CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
honey vs cutie pie


__ADS_3

arif hanya tertegun diam...ia tidak mampu membuka bibirnya untuk menjawab.


ucapan nana terlalu membuatnya malu atas kebodohan yang sudah ia lakukan.


"oh ya mas...bagaimana keadaan mu selama sembilah tahun ini?"tanya nana mencoba mencairkan suasana canggung.


"apa kau mencoba menghiburku?"


tanya arif.


"aku tidak tahu kalau kau merasa sedih dengan ucapanku!dan aku kira aku berkata jujur...tidak bermaksud melukaimu,"


ucap nana.


"apa menurutmu aku sudah tua?"


tanya arif lagi.


"heeemzzz...sejujurnya...umur tigapuluh empat tahun itu...cukup tua...tapi...kalau di lihat-lihat...wajahmu seperti baru seumuranku sih..."


ucap jujur nana,


"kau bohong lagi...kau hanya membuatku seperti orang bego saja,"


ucap arif.


"nah itu yang tidak berubah dari mu...kata-katamu masih sepedas dulu,bahkan aku memberimu julukan setan,"


ucap nana sambil menahan senyumnya karena teringat tingkah konyolnya dulu yang sering mengumpat di belakang arif.lalu tawanya pecah tanpa sadar ia membekap mulutnya dengan tangannya.


arif yang melihat nana tertawa karena julukan setan untuknya itu pun sangat terkejut.


"jadi selama ini kau memberi julukan padaku si setan?"


ucap arif yang kesal dengan tangan meraih tangan nana yang sedang menutup mulut nya itu.


sesaat mata mereka bertemu dan tawa nana pun kembali mereda dan berhenti,


"lepas..."


ucap nana meminta arif melepas pegangan tangannya itu.


lalu arif pun melepaskanya dan tersenyum pada nana.


"maaf...maafkan aku..."


ucap arif seketika.


"hey...aku tidak apa-apa...tanganmu juga tidak melukaiku...kenapa kamu meminta maaf segala?"


kata nana keheranan karena lelaki tampan di sebelahnya ini menjadi sensitif,


"bukan untuk itu..."


ucap arif sambil menatap ke arah nana.


"lalu?"


tanya nana.


"untuk sembilan tahun ini...aku sudah salah...aku tidak peduli tentangmu...dan semua yang kamu lakukan...kini aku sungguh menyesal..."


ucap arif,


namun...nana bukannya membalas ucapan arif itu...ia malah beranjak berdiri sambil mengangkat telephone nya.


"sial,"


gumam arif seketika.


"hey henri...ada apa lagi?jangan bilang kau sudah ada di salon ya?"


canda nana.


yang tanpa sadar arif pun mendengar percakapan itu.


"henri lagi....!"


gumamnya dengan sedikit geram disana.


"baiklah...nanti aku kabari lagi jika sudah berangkat...aku masih joging di taman sekarang ini juga masih jam enam hen..."


ucap nana.


"kau di taman mana?aku juga sedang di luar mencari sarapan...kau mau aku bawakan juga?ayo bilang tempatmu di mana?"

__ADS_1


ucap henri.


"di taman kencana...kau tahu hen?tudak usah kesini...aku juga sudah mengganjal perut tadi dengan sandwich,"


ucap nana namun telephone sudah terputus.


"ah...kebiasaan anak ini...mungkin di kiranya aku anaknya kali...di kasih makan mulu,"


ucap nana sambil berlalu duduk kembali di bangku yang tadi ia tinggalkan.


"dia menyukaimu na...!"


ucap arif seketika.


"tidak usah bercanda deh mas...dia itu tidak suka perempuan...,"


ucap nana lagi.namun arif hanya memilih diam...karena tidak mungkin ia berkata tanpa bukti...pasti yang ada nana akan makin tidak suka padanya.


"oh ya mas...tadi maaf ya...kamu ngomong apa?bisa ulangi lagi tidak?"


ucap nana ingin tahu.


"sudah lah na lupain aja,"


ucap arif.


"mas gimana...selama sembilan tahun ini sudah berapa wanita yang kamu jadikan pacar?"


tanya nana dengan sedikit bercanda.


"kamu kira cari pacar itu mudah...hingga pertanyaanmu itu (sudah berapa)"


jawab arif.


"dan lagi...aku sudah seorang yang beristri...tidak minat cari pacar lagi,"


gumamnya lirih dan dengan suaranya yang hampir tertelan.


tiba-tiba...dari arah depan keduanya,


"hey..."


teriak henri yang sudah berjalan mendekat ke arah keduanya.


ucap henri dengan nada lembutnya.


"atau...kita sepiring berdua saja ya ganteng..."


ucap henri sambil mencoba duduk di tengah,


di antara nana dan arif.


akhirnya nana pun bengkit dan mengalah ia berdiri.


tapi seketika...arif menarik tangan nana dan memaksanya untuk duduk di pangkuannya.


"hey..."


teriak nana yang sudah terduduk di atas paha arif,


namun saat nana akan melanjutkan kata-katanya.arif terlebih dahulu mengucapkan kata-kata.


"kamu istriku...jika harus berbagi makanan...bukankah itu harusnya denganmu?"


ucap arif seketika dengan mengedipkan sebelah matanya,


seketika nana pun mengerti maksud dari kode yang arif berikan.


ia tanpa punya pilihan lain...terpaksa mengikuti alurnya.


"honey...kamu benar-benar menggemaskan hari ini...


aku kira mata kamu masih normal...belum rabun atau pun katarak...kalau untuk melihat sekitar...pastilah bisa bukan?"


ucap nana dengan geraman,karena nana melihat semua orang sedang menatap nya.termasuk...henri...dengan wajah tidak sukanya namun nana tidak melihatnya.


"cutie pie ku...aku ingin makan sarapan yang kamu suapkan di rumah...ayo kita pulang...atau aku akan menggendongmu...kau mau yang mana?"


ucap arif seketika.


"oke mari kita pulang,"


ucap nana.


seketika nana meloncat dari pangkuan arif,

__ADS_1


dan menatap ke arah henri,


seketika henri pun mengubah wajah tidak sukanya itu dengan senyum senang seketika.


"ya...aku makan sendirian deh..."


ucap henri seketika.


"pangil rosi saja hen...pasti bisa dia...aku pergi dulu ya..."


teriak nana yang berlalu pergi dengan rangkulan arif di pundaknya.


"brengsek...berani-beraninya kau menyentuh nana seperti itu,"


gerutu henri dengan menatap punggung nana yang semakin menjauh pergi.


"hey...begitu tidak sukanya ya kau dengan henri...sampai segitunya di tempat umum,malu tahu...jelas-jelas sikapmu yang tidak mencerminkan seorang dokter,mesum di tempat umum!dan...apa itu...cutie pie ku?aduh merinding mendengarnya..."


gerutu nana sambil mengibaskan tangan arif yang ada di pundaknya.


"satu...aku jijik sama si henri itu ogah banget jeruk makan jeruk,wanita masih mahluk terindah untukku,


dua...terserah orang mau menilai aku seperti apa...yang pasti aku berbuat mesum juga dengan istriku...bukan dengan istri orang.


tiga...cutie pie ku...karena kamu imut,cantik...jadi hanya boleh aku yang memilikimu,"


ucap arif,


dan seketika...


"uhuuuk...uhuuuk...uhuk..."


nana terbatuk-batuk sambil menggebuk-gebuk dadanya.


"kenapa orang ganteng di sebelahnya ini...jadi makin songong dan ke pede an gini sih setelah sembilan tahun?"


guman nana dalam hatinya.


"gila...aku benar-benar sudah gila...bisa-bisanya aku berbuat seperti itu di depan umum...dan lagi...aku tidak memikirkan bagaimana nana akan melihatku sekarang,"


gumam arif dalam hatinya.


"sial,"


umpatnya.


selama perjalanan menuju rumah,nana dan arif keduanya terdiam tanpa kata,hanya sesekali lirikan yang tanpa di sadari keduanya.


"arif...makan tu canggung...".


gumam arif dalam pikirnya.


"na...apa kau marah padaku?"


ucap arif tiba-tiba.


"hemmmz...apa hak ku marah?semua yang kamu katakan tadi ada benarnya juga."


sahut nana dengan dewasanya.


"oke...kau yang memberiku peluang...jadi jangan salahkan aku!"


ucap arif dalam hatinya.


"baiklah...kalau begitu...aku tidak akan meminta maaf padamu...dan lagi...saat ada si henri di dekat ku..dan juga pasti ada kamu kan di sana...aku akan berlaku sebagai suami yang paling bahagia sedunia.jika dia masih saja mendekatiku...kupastikan akan menciummu di depannya,"


ucap arif dengan nada tegas nya.


"lhoh...cium-cium...kenapa jadi enak di kamu nyeseg nya di aku ya?"ucap nana seketika dengan tatapan kaget menatap arif,


"kenapa kau jadi ketakutan saat aku bilang akan menciummu?jangan bilang...kau belum pernah berciuman sama sekali?"


ucap arif dengan nada menyelidik nya.


"kenapa aku harus bilang padamu sih?urus saja urusanmu sendiri,"


ucap nana sambil sedikit berlari meninggalkan arif yang berjalan pelan itu.


"jantungku alan meledak jika aku berlama-lama di dekatnya,"


ucap nana seketika.


"salahmu karena kau yang mengajak henri dan mengenalkannya padaku,"


kata arif dengan sedikit teriak.namun sepertinya nana tidak menggubrisnya.

__ADS_1


__ADS_2