
setelah keduanya selesai diskusi apa yang akan mereka kerjakan nanti sore...kemakam rama dan setelah itu makan malam,
arif pun berjalan menuju pintu keluar,sebelum arif sampai di pintu keluar...nana menarik lengannya,
"tunggu mas..."kata nana sambil melangkah mendekatinya.
"ada apa sayang?"tanya arif pada istrinya itu.
"ada sisa lipstik ku di bibirmu mas,"ucap nana sambil mengusap kan jarinya ke bibir arif.
"serrr..."rasa aliran darah arif berdesir di sana.
tiba-tiba..."maaf dok...eh..."suara dokter magang baru yang tubuhnya tiba-tiba ada di pintu.
"a....apa aku mengganggu?"
tanya dokter magang yang tadi memberi nasi kotak makan siang untuk nana,
"saya...cuma mau ngasih air kemasan ini pada dokter na...kok dok..."
ucap dokter magang itu dengan terbata-bata.
"terimakasih ya..."ucap nana sambil mengambil air kemasan botol dari tangan dokter magan itu.
namun terlihat raut wajah yang tidak suka di wajah arif.
"ya sudah dok...saya permisi..."ucap dokter magang itu.
lalu ia pun bergegas keluar dari ruangan dokter na tersebut.
"aku balik dulu,"ucap arif sambil menarik pinggang nana dan mengecup pipi nya.
"huuufffhhh...andai ayah dan bunda tahu kelakuan anaknya seperti ini di tempat kerja,"gumam nana.
lalu arif pun berlalu pergi.
tepat pukul dua siang,arif sudah keluar dari ruangannya,
dan sedangkan nana masih membereskan mejanya dari berkas-berkas dan menatanya.
terlihat dua asistennya membantunya.
tiba-tiba...arif datang ke ruangan nana,
"kau lama sekali...aku sudah menunggumu...apa gunanya punya asisten jika semua kau kerjakan sendiri?"
ucap arif dengan nada sedikit marah,
"kalau aku yang naruh sendiri...besok nyari nya kan gampang mas...lagian...aku bawa mobil sendiri...kenapa kamu tungguin sih?"ucap nana seketika yang membuat kedua asisten nya itu melongo dan ber tanya-tanya.
sebenar nya apa hubungan keduanya.
__ADS_1
selama ini doter rendi...dokter tertampan dan idola para gadis yang melihat nya itu terkesan dingin cuek selalu cool...dan miss na atau dokter na...ia baru tiba dari rumah sakit luar negeri,dan di hari pertama miss na masuk kerja ini,sudah dua kali asistennya itu melihat dokter arif berkunjung ke ruangan ini.
dan yang lebih parahnya lagi...dokter arif bisa sampai terlihat seposesif ini pada dokter na...dan dokter na juga tidak terlihat keberatan.sungguh suatu gosip yang menggemparkan jika itu tersebar.
namun keduanya memilih diam,
dan arif atau pun nana...keduanya memang punya hubungan yang sah...dan mereka tidak harus menjelaskannya pada semua orang.mereka apa adanya saja.
"sayang...ayo cepat...aku belum makan siang...kamu enak sudah di kasih kotak makan siang kan sama dokter magang tadi,"ucap arif begitu saja sambi punggungnya menyender di tembok pinggir pintu.
dan betapa terkejutnya dua orang yang berada di dalam ruangan selain nana dan arif itu.
"dokter arif...apakah anda pacarnya dokter na?"tanya salah seorang asisten yang benar-benar di landa penasaran.
"dia bukan hanya pacar...tapi teman tidur juga,"sahut dokter na seketika.
lalu keduanya yang mendengarkan pengakuan dokter na itu dengan mata melotot dan mulut nganga tidak percaya,
"apakah budaya luar yang bebas itu di bawa dokter na ke negaranya ini?dan aneh nya...dokter arif ketarik dengan tingkah dokter na itu,"gumam dalam hati kedua asisten.
"dia istriku...jangan mikir yang macam-macam dam menjelekkan dia...apalagi terdengar gosip nggak jelas...kalian yang akan aku cari terlebih dahulu,"ucap arif yang membela istrimya.
"sudah ah ayo jalan...kelamaan deh kamu mas..."
ucap nana setelah sampai di depan suaminya,
"aku pulang dulu ya...sampai ketemu besok..."
keduanya berjalan beriringan...dan sampailah pada tempat parkir dan mobil masing-masing...hanya berjarak tiga deret mobil saja dari mobil nana ke mobil arif.
terlihat ada seseorang dokter wanita muda yang sudah menungguinya di sana,
nana pun melihat nya,tapi nana sama sekali tidak merasakan ketidak sukaannya apa lagi cemburu.
dengan segera ia memasuki mobil nya dan berlalu pergi meninggalkan keduanya.
dan seketika terdapat getir di sana di hati arif.
pikirannya hanya satu,ia ingin mendapatkan seutuhnua hati dan jiwanya.semuanya tanpa terkecuali.
"dokter arif...bisakah kau ikut membantu dalam aksi kemanusiaan di daerah pelosok yang terkena bencana alam?kami kekurangan tenaga medis dok...aku harap minggu depan anda dapat membantu,"
ucapan dokter umum yang membuyarkan lamunannya seketika.
"aku pikir-pikir dulu ya...apa aku bisa berangkat atau tidak,"ucap arif seketika dan langsung memasuki mobilnya dan menancap gas nya berusaha menyusul nana yang sudah mendahului nya itu.
lima nenit kemudian...arif melihat mobil nana di depannya,
langsung saja ia mengejar nya.
kini mobil arif tepat berada di belakangnya.
__ADS_1
lima belas menit kemudian,kedua mobil sudah memasuki garasi rumah arif.
lalu nana segera turun dari dalam mobil nya setelah ia memarkir kannya.
tiba-tiba...tangannya di tarik paksa dari belakang oleh arif.
"buk..."suara benturan tubuh nana menubruk dada arif.
"ada apa mas?"tanya nana yang sudah tidak heran dengan kelakuan suaminya itu.
"sayang...kau tahu dokter cantik tadi?apa kau tidak penasaran sama sekali?atau bahkan cemburu mungkin?"
tanya arif dengan masih mendekap nana di pelukannya.
"aku tidak tahu mas..."ucap lelah nana.
"dia mau mengajakku sayang..."ucap arif seketika yang belum tuntas.
"lalu?"tanya nana dengan singkat nya.
"hei...apa itu adil buat ku?ada seorang dokter magang muda yang mendatangimu...memberikan perhatiannya untukmu...dan aku...saat ada wanita lain datang padaku kau tidak peduli?"ucap arif dengan kencangnya,karena ia tahu bunda dan ayah nya masih di luar kota.
"aku hanya sekali saja tidak peduli padamu kau sudah seperti ini,apa sebegitu berarti nya perhatianku,
kecemburuanku untukmu?"tanya nana.
dan arif hanya terdiam.
"lalu...saat aku butuh perhatianmu...kecemburuanmu...
sembilan tahun ini kau dimana?kau kemana?pasti lebih pantas kan kalau aku yang bilang kau itu terlalu egois?"
ucap nana dengan sedikit tekanan disana.
"maafkan aku sayang...aku belum bisa menentukan perasaanku saat itu.aku tahu...untuk saat ini kau belum bisa memaafkanku...tapi aku akan selalu menunggu saat itu,"ucap lembut arif,dan nana merasa kali ini permintaan maaf nya tulus...lalu tangan arif membimbing kepala nana untuk mendekat dan memiringkannya,
sedetik kemudian bibir keduanya mulai menyatu,
lembut...tanpa paksaan...sama sekali di sana,yang membuat nana makin menikmatinya,
lalu tiba-tiba...pintu garasi terbuka,
mobil ayah dan bunda terlihat akan masuk di area.
lampu nya menyorot ke arah keduanya dan seketika itu pula aksi keduanya terhenti.
dengan pipi merah meronanya nana berlari masuk ke dalam rumah.
sedangkan arif menghampiri kedua orang tuanya.
"kau apakan menantuku?"ucapan pertama yang terlontar setelah ia keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
"bunda...andai kalian setengah jam lagi sampainya...mungkin hubunganku dan nana ada kemajuan."ucap jujur arif.