CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
bantal yang nyaman


__ADS_3

"masuk lah nak..."


ucap bunda,


namun saat arif akan masuk...bunda pun bertanya pada puteranya itu.


"rif...kamu tidak ingin tahu nana ingin melanjutkan kuliah dimana?


tanya bunda.


"tidak bund...terserah dia mau kuliah dimana...udah gede juga,"


ucap arif.


"dan apakah kau juga tidak ingin tahu...jurusan apa yang di pilihnya?"


tanya bunda lagi.


"arif bilang terserah bund ..ya terserah...udah lah bund...aku capek...aku mau istirahat,"


ucap arif dengan kesalnya...karena bundanya dari tadi hanya mengajak bicara tentang nana nana nana dan nana,


"maaf bund...arif masuk dulu,"


ucapnya seraya berlalu.


arif perlahan membuka pintu kamar nya lalu setelah itu ia pun masuk,


dan disana nana juga sudah selesai dengan acara mandinya.


keduanya sama-sama saling membuka pintu.


rendi membuka pintu masuk kamarnya dan ia masuk.


sedangkan nana...membuka pintu kamar mandinya dan ia leluar.


seketika nana tersentak saat melihat arif yang sudah berdiri di depan pintu masuk.


dengan cepat nana pun duduk jongkok dengan tangan menyilang di dadanya.


"hey...apa yang kau lakukan?"


ucap arif tiba-tiba.


"apa kau buta?jelas-jelas aku sedang jongkok,"


jawab nana dengan kesalnya.


"aku tahu kamu sedang jongkok...lalu kenapa kamu seperti itu?hanya merusak pemandangan saja,"


kata arif dengan sadisnya.


"kau tidak suka?pergi jangan lihat ke arahku,"


balas nana.


"kamu kira aku sudi melihatmu...hanya membuat sakit mataku,"


ucap balas arif.


"kamu tidak usah kebanyakan ngomong ya...cepat sana...atau putar kepala kamu menghadap sana,"


ucap nana dengan darah sudah mendidih karena kesemutan kakinya.


"kenapa kau mengatur ku?ini kamar ku...suka-suka aku lah,"


balas arif dengan nada meledeknya.


"dasar brengsek...manusia setan...oke...itu maumu bukan...baiklah...jangan salahkan aku!"


geram nana dengan kesalnya.


lalu....


"buuund.....bundaaaa....!"


teriak nana seketika


lalu dengan cepat arif ber jongkok sambil membekap mulut nana dengan telapak tangannya.


"apa kau bodoh?haaah!"


ucap arif seketika dengan marah nya.


"kau yang brengsek,"


balas nana.


"hey...berdirilah...apa yang kau lakukan sebenarnya?"


tanya arif keheranan.


"aku...aku lupa memakai dalaman...jadi...menyingkirlah kau,"


ucap nana dengan wajah malu nya.


dan seketika arif pun memutar tubuhnya memunggungi nana.


"kamu kira aku berselera melihat tubuhmu yang datar tanpa isi.membosankan."

__ADS_1


gerutu arif lirih namun nana mendengarkannya.


"dasar otak mesum,"


ucap nana sambil berdiri beringsut akan mengambil dalamannya yang lupa ia bawa tadi...


namun ...


"buuuuuggg...."


suara nana terjatuh karena kakinya keram.


"aaaakh..."


teriak nana seketika.


"auuuh kakiku..."


desahnya lagi karena nyeri kakinya itu.


seketika arif pun mau tidak mau harus melihat nya dan menghampirinya.


"hey kau kenapa tidak hati-hati si..."


ucap arif sambil menghampiri nana dan mencoba memapah nana menuju ranjang.


"kakiku sudah sakit...seperti ini...kau tambahi dengan omelanmu,membuat kakiku makin sakit,"


gerutu nana.


lalu arif pun memilih diam tidak meladeni,bisa-bisa pertengkaran mereka tidak ada habisnya.


lalu...tanpa sadar...arif pun melirik bagian dada yang menyembul samar itu,


arif baru sadar...nana belum memakai dalamannya saja.


namun saat arif mengalihkan pandangannya lagi-lagi ia penasaran dan meliriknya untuk yang ke dua kalinya.


lalu sampailah ia pada tepi ranjang dan menurunkan nana di sana.


"kau tahu cidera kakimu yang terakhir kali belum membaik...sok-sok an malu segala sampai jongkok...akhirnya aku lihat juga kan,"


tanpa sadar arif mengucapkannya.


dan nana pun menjadi sangat malu.


"brengsek kau pria mesum,"


gumam nana.


lalu seketika nana pun meraih selimutnya,menutupi tubuhnya sampai ke atas dada nya.


"hey kamu...ngapain kamu tidur di situ?"


ucap nana.


"ini kamarku...dan ini ranjangku,..jika kau tak suka...kau boleh pergi,"


ucap arif seketika yang membuat nana lagi-lagi tak mampu berucap.


"nana...sabar lah...hanya malam ini...setelah itu kau tidak akan bertemu setan ini dalam wantu yang cukup lama."


ucap nana dalam hatinya.


lalu ia pun merebahkan tubuhnya dan dan matanya mulai terpejam.


namun...bayangan rama...senyuman rama...terlintas begitu saja,


tanpa terasa nana pun terisak di sana.


airmatanya membasahi pipi dan bantalnya.


"baru pertama kali...ia di perlakukan baik oleh laki-laki,di peluknya...dan di beri senyum terindah,sebelum mimpi manis itu pergi untuk selamanya.


hingga pagi menjelang.


arif merasakn bantal yang begitu mendesak wajahnya,


dan entah mengapa meski membuatnya sedikit sesak karena menutup hidungnya itu,arif menyukainya...memeluknya erat dan saat benar-benar ia terengah...arif membuka matanya,


"aaakkkh...."


pekik tertahannya yang benar-benar mengagetkannya.


ternyata yang dia kira bantal itu adalah dada nana yang tubuhnya di peluk arif erat-erat.


seketika...arif beringsut tanpa suara dan tiba-tiba saja...


perlahan-lahan menarik tangan yang di tindih nana itu,


lalu ia pun beranjak ke kamar mandi.


arif mengguyur wajahnya dengan air di wastafel kamar mandi,


ia mengusap-usapnya beberapa kali,


lalu memandang wajahnya di kaca depannya.


mengusap-usap lagi lagi dan lagi.

__ADS_1


"gilaa...ini benar-benar gila...aku memeluknya...disaat dia tidak memakai dalamannya.siiaaaalll...benar-benar bodoh kamu arif...,"


dan arif benar-benar mengumpati dirinya sendiri.


lagi-lagi dan lagi.


cukup lama arif di dalam kamar mandinya...tanpa sadar nana mengetuk pintunya berkali-kali.


"kau ketiduran di dalam woe?"


kata nana mencak-mencak yang sudah tidak bisa menahan hajat kecilnya.


dengan lesu arif membuka pintu kamar mandinya dan lalu keluar dengan santainya.


"aku tidak tuli...aku hanya...suka membuatmu menunggu,"


sloroh arif yang mambuat nana mendongkol.


"setan mana punya hati...aku sudah tidak kaget,"


jawab nana dengan santainya.


sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


sedangkan arif hanya mendelik mendengar kata-kata dari nana itu.


"rubah...kau memang licik,"


guman arif.


"aku licik dari mananya...kamu nya aja yang jahat...supeeer jahaaat!"


jawab nana seketika sambil menyembulkan wajahnya ke luar pintu kamara mandi,seakan mendengar kata arif barusan.dan hanya wajahnya yang menyembul.


"hey..."


teriak arif tidak terima,lalu...


"blaaam..."


pintu di tutup nya paksa.


"awas kau merusakkan pintu."


kata arif seketika.


"awas kau!"


lagi-lagi katanya.


"tok tok tok...."


terdengar pintu di ketuk dari luar,


arif pun bergegas membuka pintunya.


saat ia membukanya...bundanya sudah berdiri tepat di luar pintu.


"sayang...menantu bunda mana?"


tanya bunda sambil celingukan menatap ke semua penjutu kamar.


"lagi di dalam kamar mandi bund..."


ucap arif lesu.


"kok lesu gitu sih nak?"


tanya bunda.


"enggak bisa tidur semalaman bund,"


ucap arif,


"duuh syukur dong nak..."


canda mama.


"aiiisssh bunda...tidak seperti yang bunda pikpirkan,"


ucap arif.


lalu nana pun keluar dari dalam kamar mandinya.


"bunda..."


sapanya.


"sayang....ayo kita sarapan sama-sama...ayah sudah menunggu di bawah,"


ucap bunda.


"jadi aku tidak di ajak bund?cuma dia saja yang di ajak?"


ucap arif dengan nada sewotnya.


"kamu sudah tahu lah ya...gimana setiap paginya,"


jawab bunda dengan segera yang membuat arif kesal.

__ADS_1


lalu ketiganya berjalan menuju meja makan.


__ADS_2