
beberapa jam sudah arif menyusuri jalanan,ia mengemudikan mobilnya dengan sedikit mengantuk,seharian ini ia tidak istirahat sekalipun.
hingga...sampailah ia di sebuah desa,dimana ketika ia masuk desa tersebut,suasana mencekam terasa,beberapa listrik padam dan beberapa lagi menyala,ia tahu persis tempat nya karena ia sudah di beri tahu detailnya oleh dokter junior di bawah nya yang ikut serta.ia terus menjalankan mobilnya,menyusuri jalanan yang bergelombang dengan genangan lumpur yang sedikit mengganggu jalan mobil nya,
hingga...terdapat beberapa bapak bapak yang sedang berjaga jaga di beberapa tempat,bergerombol mulai dari tiga hingga empat orang.Arif pun segera menghentikan mobilnya,membuka jendela mobil dan bertanya pada salah seorang.
"tuan...dimana ya tepat nya posko?"tanya Arif pada salah seorang,
"anda terus saja pak...lalu sampai jalanan ini habis belok ngiri pak...nanti disana sudah ada banyak orang pak..."ucap salah seorang bapak bapak menerangkan pada arif.
"terimakasih ya pak...mari..."ucapa arif seketika dan menancap gas mobilnya lagi menuju tempat yang di tunjukkan bapak bapak tadi,
arif pun menjalankan mobilnya dengan perlahan,tanah yang di pijaki ban ban mobil tidaklah rata,
"harusnya mobil ini tidak bisa masuk...tapi sudahlah...aku harus secepatnya menemukan nana."
ucap dalam hati arif.yang kemudian memacu mobilnya sedikit lebih cepat lagi,ia tidak peduli dengan jalan yang bergelombang.
hingga mobil berhenti ketika terlihat banyak warga yang tidur di lantai lantai kantor kelurahan dan terdapat tenda tenda darurat di sana sini.
"sayang kamu dimana?"tanya arif dalam hatinya sambil matanya menelusuri setiap apa yang dilihatinya,
hingga mobil terhenti dan semua pandangan mata tertuju padanya,arif pun tak menghiraukannya ia terlihat sibuk dengan celingukan mencari keberadaan istrinya.
arif keluar dari dalam mobilnya,kakinya satu persatu memijak tanah yang masih sangat lembab dan basah namun tidak ada lumpur disana.
seketika dokter yang mengenali arif pun berdatangan menghampirinya tidak terkecuali dokter muda yang menawari arif ikut kemarin.
dengan senang dokter tersebut menghampiri arif yang tengah sibuk dengan koper dan bawaannya,namun ia tidak membawa serta turun.
di kanan kirinya para tenaga medis mengerumuninya disana.
dokter cantik itu pun kemudian membuka kerumunan menuju arif di sela sela mereka.
__ADS_1
"dokter arif...katanya anda tidak ikut dok...kenapa bisa berubah pikiran seperti ini?ini sudah lewat tengah malam...apa gerangan yang membuat dokter arif nekat sampai kesini?"tanya dokter cantik itu dengan herannya.
ia mengira...dokter arif mengkhawatirkan nya.
arif hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dokter wanita itu,bahkan pertanyaan pertanyaan dokter lain pun tidak di hiraukannya.
"tadi ada banjir susulan dok...makanya kami siaga..."
ucap salah seorang dokter laki laki padanya.
dan barulah kata kata dokter itu di tanggapi arif dengan terkejutnya.
"apakah paramedis semua sudah berkumpul disini?"tanya arif pada semua dokter yang berada di samping sisinya,dengan mata mengamati satu per satu dan menyelidik,ia mencari istrinya jauh jauh sampai sini,dalam hatinya cemas bercampur khawatir yang semakin menjadi ketika tidak di dapatinya nana disana.
"iya...kami sudah berkumpul disini semua dokter..."ucap salah seorang dari mereka.
hati arif makin tak karuan dan ingin segera pergi dari mereka.
"dokter...ada juga kok yang sedang nemeriksa dan merawat luka korban di tenda darurat dokter..."sahut salah seorang lagi.
"dimana?dimana tempat pasien yang di rawat?"tanya arif dengan tergesa gesa sambil menepuk pundak salah seorang disana.
"disana dokter...di balik pendopo ini."ucap salah satu lagi sambil tangannya menunjuk ke arah pendopo dengan banyak orang yang berjubel memenuhi pendopo,banyak yang berbaring dan anak anak kecil di sana.
sontak semua mata menuju pada arif yang tergesa berlari seperti sedang mencari cari seseorang namun arif tidak bertanya atau menyebutkannya.
arif terus berlari menyusuri jalan yang terlihat sedikit becek hingga celana putih yang ia kenakan itu terlihat belepotan terkena cipratan lumpur yang di pijak kakinya.
arif terus berlari tanpa menghiraukan orang yang menyapanya,hingga sampailah ia pada tenda besar. seketika kakinya terhenti,ia khawatir bercampur rindu dengan istrinya itu,perlahan lahan ia melangkah maju,tangannya mencoba menyibak kan pintu tenda tersebut,seketika matanya menatap ke segala penjuru tenda yang terdapat tujuh pasien yang terlihat parah dan belum di jemput ambulans untuk di pindahkan ke rumah sakit terdekat.
"sayang...kau dimana?"ucap dalam hati arif yang sudah lelah dan campur kecapekan karena mencari istrinya,hatinya khawatir terjadi apa apa padanya.
arif mendengus kesal dengan menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya,berulang hingga beberapa kali.
__ADS_1
lalu ia membalikkan badannya,ia pergi meninggalkan tempatnya beranjak pergi berjalan menuju ke arah pendopo.menuju ke kerumunan petugas medis yang sedang saling menghibur.
"ada apa dokter?anda sebenarnya sedang mencari siapa dokter?"tanya dokter wanita cantik pada nya.
"aku...mencari..."ucap arif yang tertahan dan belum ia teruskan.
"mas...kok bisa disini?"tanya seorang wanita dari arah belakangnya,dan suara itu adalah suara yang sangat ia kenali dan pemilik suara itu lah yang ia cari cari yang ia rindukan.
sontak arif menoleh dan langsung membalikkan badannya menatap ke arah sosok wanita cantik yang berdiri beberapa meter darinya dengan tangan memegangi cangkir yang berisi kopi panas.
sesaat arif tersenyum menatap sosok cantik di depannya,hatinya lega kali ini ia rasakan,kemudian sedikit berlari menghampiri wanita itu dan menghentikan langkahnya saat sudah berada tepat di hadapannya,
semua mata menatap ke arah keduanya dengan tatapan heran dan penuh tanya,namun semua hanya bisa menatap dan melihat nya saja.
"sayang...aku mengkhawatirkanmu..."ucap arif seketika dengan wajah memelas dengan sedikit terharu.
sedangkan nana hanya menatapnya penuh dengan kegembiraan,karena dari tadi sejak berangkat hatinya tidak karuan,ia khawatir suaminya tidak membaca pesannya dan nana benar benar merindukannya,begitu hal nya arif yang sangat merindukan istri cantiknya itu.
dengan senyum yang mempesona nana menyambut suaminya,arif pun langsung memeluk tubuh istrinya di depan semua mata yang menatap terkejut ke arah mereka.
"sayang...kau membuatku khawatir setengah mati tahu..."
ucap arif di sela sela pelukannya,bisikannya sepertu tiupan ringan di telinga nana.nana pun membalas perkataan suaminya dengan senyuman hangat dan pelykan yang sama eratnya,meski salah satu tangannya memegangi cangkir kopi panas.
"mas...semua orang menatap ke arah kita...mas nggak apa apa?"tanya nana seketika yang masih berada di dekapan arif.
"aku tak peduli sayang...jauh jauh aku kemari untuk menemukanmu sayang...biarkan mereka semua tahu kau lah orang yang aku cintai,istriku."ucap arif lagi.
"tapi mas...."ucap nana tertahan dengan sedikit cemas nya.
"tapi kenapa sayang?"tanya arif lagi sambil melepas pelukan istrinya.
"bukankah di antara mereka ada dokter wanita yang menyukaimu mas?kau tidak takut ia akan patah hati?"
__ADS_1
tanya nana sedikit menggoda suaminya.
"aku lebih khawatir jika malam ini tidur istriku kedinginan tanpa pelukanku."ucap arif sambil mengembangkan senyumnya yang sangat tampan menurut nana.