CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
canda ceria di meja makan


__ADS_3

"pagi sayang nya bunda...waaah...udah seger aja nih...kayak bya ada yang sedang seneng nih...waaah...bunda harus minta traktiran ini...yakan ayah...nana juga kan nak...pasti mau traktiran kan..."


ucap bunda sambil menoleh memanggil ke arah suami dan menantu ta itu.


"iya...bunda...pasti nana kepingin dapat traktiran lah..."


sahut nana sambil menatap ke arah bunda lalu ayah nha dan terakhir menatap ke arah suaminya.


"ayah juga mau..." ucap ayah yang langsung di angguki bunda dan juga nana.


"eh sayang...kamu mau suamimu nraktir?nggak tahu apa lagi pengiritan buat rumah...baiklah...kita paruhan ya sayang...aku separuh...kamu separuh...secara gaji aku sama kamu aja banyakan kamu kan..."ucap arif begitu memelasnya, dan ekspresinya begitu mengena sekali di buat buat nya.terlihat pada semua yang melihatnya merasa iba di buatnya.


"oke...baiklah sayang...aku setuju kita paruhan...nanti malam ya...kita cari tempat yang nyaman gitu buat se keluarga...aku ma pingin makan yang pedes manis campur asem gitu." ucap nana yang seketika membuat mata semua orang menatap ke arahnya. ketiganya terkaget kaget di buat nya. apa lagi arif. sua.inya itu.


"aaah...apaan sih kenapa natap akunya seperti itu...aku lagi pingin aja bunda...ayah...mas...udah ah mari kita makan dulu deh...entar kesiangan lagi loh..


"ucap nana kemudian mengambil kursi dan menariknya untuk suaminya. dan arif pun dengan senang hati menempati kursi yang di berikan sang istri,


dalam hati bundanya...kepinginan menantu nya itu adalah suatu yang langka...dan bunda ber harap menantu nya itu pun benar benar akan mengandung secepatnya.


sedangkan di pikiran arif...ia pun merasa sangat senang atas apa yang keduanya sudah alami, dimana ia pun berharap bahwa isterinya itu secepatnya mengandung buah cinta keduanya.


ke empatnya menikmati makanan mereka dengan riang...dimana nana dan arif sesekali melempar pandangan dan senyumannya pada satu sama lain, hingga tanpa sadar...bunda bisa melihatnya dengan jelas, sangat jelas tepat nya.


"ouh ya rif...gimana sudah mulai belum bangun rumahnya?sudah dapat tanahnya?dimana?" tanya ayah yang penasaran dan ingin tahu.

__ADS_1


"belum yah...belum ada tanah yang cocok yang dekat dengan rumah ini...nanti kalau tiba tiba nana kangen bunda gimana..."ucap arif sambil melirik sang istri,peekataan arif cukup menggoda istrinya tersebut.


"gini nak...kamu mau nggak...di dekat jalan besar...tepatnya lahan kosong sana...ayah sudah menanyakan pada pemilik lahan...bahwa tanah itu memang di jual...tapi luasnya kira kira cuma 200 meter persegi saja...apa meburutmu itu kurang lebar?jika kamu nggak kurang lebar...ayah akan belikan disana saja...gimana?lumayan nggak jauh dari sini...tapi kalau jalan kaki ya bisa pegel juga kalau berada di ujung jalan sana...gimana?" tanya ayah yang menyela saat makan.


"waaah...bisa itu saja yah...udah dekat...nanti bangun dua lantai...jadi...cukup kok ukurang segitu yah...ayah mau belikan?aaah...nggak ayah...arif mau beli sendiri...pakai uang hasil jerih payah kerja aku sendiri yah...makasih ya...ayah udah beri jalan untuk arif...ayah atur ya...beli tanah itu...nanti arif yang akan duitin...oke yah?"


ucap arif dengan antusiasnya...karena jika naik kendaraan dari pojok jalan raya sana sampai rumah ayah dan bundanya hanya butuh waktu lima menitan lenih sedikit.


"nggak masalah uangnya lho rir...tapi istrimu mau nggak?kurang luas kurang lebar nggak?soalnya rumah itu di gunakan selamanya...nggak kaya seperti ngontrak yang pindah pundah gitu..."ucap ayah yang langsung membuat nana angkat bicara.


"ayah...bunda...mas...nggak usah khawatir aku nggak setuju...dimanapun itu...sebesar apapun itu...asalkan disana ada mas arif aku ngkut aja bund...yah..."


ucap nana sambil matanya melirik pada sang suami yang tengah menikmati makanannya.


"hati hati mas...pelan pelan ya sayang..."ucap nana lagi sambil mengulurkan se gelas air putih ke tangan suaminya dan suaminya pun langsung meneguknya.


"ya kan suamiku sayang..."ucapnya lagi,namun tiba tiba...


"bruuuuuuszzzh...."semburan air dari mulut arif yang menyembur ke arah depannya dimana ia meleleh campur kaget saat istrinya bicara demikian.


"ariiiiffff!!!" teriak ayah dan bundanya bersamaan di sela sela makan nya.


"aaakh....maaf bunda...ayaah...arif nggak bisa ngerem ayah...bunda...maaf ya yah...bund..."ucap arif sambil menerima tisu dari tangan isteinya dan saat arif melirik ke arah istrinya tersebur...senyum manis dan kerlingan mata genit nana tertuju padanya.


"astaga...sayang kenapa kau jadi genit seperti ini padaku sih...aaakh sayang...kamu membuatku klepek klepek tahu..."

__ADS_1


dengus dalam hati arif dan mengalihkan pandangannya menatap ke arah lain,arif takut jika ia bisa bisa tanpa sadar meraup bibir ranum istrinya yang begitu menggodanya untuk dirinya itu dan tanpa sadar dengan bodohnya ia memakan lagi sisa makanannya tadi yang sudah kena semburan air dari dalam mulutnya tadi.


"mas mau nana ambilin maem lagi nggak?itu yang mas maem udah kena aer lo mas...aer semburan nya mas tadi...apa masih enak?"tanya nana sambil tatapannya menunjuk ke arah piring yang berada di depan dada suaminya,tepatnya di piring atas meja makan.


"puuuffftth..." suara ketawa bunda dan ayah yang tertahan karena sikap lucu yang ia lihat dari puteranya yang dulu nya terkesan angkuh sombong dan galak kini karena jatuh cinta sikapnya menjadi lucu bahkan menggelikan.


"apa sih kaluan ini...bunda...ayah...tahu anak semata wayangnya mendadak nggak sadarkan diri tapi malah kaluan ketawain..."dengus arif dengan kesalnya,bibir monyong mengkerucut, dengan alis yang menyatu malah terkesan nampak lucu untuk di lihat bunda dan ayahnya.


"arif...kalau kamu kayak gitu...bukan nya kami malah diem nggak pingin ketawa...tapi malah ngakak rif...kamu tuh nggak imut nak...jadi jangan kamu paksain di imut imut kan segala napa...jatohnya kan lucu nak..."ucap bunda lagi yang membuat arif makin nggak kuat, karena menurutnya harusnya ia merajuk saat ini...tapi malah di ketawain...rajukan nya nggak mengena dan nggak menakutkan lagi untuk saat ini.


"bunda...arif nggak sok imut ya...dan arif ini marah bund...lagi marah...kalian nggak takut lagi kalau arif marah?nggak kayak dulu lagi?"tanya arif sambil kedua tangan nya bersedekap di dada nya.


"nggak...nggak takut...kan sekarang ada menantu bunda...menantu bunda ini pasti nggak akan ngebiarin bunda dan ayah nya kena marah suaminya lah..."


ucap bunda dengan senangnya,matanya mengedip sebelah pada nana,memberi kode agar menantu nya itu turut serta membela nya dalam permainannya.


dan nana membalas kedipan pula di sebelah matanya.


tanda ia mengikuti kemauan sang bunda nya.


"aaakh...kalian beraninya kroyokan...aku sama ayah aja deh...ya kan yah...?"ucap arif yang mengajak ayahnya mrmbelanya.namun ayah nya menggeleng tanda menolaknya.


"rif...kamu tahu sifat bundamu kan?mana berani ayah berpaling darinya...ayah hanya akan mengikutinya di belakangnya."ucap ayah yang sudah memperluhatkan mana yang akan menjadi kawan nya.


"akh...ya sudah kalian bertiga aja...serang arif sendirian disini...biarlah..."gerutu arif sambil menyodorkan piringnya dan menggantinya dengan piring yang baru.lalu nana menuangkan lagi makanan di atas piring suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2