
"oooh dokter na juga ingin tahu rupanya...."
ucap salah seorang di dalam ruangan.
"dia itu bodoh atau apa sih...masak tidak tahu apa yang aku isyaratkan...disuruh pergi malah tanya-tanya segala,"
gerutu arif dalam hati.
"begini dokter na..dokter arif...bikin geger pagi ini...kita semua syok di buatnya,"ucap bayu.
"kok bisa?"tanya nana keheranan.
"iya...dokter arif kan paling aman dari gosip...apa lagi tidak pernah terlihat dekat dengan lawan jenis nya,eh...pagi ini datang kerja dengan bekas cupangan segar di lehernya,"
ucap bayu lagi.
lalu tiba-tiba..."uhuuuk...uhuuuk...uhuuuk..."
nana tersedak ludahnya sendiri,
lalu dengan cepat arif berdiri menghampiri nana dan menyerahkan air kemasan botol padanya,
"ini dokter na...kau hati-hati lah..."
ucap arif seketika dan berlalu pergi duduk lagi di tempatnya,
nana pun meneguk air kemasan botol itu sekerika dengan sedikit mendongak.
dengan rambut pendeknya itu...terlihat dua bekas cupangan pula di pinggir leher sebelah kanannya dan agak ke bawah,
terlihat jelas karena nana tidak memakai pakaian dengan kerah.
seketika ketiga orang itu pun saling bertukar pandangan satu sama lainnya,dan dengan melongonya,
"ah...ternyata cupangan lagi ngetren ya sekarang...baiklah...besok aku akan minta istriku cupang juga,"canda bayu...dan seketika nana pun menatapnya,
"baiklah...tuan-tuan...sekarang waktunya kerja...dan terimakasih sudah menghibur pagi ini,"ucap nana lalu berpamitan pergi,
"kami antarkan dokter na...mari..."ucap dua dokter magang yang keduanya masih lajang tersebut,
dan kini tinggallah bayu yang sedang berada di ruangan arif,
"rif...kamu lihat tidak?"
ucap bayu tiba-tiba.
"lihat apa?"
tanya balik arif.
"gila...benar-benar gila...dokter jebolan luar negeri itu...sepertinya kehidupannya bebas...kalau tidak...pacar yang sudah gila!gimana mau ngadepi pasien kalau lehernya penuh cupangan gitu?"ucap bayu yang seketika membuat mata arif melotot dan dengan tangan ingin menjitak bayu.
"kamu yang gila...sana pergi...pekerjaanmu sudah menunggu...kau di gaji untuk bekerja bukan ngegosip,"
ucap marah arif,
__ADS_1
"hey kenapa kau yang marah?"
tanya bayu.
"dan kau...jangn bilang di lehermu itu yang lakuin cewek gak bener yang sedang mabuk...atau kau yang setres...dan menghampiri mereka di club malam."ucap bayu.
"sekali lagi kamu bersuara...aku timpuk,dan jika tidak cepat pergi...aku akan panggil security untuk menyeretmu dan membuangmu kejalan raya."ucap geram arif.
"dasar brengsek kau rif...aku pasti akan mencari tahu,"
ucap bayu sambil pergi keluar.
"sudah tahu aku brengsek kenapa masih disini?cepat pergi!"bentak arif.
"iya iya iya....aku pergi...jangan kangen aku!"
canda bayu dan berlalu pergi begitu saja.
"se enaknya saja bilang aku gila,"desah arif tiba-tiba.
"tapi...benar juga ya...aku jadi gila saat di dekatnya,huft..."
ucapnya lagi.
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang,waktu jam makan siang pun tiba.
nana merasakan beberapa kali ponselnya bergetar,namun ia tidak melihat atau menjawabnya,ia membiarkannya saja di kantong.karena ia masih melayani satu pasien yang masih di ruangannya,jadi ia mengutamakan pasiennya itu.
setelah selesai...ia pun mengambil ponselnya itu dan melihat layarnya,
"empat panggilan tidak terjawab dari arif,"
namun sebelum ia menelephon balik arif sudah menerobos masuk ke dalam ruangannya dan menuju tempat nana duduk,
"waw...waw...tunggu-tunggu honey...honey...jangan marah dulu...aku tadi masih ada pasien...oke...kau tentu tahu...pasien harus nomer satu bukan?"
ucap nana namun tidak di hiraukan arif,entah mengapa ia sangat ingin bertemu wanita ini.
"cutie pie...aku benar-benar ingin marah saat kau tidak mengangkat panggilanku!"kata arif.
"kau harus meredakan amarahku kalau tidak...aku tidak tahu jika aku akan khilaf disini,"ucap arif lagi sambil menarik lengan nana menuju ranjang pasien yang ada di samping meja kerja nana itu,menarik tirai kelambu biru laut itu hingga hampir penuh,
"mas...jangan gila disini!kita tidak tahu...siapa yang tiba-tiba masuk ke ruangan ini,"
ucap nana yang sudah ada di pelukan arif,
arif menaikkan dan mendudukkan tubuh seksi istrinya itu ke atas ranjang pasien,
dengan kedua tangan bertumpu di kedua sisi paha nana,
dengan wajah yang berada tepat di hadapan wajah nana,
"jika kau khawatir...kita bisa mempercepat nya,"
ucap arif,
__ADS_1
"memper cepat apa maksudmu?tidak...aku tidak mau melakukannya disini..."ucap nana seketika.
"cium aku...atau aku yang akan memaksamu dan menambah bekas yang baru,"ucap arif.
"kenapa kau begitu egois?"kata nana dan langsung meraih wajah suaminya itu dengan kedua tangannya dan mengecup bibir suaminya,kecupan yang ringan dan lembut.
"ini terlalu ringan,"ucap arif,
"lalu?"tanya nana dengan wajah yang sudah sedikit merona.
"aku mau yang lebih berat,"ucap arif,
lalu sedetik kemudian arif mendaratkan ciumannya yang makin lama makin dalam hingga membuat keduanya terengah.
"kau makin mahir untuk pemula sayang,"ucap arif saat melihat ekspresi yang menggemas kan di wajah istrinya.
"cukup mas...aku mohon..."ucap nana dengan jantung yang sudah hampir meledak.
tiba-tiba..."tok tok tok....dokter na...boleh saya masuk?"
ucap seorang laki-laki.
saat itu pula arif ingin menyahut...karena ia tahu suara siapa itu,dokter magang yang masih muda,
namun saat itu pula nana membekap mulut arif dengan telapak tangannya.
"iya silahkan masuk..."ucap nana dengan membenahi rambutnya,"kau tunggu di sini mas...awas...jangan buat aku sulit di hari pertamaku"bisik nana tepat di telinga arif.
dan arif pun mengangguk.
"iya..ada yang bisa saya bantu?"ucap nana yang keluar dari balik tirai kelambu.
"ini...saya bawakan makan siang...karena saya lihat anda belum makan siang,"ucap dokter magang tersebut.
"terimakasih ya...nanti saya makan..."ucap ramah nana.
lalu dokter magang itu pun berpamitan keluar,
"keluar lah,"ucap nana pada arif.
"baru hari pertama masuk kerja saja sudah ada penggemar ya..."ucap arif yang keluar dari balik tirai kelambu dan menghampiri nana,ia kemudian bersandar pada pinggir meja depan nana,dengan memasukkan kedua tangan di kantong kanan dan kiri celana
"terus kenapa?apa kau cemburu?"tanya nana tiba-tiba.
"entah lah...apakah perasaan ini bisa di artikan cemburu atau tidak...yang pasti...aku tidak suka saat ada seorang laki-laki yang mendekatimu."ucap arif seketika.
"kau bilang dulu sudah pernah punya pacar?kenapa belum tahu gimana rasanya cemburu?"tanya nana.
"entahlah...nanti sore kita makan malam di luar yuk..."
ajak arif.
"boleh...tapi nanti agak sorean anterin aku ke makam rama ya..."pinta nana,
karena setelah ia tiba di negara asal,nana belum sempat menjenguk makam rama.
__ADS_1
laki-laki yang sangat hangat...lembut...penuh perhatian dan laki-laki pertama yang menumbuhkan perasaan hangat di hati nana.
dia berbeda dengan arif,yang ber tempramen sedikit kasar...dan suka semaunya sendiri,apa lagi dia begitu egois.