
malam yang terang,terlihat langit langit malam di penuhi bintang bintang yang bertaburan,
"pemilik hati...akankah aku akan kecewa padamu??adakah perasaan tersambut ini akan membuatku bahagia atau malah melukaiku?"ucapan arif dalam hatinya,ia sangat menginginkannya namun ia khawatir...lebih tepatnya ia takut...ia takut jika akan kecewa saat mengetahui apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan keinginannya dan parahnya ia sudah terlanjur benar benar mencintai istrinya ini.(kesucian istrinya).
"ahh....masss...itu...itu...aaaah kelewat kan...itu...di sebelah sana...tepi jalan sana mas..."ucap nana berusaha menghentikan mobil yang di kendarai keduanya,karena sudah melewati sebuah home stay.
"ooooh...oke...oke...aku mundurkan nih mobilnya sayang..."
ucap arif dengan menepikan mobilnya,ia melihat di kaca spionnya ternyata tidak ada mobil dari arah belakangnya,lalu ia pun memundurkan mobilnya begitu saja dengan perlahan lahan hingga berhenti tepat di depan pagar menjulang tinggi yang terbuka lebar,dimana di dalamnya lumayan ramai...namun terkesan sangat biasa biasa saja,Home stay hanya dua tingkat saja,dan terdapat tempat parkir yang tidak muat jika bus besar masuk untuk parkir.
"sayang kau yakin kita kesini?kamu mau kita nginep sini?nggak apa nih?"tanya arif pada istrinya,dan terlihat nana hanya mengangkat kedua bahu nya saja dengan senyum yang manis di bibirnya.
"yakin nih??aku masukin mobil nih??"ucap arif dengan lirikan matanya melirik nana yang tidak merasa risih sama sekali.malah nana tersenyum lagi padanya.
"jangan pasang senyum seperti itu sayang...kamu tu...buat jantung aku mau copot tahu nggak sih...aaakh..."dengus canda arif yang lalu memutar mobilnya mengarahkanya belok dan lurus maju ke depan untuk masuk ke dalam area home stay.
arif memberhentikan mobilnya ketika ia sudah sampai tempat parkir dengan atap yang ada di atasnya,
terdapat tiang tiang dari besi untuk penyangganya.
"aku kenapa nggak yakin sih sayang?"ucap arif tiba tiba yang masih mematung di tempatnya,masih di depan kemudinya,
"nggak yakin apa sih mas?wong ya kelihatan rame kaya gini...mau gimana?mau cari tempat lain lagi?emang tahu daerah sini?"tanya nana balik pada suaminya.
"nggak juga sih sayang...tapi gimana ya...kesannya aku tuh nggak rela...moment pertama kita...yang harusnya kita kenang dong...terjadi di hotel biasa seperti ini."
ucap arif dengan dengusannya.
"aaakh....atau...jangan jangan...."ucap arif tertahan.ia khawatir jika meneruskannya akan membuat istrinya tersinggung dan marah.
"aaakh...sudahlah...mungkin hanya aku yang menginginkannya sekarang...mungkin hanya aku disini yang terlalu mencintainya...karma...iya ini memang karma untukku,jika pun nana sudah tidak perawan lagi...aku bisa apa?aku yang menyianyiakanya...mau gimana lagi...protes sama siapa...salah sendiri..."ucap arif dalam hatinya yang menyalahkan dirinya sendiri.Hingga tanpa sadar lamunannya sudah beberapa saat lamanya.
"maaas....mas nggak apa apa?ayo kalau mas mau pindah...mumpung belum kemalaman mas..."ucap nana pada suaminya,tangannya sedikit mengelus lengan arif beberapa kali,hingga arif terjaga dari lamunannya dan menoleh seketika ke arah nana.
"aaah...nggak apa apa sayang...kalau kamu suka...aku juga suka...mari kita pesan satu kamar saja,lalu jalan jalan sebentar menikmati indahnya malam di kota yang baru saja kita singgahi ini,aku ingin lihat...jarang jarang kan sayang..."ucap arif dengan senyumannya,dan nana hanya mendengus lega.
"apa aku tanpa sadar sudah berbuat suatu kesalahan?apa aku sudah melukai perasaannya?aku lupa...mas arif dari keluarga kalangan atas,nggak mungkin mas arif pernah menginap di hotel seperti ini kan?hotel yang bertaraf biasa biasa daja,aku pasti salah...aku hanya memikirkan diriku sendiri,aku bisa tidur hanya beralaskan kasur lipat saja,tapi mas arif pasti tidak terbiasa...harusnya aku lebih mengerti dia dan perasaannya...aaakh...egoisnya aku..."ucap nana dalam hatinya dengan sedikit bengong di tempatnya.
Hingga arif hampir turun dari mobilnya,satu kakinya sudah ia langkahkan keluar pintu mobil,dan sudah menapak ke tanah.
"eeeeh....maaaas....tunggu!!!"ucap nana sambil menarik lengan suaminya,sontak arif pun menghentikan geraknya lalu berbalik menatap ke arah istrinya.
"apa sayang?"tanya arif seketika.
"emmmb mas...kalau kita mau jalan jalan...apa nggak lebih baik...nyari hotelnya yang sedikit ke arah kota mas?ini terlalu ke pinggiran kota...mau jalan jalan dulu juga nanti baliknya kesini lama...udah malam lagi...mending sambil jalan...sambil nyari yang dekat kota saja...kan enak...kalau dekat kota...dekat dengan tempat tempat anak nongkrong..."ucap nana pada suaminya.
"oooh...ada baiknya itu sayang...iya aku setuju...toh kalau mau jalan jalan habis chek in kan balik lagi kesini...lama...sedangkan besok jalan pulang juga nglewatin kota sayang...hemmmz...jadinya kalau begitu...kita lanjut ya...nggak usah disini kan?"
__ADS_1
tanya arif pada istrinya,dan nana hanya manggut manggut mengiyakannya,barulah terlintas senyum senang di bibir arif,dan nana benar benar ikut senang di buatnya.
"aaakh...syukurlah aku nggak telat menyadarinya...semoga aku bisa mengimbangi perasaan mas arif oh tuhan..."ucap nana dalam hatinya lagi.dan sekarang arif pun masuk ke dalam mobilnya lagi,menghidupkannya lalu menjalankan kemudinya,keluar dari pelataran home stay yang baru mereka berdua singgahi.
setengah jam sudah mobil keduanya melewati jalanan besar,jalan utama yang di lewati banyak kendaraan besar dan sedikit padat.apa lagi saat malam seperti sekarang.
Arif memutuskan mencari alun alun kota tersebut,pastilah di dekat sana ada sebuah hotel,dan benar saja...hotel yang lumayan megah dengan tiga tingkat yang di tengahnya pelatarannya cukup luas untuk mobil dan kendaraan besar seperti bus.
"mas kok ngerti di dekat alun alun sini ada hotelnya sih?pernah kesini ya mas?"tanya nana asal asalan saja.
"emmmb nggak tu sayang...nggak pernah dan belum pernah kesini..."ucap arif sambil memarkirkan mobilnya.
"enak ya mas...dekat alun alun...dan kelihatannya juga alun alunnya rame...apa lagi ada wisata kuliner sih mas?"
tanya nana sambil menengok ke arah alun alun di depannya pas,namun yang kelihatan ramai di sebelahnya alun alun.
"mungkin sayang...bisa jadi...ya nanti kita jalan jalan kesana deh..sekarang mari kita chek in dulu deh sayang..."
ucap arif sambil membuka pintu mobilnya dan turun.
ia berlari kecil menuju pintu mobil nana,lalu membukakannya,terlihat nana dengan senang turun dari dalam mobil.
keduanya pun berjalan muju resepaionis hotel,lalu memesan satu kamar yang paling bagus di sana.
petugas yang sangat ramah dan cantik yang terlihat selalu menyunggingkan senyumnya ke arah arif,hingga membuat nana sedikit mengerutkan alisnya dan memanyunkan sedikit bibirnya.
hingga melotot dan terlihat tidak senangnya petugas wanita di depannya itu.
"mbak...maaf ya mbak...saya belum nikah lho...saya masih jomblo mbak..."ucapnya dengan terkekeh,dan nana yang mendengarnya pun manggut manggut dengan senyum kemenangannya.keduanya pun berjalan menuju kamar mereka,dimana arif yang menyeret koper nya,dan nana dengan riang berjalan sambil memeluk lengan suaminya itu.
"sayang...kamu sengaja ya buat malu mbak mbak nya tadi?"tanya arif pada istrinya,namun yang di tanyai malah senyam senyum saja dengan bangganya.
"tapi...ngomong ngomong...apa kita ini bisa di bilang penganten baru sih?secara kita tuh sudah nikah sembilan tahun lebih...dan memang benar meskipun belum pernah malam pertama."ucap nana dengan senyum jahil dan dagu menempel pada lengan suaminya,begitu manja.
"emmmb...sayang...kita penganten baru lah...meski sembilan tahun lampau kita nikahnya...hampir sepuluh tahun...tapi selang waktu nggak sampai dua bulan kan kita pisahnya...dan baru ketemu beberapa minggu lalu."
ucap arif sambil melempar senyuman pada istrinya.
"aaah...baiklah...kita sudah sampai sayang..."ucap arif sambil membuka kunci pada pintu kamar nya.
pintu terbuka dengan ruangan yang besar dan terdapat sofa beserta meja nya,lemari pakaian,televisi layar lebar,serta lemari pendingin dengan full isian minuman di dalamnya.kamar ber ac dengan kamar mandi yang lebar,
terdapat bathtub yang lumayan besar juga,muat empat orang jika ingin berendam.
"aaaakh....maaas....ini sangat baguuus..."ucap nana sambil melihat lihat isi dalam kamar nya,dan arif menata semua pakaiannya ke dalam lemari pakaian.
"bluk...."nana menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang nyaman,merebahkan tubuhnya disana.
__ADS_1
"aaah....nyaman...punggungku serasa bengkok..akhirnya lurus juga..."dengus nana sambil memejamkan matanya.
arif pun duduk di sofa sambil membawa minuman isotonik kalengan yang baru saja ia ambil barusan.
meneguknya perlahan sambil menatap polah tingkah sang istri yang menggemaskan menurutnya.
"apakah malam ini akan berlalu begitu saja tanpa persiapan apapun yang spesial untuk orang yang spesial?"
ucap arif dalam hatinya,dan terlihat beberapa saat sepertinya ia memikirkan sesuatu,sesuatu yang mungkin bisa terlaksana sempurna malam ini.
"sayang ayo jalan jalan dulu sebentar sambil cari makan...aku mau makan yang enak malam ini...ayo..."
ucap arif sambil beranjak dari duduknya dan perlahan mendekat ke arah nana,duduk di tepian ranjang dengan nana di sampingnya sedang tiduran.
arif menundukkan kepalanya,mendekat hingga hampir menyatukan bibir satu sama lain.
dengan tangan yang sudah mengurung di kedua sisi nana.
"cup,"kecupan arif yang ringan disana,"cup,"kecupan kedua yang mendarat lagi.
"malam ini...bisakah kita...."ucap arif yang terputus karena tangan nana dengan cepat meraih lalu merangkul leher arif dan mencium bibirnya.keduanya saling menikmati ciumannya,sampai...terdengar bunyi perut nana yang begitu nyaring.
"kruyuuukkk...."suara perut nana yang sudah minta di isi.
sontak jeduanya menghentikan aksinya,saling menatap dan berpandangan.
"sayang....lapar ya?ayo cari makan dulu...sama...aku juga lapar..."ucap arif sambil berdiri dan membantu istrinya untuk ikut berdiri.
"cup,"kecupan di pipi nana,
"benahi lipstik nya sebelum keluar ya sayang..."ucap arif di samping telinganya,menempel erat hingga bisikannya terasa seperti tiupan yang nana rasakan.
"oooh....iya mas...mas tunggu ya...aku benahi lipstik dulu..."ucap nana lalu berjalan menuju koper,dan mengambil alat make up nya.sebentar saja nana sudah terlihat sempurna,
"ayo mas...kita keluar..."ucap nana sambil menarik tangan suaminya yang menungguinya di sofa,hingga keduanya berjalan keluar dari kamar dan menuju ke lobi hotel.
"sayang tunggu disini dulu sebentar ya...aku mau kesana sebentar..."ucap arif sambil menunjuk ke bagian resepsionis hotel,dan nana terlihat manggut manggut di tempatnya.
arif berlalu pergi meninggalkan nana sebentar,berjalan menuju ke bagian resepsionis.Terlihat dari kejauhan,arif sedang mengobrol dengan beberapa staf hotel,dimana para staf itu manggut manggut seperti mengerti apa yang di instruksikan arif.
lalu arif berjalan mendekat kembali menghampiri istrinya yang dari tadi sedang bertanya tanya,pertanyaan pertanyaan mulai memenuhi otaknya.
"mas ngomongin apa saja sih sama mereka?kok kelihatannya sangat serius sekali sih mas?"
tanya nana pada suaminya yang begitu penasarannya.
"ada deh..."ucap arif yang tidak membuat lega hati nana,
__ADS_1
arif bermaksud memberikan kejutan untuk istrinya itu,namun nana malah cemberut dan manyun,wajahnya nampak tidak senang karena hanya dia yang tidak di beritahu oleh suaminya.