
"yaudah sayang...sekarang kamu buat istirahat saja ya...biar aku yang carikan hotel yang nyaman untuk kita nanti,yang terpenting sekarang kamu cepat sembuh ya...nggak usah mikir macam macam...aku akan menunggumu...dan nggak akan memaksamu...ingat...aku berusaha ingin membahagiakanmu mulai saat ini...dan nggak akan ngecewain kamu...mengerti...?"ucap arif dengan senyum yang hangat yang melelehkan hati nana seketika.nana hanya mengangguk mengiyakan perkataan suaminya itu.
"aku tinggal keluar sebentar ya sayang...cepat istirahat...nggak usah mikir macam macam."ucap arif lagi sebelum ia benar benar pergi.namun sebelum itu ia mengecup puncak kepala nana dan menyelimutinya,barulah ia melangkah pergi.
di depan kamar ruang rawat istrinya,terlihat arif mematung dengan menyandarkan punggungnya ke tembok belakang yang menjadi tumpuan tubuhnya.
tangan nya terlihat lincah mengetik ngetik mencari rekomendasi hotel terdekat yang nyaman,namun ternyata di dekat sana tidak ada satu hotel pun yang ada,
"maaf...numpang tanya...di sini hotel terdekat di mana ya?"
tanya arif pada salah seorang perawat yang lewat.
"emmmb...maaf tapi saya pendatang baru dan kurang tahu pak..."jawab perawat tersebut.
"ooooh...baiklah terima kasih banyak ya..."ucap arif,lalu perawat itu pun pergi begitu saja.
lalu datanglah seorang dokter umum yang tadi memeriksa istrinya.
"ada apa pak?kenapa terlihat sangat gelisah pak?"tanya dokter tersebut pada arif,
"emb...begini dok...saya sedang mencari hotel yang terdekat dari sini dokter...mungkin dokter tahu tempatnya?"
tanya arif langsung apa adanya pada dokter tersebut tanpa basa basi.
"ada pak...tapi kurang lebih satu jam perjalanan pak...kalau di dekat dekat sini itu nggak ada pak..."ucap dokter tersebut pada arif.
"oh...baik lah dokter...saya akan cari tempatnya..."ucap arif setelah ia mengetahui lokasi dari dokter yang baru saja ia temui.
"sayang....aku su...dah..."ucap arif yang tertahan saat baru masuk ke dalam kamar inap istrinya dan menatap wajah lembut nana yang terlelap dengan sangat nyamannya seperti tanpa beban...padahal ia tadi barusaja menyakiti hatinya dengan sangat menyakitkan.
__ADS_1
"sayang...bisa bisanya dulu aku tidak memandangmu....bisa bisanya aku dulu terlalu bodoh tidak memperdulikanmu...hemmmz kini aku menyesal sayang...semoga penyesalanku ini bisa membuatmu bahagia ya sayang...aku sangat mencintaimu istriku."
ucap arif denfan mata yang berkaca kaca mendekat ke arah nana dan duduk di kursi samping tempat nana tertidur miring menghadap ke arah nya.
tangan nya tanpa sadar terangkat dan mengusap pipi lembut nana,arif tersentak saat merasakan kehalusan pipi istrinya,arif belum sadar sebelumnya,hingga ia betah mengusap usap nya perlahan di sana.
"hemmmz...maaas...apa yang mas lakukan?"tanya nana sambil jemarinya meraih tangan suaminya dan menggenggamnya.
"sayang kau sudah bangun?apakah aku membangunkanmu?apa kau mau tidur lagi?"tanya arif bertubi tubi yang membuat nana tersenyum dengan cantiknya.
"aku hanya terbangun dari tidurku sayang...kenapa kau bisa se khawatir itu?"ucap nana dengan imbuhan kata sayang saat memanggil suaminya,sontak membuat arif tersipu dan begitu bahagia.
"kau panggil apa aku tadi?ayo coba ulangi sekali lagi...aku tidak dengar sayang...ayo...ucap lagi...aku mau dengar sayang..."ucap arif dengan rengekan manjanya,dan itu membuat geli nana yang mendengarnya,bertahun tahun nana baru melihat arif se manja itu,dan itu untuk yang pertama kalinya bagi arif bersikap demikian padanya.
"hemmmz sayang sayang sayang...apa sudah cukup?"
jawab nana yang menuruti permintaan suaminya.
ucap arif menerangkan pada istrinya,bahwa ia harus menghabiskan infusnya terlebih dahulu.
"baik mas...aku akan habiskan infusnya..."
balas nana dengan senyum senang.
"ouh ya sayang...kira kira di dekat sini nggak ada hotel loh...adanya itu...kita harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam sayang...apa kau tidak keberatan?kau tidak apa apa?atau kita besok saja perginya?malam.ini kita nginap disini saja?"ucap arif yang membuat kening nana berkerut dan bibirnya sedikit kerucut.
"maaas...percaya deh...aku nggak akan apa apa sayang...aku juga pasti akan baik baik saja saat ada dokter hebat di sampingku kini."ucap nana dengan tatapan yang hangat.dan arif hanya mengangguk mengiyakannya saja.
"oke...baiklah...baiklah...kamu yang bisa merasakan tubuhmu...apakah bisa kuat atau tidak nya sayang...jika kau bilang kuat...oke...kita akan jalan sore ini."
__ADS_1
ucap arif yang membuat senang perasaan nana.
"mas nggak istirahat?"seharian mas udah jagain aku...dan nanti mengemudi lagi loh mas..."tanya nana sambil mempersilahkan suaminya untuk naik ke atas ranjangnya dan berniat berbagi ranjang denganya.
"oh...sayang...nggak usah...makasih...kamu lihat kan pakaianku masih kotor...aku belum ganti...nanti baju dan tempatmu jadi kotor juga lo..."ucap arif dengan nada sedikit berharap.
"kalau gitu...gantilah mas...tunggu apa lagi mas...ayo ganti pakaiannya..."ucap nana menyuruh suaminya untuk berganti pakaian dan arif semakin kikuk saja di buatnya.
"yang bener ini sayang?beneran minta aku gantu baju dan berbagi ranjang denganku?"ucap tanya arif dengan sedikit penasaran dengan permintaan istrinya yang sangat langka tersebut.
"tentu...kalau kau kelamaan...mungkin aku akan berubah pikiran loh mas..."kata nana dwngan tersungging senyum jahilnya.
"oke...oke...baiklah...aku akan secepat kilat berganti pakaian dan menemani tidurmu sayang...tunggu aku datang oke?"kata arif sambil bergegas berdiri dari tempatnya dan beranjak pergi keluar meninggalkan kamar
inap istrinya,bermaksud mengambil pakaian ganti dari tas ransel yang ia bawa dari rumah,syukur nya pakaiannya itu tudak ia turunkan di tempat cam,dan tidak tertinggal pula.
namun...yang jadi masalah sekarang adalah pakaian ganti istrinya yang semua tertinggal di cam.
beberapa saat arif dari luar dan masuk ke dalam kamar inap nana dengan membawa satu stel pakaian ganti yang akan ia kenakan.
arif ngeloyor masuk ke dalam kamar mandi begitu saja dengan membawa pakaian gantinya,hingga beberapa saat ia keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai kemeja biru laut dengan lengan panjang dan celana putih bersih nya.baju itu terlihat rapi saat arif memasukkan bagian bawah baju ke dalam celananya.
seketika mata nana tebelalak menatap pandangan yang menyegarkan matanya,ia menatapnya lekat lekat,
dengan terpesonanya.
"sungguh tampan."ucap nya seketika dari bibirnya yang tanpa ia sadari sudah benar benar jatuh hati pada sosok gagah di hadapannya.
"apa?kenapa menatapku seperti itu sayang?apa ada yang aneh pada wajahku?aku sekalian mandi loh sayang..."
__ADS_1
ucap arif begitu saja yang tidak sadar kalau istrinya sedang terpukau oleh pesonanya.