
"sayang....apa kau tahu saat ini kau sedang menggidaku...gimana aku bisa pergi jika aku menginginkanmu seperti ini sayang...."ucap arif sambil berdiri dari duduk nya dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"tok tok tok...."suara ketokan dari luar pintu ruang kerja nana.dan seketika itu pula arif mau tidak mau melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kursi pasien di depan meja kerja nana.arif terduduk di sana.
"masuk..."ucap nana seketika.
"maaf miss na...ini perintah dari ketua...malam ini anda di minta datang ke cafe xx untuk merayakan kepindahan dokter na ke rumah sakit kita,"ucap perawat yang juga mengenal dokter arif.
"oh maaf dokter arif...saya tidak tahu..."ucap si perawat saat arif baru saja berbalik dari kursinya menatap siapa yang sedang ngomong barusan.
"tidak apa apa,"ucap arif tiba tiba dengan nada datarnya.
"iya saya akan hadir...pukul berapa nanti malam?"tanya nana dengan ramahnya.
__ADS_1
"pukul tujuh malam dokter na....baiklah..saya mohon diri dulu dokter na...dokter arif..."ucap si perawat lalu beranjak berjalan pergi meninggalkan nana dan arif di dalam ruangannya lagi.
nana pun kembali duduk di kursi kerjanya,denan kedua tangan di lipat di atas meja.
"mas nanti malam mau ikut nggak?"tanya nana membuka percakapan pada suaminya yang terlihat sedikit cemberut itu.
"emmmz...aku pasti ikut lah...aku kan dapat undangan pula sayang...kita sama sama ya datang nya?"tanya arif yang begitu berharap.
"mas...kayaknya nggak bisa mas...aku berangkat dari sini...gimana...nggak apa apa kan mas?"tanya nana pada arif,karena nana tahu...kalau arif sudah berkemauan...ia tidak bisa di tolak siapa siapa.
"iya mas...aku minta tolong bawakan ya...yang paling bagus,tahu kan mas?"ucap nana yang mungkin bisa menghibur suaminya itu.
"baiklah sayang...sepertinya sudah cukup kunjunganku hari ini...kamu...jangan nakal ya di tempat kerja nggak ada aku yang ngawasi,"kata arif disana dengan sedikit penekanannya.
__ADS_1
lalu nana pun tersenyum dan membuat arif senang melihatnya.arif pun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah istrinya itu,tubuhnya membungkuk,dan kepalanya menunduk,sesaat ia menyesap lalu mengecup pucuk kepala nana di sana.
"aku pulang dulu ya sayang...ingat...jangan telat makan...oke?"ucap arif dengan nada lembutnya yang membuat nana menjadi salah tingkah karena ia belum terbiasa dengan perlakuan manis dari arif suaminya.
"iya mas...hati hati di jalan ya..."ucap nana sambil beranjak berdiri dati kursinya dan berjalan mengantarkan suaminya pergi.
namun...sebelum arif benar benar sampai di dekat pintu keluar,arif menarik lengan nana hingga tubuhnya menubruk ke dadanya.
sesaat mata keduanya saling menatap satu sama lain.
jantung arif berdetak lebih kencang.dan nana pun menyadari detak jantungnya juga tidak bisa ia kendalikan lagi.
"cup,"kecupan mendarat di bibir keduanya.
__ADS_1
"sayang...aku beneran pergi lo ini..."ucap arif sambil melepas pelukannya.
namun nana bukannya membalas ucapan arif tapi ia hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya mengantar kepergian suaminya itu.