CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
pemandangan itu


__ADS_3

arif masih tidak percaya atas apa yang ia dengar barusan.


dengan terbengong-bengong dan terpana...arif masih mematung terdiam di tempatnya.


dan tiba-tiba...


"woy...kenapa kamu bengong saja?"


tepukan dan sentakan bayu mengagetkan arif seketika.


dan saat ia lihat...nana sudah berjalan jauh di samping bunda dan ayah.


menjauh menuju pintu keluar.


"rif...apa kamu kenal miss na sebelumnya?kenapa ia bisa sampai di jemput orang tua mu?"


tanya bayu ke heranan.


"dia mirip istriku,"


ucap arif seketika yang entah kenapa arif bisa-bisanya teringat hanya pada kata itu.


"mimpi jangan ketinggian rif..."


ucap bayu tiba-tiba lalu terdengar cekikikannya.


"terserah kamu saja lah..."


ucap arif dengan berlalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan tersebut.


dan sekilas bayangan miss na membuat kepalanya sakit.


"mungkin sudah terlalu lama aku tidak bertengkar dengan nana...apa mungkin ia nana....apa mungkin ayah dan bunda...menyembunyikan sesuatu?


tidak-tidak...aku yang selama ini tidak menginginkannya,tidak ingin tahu apapun tentangnya.


iya itu lah tepatnya.jadi untuk apa aku sekarang penasaran?"


ucap arif dalam hatinya dengan segudang keingin tahuannya.


"tapi...kenapa?aku masih tidak bisa tidak penasaran?"


gerutu arif sambil duduk di kursi dalam kantornya dengan memutar-mutarkan kursi yang sedang ia duduki.


lalu tanpa pikir panjang ia meraih paksa menyambarnya jas panjang khas dokternya itu,


sedangkan bayu yang sedari tadi juga ada di ruangan itu pun dengan kebingungannya menatap lekat sahabatnya itu berlalu pergi meninggalkan ruangan nya tanpa kata.


"anehnya kumat ni orang,"


gerutu kesal nya bayu.


tiba-tiba...


"yu...bantu aku lanjutkan shift hari ini,"


ucap arif yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan lagi setelah dari luar.


"tenang saja...kan masih dua jam lagi ganti shift ku...nyantai saja lah rif..."


ucap bayu namun arif sudah keburu pergi.


arif buru-buru bergegas pergi menuju tempat dimana ia memarkirkan mobilnya,


pikirannya benar-benar menyimpan banyak pertanyaan untuk di tanyakan kepada kedua orang tuanya itu,


namun...lagi-lagi dia tidak akan berani mengatakannya.

__ADS_1


entah lah...mungkin karena ke egoisan atau gengsinya yang begitu besar,


siang menjelang sore itu...mobil yang di kendarai arif memecah macetnya jalan raya yang menuju rumah mewah terletak di tengah kota yang cukup luas dengan pagar besi dan tembok yang mengelilinginya.


tibalah mobil itu tepat di depan rumah mewah itu.


secepatnya arif turun dari dalam mobil dan meninggalkan semua barang-barangnya di dalam mobilnya.


dan bergegas keluar dari dalam mobil berjalan cepat menuju pintu rumah yang ada di depannya itu.


secepatnya ia membuka pintu itu...


dan benar saja...di ruang keluarga terdapat sosok wanita cantik yang terkesan seksi dengan baju kaos panjang dengan tanpa lengan longgar se atas lutut yang dalamannya memakai celana jeans pendek yang hampir tertutup dres nya tersebut,dan hanya terkesan mengintip.ia sedang menemani kedua orang tuanya mengobrol,dan bahkan arif melihat dan mendengar jedua orang tuanya begitu ceria dan tertawa renyah,


arif seketika tersadar...sembilan tahun ini...setelah kematian kakaknya...yang arif tahu...hanya kakaknya lah yang periang di keluarganya ini.


dan arif...yang terkesan dingin dan tanpa basa basi itu sadar...arif belum pernah membuat kedua orang tuanya jangankan tersenyum...apa lagi tertawa renyah seperti itu.


tanpa terasa arif tertegun menatap ke tiga orang yang kini tengah menatap lekat ke arahnya itu.


"eh....putera bunda sudah pulang ya..."


ucap bunda sambil berjalan menuju arif yang masih mematung.


seketika pula arif memalingkan wajahnya menatap ke arah lain karena terkejutnya.


"bund...siapa wanita itu?kenapa bunda dan ayah terlihat akrab dengannya?bahkan terkesan akrab lebih padanya di banding pada arif."


ucap arif tiba-tiba.


"apa kau cemburu padanya?"


tanya bunda.


"tentu tidak...aku hanya penasaran..."


"apa itu nana bund?si datar itu?tapi kayaknya tidak mungkin,nana udah udik...datar...tidak ada manis-manisnya"


ucapnya lagi.


"apa yang kamu lihat nak?apakah dia si datar katamu itu?"


tanya bunda.


namun arif tidak bisa mengalihkan padangannya pada si seksi yang sekarang sedang menuju ke arah nya.


"maaf...bund...saya ke kamar dulu,"


ucap gadis cantik itu sambil berlalu pergi dan tidak ingin menyapa arif yang ada di samping bundanya.


"baik sayang...istirahatlah...maafkan bunda dan ayah ya...sudah mengganggu waktumu...karena kami penasaran..."


ucap bunda seketika.


"tidak apa-apa bunda..."


ucap nana sambil berlalu pergi menuju lantai atas rumah mertuanya itu.


"bund...siapasih wanita itu?bunda tahu...dia dokter spesialis baru di rumah sakit?"


tanya arif ingin tahu.


"lebih baik kau tanyakan sendiri padanya nak...dan coba kenalan lah...siapa tahu dia itu si rata yang dulu kamu sering sebut itu..jangan sampai menyesal sayang."


ucap bunda lalu pergi begitu saja menuju dapur yang akan memberi tahu asisten rumahtangganya untuk membuat makanan kesukaan menantunya itu untuk makan malam nanti.


arif masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan bundanya,

__ADS_1


"baiklah...nanti akan aku tanyakan pada miss na jika dia sudah bangun...sebenarnya dia itu siapa."


ucap dalam hati arif.


"rif...tidak temani ayah main catur nak?"


tanya ayah dari kejauhan.


"maaf ayah...arif capek...nanti aja ya yah...sekarang arif mau mandi dulu yah..."


ucap arif yang lalu pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"dasar arif...istrinya pulang langsung saja menuju kamar,"


gumam ayah yang memang arif dengar,


dan bodoh nya...arif masih belum menyadari siapa miss na itu sebenarnya.


"kenapa miss na disini...di rumah bunda dan ayah...terus naik ke kamar atas?kan adanya kamar ku dan kamar almarhum kakak...yang sekarang masih kosong...masak ia dia tidur di kamar almarhum kakak?"


pertanyaan dalam hati arif.


dan tanpa basa basi arif pun menuju kamarnya dan membuka pintu kamarnya itu,


matanya terbelalak melihat siapa yang sedang tidur tengkurap dengan kaki jenjang yang sedang memeluk guling dan memperlihatkan paha mulus nan indah itu di hadapannya.


seketika ia menelan ludahnya,


menata hatinya dan mengatur detak jantungnya,namun...itu di luar kendalinya,


"benar-benar sangat memalukam."


gumam arif dalam hatinya.


"siaal...baru kali ini aku merasakan nya...meskipun dulu aku berkata aku mencintai seseorang...namun detak jantungku tidak pernah se parah ini.


hanya melihat pahanya saja sudah membuat keringat dinginku bercucuran."


ucap arif dalam hatinya.


"jangan-jangan aku sudah gila!"


ucap arif tiba-tiba.


"tunggu....apa aku salah masuk kamar?apa ini kamarku?"


tanya arif lagi-lagi dalam hatinya.


dan ia pun bergegas keluar kamar seketika sebelum miss na itu terbangun.


"siaaal",


umpatnya pada dirinya sendiri.


namun matanya terbelalak saat mendapati ia tidak salah masuk ke dalam kamarnya.


"benar...ini kamarku...tapi dia...kenapa ada di kamarku?apa aku harus tanya bunda?"


desahnya dalam hati.


"tunggu...sejak kapan hanya hal sepele seperti ini saja aku harus libatkan bunda,mungkin miss na salah masuk kamar ku?"


ucap arif untuk menenangkan hatinya.


"tapi...jika aku masuk lagi...dan melihat pemandangan itu...apa jadinya keteguhan hatiku selama ini!gini-gini aku juga laki-laki normal...tidak tahu kapan khilaf nya,"


ucap arif dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2