CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
panggulan


__ADS_3

mobil yang di tumpangi nana dan arif pun melaju menembus padatnya jalan raya pagi itu.


sepanjang perjalanan...mereka berdua tidak satu pun yang berbicara,


hening....


lalu nana mengambil telepon genggamnya,


ia memencet nomor telepon rama,


"tuuut....tuuut...tuuut...."


terdengar nada tersambung,namun belum ada yang mengangkatnya.


"hey....sepertinya...ponsel mu bunyi,"


kata nana saat mendengar nada dering di salah satu saku arif.


dengan cepat arif pun melihat layarnya,


"nana,"


lalu arif mematikan ponsel itu.


seketika nana pun terlihat kebingungan...tak pernah...rama mengabaikan panggilannya,


bahkan...dia selalu membalas setiap sms yang ia kirimkan.


sesaat nana melirik ponsel yang di bawa arif barusan.


ia seperti kenal...itu ponsel milik rama.


"kau kan yang menolak panggilanku barusan?"


tanya nana dengan cepatnya.


namun di abaikan oleh arif.


"diamlah...tugasku hanya mengantarmu...sampai tujuan dan memulangkanmu."


kata arif.


"berhenti!"


kata nana.


"kenapa kita berhenti di sini?"


tanya arif.


"kau pikir aku mau kau antar jemput...itu maumu...bukan mauku,berhentikan mobilnya aku ingin turun,"


ucap nana namun tidak di hiraukan oleh arif.


"berhenti tidak?atau aku akan paksa dan loncat dari sini!"


ucap nana yang lalu di turuti oleh arif,


mobil di berhentikan seketika.


nana turun keluar dari mobil membanting keras pintu mobil agar tertutup.


dan berjalan kaki.


mulanya arif ingin membiarkan nana dengan tingkahnya yang menjengkelkan itu,menurut arif.


saat arif ingin meninggalkannya dan akan menancap gas mobilnya tiba-tiba ia teringat akan janjinya.


"siaaal!"


triaknya di dalam mobil,


mau tidak mau...dia akhirnya...membuka pintu mobil...dan turun mengejar nana.


"nana tunggu....aku akan mengantarmu...ini perintah rama,"


kata arif sambil mencekal tangan nana.


"tak perlu...bilang saja pada rama...kalau dia tak mau mengantarku...cukup tak usah suruh sopir pengganti,"


ucap ketus nana.


"heeey...jaga ucapanmu!,kau tak tahu rama sudah..."


kata-kata arif yang akan ke bablasan...lagi-lagi...


"siiiaaall!,"


umpatnya dalam hati.


"oke maaf kan aku...aku akan mengantarmu...ini kemauanku,"


ucap arif dengan nada yang selembut mungkin,agar nana mau.


"baiklah...karena kau memaksa..."

__ADS_1


ucap nana sambil berlalu menuju mobil yang tadi pintunya di tutup kasar olehnya.


nana masuk dan duduk di kursi kemudi belakang.


"hey...kamu kira aku supir hah...?"


ucap arif...saat tahu nana di kursi belakang kemudi.


"sudahlah...jalan saja...tak usah banyak protes...kamu ini cowok kok protes saja,"


kata nana.


"untung ganteng,"


gumam nana yang tanpa sadar di dengar arif.


seketika mobil di rem mendadak yang membuat kening nana ter bentur kursi kemudi di depannya.


"kau...sengaja ya...membalasku?awas saja kalau rama tahu...mampus kau,"


ucap nana seketika.


namun arif malah diam seribu kata tidak meladeni nana,


saat nana melirik sekilas mata arif dari kaca sepion depan...


betapa terkejutnya nana,


ia dapati mata lelaki kasar di depannya duduk itu menggenang cairan encer di pelupuk matanya.


"apakah laki-laki ini menangis?"


"apa ada kata-kataku yang menyakitinya?"


lagi-lagi hanya pertanyaan itu yang ada di pikirannya.


tanpa terasa mobilpun sudah berhenti tepat di gerbang tempat pabrik dimana ia bekerja selama ini.


nana turun dari mobil arif,


dan di lihati banyak mata memandang nya.


terlihat seseorang menghampirinya,


ayu...


ayu adalah teman nana di tempat kerja,teman baik.


"na...kamu ngapain...berangkat kerja di anter mobil...gaya banget kamu sekarang...pake baju ala ala inces gini pula...


kata ayu.


"emang...itu supirku,"


kata nana dengan sebalnya.


lalu ayu menoleh ke arah sopir yang nana bilang.


mata ayu tak bisa menolak kegantengan supir itu,


kemeja putih polos...dengan lengan yang di sing-sing sampai siku...rambut klimits yang khas seorang yang terpelajar.


"emangnya aku bodoh...mana ada supir seganteng itu...mau jadi artis saja tidak usah seleksi pasti ke trima...apa lagi badannya...yuhuu...gagah banget,"


bisik ayu di telinga nana.


"bodo amat,"


jawab ketus nana.


ayu pun mengajak tersenyum supir itu,namun di acuhkannya.


"uh...ganteng-ganteng blagu amat si,"


dengus ayu karena tidak di respon.


"kau boleh pergi kalau kau mau..."


ucap nana dengan ketus nya pada arif.


namun lagi-lagi arif tidak mau membalasnya.


nana berjalan masuk pintu gerbang bersama ayu,


hampir satu jam nana berpamitan dengan teman-temannya...bahwa ia tidak akan kembali bekerja di sini lagi.


lalu ia pun melenggang dengan santainya keluar dari gerbang pabrik.


sejenak nana menghentikan langkahnya saat di lihatinya mobil arif masih terparkir di tempatnya semula,


"apakah orang sadis sedingin es itu tidak mengerti ucapanku tadi?"


pertanyaan dalam hati nana.


lalu nana pun menghampiri mobil itu.

__ADS_1


terlihat orang yang ada di dalamnya sudah merah padam.


"kau tidak tahu disini itu panas?apa kau tidak punya otak untuk sedikit lebih cepat menyeleseikan urusanmu?"


tanya ketus arif pada nana.


"aku tidak memintamu untuk menungguiku disini...itu urusanmu...dan sekarang aku mau pulang,"


kata ketus nana pula.


lalu nana pun berjalan ke depan meninggalkan mobil itu dan arif di dalamnya.


tiba-tiba...


arif mengambil ponsel almarhum kakaknya yang ia bawa tadi.


terlihat sebuah pesan masuk.


"duh yang segitu repotnya...sampai tak ada kabar sama sekali...


trimakasih ya...di sela sibuknya sudah meminta arif untuk menjemputku dan mengantarku pulang...dia sangat baik sepertimu,


ucapan nana yang di baca oleh arif,


"jelas-jelas aku tidak se baik itu...tapi dia seolah menutupi nya di depan kakakku!"


kata arif tiba-tiba.


tanpa sadar...tangannya sudah membuka pintu mobil dan berlari mengejar nana yang sudah berjarak limapuluh meter di depannya.


"siiiaaalll"


lagi-lagi umpat nya...


"ini bukan gayaku...sungguh"


masih terus berlari hingga ia dapati tangan nana.


"ayo aku antar...terlalu jauh berjalan di terik panas seperti ini..."


ucap arif tiba-tiba.


"aku sudah terbiasa,"


jawab nana dan langsung membalikkan badan berniat melanjutkan perjalanannya.


"jangan keras kepala...ayow laah..."


ucap arif dengan menarik tangan nana.


"hey...kalau dari tadi kamu tidak narik-narik tanganku...di bawah terik matahari kaya gini...aku juga udah naik angkot di ujung jalan sana..."


ucap sewot nana.


"kamu itu manis nya kalau di depan kakaku saja ya,"


grutu arif.


"bodo amat,"


ucap nana.


lalu bergegas meninggalkan tempat.


lalu...tiba-tiba...


"aaakkkh...."


pekik nana karena di gendong arif di pundaknya.


"hey...turunkan aku...aku bukan karung yang bisa kamu panggul se enak jidatmu saja,"


dengus marah nana.


lalu arif menurunkannya tepat di pintu mobinya.


saat nana mau beranjak pergi,


tiba-tiba kedua tangan arif yang kekar itu sudah mengurungnya,


"kau mau aku paksa lagi heemmm?,"


ucap arif pada nana.


"kok kamu maksa sih...mas rama saja pasti tidak akan memaafkanmu!"


ucap nana dengan kesalnya.


namun arif tidak menanggapinya.


"masuk!atau aku yang paksa?"


kata arif dengan wajah sadis dan suara dinginnya.


nana pun hanya bisa menuruti calon adik ipar nya itu.

__ADS_1


ia pun masuk kedalam mobil bersebelahan dengan arif si sadis itu.


__ADS_2