
"rif..."ucap bunda.
"iya bund....ada apa?"tanya arif ingin tahu.
"nak...nana sepertinya mulai menyukaimu...kamu harus ajak dia honeymoon sayang..."ucap bunda yang membuat mata arif berbinar,kenapa juga ia tidak memikirkan nya sejauh itu...
"ya sudah bund...akan aku pikirkan itu...bunda...masuk lah...aku akan bantu ayah nurunin bawaan."
ucap arif dan langsung di setujui bundanya.
lalu bunda nya pun berjalan masuk.
sepuluh menit sudah arif membantu ayah nya menurunkan barang bawaan,lalu ia pun bergegas masuk ke dalam rumah,ia menaiki tangga menuju kamar,badannya sangat lengket karena keringat,dan lagi...ia benar-benar lapar.
arif membuka pintu kamar nya ia melihat istrinya di balkon sedang menerima panggilan,video call...
"henri,"ucapan yang muncul seketika di bibir arif.
seketika ia melempar tas nya ke atas tempat tidur,ia berjalan mendekat ke arah nana yang memunggungi pintu menuju balkon.
terlihat nana sedang asik ngobrol...ia mengenakan kaos oblong yang bagian atas nya sangat lebar hingga tank top biru di dalamnya terlihat,arif berjalan mendekat dari belakangnya,seketika ia memeluk pinggang ramping nana,
dan menenggelamkan wajahnya di kulit leher nana yang tanpa kain itu,arif berlagak tidak tahu istrinya sedang melakukan panggilan video.
"mas...aku sedang melakukan panggilan video sekarang,"
ucap nana pada arif
"oh maaf sayang...aku tidak tahu...aku sangat lelah...bisakah kau menemaniku?aku mandi dulu...setelah itu...kau harus sudah selesai ya menelephone nya,"
ucap arif sambil berlalu dan tidak lupa kecupan di sisi kepala nana.arif yakin...pasti henri kesal melihat nya,lalu ia pun bergegas masuk dan menuju kamar mandi dengan senangnya.
sepuluh menit kemudian,arif baru keluar dari kamar mandi,ia melihat nana sedang memilih pakaian yang akan ia kenakan saat ke makam,dan pakaian ganti untuk makan malam dengan arif.
"kau sedang apa sayang?"ucap arif sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang,dan nana sudah terbiasa akan hal itu.
"kamu pilihin deh mas...buat ke makam sama dres buat makan malam,"ucap nana sambil memperlihatkan baju-baju nya.
"hemmmz...ke makam...setelan hitam ini saja sayang...kalau untuk makan malam...pakai dres ungu ini saja sayang..."
kata arif sambil menunjuk pakaian yang akan di kenakan nana untuk nanti.
"baik lah...aku pilih itu saja mas..."jawab nana,karena ia memang sedang bingung memilih.
"sayang..."ucap arif sambil menghadapkan tubuh nana menghadapnya.
"iya...ada apa?"jawab nana,namun di hatinya belum ada getaran itu.
__ADS_1
sedangkan di hati arif...saat melihat wajah cantik dan bibir merah alami tanpa lipstik itu...jantungnya serasa akan meledak.
"kau tidak ingin melakukannya sekarang?"tanya arif,yang nana sudah tahu maksud dari ucapan suaminya itu.
"hemmmz jika aku bilang...belum siap...apa kau mau melepaskanku kali ini?"tanya nana.
"tentu tidak akan aku lepaskan,"kata arif.
"kenapa kau jadi egois begini sih,"ucap nana lagi.
"aku laki laki normal sayang...dengan istri se cantik ini...tidak mungkin aku tidak tergoda bukan?"
ucap arif seketika sambil menarik pinggang istrinya menempel padanya dan tangan yang satunya menarik tengkuk nana membimbingnya ke depan wajahnya,
sedetik kemudian...ciuman itu tidak tertahan lagi,hingga lumatan yang panjang disana,keduanya terengah sampai atif menyusupkan tangannya ke tank top ketat istrinya.
tiba tiba...
"tok tok tok..."ketukan pintu menyadarkan semuanya.
"ganggu aja sih..."dengus kesal arif.
"sayang...aku buka pintu dulu ya..."ucap arif lalu berjalan mendekat ke arah pintu dan membuka nya.
"sayang...katanya kamu lapar...kok nggak turun-turun sih?"
"bunda sayang...barusan aku lagi makan bund...bunda gangguin aja,andai sejam lagi bunda ngetuk pintu nya...pasti sudah terjadi pembuahan sekarang."
ucap arif dengan kesalnya.namun bunda malah tertawa terbahak.
"nak...sejak kapan kamu suka mbanyol kayak gini?kamu jadi lucu sejak nana kembali,"ucap bunda apa adanya.
dan arif suka...perubahan yang terjadi pada dirinya yang membuatnya makin dekat dengan bundanya.
"ayo kita turun makan,"ucap nana dari belakang arif yang sudah mengenakan pakaian setelan serba hitamnya.
"jadi ke makam?"tanya bunda.
"jadi bund...ayo mas..."ajak nana sambil melangkah keluar bersama bundanya..lalu arif kembali masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya.
"oke arif...masih ada waktu...tenang...sedikit lagi...buat dia jatuh hati padamu,"ucap arif dalam hatinya.
lalu berlalu turun menuju meja makan yang di sana sudah ada istrinya menunggui.
"maaf ya...sudah nunggu lama?"tanya arif sambil menarik kursi di sebelah nana dan duduk di sana.
"sayang ayo makan...temani aku,"ucap arif lalu mengambil piring makan yang sudah di isi oleh nana.lalu menyuapnya.dan nana mengambil satu apel besar untuk memakannya.
__ADS_1
selesai makan keduanya bergegas menuju makam yang di tuju,terlihat mobil arif melaju begitu kencang.
setelah sampai di tempat,arif membukakan sabuk pengaman nana lalu sebentar mengecup bibir nya yang tersaji di hadapannya itu.
nana hanya tersenyum,sejak bertemu arif...aktivitas seperti ini sudah biasa.
keduanya turun dan berjalan sebentar menuju makam.
"hey...rama...lama tidak jumpa...kau pangling padaku tidak?mungkin sekarang jika kau menyiapkan baju atau pun dalaman untukku...semua ukurannya tidak akan tepat lagi,"canda nana seolah rama ada di hadapannya.
"terimakasih rama...aku akan sering sering datang...kau pasti menunggui ku kan...kau rindu padaku,"
ucap nana namun tanpa isakan.
tanpa nana sadari arif mengerutkan dahi nya di belakang nana bediri.
setelah selesai...keduanya bergegas menuju mobil yang terparkir,
"kau yakin...rama pernah menyiapkan pakaian sampai pkaian dalam mu?"tanya arif penasaran.
"iya...dulu saat kita akan menikah...sebelum rama menjemputku untuk makan dan jalan...di hotel semua yang akan aku kenakan sudah lengkap,dan bunda bilang...rama sendiri yang menyiapkannya."ucap jujur nana.
"itu bukan rama...itu aku...rama dengan tubuh yang seperti itu kamu kira bisa apa?dia datang menemui mu itu saja sengaja melepas semua alat bantu dari rumah sakit.memang sepertinya ia berniat mati."ucap arif.
namum itu semua sudah tidak penting...rama sudah benar benar tiada malam setelah ia berjumpa dengannya.
"kau mau berganti pakaian di mana sayang?"
ucap arif dengan mengendarai mobil nya,
"di mana aja mas...asal ada toilet..aku bisa berganti pakaian,atau di mobil saja...kamu berhentikan di tempat yang sepi ya..."ucap nana agar lebih cepat dan hemat waktu...karena nana sangat capek sebenarnya,tapi ia tidak bisa menolak ajakan suaminya itu.
arif memberhentikan mobil nya masuk menghadap ke semak-semak pinggir jalan,di sana lumayan sepi dan rindang...lalu nana beralih menuju jok belakang mobil.ia melepas pakaiannya dengan santai,sedang kan arif hanya mengawasinya dari kaca sepion depannya.lekukan tubuh nana membuat arif menahan hasratnya,kemulusannya membuat arif menelan ludah nya berkali kali.namun dengan santainya nana dan kecuekannya ia tidak merasakn apapun.
lalu setelah selesai...nana kembali ke kursi depan sebelah arif.seketika arif meraih tubuhnya dan mencium bibir nana,
melumatnya dengan balasan nana disana.
turun ke bawah hingga leleh jenjang nana menyesapnya sampai tanpa terasa membekas di sana.
"mas...jangn meninggalkan bekas lagi..."ucap nana.
"akan aku coba,"sahut arif di sela aktivitaanya.
"mas ini di tempat umum...bagaimana jika ada yang tahu kita mesum di sini...ayo sudah mas..."ucap nana.
dan dengan berat nya arif menyudahinya,nana merapikan rambutnya lagi.dan mengelap sedikit keringatnya.
__ADS_1