
nana hanya menurut dan ikut masuk ke dalam mobil.
mobil melaju meninggalkan tempat makan yamg baru saja mereka singgahi.
nana merasakan ponselnya bergetar-getar,
lalu ia mengambilnya melihat itu pesan dari siapa...
tiba-tiba wajahnya sumringah.
bunda farida.
nak...nanti minta antar arif ke butik teman bunda ya...arif sudah tahu kok,bunda tunggu lho...
kata-kata yang nana baca dari pesan ponselnya.
"calon adik ipar...bisa antar aku ke butik teman bunda farida tidak?butik langganan bunda?"
kata nana pada arif.
"ngapain kamu kesana?nggak nggak mau,pergi aja sendiri,"
ucap ketus arif.
"dasar setan tak punya perasaan,"
gumam nana yang di dengar arif samar-samar.
"sudah tahu...jangan mencoba berurusan dengan setan,"
ucap arif lebih ketus.
lalu nana pun mengambil ponselnya...ia mencoba membalas pesan bunda farida.
bund...alamatnya dimana?calon adek ipar dia sibuk bund...aku akan kesana sendiri saja,"
ucap nana di pesan yang ia kirim barusan.
namun...ia tidak mendapat balasan dari bunda,padahal jelas-jelas bunda membukannya.
tiba-tiba...ponsel arif pun berbunyi...arif meminggirkan mobilnya...memarkirkannya di tepi jalan lalu ia melihat layar ponselnya,
seketika ia langsung mengangkatnya sambil keluwar dari dalam mobilnya,
terlihat arif mengangkat telepon nya.
dengan wajah terlihat kesal...ia pun masuk ke dalam mobil nya,
sambil menggebrak kemudi di depannya.
"braaaak,"
suaranya sangat keras.
"kenapa kau mengadu pada bunda hemm!"
geram arif.
"a....aku...tidak...."
sebelum nana melanjutkan kata-katanya...ia menancap gas mobilnya,dengan cepat...nana pun tersentak dengan tingkah arif itu.
nana sedikit khawatir dan takut.
"dasar setan,"
dengus kesal nana
"bunda baiknya seperti malaikat...mas rama perhatian dan baik...tapi kenapa yang satu ini seperti penampakan yang benar-benar berbeda dari keduanya,setan dari mana sih ini,"
gerutu nana dengan sebalnya.
mobil pun berhenti di sebuah butik mewah ternama di kota itu
ia menatap dari luwar jendela kaca,mengamati dari dalam mobil.
__ADS_1
"gaun pengantin?"
ucap nana tiba-tiba.
yang di dengar arif.
"jangan harap kamu,"
ucap arif.
dalam pikir arif...sudah tidak mungkin ia menjadi kakak ipar nya,yang ada pasti jadi pelayan di butik tersebut."
"apa nanti rama akan datang pula?"
tanya nana.
"jangan harap,"
sahut arif sambil turun dari mobil dan berlalu masuk begitu saja.
nana yang melihat pun ikut turun dari mobil dan berlari kecil masuk ke dalam butik.
di dalam butik...nana melihat bunda farida berbincang dengan arif yang berdiri mematung.
lalu nana pun menghampirinya.
"bund...kenapa aku harus pilih pakaian resmi pula sih,"
terdengar arif bergerutu,namun akhirnya pun pergi dengan memilih pakaian resmi untuknya.
"bunda..."
sapa nana pada bunda farida.
"halo nak...sini...sini..."
ucap bunda sambil menepuk-nepuk tempat duduk di sebelahnya isyarat nana harus duduk disana.
"bund...apa nanti mas rama datang juga?"
tanya nana pada bunda yang langsung membuat wajah bunda yang mula ceria itu kini terlihat agak murung.
ucap bunda pada nana.
"lalu...apakah nanti aku bisa berkunjung dan melihat mas rama di tempat perawatannya bund?"
tanya nana ingin tahu,karena entah kenapa sejak terakhir kali nana bermimpi mas rama itu...ia jadi merindukannya.
namun bunda seperti menahan kesedihan di balik senyumannya.
"kau tahu kan nak...rama itu seorang yang ceria dan tegar...berbeda dengan arif...dia malu kalau harus ketemu kamu dalam keadaan dia yang menyedihkan,"
ucap bunda yang matanya mulai berkaca-kaca.
nana yang melihat pun jadi tidak tega.
"baiklah bund...nana akan menunggu bertemu dengan mas rama saat nikahan nanti,ngomong-ngomong...bunda sudah mengurus semua keperluan untuk nikahan bukan?"
tanya nana ingin tahu,
"tentu bunda langsung mengurusnya...mungkin besok sudah jadi lho surat nikah nya...tinggal ngesahinnya saja..."
ucap bunda bahagia.
"eh...makanya hari ini kita nyari kebaya buat nikahannya...ayow...kamu pilih..."
kata bunda.
keduanya asyik memilih dan mencoba kebaya yang akan di kenakan waktu acara.
lalu setelah keduanya mendapat kebaya yang di inginkan.
bunda mengajak nana ke rumah calon mertuanya itu.
"nak kita belanja dulu yuk...buat masak di rumah,"
__ADS_1
ucap bunda yang membuat nana gembira...
karena ia pasti bertemu dengan mas rama yang tanpa terasa sudah ia rindukan itu.
dengan langkah bahagianya...keduanya berlalu memasuki sebuah mall besar...
bunda mengambil begitu banyak sosis ukuran jumbo.
"bund...suka sosis ya?"
tanya nana ingin tahu.
"ini kesukaan arif nak...jadi bunda beli yang banyak...selain buat lauk...dia suka nyemil juga."
ucap bunda
"baru kali ini aku tahu seta doyan sosis...nyemil pula,"
ucap nana dalam hatinya.
ketika melewati rak bagian buwah-buwahan...
bunda terlihat mengambil beberapa apel kuning besar-besar...
"bund...suka apel ini juga?"
tanya nana...karena kebanyakan yang di beli bunda itu buwah apel kuning besar.
"ini kesukaan arif nak...dan anggur...adalah kesukaan om surya,"
kata bunda menerangkan.
nana mulai merasa aneh dengan bunda.
dari tadi yang bunda belikan dan bunda sebut hanya kesukaan si setan itu,
tapi kesukaan calon suaminya tidak di ambilkannya.
"bund...kalau makanan yang mas rama suka apa bund?dan buwah juga?
nana pingin pilihkan buat mas rama bund..."
ucap nana ingin tahu.
namun tiba-tiba bunda menghentikan aktivitasnya,
tangannya mencengkeram kuwat tas tangannya,
dan saat di lirik nana...bibir bunda sedikit tertekuk disana.
saat itu juga nana tahu...bunda pasti tahu kalau mas rama tidak bisa mencerna makanan makanan seperti itu.
"baiklah-baiklah bund...udah-udah...sekarang lanjut kita belanjanya ya bund..."
dan sesaat nana melihat genangan bening di pelupuk mata bunda farida.
nana segera mengalihkan perhatiannya.
saat semua sudah cukup mereka dengan belanjanya.
tiba-tiba ponselnya bunda berbunyi.
bunda menerima telfonnya dengan sedikit menjauh dari nana.
terlihat ceria di wajah bunda saat sudah menerima telfon itu.
yang lalu datang mendekat ke arah nana.
"nak...dua hari lagi kalian akan sah sayang...bunda baru dapat kabar...kalau dua hari lagi sekalian surat nikah kalian jadi...makanya...hari itu pula...bunda akan mengadakan pernikahan untuk kalian,
bunda cuma mengundang kerabat dekat saja...mungkin sekitar limapuluh orang saja...keluwarga suami bunda dan juga keluwarga bunda.
jadi...mulai sekarang...di jaga kesehatannya...agar lancar waktu acaranya...dan...selama itu...kamu tidak boleh bertemu dengan rama.sama sekali tidak boleh...telfon atau berkirim pesan pun tidak boleh...bunda sita ponselnya rama."
ucap bunda sungguh-sungguh yang membuat nana tidak bisa membantah.
__ADS_1
"baiklah....toh cuma dua hari lagi kita akan bersama...kita pasti akan bisa melaluinya,"
ucap nana dalam hatinya,"