
"kamu tuh sayang...kapan sih bisa nerima aku?bisa nerima cinta aku?peduli akan perasaanku?"gerutu arif di sela sela langkah kakinya menuju tempat parkir dimana mobilnya terparkir,tidak jarang satu dua perawat dan beberapa petugas medis menyapanya,namun seperti biasa kesan dingin dan cuek menghiasi wajah arif.
"tunggu dok..."teriak dokter wanira cantik yang kemarin menelephone arif dan yang meminta bantuan arif.
"iya..."jawab arif di saat ia hampir masuk ke dalam mobilnya.seketika ia menoleh menatap siapa yang sedang memanggilnya,
"dokter arif...bagaimana jawaban anda?apakah bisa membantu tim kami untuk terjun langsung ke area korban bencana alam?kami butuh hari ini jawaban anda dok...karena kami hari ini akan langsung ke tempat bencana,disana sangat kekurangan tenaga medis nya dokter...jadi kami putuskan...dokter dokter yang sekiranya bisa ikut kami ajak,"ucap dokter cantik yang berdiri di hadapannya.
"maaf dokter...aku tidak bisa ikut serta,aku sudah punya jadwal lain dok..."ucap arif lalu memohon diri dan masuk ke dalam mobil nya,menancap gas mobilnya dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan dokter cantik itu berdiri mematung.
"tunggu....tunggu...."teriak nana terlihat mengejar mobil arif yang sudah menjauh pergi dari hadapannya itu karena ponselnya masih terbawa oleh arif di salam saku jas nya.
__ADS_1
seketika langkahnya terhenti saat menatap dokter muda yang cantik itu cemberut sepertinya ia sedih sekali.
"maaf...ada yang bisa saya bantu?"tanya nana yang masih memakai jas putih panjang khas dokter spesialis itu.
sedangkan nana mengerti wanita cantik itu pun seorang dokter dari jas putihnya meski berlengan pendek.
"ouh...begini dok...di kota A sedang ada bencana...ini sudah berlalu empat hari...dan disana begitu kekurangan tenaga medis,hanya kurang satu orang dokter saja maka kita akan ke tempat bencana.namun...aku gagal membujuk dokter arif..."ucap dokter cantik itu dengan cemberut di bibirnya.
yang lebih terlihat jika dia habis di tolak.
"benarkah dok...anda mau ikut serta?"tanya dokter muda itu lagi.yang di balas anggukan oleh nana.
__ADS_1
"baiklah sore ini kita berangkat dokter...apakah anda sudah siap?"tanya dokter itu lagi pada nana.
sejenak nana berpikir,ia akan mengabari suami dan keluarganya tapi tidak bisa,karena ponselnya di bawa arif,
"ah...nanti aku pulang sebentar ya untuk ambil pakaian ganti,nanti aku langsung kemari lagi,"
ucap nana dengan seriusnya.
"baiklah dokter sampai nanti ya..."ucap nana sambil pergi berlalu begitu saja.
tepat pukul dua belas siang nana mengambil kesempatan makan siangnya untuk pulang,ia bermaksud mengambil pakaiannya dan juga ponselnya tidak lupa ia pun akan berpamitan untuk beberapa hari kedepan ia akan ikut serta tenaga medis lain ke tempat bencana kira kira semingguan atau bahkan lebih.
__ADS_1
mobil nana berhenti tepat di depan rumah mertuanya,ia melihat mobil yang biasa di kendarai mertuanya tidak ada,dan mobil arif pun juga tidak ada,lalu ia pun buru buru masuk ke dalam rumah,sambil berlari kecil menuju kamar nya yang berada di lantai dua.
nana membuka pintu kamar nya,namum tidak ia dapati arif di sana,nana pun kemudian mengambil tas ransel yang lumayan besar,ia memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam dan tidak lupa jas kedokterannya yang membedakan ia dengan dokter umum.