CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
ucapan yang mengena


__ADS_3

tepat pukul lima pagi arif membuka matanya,


ia terbangun lalu mengawasi sekitar,dan ia sudah tidak mendapati nana di sampingnya,


"pergi kemana anak itu pagi-pagi begini?"


gumam arif lalu beranjak berdiri kemudian berjalan menuju kamar mandi,


ia hanya mencuci muka dan menggosok giginya,


setelah itu ia mengganti pakaiannya dengan baju olah raga celana panjang dan lengan panjang yang bergaris di tangannya..


kemudian ia mencari headset nya,namun tidak di ketemukan juga.


namun...ia malah menemukan headset milik nana...dengan warna pink,


"ini sih warna cewek banget...oke lah tidak apa-apa...daripada tidak ada yang bisa aku dengarkan sambil joging,"


ucap arif...lalu memakai headset tersebut dan kemudian ia mulai keluar dari kamarnya dan menuju lantai bawah.


"bunda....aku joging dulu ya..."


sapa arif pada bundanya yang sedang sibuk mengarahkan bibi di dapur.


"hati-hati ya sayang..."


ucap bunda sembari melambaikan tangannya.


arif sudah mengitari taman dekat rumah nya selama tiga puluh menit lamanya,ia kemudian berjalan perlahan...tidak sedikit pula...para gadis-gadis menyapanya,


karena ia makin terlihat matang di usianya yang sudah kepala tiga itu.


sesaat...matanya tertuju...pada sosok langsing dengan celana hitam ketat sebawah lututnya dan dengan baju kaos longgar berwarna kuning terang yang menutupi pantatnya,


namun terkesan melebar di area kerahnya,hingga tank top hitam yang ada di dalamnya pun terlihat mengintip.


tidak lupa sepatu kets warna kuning senada dengan kaos yang di kenakannya.


ia terlihat di ikuti oleh tiga orang pria yang sedang mengekor di belakangnya.


saat itu pula langkah arif terhenti,


ia mengenali headset yang di pakai wanita itu persis miliknya,


"apa ia tidak sadar sudah menjadi pusat perhatian?"


gumam arif tiba-tiba.


kemudian arif pun berjalan sedikit berlari ke arah wanita itu.


"hey...boleh tidak tukeran headset nya?"


tanya arif ramah pada wanita cantik dengan rambut panjang se bawah pundaknya itu saat ia sudah berada tepat di dekatnya.


seketika wanita cantik itu...melepas satu headset di telingannya dan menoleh ke arah arif,


namun...sebelum wanita cantik itu menjawabnya...tiga laki-laki yang dari tadi mengikutinya pun maju ke depan membalas perkataan arif.


"hey...antri dong...kami juga mau kenalan...kamu baru datang pingin kenalan saja pakai acara tukeran headset segala..."


jawab satu laki-laki di antara tiga laki-laki itu.


"modus kamu sudah nggak jaman bro..."


ucap satu nya lagi.

__ADS_1


"kami tidak tahu kamu siapa...tapi kami juga ingin berkenalan dengan wanita cantik ini...namun belum di respons nya,"


ucap laki-laki yang lainnya.


nana yang melihat tingkah arif dengan terpojoknya itu pun mengerti.


"tunggu tuan...apa kamu berani memberikan sebagian besar uang kamu jika aku bersedia bertukar headset dengan punya kamu itu?"


tanya nana pada arif dengan kerlingan satu matanya.


arif pun mengerti maksud istrinya tersebut.


"tentu nona...jangankan sebagian uang saya...seluruhnya saya berikan pada kamu,"


jawan arif sambil merogoh kantong nya dan mengambil dompet nya disana,kemudian di serah kannya pada nana cantik itu seketika.


sontak tiga orang laki-laki yang melihatnya itu pun terkejut.


"gila...benar-benar gila..."


ucap satu laki-laki.


"jangan-jangan wanita cantik ini bisa ilmu hipnotis..."


kata satunya lagi.


"maaf semuanya...ini istri saya...tadi dia berangkat joging...keliru bawa headset saya..."


ucap arif menerangkan.


dan nana hanya terkekeh melihat arif yang masih mau di ajaknya menggoda orang.


"oh...maaf...tuan...maaf kan kami...kami tidak bermaksud menggoda istri anda,"


ucap ketiganya,kemudian berlalu pergi berlari begitu saja.


tanya arif.


"ya...seperti ini lah aku,"


balas nana.


kemudian keduanya berjalan pelan bersama menyusuri jalan taman.


arif melihat ada bangku kosong pinggir jalan yang ia lewati tersebut,lalu...ia pun mengajak nana untuk berhenti sejenak dan menempati bangku kosong tersebut.


bangku itu cukup untuk dua orang saja,


sesaat arif melirik ke arah nana yang sedang asyik memainkan ponselnya itu,


ia terlihat cantik saat sedang santai...bak bunga yang baru merekah-merekahnya,arif diam-diam terpesona saat memandangnya.


namun tiba-tiba terlintas di pikirannya...bahwa di luar negeri...kehidupannya pasti sangatlah bebas.


pasti ia sudah melewati beberapa malam dengan pacar nya saat di sana,sembilan tahun...adalah waktu yang sangat panjang...tidak mungkin ia hanya seperti gadis polos yang tidak berdosa.


pasti dengan mudahnya ia mencoba-coba disana.


apa lagi...dandanannya yang sekarang...terlalu seksi untuk identitas dokter spesialis yang di sandangnya.


pasti orang yang melihatnya tidak akan ada yang percaya bahwa ia adalah seorang tenaga medis.


"apa kamu tidak merasa cara berpakaianmu ini terlalu fulgar?"tanya arif membuka percakapan.


seketika nana mematikan lagu yang ia dengarkan,matanya menyorot tepat ke depan namun ia hanya mengabaikan pertanyaan arif saja,tidak menanggapi dan mencoba terus sibuk dengan ponselnya.sebenarnya ia menanti kelanjutan apa yang akan di ucapkan arif padanya.

__ADS_1


arif pun mulai gerah karena di kiranya nana tidak mendengarkan kata-kata nya itu.


"kamu tidak lihat...cara berpakaianmu ini seperti wanita yang tidak berpendidikan saja tahu,"


ucap arif dengan kesalnya.


mungkin karena pakaian nana yang begitu menarik untuk lawan jenisnya makanya arif sedikit kesal.


"apa kamu sudah selesai bicaranya?"


tanya nana seketika,yang membuat arif terperanjat dan terkejut.


saat ini...benar-benar hati nana sangat sedih...oleh perkataan yang di lontarkan arif padanya itu.


namun...dari dulu nana sudah terbiasa dengan kata-kata pedas arif,hingga ia tidak ambil pusing...dan arif juga bukan termasuk orang yang berpengaruh di hidupnya,jadi nana hanya menganggap perkataan itu angin lalu.


"na...ka...kamu mendengar apa yang aku katakan barusan?"


tanya arif dengan terbata-bata,karena ia mengira nana sedang mendengarkan lagu dari headset nya itu.


"sudah lah...aku mau beli minum...tunggu disini akan aku belikan,"ucap nana sambil beranjak berdiri dari duduknya kemudian meletakkan ponsel,headset serta dompet arif di bangku yang ia duduki tadi,nana hanya membawa uangnya sendiri untuk membeli minuman


"bodoh kenapa kamu pelihara rif...sudah segini gedenya masih saja otak kamu taruh dengkul...dasar bego kamu rif,"


umpat arif yang menyalahkan dirinya sendiri.


lima belas menit berlalu,nana kembali dengan dua kemasan botol air isotonik dan dua bungkus sandwich di tangannya,


nana menyerahkan satu kemasan air dan satu sadwich untuk arif.


tanpa basa basi...nana pun langsung memakannya,pelan-pelan hingga sandwich itu habis,


dan arif pun sama,ia belum pernah joging dengan sarapan seperti ini,ini baru yang pertama kalinya untuknya,meski di dekat taman banyak penjual kue dan juga aneka roti sandwich ia belum pernah membelinya.


"apa kamu juga akan mengomentariku lagi...seorang dokter spesialis makan sarapan nya di pinggir jalan?


dan benar-benar tidak mencerminkan sikap seorang dokter?"


ucap nana seketika yang menohok untuknya,


arif hanya terdiam mendengar kata-kata nana tersebut.


"dokter juga manusia,"


ucapnya lagi


"maaf na...tadi aku tidak bermaksud seperti itu..."


kata arif seketika,namun nana hanya diam saja.


sesaat arif melirik ke arahnya dan ia sadari...di ujung bibir seksi wanita cantik itu terdapat sisa selai yang tertinggal,begitu samar...


tanpa terasa,tangan arif pun terangkat dan ingin mengusapnya,namun seketika nana menyadarinya dan menepis kasar tangan itu,dan mengusap-usapnya sendiri.


"kenapa kamu begitu menjaga jarak padaku?sedangkan pada henri...dia merangkulmu...memelukmu...tapi kau tidak menolaknya,jangan-jangan di luar negeri kalian pun sering melakukan hubungan layaknya suami istri bersama hah?"


ucap arif dengan kesalnya karena niat baiknya di tolak oleh istrinya itu.


namun reaksi nana sungguh sangat tenang dari yang di bayangkan.


"kamu tanya kenapa aku menjaga jarak padamu?tentu...karena baru dua hari ini aku kenal kamu...setelah sembilan tahun lamanya.


sedangkan aku tidak menolak henri saat merangkul dan memelukku?karena aku sudah sangat mengenalnya selama sembilan tahun ini,jika dia berniat jahat terhadapku...tidak butuh waktu sampai sembilan tahun untuk dia melukaiku,buktinya...selama ini ia yang selalu menjagaku,


dan untuk melakukan hubungan suami istri iya atau tidak...apa pedulimu?sembilan tahun saja kau tidak peduli...kenapa baru dua hari saja kau tiba-tina peduli?"

__ADS_1


ucap nana seketika yang membuat jantung arif seakan tertancap pedang panjang yang menghunus tembus sampai ke belakang.karena memang benar semua apa yang nana katakan itu.


__ADS_2