CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
balasan pesan


__ADS_3

hening...


suasana di dalam mobil yang nana dan arif tumpangi.


nana hanya membuang muka menatap luar jendela,


sedang kan arif hanya menatap lurus jalan di depannya.


lalu nana pun mengambil ponsel di dalam tas nya,dan melihat di layar ponsel bahwa tidak ada pesan masuk disana.


sesaat kecewa pun terlintas di wajahnya.


sesekali nana melirik arif yang tengah fokus mengemudi.


"apa lehermu tidak kaku menatap lurus saja ke depan tanpa menoleh seperti baru saja belajar mengemudi,"


ucap nana tiba-tiba yang memecah kecanggungannya.


"apa pedulimu!,lebih baik aku menatap lurus ke jalan depan,karena selain itu tidak ada yang lebih menarik lagi,"


ucap arif dengan nada kasar nya.


"apa benar kau seorang dokter kandungan?sikapmu tak mencerminkan seorang dokter...apa lagi...dokter kandungan...bisa-bisa...orang yang sedang hamil tua...menatap wajahmu langsung melahirkan seketika,"


canda nana yang hanya di nikmati nana tanpa di dengar oleh yang bersangkutan.


dan lagi-lagi saat nana membayangkan ibu hamil tua yang menatap wajah sadis arif seketika lahiran,


tawa nya pecah...


arif yang mendengar dan melihat nana tertawa renyah itu pun mengerem mobil nya dengan tiba-tiba.


yang membuat nana kaget,


dan saat itu pula di sadari arif bahwa nana belum memakai sabuk pengamannya,


dengan sigapnya tangan arif menangkap tubuh nana seketika.


"apa kau bodoh?pakai sabuk pengamanmu...jika kau tak ingin di tilang."


ucap arif.


"makasih calon adik ipar..."


ucap nana mencoba agar lebih dekat dengan calon adik ipar nya.


"aku bukan calon adik iparmu,umurku jauh lebih banyak darimu.. lima tahun aku lebih tua darimu...dan belum tentu kamu masuk ke dalam keluwargaku,jadi aku tidak perlu berlaku baik padamu,"


gumam dalam hati arif.


lalu setelah lampu rambu-rambu menyala hijau...


mobil pun melaju lagi...


"apa...mas rama terlalu sibuk ya?padahal...semalam...mas rama masih mengirimiku sepuluh pesan..tapi...kenapa hari ini sampai tengah hari...tidak satupun pesanku yang di balas nya.


dan tidak sekalipun...satu panggilanku di angkatnya."


kata nana sambil menyangga kepalanya dengan tangannya dan membuang muka menatap luwar jendela.


tiba-tiba arif pun sedikit iba.


"pastilah kakaknya tidak bisa membalas pesan atau mengangkat telfonnya...kakanya sekarang...saat ini...sudah tenang di alam lain."


kata dalam hati arif.


arif pun berhenti sejenak di salah satu pom bensin.


anehnya juga dia tidak sedang akan mengisi bahan bakar mobil...


ia hanya ngeloyor masuk kedalam toilet umum yang ada di sana.


sesampainya di dalam toilet...arif mengambil ponsel kakaknya yang ia bawa.


ia mengamati lima pesan yang masuk di sana dan semuanya itu dari calon istri nya.


itu yang tertulis di nama pengirimnya.

__ADS_1


"kakak konyol...sebegitu senangnya kamu akan menikah..."


ucap arif seketika dengan mata berkaca-kaca nya.


lalu sengaja...arif membalas pesan dari nana itu.


"aku bantu kamu ya kak,"


ucap arif.


lalu ia pun mengetik...


aku sedikit ada urusan hari ini...mungkin tidak bisa membalas pesanmu.jaga dirimu jangan telat makan.


kemudian arif pun menon aktifkan ponsel kakaknya itu setelah pesan itu terkirim.


lalu ia kembali ke mobil yang ia parkir tadi.


di dalam mobil...ia melihat nana yang senyam senyum sendirian.


"kamu gila ya?"


ucap sinis arif,namum tidak di ladeni oleh nana.


"calon adik ipar ku...mau kah kamu menemaniku membeli makanan?aku lapar...tiba-tiba..."


ucap nana pada arif.


"oke...aku lagi berbaik hati...akan ku temani kau...mau kemana?"


ucap arif.


"kakak...aku sudah menepati janjiku dengam sempurna bukan?"


kata hati arif.


"kita makan di restoran cepat saji saja ya...aku mau pizza yang topingnya daging dan keju yang banyak..."


ucap nana seketika.


arif pun dengan sigap melajukan mobil nya menuju restoran yang di maksud nana.


"apa kau tahu calon adik ipar...kemain kami makan di sini juga...kami baru pertama kali bertemu...namun kami merasa sangat akrab...sayang dia hari ini kita tidak bisa bertemu.


pasti kelak kami akan punya waktu bersama yang banyak,"


ucap nana dengan bahagianya...dan cerianya khas nana.


namun berbeda dengan nana,


arif mematung hampir lunglai kakinya tak bertenaga,


namun ia mencoba menguatkan.


karena semalam pun arif mengira itu bukan perbincangan yang terakhir dengan kakaknya...ia pasti merindukan suara itu.


lalu merekapun masuk kedalam restoran.


disana penuh sesak...banyak para pelajar dan mahasiswi yang seumuran dengan nana sedang memperhatikan arif yang baru saja datang.


"hey...lihatlah....mereka semua menatap ke arahmu...kau cukup populer juga ya...di kalangan remaja,"


goda nana sebagai calon kakak ipar nya.


lalu...arif terlihat berlari keluwar restauran...ia menerima panggilan masuk...


bunda.


"halo bund...ada apa?pemakamannya lancar bukan?"


tanya arif pada bundanya.


"iya nak...semua lancar...kau masih bersama nana?"


tanya bunda.


"masih bund...aku menemaninya makan siang sekarang."

__ADS_1


ucap arif.


"nak...jangan kau katakan padanya bahwa rama sudah meninggal ya...jangan arif..."


ucap bunda mengingatkan puteranya itu.


"iya bunda...arif akan ingat-ingat kata-kata bunda,"


ucap arif yang lalu mematikan telfonnya.


lalu ia pun kembali masuk ke dalam,


nana sudah mendapatkan tempat duduk untuk mereka berdua.


meski di depan mereka terdapat sepasang muda mudi.


karena hanya ini tempat yang tersisa.


semuanya penuh.


tibalah makanan mereka tepat di meja mereka.


satu burger...satu pizza toping sesuai kemauan nana ukuran sedang.


dan 1porsi kentang goreng.


free dua gelas es teh.


nana mulai menikmati pizza nya,


arif juga memakan pizza yang sama...


terlihat muda mudi di depannya tanpa sungkan saling menyuapi satu sama lainnya.


cukup risi arif melihatnya,


rasanya tak suka...namun berbeda dengan nana...ia amat menikmati pemandangan itu.


hingga tanpa terasa...ia mengambil jari arif yang hendak mengambil kentang goreng di piring.


seketika arif mengibaskan tangan nana,.dan seketika itu pula sepasang manusia di hadapannya itu pun menatap lekat pada nana dan arif.


"kak...kau betah sekali punya pacar seperti itu!"


ucap si wanita yang ada di hadapan nana.


namun sebelum nana menjawabnya...pasangan itu lebih memilih berdiri ber pindah tempat.


meninggalkan meja yang ada nana dan arif disana.


sesaat nana pun terkikik...sebenarnya nana tidak masalah dengan tingkah arif barusan,


namun...yang membuatnya tertawa adalah...tingkah keduanya yang malah merasa risi dengan sikap arif.


"kenapa kau terus tertawa?apa itu terlalu lucu bagimu?"


tanya arif yang benar-benar sudah dongkol.


kini makanan di meja mereka pun sudah habis...waktunya membayarnya


"cepat sana bayar...kamu yang ngajak makan ..."


ucap arif pada nana


yang di ikuti nana bangkit dari tempat duduknya menuju kasir dengan wajah di tekuknya.


nana pun membayarnya...


lalu arif menungguinya di tempat dimana mobilnya di parkirkan.


"baiklah...aku akan antar kamu pulang...setelah itu tugasku selesai,"


ucap arif pada nana.


"maksud kamu apa calon adik ipar?"


tanya nana pada arif.

__ADS_1


namun lagi-lagi tak ada sahutan.


__ADS_2