
nana bergegas masuk kedalam kamar lalu menuju langsung ke dalam kamar mandi, Ia mengguyur tubuhnya yang seharian capek, Rasa lelah bercampur khawatir yang tadi ia rasakan kini sudah sirna, Yang ada hanya rasa capek yang kian menumpul, Membuat tubuh nya kelelahan dan lunglai.
Cuma sebentar ia menikmati acara mandinya, Lalu ia pun menuju ke ranjangnya yang ia rasakan berbeda malam itu,
Sangat berbeda. Dengan hanya memakai baju tidur yang lumayan tipis namun terdiri dari dua lapis.
perlahan ia pun melangkah menaiki ranjangnya dan melepas luaran pakaian tidurnya, Kini ia hanya mengenakan pakaian tidur bagian dalam saja, Menarik selimutnya lalu menyelimuti tubuhnya hingga menutupi sempurna, Hanya sebentar saja ia sudah tertidur.
Arif beranjak dari duduknya, Ia baru masuk ke dalam setelah lumayan lama ia merilekskan tubuhnya setelah makan malam, badannya pun lengket setelah seharian...ia berjalan masuk kedalam rumah, Tidak lupa ia pun menutup pintu rumah lalu berjalan melewati dapur dan ruang makan, Lalu ia menuju tangga naik menuju kamarnya, Langkah gontainya menandakan bahwa ia sedang dalam ke adaan capek. Sangat capek pastinya.
sampailah pada pintu kamar yang di tujunya, Tangannya secara pelan membuka knop pintu kamar dari luar kamar.
Langkahnya terhenti ketika ia dapati nana....istrinya itu tengah terlelap dengan sangat anggunnya.
Lalu ia pun mengenang saat tadi, Ketika ia melihat istrinya terlihat sangat khawatir melihatnya berada di rumah sakit, Bahkan ia rela menyetir mobil untuknya sampai ke rumah.
"aaakhhh....istriku...kau begitu menggemaskan...izinkan mas malam ini menghangatkanmu ya sayang..." Ucap arif sambil berhambur datang pada istrinya dan ikut naik ke atas ranjang menuju tubuh belakang istrinya yang kini tengah memunggunginya.
Ia pun langsung memeluk tubuh nana, Dima nana hanya menggeliat karena gerah oleh ulah sang suami.
"maaaas....mandi dulu gih...mas masih bau asem tahu..."
Ucap nana yang seketika menyadarkan sang suami dan langsung menghentikan aksinya, Ia terjaga lalu menatap wajah istrinya yang hanya terlihat dari samping saja.
"aaakh...sayang...tau aja mas belum mandi...emang sebegitu asemnya ya kok sampai ketahuan sih?" tanya arif yang hanya di balas nana dengan dengusan saja,
Karena memang saat ini ia benar benar lelah dan ngantuk berat.
"sayang...habis mandi ya kita lanjutin...mas mandi dulu kalau gitu..." Ucap arif sambil berbisik di telinga sang istri,
Tak lupa kecupan lembutnya yang mendarat di pelipis nana. Namun wanita itu hanya membalas dengan dengusannya saja. Arif tidak marah atau pun sedih karena ulah sang istri, ia tahu istrinya seperti apa saat ini.
Arif mendengus lalu merangkak turun dari atas ranjangnya,
__ADS_1
perlahan lahan menurunkan satu persatu kakinya dengan perlahan, sekarang ia malah khawatit kalau istrinya akan terganggu dan bangun. Lalu ia pun melangkah berjalan menuju kamar mandi. sebenarnya ia bukan tipe pemalas atau nggak doyan mandi, Tapi karena memang keadaanya yang memang belum sembuh. benar itu ia malas menyentuh air, Namun ia memakai air hangat untuk mandi jadi bisa di bilang ia nggak akan apa apa.
Beberapa saat ia mengguyur tubuhnya, Hingga ia usai mandi lalu mengeringkan rambutnya, ada sebuah kaca besar di dalam kamar mandinya. Ia menatap bayangannya di cermin kaca tersebut. Mengamati setiap lekuk wajahnya yang terlihat segar dengan air yang masih menetes di sana. Bekas air mandi yang masih tersisa.
"Bisa bisanya aku bersikap tak tahu malu...astaga...apa yang sudah aku pikirkan ya tuhan?sungguh karuniamu begitu besar untuku, Namun aku tidak pernah bersyukur sama sekali." Ucap arif sambil mengacak acak rambutnya dan senyum senang disana, ia masih tidak percaya pada apa yang ia miliki saat ini, Adalah istrinya dengan seutuhnya hatinya untuknya.
Lalu ia pun melangkah keluar kamar, Dimana ia masih dapati istrinya pada pose yang sama, Ditambah lagi...pose istrinya dengan sebagian selimut yang menyingkap tanpa tutup. Sebagai seorang lelaki...jelas Arif merasa tertekan untuk saat ini, Gimana dia nggak merasa tegang saat ia dapati sesuatu yang tengah sangat menggoda hasrat kelelakiannya itu ada di hadapannya.
"tahan arif...tahan...kasian istrimu...ia sudah kelelahan...tidur arif sekarang...tidur..."ucap arif sambil melangkah perlahan dan merangkak naik ke atas tempat tidur.
membaringkan tubuhnya di belakang istrinya dan turut masuk kedalam selimut yang di pakai sang istri.
"aaakhhh...aku nggak bisa tahan ini lagi...sungguh...aku sangat tertekan sayang..." Ucap nya sambil memeluk tubuh istrinya dan mulai mengusap usap wajahnya ke tengkuknya.
"Maaaas...aku ngantuuuk...biarkan aku tidur ya...."ucap nana sambil membalas pelukan suaminya dan mendekap erat kedua tangan suaminya agar berhenti macam macam.
"huuuuhhhh...." Dengusnya sambil membalas pelukan yang sama, Hingga keduanya sama sama tertidur dengan lelapnya.
pagi yang cerah sudah terlihat dari semburat cahaya yang keluar terpancar dari matahari yang baru mengintip di ufuk timur. Cukup hangat cahaya yang menyilaukan itu masuk kedalam celah celah jendela yang tirainya sedikit terombang ambing oleh semilir angin dari luar jendela yang sedikit terbuka.
pikir bundanya dan ayah juga seperti itu.
nana meraih ponselnya dengan mata masih memicing malas membuka,di tatapnya layar ponsel tersebut, Tiba tiba..."Astaga maas...kenapa sudah pukul delapan? aku harus ke kantor sekarang...aku ada jadwal pasien hari ini...rujukan dari dokter Agus...mas ...ayo bangun...bukankah mas juga masuk kerja hari ini!" Ucap nana dengan polah tingkah geragapan dan tergesa gesa terbangun dari tempat tidurnya.
"aaaakh......gubrak....!!!"suara nana berteriak karena terjatuh dari atas ranjang, Kakinya masih terlilit selimut yang ia kenakan. Sontak membuat suaminya terbangun dan langsung menuju ke arah istrinya yang tengkurap di bawah ranjang.
"astaga sayang kamu ngapain tengkurap disitu?? Aku tadi dengar kelapa jatuh dari pohonnya...apa kamu juga dengar sayang?" Tanya Arif pada istrinya dan mencoba membangunkan sang istri.
"maaaas itu aku yang jatoh...bukan kelapa...mana ada disini kelapa...bangun dulu napa mas...lihat istrimu ini..."
Dengus nana dengan kesal nya.
"astaga sayang....kamu jatoh?jadi kamu yang jatoh sayang?akhh...maaf sayang...aku nggak tahu...sini sini ayo duduk sini..." Ucap Arif sambil mengangkat tubuh istrinya dan membantunya duduk di tepian ranjangnya.
__ADS_1
"udah maaaas aku nggak apa apa kok...mas jangan khawatir ya...aku mau mandi dulu..." Ucap nana sambil beranjak berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju ke arah kamar mandi nya.
"emmmb...sayang...aku siapin pakaian untuk kerja hari ini ya..." Teriak arif memberitahu pada istrinya.
Karena mungkin ini untuk pertama kalinya istrinya itu telat berangkat kerja, Sedangkan arif udah pernah dan nggak begitu khawatir...meski arif tahu konsekuensinya pasien nya sudah mengantri mengekor panjang hingga ia tidak bisa bergerak untuk memeriksa mereka semua.
"aaaaakkkhhhh!!!!" Teriak nana seketika saat usai mandi dan masih berada di dalam kamar mandinya.
Dan Arif pun sudah tahu itu karena apa. Diam diam dia hanya berjalan menuju ke depan pintu kamar mandii dan menguping disana. Dimana ia dengar nana sesang menggerutu karena lehernya ada bekas tanda yang arif berikan. Padahal hari ini nana harus menemui pasien yang di limpahlan oleh dokter agus padanya.Dokter Agus adalah dokter yang memegang tanggung jawab selama nana tidak masuk kemarin.
"maaaas kamu kebiasaan sesukanya...semaunya...nggak kira kira...kenapa juga harus di tempat ini...kenapa nggak di tempat lain yang nggak kelihatan...aaakh...."
gerutu nana lagi lagi dan lagi lalu keluar dari dalam kamar mandinya.
"sayang...maaf ya sayang...semalam mas lagi kepingin banget sayang...mas nggak ingin bangunin kamu karena kamu capek...mas sudah hilang akal sehat...kamu pantas marahin mas...mas akan terima..."Ucap Arif yang nggak di gubris nana, Karena kebiasaan Arif selalu minta maaf seperti itu namun slalu di ulanginya lagi lagi dan lagi.
"mas...kenapa juga selalu di tempat ini sih?" Gerutu nana sambil jari telunjuknya menunjuk ke area yang arif beri tanda.
"bukan milih di situ sayang...cuma...emang semua udah rata...udah penuh bekas ciuman...jadi...itu seperti naluri seorang lelaki yang mencoba memgabsen mana saja yang belum...alhasil nggak terasa jatohnya di sana."
Elak arif dengan bodohnya.
"Haaaiiisssa udah ah...aku mau kerja." Ucap nana sambil melempar handuk yang ia kenakan ke punggung sofa, Kini ia benar benar polos tanpa apa apa.
"Astaga...sayang kenapa kau malah menggodaku di waktu sempit seperti ini sih?mau aku makan ya?" dengus arif yang sudah beberapa kali menelan ludah karena bentuk indah di hadapan matanya yang ia lihat tanpa pembatas.
"Emang aku mau buat mas kepingin...habis itu nggak aku kasih...aku mau terus berangkat kerja." Ucap nana datar tanpa dosa.
"aaaaakkkh....sayang....kenapa kamu bisa se tega itu dengan suamimu....apa kau beneran tega sayang?ayo sini...beri aku sebentar saja....biarkan aku menikmatinya...aku sudah cukup frustasi menahannya dari semalam...masih kah kau tega begini?" Ucap arif dengan nada memelasnya, Namun nana malah melengos dan memakai pakaian nya satu per satu yang sudah arif siapkan tadi.
rok span se bawah lutut warna soft pink dengan atasan warna putih susu dengan dada berpita, dan lengan panjang.
"mas tahu nggak?emang aku mau nyiksa mas...
__ADS_1
nyiksa mas seperti itu adalah hal yang sangat menyenangkan...membuat mas tersiksa membuatku makin bahagia....hiyaaaa....harus nya aku yang bilang begitu mas...lihat ulah mas ini...nggak kira kira itu aku apa mas sih sebenarnya?heran deh...mau menang sendiri...huh...mas telat tuh...udah setengah sembilan...aku mau bedakan...bye mas..."ucap ngeledek nana yang membuat arif nurut dan berlalu tanpa suara dengan langkah gontai menuju ke kamar mandi.
"tapi sayang....nanti malam ya...kita lanjutkan...oke...nggak boleh nolak...nolak dosa tau....brak!!"ucap arif lalu menutup pintu kamar mandi sebelum nana menjawab yang macam macam lagi. Nana hanya mendengus kesal namun benar adanya ia tidak bisa menolak dan tidak boleh menolak.