
"bund...arif pergi dulu ya..."ucap arif sambil berjalan meninggalkan bundanya yang masih menikmati sarapannya dan hanya melempar senyum senang yang menghiasi bibirnya.
"sayang...semangatlah....mengambil hati isterimu ya nak..."
ucap bunda farida dengan senangnya.
arif memasuki mobilnya dan menancap gas mobil itu menuju tempat kerjanya dan juga tempat kerja isterinya.
"ddddrrrrt....ddddrrrt....."tiba tiba ponsel nana bergetar.
seketika arif pun menatap pada layar ponsel isterinya dan menatap layar ponsel tersebut.
"pesan dari henri,"gumam arif yang tiba tiba membuatnya tidak nyaman dan terkesan lebih tidak suka.
pelan ia membuka kunci ponsel itu dan membuka pesan yang henri tujukan pada nana.
"na...ayo ketemu...aku kangen...aku sudah lama nggak ketemu kamu nih...sore ini aku tunggu di cafe xx nanti jangan lupa datang ya pukul tujuh malam,"
ucap arif yang membaca pesan di ponsel nana dan dengan sangat tidak suka arif terpaksa membalas pesan henri tersebut menggunakan ponsel nana.
"aku tidak bisa henri...aku akan keluar dengan suamiku,"
ucap pesan yang baru saja arif kirimkan pada henri.
"makan tuh...salah sendiri ngejar isteri orang...dasar brengsek,"ucap arif dengan dengusan kesalnya lalu ia pun segera menghapus pesannya dan pesan henri barusan dari ponsel isterinya sebelum ia mengembalikan ponsel tersebut pada nana.
hingga mobil arif berhenti di tempat parkir tempatnya kerja.ia memarkirkannya disana.
kemudian ia turun dari mobil nya dan berjalan menuju dalam rumah sakit.
__ADS_1
terlihat beberapa orang menyapanya,karena semua sudah begitu kenal siapa arif tersebut.
arif pun bergegas menuju ruangan nya,terlihat bayu di sana.
"hey dokter arif...kenapa kau masuk hari ini?"
tanya bayu seketika saat melihat kepala arif nongol di sana.
"aku mau ke ruangan isteriku yu..."ucap arif seketika dan berlalu berjalan pergi begitu saja meninggalkan bayu di ruangannya.
"dasar si arif...mentang mentang punya isteri cantik...nggak mau jauh jauh dari isterinya aja tuh orang."
gerutu bayu begitu saja karena ia sebal di cuekin arif temannya.
arif berjalan dari koridor ke koridor menuju ruangan isterinya,seketika ia masuk ke dalam tanpa mengetok terlebih dahulu,dan di dalam ruangan hanya ada dua orang suster yang membantu nana.
"anu dokter arif...dokter na...masih rapat dokter...anda bisa menunggunya,"ucap salah seorang,dan keduanya sudah tahu kalau dokter arif adalah suami dokter na.
"baiklah...aku akan menunggunya di sini,"ucap rif sambil duduk di kursi kerja isterinya.
dari dua orang suster tersebut,salah satunya ada yang menyukai dokter arif,hingga seseorang itu mencuru curi pandang kegirangan saat arif duduk di sana dengan ponsel nana yang di lihatinya.
"hei kau...kenapa menatapku seperti itu?"
ucap dokter arif dengan nada dingin menakutkannya.
yang membuat orang yang di tuju gelagapan dan hampir terjatuh berkas yang di peganginya.
"ah...maaf maaf dokter arif...."ucap nya seketika dan melanjutkan kerjanya kembali.
__ADS_1
sepuluh menit kemudian nana datang dan langsung masuk ke dalam ruangannya.ia begitu heran saat suaminya pagi pagi sudah datang mengunjunginya.
dengan langkah terhenti dan tangan bersedekap di dadanya nana membuka percakapan.
"ada apa dokter arif pagi pagi sudah tiba di kantor saya?"
tanya dokter nana dengan sangat angkuhnya.
"sayang...kau lupa membawa ponselmu...apa kau sadar itu?ponselmu tertinggal di atas ranjang sayang...bagaimana aku nggak kepikiran saat aku bangun isteriku sudah tidak ada di pelukanku dan meninggalkan ponselnya,"
ucap nakal arif yang menggoda isterinya dan seketika kedua orang perawat pun pergi memohon izin meninggalkan kedua orang itu berdua.
"mas...apaan sih...malu tahu...ini di kantor mas..."
ucap nana sambil mendekat ke arah arif dan mengambil ponselnya.
"tapi bagaimanapun...terimakasih mas...sudah mau ngantar langsung kemari mas..."ucap nana dengan senyum nya.
arif langsung meraih pinggang nana dan mendudukkannya di pangkuannya.
"sayang...bisakah kau berterimakasih dengan cara lain?"
tanya arif dan langsung membuat nana terperanjat bangkit berdiri.
"mas...nanti ya...aku masih sibuk nih..."
ucap nana dan membuat arif sedikit kecewa dan berpamitan akan pergi.
"mas...sebentar....cup,"ucap nana sambil kecupan mendarat samar dan cepat di bibir arif.
__ADS_1