" Lariisss maniiisss tanjung kimpul, huhuii..." Niar kembali mengoceh menggoda mereka.


..."The best most and beautiful things in this world cannot be seen or even heart, but must felt with the heart."...


...( Hal terbaik dan paling indah didunia tidak bisa dilihat atau bahkan didengar, tetapi mesti dirasakan oleh hati )...


..."Love is just a word, until someone arrives to give it meaning."...


...( Cinta hanyalah sebuah kata, sampai seseorang datang dan memberinya makna )...


Kopi mana kopi? nggak ada kopi mawar pun jadi deh🥰

__ADS_1


__ADS_2