
semua melongo...menatap ke arah dokter arif yang dari tadi bicara nerocos dengan sangat fasih nya menceritakan...tentang kehidupan rumah tangganya.
"haaaah dokter arif...anda sudah hampir sepuluh tahun menikah dengan dokter na?kok bisa selama itu...anda nggak pernah bercerita atau menceritakan tentang dokter na?anda malah diam saja dengan cool nya...sehingga membuat orang yang menyukai anda begitu salah paham terhadap sikap anda...bukan begitu dokter aruf?"
tanyadokter tika yang masih belum bisa menerima pernyataan doktet arif yang selama beberapa tahun ini...sudah membuat nya jatuh hati. hingga ia terus mengejar dokter arif tersebut.
"la saya harus curhat pada semua wanita yang dekat dengan saya yang berinteraksi dengan saya begitu kah?kurang kerjaan banget saya harus seperti itu...kenapa juga saya harus menceritakan masalah pribadi saya pada orang lain."ucap arif dengan nada yang sangat dingin dan penuh dengan suara yang hampir serak,membuat irang yang mendengarnya enggan untuk melanjutkan lagi pertanyaan mereka.
"tapi walau begitu...dokter arif juga harus memberi tahu saya...anda sudah tahu pastinya...bahwa saya adalah orang yang sangat menyukai...mengagumi dokter arif...benar bukan...kenapa anda diam saha...seolah anda menikmati saat saat saya berada di samping anda." ucap getir bercampur dengan suara yang hampir tertelan oleh doter tika.
"lhoh...haruskah...jika ada dokter yang dekat dengan saya...saya harus mengusir nya?masak iya sampai sebegitu parah nya saya melakukan apa yang harus saya lakukan pada orang lain..."ucap dokter arif yang sudah tidak bisa di kendalikan lagi...kini wajah nya memang sudah sangat merah padam...merah bukan berarti...dia malu...melainkan...dia sudah akan meledak karena amarah yang sudah sangat memuncak.
"ho ho ho....gini gini ya dokter tika...saya sungguh merasa tidak apa apa...jadi tolong maaf kan suami saya jika menurut anda dia sudah mempermainkan perasaan anda..."ucap nana dengan nada dewasanya, dan makin membuat arif yang menatap nya dari tadi semakin suka dan gemas melihat nya.
"anda malah meminta maaf pada saya karena suami anda ini dokter na? nggak salah kah? anda nggak marah dengan sikap suami anda yang seperti itu pada wanita lain?" ucap dokter tika yang menegaskam kata kata nya di akhir kalimat.
__ADS_1
"aaah...aku nggak apa dokter tika...terimakasih ya..."ucap nana dengan senyuman tulus yang mwngembang di bibirnya. dalam hati nana hanya tersenyum geli mendengar perkataan dokter tika tersebut...dimana beberapa tahun yang lalu...suaminya itu telah mencampak kan nya dan tidak menghargai nya...apa lagi menganggap nya ada...tidak sama sekali...bahkan...selama sembilan tahun ini...satupun petanyaan darinya yang ia kirimkan pada nya saja tidak ada...jangan kan cuma perkataan yang di lontarkan oleh dokter tika tersebut bisa membuat nya marah...bahkan..jika ada seorang wanita yang mengaku sudah hamil karena suaminya,ia pun tak akan lekas percaya...melihat tempramen suaminya yang seperti itu...aaah mustahil...!
"baiklah dokter tika...saya masih ada kerjaan yang sangat menunggu...apa ada yang bisa saya bantu jawab lagi?"tanya dokter nana dengan sangat hati hati nya...ia khawatir...jika sedikit saja perkataan nya menyinggung dokter muda tersebut...maka dunia akan benar benar terbalik.
"tidak dokter na...saya sudah cukup bertanya nya...dan sekarang saya sudah mengerti...tapi saran saya...jika saya di perlakukan seperti itu oleh suami saya kelak...maka saya tidak akan memaaf kan nya sampai kapan pun...saya biaa berpisah dari nya..." ucap dokter tika pada semuanya...sebelum ia pamit pergi.
"oh ya dokter na...dokter arif...sebelum nya mohon maaf...jika memang benar kalian ini pasangan menikah...jangan lupa jari jari nya di isi dengan cincin pernikahan ya...jangan gundul seperti itu...agar wanita lain atau pria lain yang melihat kalian tidak pada naksir atau sampai baper kalau liat cincin itu tahu kalian sudah ada yang punya..."ucap dokter tika sebelum ia benar benar pergi dari ruangan nana,meninggal kan nana dan arif serta para staf nya di sana.
sontak semua mata menatap ka arah arif, mata dua asisten nana dan juga mata nana tentu nya.
"hei...hei...kalian kenapa ini kenapa menatap ku seperti itu?"
tanya aruf pada semua orang,termasuk nana,ia ingin tahu kenapa tatapan mereka seperti penuh pertanya an pada nya.
"sayang...aku akan memberikannya padamu dulu saat hari dimana kamu berangkat posko...malam itu...aku sudah memesan sebuah restoran untuk makan malam kita berdua,namun saat itu pula kamu berangkat...dan tanpa pikir panjang aku pun ikut menyusulmu...hingga kotak cincin beserta isinya tersebut hilang...nggak tahu kemana sayang....percayalah padaku...baiklah...nanti sepulang kerja kita mampir beli ya...aku nggak ingin ada yang gidain kamu...ngerti kan?" ucap arif yang begitu sungguh sungguh nya.
__ADS_1
"kalian...tolong keluar sebentar ya..."ucap nana malah menyusruh kedua asisten nya untuk keluar dari ruangan nya tersebut. lalu keduanya pun keluar dengan bersamaan.
"mas...sini deh aku mau tanya sesuatu padamu mas...mas punya kan cincin yang dulu awal kita nikah?saat pertama itu mas kasih cincin aku...kita tukar cincin mas...ngerti nggak mas?"ucap nana yang bertanya serius pada nana.
"ooh...cincin yang itu ya sayang...maaf...tapi aku lupa naroh nya...sepertinya sih ada di rumah...tapi...aku lupa naroh nya dimana...jadi aku putusin beli lagi cincin itu untuk kamu sayang...eh ilang lagi loh sayang...aku harus gimana dong?" ucap arif dengan sungguh sungguh nya, karena memang ia sedang berusaha mendapatkan hati istrinya sepenuh nya.
"mas kamu tuh kebangetan banget tahu nggak sih...akh...walau bagai mana pun...aku ini istrimu...meski kamu nggak menyukaiku dulu...nggak ngarepin aku...nggak menginginkanku...jangan kayak gitu dong...pernikahan itu bukan permainan mas...bisa bisanya kamu menghilangkan cincin awal mula kita nikah...akh...sudah lah lupain saja...nggak usah di bahas lagi...biarin..." ucap nana kini dengan nada sedih nya...dan lagi lagi ia harus menerima semua itu...memang benar adanya bahwa nana dulu tidak di harapkan oleh arif...tidak di inginkan lebih tepat nya...di anggap tidak ada...jadi tidak heran jika arif juga tidak mau untuk menyimoan barang barang sakral yang menurut nana namun tidak menurut arif.
"sayang...aku benar benar minta maaf...nanti akan aku cari ya sampai ketemu...toh belum pindah sama sekali dan belum pernah aku bawa keluar atau pakai...nggak mungkin hilang kan sayang...pasti ada...pasti itu...baiklah sayang...aku akan pulang dulu ke rumah...aku akan cari sampai ketemu ya...nanti aku jemput lagi saat pulang ya sayang...jangan ngambek ya..."ucap arif sambil jemari tangan nya menggenggam jemari nana dan meyakin kan nya...menggenggam nya erat dan kuat di sana hingga terkesan meremas.
"nggak usah mas...nggak uaah kesini lagi...nggak usah jemput aku...aku bisa pulang sendiri kok...mas slamat mencari ya...sulahkan keluar mas...aku masih banyak kerjaan...gara gara wanita yang suka sama mas tadi kerjaan aku semua terbengkalai..."ucap nana dengan nada datar nya dan terkesan dingin,dimana ia ingin sekali berteriak pada suaminya namun tidak bertenaga dan ia ingin sekali memukul suaminya namun lagi lagi tidak ada tenaga.sedang kan arif yang melihat ekspresi istrinya yang sudah ingin memakan orang hidup hidup itu pun tidak bisa berbuat apa apa hanya diam dan mengikuti instruksi sang istri.beranjak dari duduk nya dan berjalan pelan pelan menuju pintu keluar ruang kerja nana.
"sayang yang bener ini...nggak dapat ciuman selamat tinggal kah aku?"ucap memelas arif aambil menengok ke arah istrinya dan langsung di sambut senyum kecut dan gelengan di kepalan nana.
"aaakhhh...sudahlah...akan aku pastikan sebelum kau pulang aku akan menemukannya dan memakainya",
__ADS_1
ucap arif lagi dengan nada mantap nya.