CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
sepercik cemburu


__ADS_3

"eheeeem..."tiba tiba dehem bayu mengagetkan keduanya lalu menyudahi ciumannya,sontak arif dan nana menoleh menatap sejurus seseorang yang berdehem tadi dari celah kursi yang mereka duduki.


"dasar si bayu...sudah punya istri masih aja ngrecoki orang,maunya apa sih tu orang?"gerutu arif disana.


"sabar mas..."ucap nana seketika.


"triiing...."tiba tiba ponsel arif berbunyi dan sebelum itu bergetar terlebih dahulu,


arif langsung mengambil ponsel di saku celananya dan melihat pada layar ponsel itu,


"bayu,"ucap hati arif,lalu ia pun membuka sandi ponselnya dan melihat pesan dari bayu yang ada di belakangnya itu.


"gila lu rif...saat bini lu dateng di tempat kerja aja lu pura pura nggak kenal...sok menyembunyikannya...biar apa?misterius...eh tau tau di tempat umum lu sosor aja,"tulis pesan bayu yang di baca arif.


"terserah deh apa katamu,"balas arif pada pesannya bayu.


"suka suka aku...bini bini aku,"ucap balas pesan arif lagi.

__ADS_1


namun hanya di baca bayu tanpa di balas nya.


satu setengah jam sudah nana dan arif menonton film romantis tersebut,namun arif ternyata tertidur di pundak nana dengan pulas nya,hingga lampu ruangan tersebut menyala terang dan pengunjung lain berhamburan keluar,


berdesak desakan,hingga ruangan itu bersih dan petugas kebersihan datang ingin membersihkan tempat.


"mas...bangun...sudah usai nih film nya...mau tidur sampai kapan sih?"tanya nana sambil mengelus elus kulit pipi suaminya yang halus itu ternyata yang baru saja nana sadari.


"lhoh...udah selesai ya sayang?ayo kalau gitu kita keluar,"


ucap arif sambil menggosok gosok matanya dan mengerjap ngerjapkannya,keduanya beranjak berdiri dari tempat duduk nya dan lalu berjalan bersama menuju pintu keluar ruangan.


"marah kenapa sih mas?aku nggak apa apa mas..."jawab nana seketika karena memang benar nana tidak marah,


suaminya itu kecapaian mungkin karena terlalu banyaknya pasien di tempat kerja tadi,ia melihat nya sendiri...saat waktunya arif dinas...pasien begitu banyak mengantri...apa lagi wanita wanita muda yang hanya memeriksakan datang bulan yang tidak teratur serta nyeri saat datang bulan.mungkin saat ini terpercik sedikit rasa tidak suka nana saat wanita wanita itu menggoda arif suaminya.


namun nana belum menyadari nya.

__ADS_1


setelah keduanya makan malam yang menurut nana itu romantis...meski arif hanya memberinya setangkai mawar merah...itu pun dari fas bunga di atas meja makannya dan terpaksa nana mengembalikannya saat sudah usai makan dan beranjak pergi meninggalkan restoran.


itu sudah lebih baik seorang arif sekarang yang lebih menghargai perasaannya dari pada arif yang dulu ia kenal.


keduanya berjalan jalan di taman dengan tangan bergandengan bak pasangan muda yang di mabuk asmara.dan nana hanya mencoba menikmati genggaman tangan suaminya itu.


"ddddrrrrttt....ddddrrrttt...."suara ponsel nana yang di sertai getaran di dalam tas tangan nana.


seketika nana mengambilnya dan menatap layar ponselnya.arif hanya melirik sekilas siapa yang mengganggu kencannya sekarang.


nana langsung menarik lengan arif agar duduk di kursi taman yang baru di tinggal orang yang tadi mendudukinya,nana mengangkat panggilan vidionya saat ia dan arif sudah benar benar duduk di kursi itu.


"halo henri...ada apa?aku sedang di luar sekarang..."


ucap nana seketika dan seketika itu pula giranglah hati henri.


"kau dimana sekarang?aku mau menyusulmu,"

__ADS_1


ucap henri tiba tiba dan saat itu pula arif meraih kepala nana menarik tengkuk nana hingga membimbingnya ke depan wajah nya,sedetik kemudian ciuman arif mendarat di bibir nana,dan nana tidak bisa menolaknya,hingga adegan itu mau tidak mau di saksikan henri dari layar ponselnya.cukup lama arif menciumnya.


"kau mau kemari?kau mau memisahkan kami yang sudah mulai saling mencintai?"tanya arif pada henri sambil merebut ponsel nana dan mematikan sambungannya.


__ADS_2