
Arif melanjutkan perjalanannya dengan di temani nana yang setia di sampingnya,keduanya terlihat begitu lelah selama perjalanan,Arif yang sesekali menguap karena kantuk yang sudah sangat parah,dan nana bahkan sudah siat siut tertidur dan terjaga kembali,lalulintas pun saat ini tidak bersahabat sama sekali,jalanan yang padat merayap di tambah guyuran air hujan yang sedikit lebat membuat suasana yang kian malas untuk beranjak kemanapun,Arif dan nana hanya bisa ikut berdesakan dengan kendaraan mobil lainnya,meski hotel yang akan mereka singgahi sudah terlihat,namun untuk mencapainya butuh perjuangan ekstra.
sesekali Arif melirik ke arah istrinya yang terlihat terkantuk kantuk karena tidak dapat menahan ngantuk saking beratnya.
"sayang...kamu begitu lucu saat seperti ini."ucap Arif sambil terlintas senyum tipis di bibir nya.
hingga akhirnya mobil yang ia tumpangi pun berhasil berhenti di hotel yang mereka tuju.
Arif memarkirkan mobilnya di tempat parkir hotel,dan melirik ke arah istrinya yang tengah tertidur di sampingnya,
perlahan lahan Arif mendekatt ke arah istrinya dan menundukkan wajahnya tepat di depan wajah nana dengan mata yang masih menutup.
"astaga...."ucap nana seketika saat membuka matanya,ia terbangun saat ada sesuatu yang menyentuh matanya,dan ternyata itu adalah rambut suaminya.
"kenapa se kaget itu sih lihat aku?aku cuma mau lepas sabuk pengaman kamu nih sayang..."ucap Arif dengan jujur nya,namun hati nana masih berdegup kencang di buatnya.
"oh...nggak apa apa mas...aku hanya kaget saja, maaaas...sudah sampai ya?"tanya nana saat terbangun dan menatap ke arah sekelilingnya ternyata ada bangunan yang megah nan tinggi mungkin hanya beberapa tingkat saja,,meski tidak se tinggi yang ada di kotanya...namun cukup luas kelihatannya.
"kau bisa turunkan sayang?"tanya Arif pada istrinya,dan nana hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaaan suaminya.
Arif segera turun dari mobilnya setelah ia membuka sabuk pengaman istrinya,ia bergegas menuju ke pintu mobil sebelah istrinya dan membukanya.
"Sayang...ayo turun..."ucap Arif dengan nada lembutnya,nana hanya menatap ke arah suaminya dengan sangat herannya,
"tuhan....ini nyata bukan?ini bukan mimpi bukan?dia...yang kini ada di depanku...sungguh Arif suamiku?apa yang membuatnya jadi manis seperti ini gula aren?"tanya nana dalam hatinya dengan tatapan yang terus menatap ke arah wajah Arif.
"apa ada yang aneh di wajahku?kenapa kamu menatapku sampai sebegitu nya sayang?"tanya Arif seketika yang membuat nana tersentak di tempatnya.
"aaah...tidak apa apa mas...ayo..."ucap nana sambil kaki nya melangkah keluar dari mobil dan turun tepat di depan Arif.keduanya berjalan masuk menuju resepsionis hotel,
terlihat di sana ada dua orang wanita yang lumayan cantik namun tidak se cantik nana,Arif dan nana menghampiri keduanya dan berhenti tepat di depan meja depan mereka.
"mau pesan satu kamar mbak...yang vip ya mbak..."ucap Arif sambil menatap ke arah dua orang tersebut.
"untuk berapa hari tuan?"tanya salah seorang dari mereka.
"untuk dua hari ke depan saja mbak..."ucap Arif pada petugas resepsionis hotel,lalu keduanya terlihat manggut manggut mengerti dan menyerahkan kunci kamar pada keduanya.
"mas...bukannya empat hari ya?kok cuma dua hari saja mas?"tanya nana tidak mengerti,dengan tangan sedikit menarik narik lengan tangan suaminya,karena pikir nana butuh empat hari mereka harusnya menginap disana.
"sayang...kamu begitu ingat ternyata...dan aku...sangat senang karena hal itu sayang...tapi...apa iya kamu akan betah disini selama empat hari?aku hanya niat dua hari...setelah iti pindah lagi sayang...gimana?kamu nggak mau ya?baiklah...aku akan pesan untuk empat hari lagi ya sayang..."ucap Arif sambil akan berbalik lagi menuju meja resepsionis,
__ADS_1
"aaah...jangan jangan mas...ia aku mau seperti yang kamu pikir tadi aja deh...okay..."ucap nana sambil menarik dan tanpa sadar memeluk lengan suaminya.
Nana tidak tahu...saat itu hati Arif benar benar sangat bergetar,ingin sekali ia mencium istrinya disana.
"muacgh,"tiba tiba kecupan Arif di pinggir kepala istrinya dengan lembutnya.
Seketika membuat merona pipi nana yang merasakannya,
keduanya berjalan menuju ke arah kamar yang sudah mereka pesan,dan arif menarik tangan nana lalu menggenggamnya saat nana memutuskan untuk melepas pelukannya,hingga nana tidak mampu untuk menolaknya.
sesampainya ia di depan pintu kamar yang mereka tuju,
Arif tengah mencoba membuka pintu tersebut dengan kunci yang ia bawa,setelah berhasil...barulah ia membuka pintu itu dan mengajak istrinya untuk masuk ke dalam.
Arif segera menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur yang lumayan lebar dengan terlentang di atasnya,dan nana pun menyusul di sampingnya,keduanya merebahkan tubuhnya yang begitu sangat kelelahan seharian,apa lagi nana yang kondisinya tergolong kurang fit.
"sayang...kau mau mandi dulu mungkin?apa aku duluan?atau kah...kita mandi sama sama mungkin?"
ucap Arif yang spontan ia ucapkan,
"mas duluan nggak apa apa deh...nanti aku setelah mas aja ya..."ucap nana lalu meringkuk menikmati kasur yang nyaman.Sedangkan Arif hanya manggut manggut lalu bergegas turun dari ranjangnya,berjalan perlahan ke arah kamar mandi,Arif tidak mengganti baju nya karena memang baju nya masih bagus dan baru saja ganti saat akan perjalanan tadi.
"baiklah nana...kamu istrinya bukan?pastilah bajunya muat di tubuhmu...dan pasti juga ia mau berbagi baju denganmu kan nana...okay...jangan khawatir...jika tidak boleh...pakai saja selimut seharian."gerutu nana sambil matanya masih terpejam dan bibirnya menekuk ke dalam.
"kemu...ngomong apa sih sayang?"ucap arif tiba tiba yang ternyata sudah jongkok di depannya dengan menatap lurus ke arah wajahnya.
"aduh....astaga....mas...ngapain sih hobi ngegetin aja...aku kaget tahu..."ucap nana dengan sedikit sungut disana.
"lah...harusnya aku yang kaget sayang...ngapain kamu mrengut kayak gitu?kayak orang sedang kesakitan tahu jatohnya...kenapa coba?"tanya Arif balik pada istrinya yang di sambut nana dengan gelengannya saja.
"mas sudah mandinya?"tanya nana kemudian pada Arif.
"ya tentu sudah lah sayang...nih buktinya udah keluar dari dalam kamar mandi...kenapa?mau aku mandiin ya?"
tanya Arif mencoba untuk menggoda istrinya.
"ih apaan sih mas...nggak ah...aku mau mandi sendiri...aja."ucap nana sambil bangkit dari tempat tidur nya,
"beneran bisa mandi sendiri?tangan kamu yang kanan masih sakit lo sayang...beneran bisa?ada relawan gratis nggak kamu manfaatin nih ceritanya?"ucap Arif yang mulai suka menggoda istrinya.
"gratis apaan sih maaaas...iya mas gratis...mas menang banyak juga ntar."sungut nana tanpa ada remnya,dan membuat arif tersenyum di buatnya.
__ADS_1
"haiiiizzz....sejak kapan kamu jadi menggemaskan kayak gini sih sayang?aku makin penasaran kan gimana rasanya..."ucap arif sambil memeluk tubuh nana dari belakang dengan sangat erat.
"rasanya rasanya apa sih mas?ada ada aja sih...lepas ah...aku mau mandi..."ucap nana sambil meronta mencoba melepas pelukan suaminya.
namun dengan cepat Arif memaksa merenggut dagu istrinya dan meraup bibirnya dengan sedikit paksa.
"mau rasain ini lah..."ucap nya dengan setelah menyudahi ciuman yang membuat wajah nana memerah di buatnya,
Arif tersenyum bangga karena bisa membuat nana sampai demikian.
"udah ah...aku mau mandi..."ucap nana sambil beranjak pergi meninggalkan Arif yang masih mematung dan menatapnya terus,nana menuju koper Arif dan membukanya,ia mengambil pakaian kemeja Arif dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi,beberapa saat namun Arif tidak mendengar guyuran air yang mengguyur,sontak membuat Arif sedikit khawatir,lalu ia pun datang ke dekat pintu kamar mandi,ia berusaha menguping disana,memastikan istrinya baik baik saja,namun lagi lagi tidak ada suara apa pun,lalu ia putuskan untuk menempelkan telinganya ke daun pintu dan mendengarkan apakah ada suara dari dalam.
"tok tok tok...."ketokan jari Arif di luar pintu kamar mandi,
"sayang...kau baik baik saja?sayang...kau tidak apa apa?"
tanya Arif lagi namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam,hingga membuat Arif kebingungan dan kekhawatirannya mulai memuncak,ia sudah tidak bisa menunggu lagi,ia tidak kuat menahan kekhawatirannya lagi.Segera saja ia membuka pintu itu dan ternyata istrinya terduduk di atas kloset duduk dengan air mata mengalir disana.
"sayang....kau kenapa?"ucap Arif sambil menghampiri istrinya dengan baju yang lengannya satu sudah terlepas namun yang satunya lagi masih melekat.
Arif langsung memeluk tubuh istrinya yang masih terisak disana dengan mata yang masih mengalirkan bulir bulir bening.
"maaaas....sakit..."ucap nana sambil mengangkat sedikit tangan kanannya yang masih nyeri.
"aaaakhhh...sayang...kurain apa...aku kan jadi khawatir...nggak ada suara aku dengar dari luar...kirain kamu ngilang gitu aja tahu nggak sih..."gerutu Arif campur gemas di nada suaranya,namun tanganya yang masih memeluk tubuh istrinya tidak mampu untuk tidak menenangkan istrinya.
"sudah sudah...aku bilang apa?aku mau bantu kamu mandi...kamunya ngeyel sih...sok kuat sok apa lah..."
ucap Arif lagi yang kini sedikit memarahi nana disana.
"Apaan sih mas...aku kesakitan malah kamu marah marahin...tega banget sih..."gerutu nana sambil mendorong tubuh suaminya agar sedikit menjauh darinya.
"ayo sini...aku bantu lepasin bajunya sayang..."ucap arif sambil berjongkok di hadapan istrinya.
"tapi maaaas....aku malu..."ucap jujur nana sambil sesekali menutupi area perut hingga dada nya yang sudah terbuka sebagian itu.
"aku gemaaas aku ambil gunting....aku gunting semua aku robek sekalian..."ucap Arif yang sudah mulai gemas dengan tingkah malu malu istrinya,meski ia membutuhkan bantuannya.
"jangan ngintip tapi...janji?"ucap nana lagi sambil mencoba jari jari tangan nya menutup mata sang suami.
"ya kali aku nutup mata terus bisa lepas sendiri tu baju...mau???"ucap Arif sambil meraih tangan istrinya dan memeganginya disana.
__ADS_1