CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
berharap ini hanya mimpi


__ADS_3

nana memutuskan untuk pergi meninggalkan suamimya dam juga rayhan,ia sedikit berlari entah akan kemana,yang ia tahu hanya berlari dan pergi menjauh dari kedua orang tersebut.


"tunggu sayang....tunggu aku..."ucap arif yang ingin mengejar nana,namun di cekal oleh rayhan.


"rif...maafkan aku rif...aku nggak bermaksud seperti itu...aku..."ucap rayhan tertahan saking kecewanya pada dirinya sendiri.


"alah...sudahlah...buat pembelajaran dirimu sendiri,jangan suka asal nyablak makanya...mulut cowok kok kaya mak mak."ucap arif dengan sangat jengkel nya pada rayhan.namun arif menyadari...bahwa rayhan juga tidak lah salah...tapi ia lah yang salah...ia yang sudah kedua kalinya membuat nana kecewa.


arif sedikit berlari mencoba menyusul nana yang hilang begitu saja entah kemana,


"anda melihat dokter na?"tanya arif pada salah seorang relawan.namun yang di tanyai hanya menggeleng tidak tahu.


"dokter...tadi saya lihat dokter na lari ke arah sana dokter..."


ucap salah seorang yang ada di dapur umum.


"oke terimakasih ya..."kata arif sambil berlari kecil dan terlihat menengok ke segala arah mencari sosok istrinya.


namun tidak juga ia temukan.


"sayang...maafkan aku...kau dimana?"tanya arif dalam hatinya,sudah satu jam ia putar putar mencari namun tidak ia temukan juga,hingga ia putuskan untuk kembali ke tenda.hatinya sangat khawatir saat ini,hingga apa pun yang orang lain katakan tidaklah bisa di cerna pikirannya.


ia masuk kedalam tenda tempat istrinya bermalam kemarin.ia duduk di sana sambil merogoh kantongnya,mencoba mengeluarkan ponselnya,lalu ia mencoba memghubungi istrinya,


terdengar beberapa kali nada tersambung namun tidak di angkat.alangkah terkejutnya ia saat ia sadari bahwa ponsel nana ada di sampingnya,di bawah bantal yang istrinya pakai semalam.


"oh tuhan...kenapa...kenapa harus sampai seperti ini tuhan?biarkan lah aku mencintainya...biarkan aku bersamanya...aku berjanji akan membuatnya bahagia tuhan...izinkan aku untuk menebus semua kesalahanku...semua dosa dosaku yang selama ini sudah mengabaikan istriku...beri aku kesempatan...akan aku perbaiki semua mulai saat ini."


ucap arif di dalam hatinya dengan memandang layar ponselnya dimana disana terdapat foto istrinya.


di tempat nana,ia tidak tahu lagi harus kemana,langkahnya seakan tanpa henti,pikirannya yang bahagia beberapa saat lalu kini berubah menjadi duka...luka yang ingin ia lupakan...kini terkoyak lagi...luka yang pernah akan ia simpan kini benar benar sangat membuatnya kesakitan.langkah nya terhenti di sebuah lereng di pinggir sungai yang aliran air nya sangat jernih,dimana disana tidak ada campuran air lumpur dan bebatuan.ia duduk di batu besar di bawah pohon yang rindang,sangat rindaaang.


tatapannya tertuju pada aliran sungai,


"kenapa?kenapa aliran sungai yang jernih ini tidak ada ikan satupun yang menempatinya?apakah ikan ikan itu takut akan kejernihan airnya hingga khawatir orang akan memancingnya?"tanya dalam hati nana.


entah kenapa perkataannya ngelantur dan tidak karuan apa yang ia ucapkan.


"ibu...bapak...kalian bahagiakah sekarang?jangan khawatir...nana sangat bahagia ibu...bapak...aku lupa kapan terakhir kali aku berkunjung ke makam kalian...aku bahkan kini mungkin sudah lupa tata letak makam kalian."ucap nya dengan tatapan menatap ke arah air jernih di bawahnya.


"kakek...kau yang selalu tegas padaku...mengajarkanku akan kegigihan dalam menjalani kehidupan.terimakasih kakek..."ucap nana yang masih terlihat sangat tegar.

__ADS_1


"nenek...aku merindukan masakan buatanmu nek...apa lagi pecel buatan nenek...nana ingin memakannya sekarang...


nana lupa bagaimana rasanya nek...terakhir kali nana memakannya itu sudah bertahun tahun lamanya...bahkan saat nana ingin membuatnya sendiri...itu tidak se enak buatan nenek..."ucap nya yang mulai berkaca kaca namun ia masih bisa menahannya hingga air mata itu tertahan dan tidak menetes.


"mas rama...apa kau dengar aku memanggilmu?apa kau ada disini untuk menghiburku?bisakah aku sekali lagi saja mendengar suaramu dan merasakan pelukanmu yang pernah menenangkan aku itu?"ucap nana yang kini benar benar tidak mampu membendung tangisnya lagi,tangis nya pecah...ia terisak isak dengan tangan mengepal dan memukul mukul dada nya,nafasnya hingga tersengal sengal...mengenang kepergian rama yang benar benar ia tidak bisa terima untuk saat ini.nana benar benar membutuhkannya.


hingga kepalanya pusing berkunang kunang dan pandangannya kabur,redup redup ia lihat hingga akhirnya gelap...tubuhnya terjatuh begitu saja hingga tak sadarkan diri.


"mas rama...ini kah caramu menghiburku?aku rela jika saat aku bangun aku akan melupakan semuanya."


ucap nana sebelum ia benar benar memejamkan mata.


lalu ia jatuh tersungkur berguling ke tanah yang lembab.


pukul sepuluh pagi saat arif sudah tidak sanggup menahan diri.ia bergegas mencari istrinya sampai ketemu.


langakahnya terus berjalan tanpa henti,ia mengajak beberapa orang untuk ikut mencari bersamanya,


"sayang...kau kemana?kau dimana?"


tanya arif dalam hatinya tanpa henti.


ucap arif lagi.


"bodoh kau arif...bodoh..."ucap arif yang mengumpati dirinya berkali kali.ia baru sadar saat ini,ia sangat mencintai nana ia sangat membutuhkannya...di masa lalu...ia benar benar seorang pecundang yang brengsek...


ia benar benar marah pada dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada istrinya.pantas untuk saat ini nana marah padanya pantas untuk saat ini nana membencinya.


hingga langkahnya terhenti saat berada di tempat nana terakhir kali,terlihat baju lusuh dengan rambut hitam terperosok di bawah kakinya.


"nana..."teriak arif seketika langsung anjlok dan turun menuju tempat istrinya meringkuk tak berdaya.


arif mencoba memeluknya,menepuk nepuk pipi nya dan menempelkan telinganya di hidung nana,memastikan apakah istrinya masih bernafas atau tidak.


tubuhnya lebih gemetar dari yang ia bayangkan.ia harus bagaimana mempertanggung jawabkan pada kedua orangtuanya tentang insident ini.hatinya sangat bingung dan kacau...arif hanya bisa memeluk tubuh istrinya dan berteriak teriak.


"tolooong...tolooong....toloong..."teriaknya beberapa saat tanpa henti.sampai...seseorang warga mendengar teriakannya dan mencari bala bantuan ke cam yang mereka tempati.


arif membawa istrinya ke rumah sakit terdekat dari tempat nya tersebut menggunakan mobilnya,ia tidak menghiraukan barang barang nana yang lain,ia hanya membawa ponselnya saja.


arif mengemudikan mobilnya dengan masih berpakaian lusuh dan kotor bekas tanah yang ia pijak dan yang mengenai pakaiannya,ia tidak peduli lagi apa apa,yang ia pedulikan hanya istrinya.

__ADS_1


perlahan lahan nana membuka matanya sayup sayup ia menatap jalanan yang ada di hadapannya dari dalam kaca mobil yang ia tumpangi.


lalu wajahnya menoleh menghadap ke arah sampingnya dimana arif berada sedang mengemudi dengan seriusnya.


"mas rama..."ucap nya pertama kali yang muncul dari bibirnya yang menatap arif namun bayangan rama yang ia lihat.lalu ia pun memejamkan matanya lagi,terlintas sedikit senyum di bibir nya ,ia mengira ia sedang bermimpi bertemu rama,oleh karena itu hatinya sangat senang.


setengah jam lebih perjalanan keduanya tempuh,akhirnya sampailah ia di rumah sakit kecil terdekat.


arif membopong tubuh istrinya masuk kedalam dan langsung di sambut petugas medis yang berjaga.


setengah jam lamanya nana di periksa oleh dokter jaga,


lalu perawat menggantikan pakaiannya,nana di tidurkan di brankar pasien dengan kepala terikat,lebih tepatnya di lilit kain kasa,dan siku kanan nya yang terlihat di bungkus pula.di atas brankar ia terlelap dengan damainya.


arif berjalan mendekat ke arah nya,perlahan ia menyeret kursi yang ada di sampingnya mendekat ke arah tempat tidur istrinya.


"sayang...maafkan kebodohanku...aku terlalu bodoh dahulu hingga mengabaikanmu dan tak peduli perasaanmu."


ucap arif yang sedikit berbisik dengan tangan yang menggenggam erat tangan istrinya.


sampai ia tertidur di samling istrinya dengan tangan masih menggenggam jemari tangan istrinya.


waktu menunjukkan pukul tujuh malam saat nana terbangun dari tidurnya,


"akh...kepalaku...sangat sakiiit...sakiiiit sekali..."


ucap nana sambil tangannya meraih kepalanya,dan tangan yang satunya yang terasa berat,ia pun langsung menatap ke arah sosok yang tertidur lelap di sampingnya sambil menggenggam jemarinya.


"mas rama..."pikirnya benar benar bahagia,ia belum melihat siapa sebenarnya orang yang sedang tertidur tersebut.nana iseng mengusap usap rambutnya agar ia terbangun,kemudian arif ikut terbangun dan mengerjap ngerjapkan matanya,kepalanya terangkat dan menatap nana yang ternyata sudah terduduk di tempat tidur nya.


tatapan keduanya saling bertemu,seketika nana membuang muka dan menarik tangan yang di genggam suaminya,ada sedikit kecewa disana.


"aku tahu...kau marah padaku...kau membenciku...aku tahu aku salah...mungkin permintaan maafku sudah tidak sanggup mewakili rasa penyesalanku padamu...namun...aku tidak akan berhenti untuk meminta maaf padamu dan memohon maaf darimu,lagi...lagi...dan lagi..."ucap arif dengan tatapan yang memohon.


namun nana hanya menoleh padanya dengan tatapan dingin serta senyum tipis tertahannya.


nana kemudian menyandarkan tubuhnya ke pembaringan lagi,matanya ia paksa untuk terpejam.ia berharap semua ini hanya mimpi...mimpi buruk nya,namun yang sangat ia sayangkan...ini adalah kenyataan...kenyataan yang tak mampu ia tolak...kenyataan yang harus ia hadapi.


"nana...ini duniamu...ini pilihanmu...dan kau harus tegar serta bangkit dari keterpurukanmu...ingatlah pada bunda farida dan ayah yang telah susah payah membiayai kuliahmu...hingga kau jadi orang yang di butuhkan...meski dulu arif membuangmu...jangan pedulikan dia...biarkan...dia dengan dunianya...dan kau dengan duniamu...anggap rama selalu ada di sisimu dan memberimu semangat untuk melanjutkan hidup mu.


ayo nana...kamu pasti bisa...hadapi kenyataan ini nana...hanya sebuah kata kata makian...apa lah artinya nana...kamu pasti sanggup melupakannya nana...jika kau tak sanggup...anggap itu sebuah cacian yang membangun kan dirimu supaya lebih giat berusaha dan menyelamatkan pasien pasienmu."ucap nana dalam hati yang mencoba menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2