
pagi yang mendung,dimana matahari masih menyembunyikan cahanya di balik awan,mendung redup meski waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lebih.
tanpa terasa rintik hujan yang sesekali terdengar mengguyur membasahi pucuk rumput membuat suasana dengan aroma yang khas tanah basah itu menjadi makin romantis.
aroma wangi khas tubuh nana yang arif cium pagi itu,membuatnya makin betah memeluk tubuh yang berkulit lembut makin mengerat ke pelukannya.
saling memeluk,merasakan kehangatan satu sama lain.
nana menggeliat beringsut memunggungi tubuh Arif,tangan kekar lelaki di sampingnya itu kini makin erat memeluknya.perasaan yang benar benar bahagia bagi keduanya,meski juga baru mereka rasakan.
nana terbangun seketika saat merasakan sedikit nyeri di bagian perut bawahnya.
"uuugh..."dengusnya sambil menekan perut bagian bawahnya.
"aaakh...ini sangat tidak nyaman...lebih sakit daripada saat datang bulan."ucap nana dalam hatinya, ia lalu meraih obat penghilang rasa nyeri yang selalu di bawa suaminya di laci samping tempat tidurnya,perlahan ia beringsut melepas pelukan suaminya,kemudian dengan berbalut selimut tebalnya ia pun terduduk di tepian ranjang.mengambil obatnya lalu meneguknya.
"hemmmmmzzzz...."dengusnya saat ia rasa melihat bercak darah di bawah tumpukan tumpukan kelopak bunga mawar yang semalam sengaja di rusaknya.padahal sepertinya bunga bunga itu sudah ia bersihkan semua dari atas ranjangnya,entah masih ada saja datang dari mana.
"aaakh..."teriaknya saat tangan kekar dari belakang menyahutnya dan memaksa membaringkan tubuhnya di sampingnya.
"sayang...biarkan aku tidur sedikit lebih lama lagi..."ucap suaminya sambil mengeratkan pelukannya.
nana hanya tersenyum dan membalas pelukan suaminya itu dengan dekapan tangan nya yang melingkar di lengan kekar Arif.
hingga pukul sembilan pagi keduanya begitu pulas menikmati tidur nya.
"ddddrrrrtttt....ddddrrrtttt....."getaran ponsel milik arif yang berada di samping tempat tidurnya.
perlahan arif melonggarkan pelukannya dan menarik tangannya dengan perlahan lahan.
"halo...ada apa yu?"tanya arif pada bayu,teman yang menggantikan sift nya.Ia bicara saat baru mengankat telepone dari bayu,lalu berjalan menuju ke depan pintu arah balkon,dan membukanya,berjalan keluar kamar menuju kesana.karena ia tidak ingin istrinya terganggu oleh percakapannya.
"gini rif...sore tadi anakku masuk rumah sakit sini...siang nanti gantikan aku bisa nggak?aku hari ini nggak bisa nerusin."ucap jujur bayu pada arif,karena keadaan puteranya.
"oh...nih sekarang sudah pukul sembilan lebih...aku masih di luar kota yu...aku balik sekarang kira kira dua jaman lagi sampai rumah,kamu nggak apa kan?"tanya arif sambil mengacak rambutnya.
"mas...pakai kemejanya...kamu bisa masuk angin kalau hanya telanjang dada begini..."ucap nana tiba tiba dari belakangnya sambil membantu arif memakai kemejanya,
"emmmb...cup...makasih sayang..."ucap arif sambil mengecup kening nana.
"hei...kamu lagi sama doktet na rif?"tanya bayu seketika dengan ekspresi terkejutnya,
"laaaah kamu bilangnya mau ke posko rif...kok bisa berduaan sih?"tanya bayu dengan antusiasnya,ia terlalu kepo...pada sahabatnya tersebut.
"iya...niatnya sih nyusulin dia yu...tapi...disana ada sedikit insiden yang membuat istriku cidera...akhirnya aku ajak pulang aja dia..."ucap arif sambil memeluk tubuh istrinya dengan menatap pemandangan yang terhampar di depannya.
"oh...oke...oke...kalau begitu iya sudah nanti aku tunggu sampai jam dua siang ya...kamu cepet balik deh...hati hati di jalan rif..."ucap bayu lalu memutus panggilan suaranya.
"ada apa mas?bayu ya?bilang apa dia?"tanya nana ingin tahu.
"itu...anaknya lagi sakit dia...yang jagain hanya istrinya aja...istrinya lagi hamil anak kedua sayang...jadi pasti butuh dia,nah aku di suruh masuk hari ini,nanti dia nungguin aku datang sampai jam dua sayang...bisa kan kita setelah sarapan terus berangkat?"
ucap arif menerangkan.dan ia juga bertanya pendapat istrinya.
"oooh...aku okay okay aja kok maaas...jangan khawatir...."ucap nana dengan senangnya,lalu keduanya pun masuk bersamaan ke dalam kamar,
arif mulai mengemas semua pakaiannya ke dalam koper yang ia bawa,dan nana lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi, perlahan ia mulai mengguyur tubuhnya dengan air.
arif yang mendengarnya pun seakan tidak bisa menolak hasrat kelelakiannya.langsung saja ia ikut masuk ke dalam kamar mandi begitu saja.
"loooh mas...udah semua ya?"tanya nana pada suaminya,namun ia tidak menggubrisnya,ia makin menjadi hingga...nana terlihat sedikit meringis kesakitan.
"kamu...sakit sayang?bekas semalam masih sakit?sakit aja apa sakit banget rasanya?"tanya arif yang mendetail pada istrinya,ia hanya khawatir kalau sakit istrinya berlebihan kan nggak wajar dirasakannya.
__ADS_1
"emb...nggak apa apa kok mas...cuma sedikit kram mas...aku udahan dulu ya mandinya...mas lanjutin aja..."
ucap nana sambil berjalan tertatih tatih.
"aku anterin ya sayang?"tanya arif sambil menyahut handuk kemudian menutupkannya pada tubuh istrinya.
arif memapah tubuh istrinya sampai duduk di sofa,
Ia tahu persis bagaimana rasanya...apa lagi saat ia menatap tetesan darah mengering yang tertinggal di atas seprei alas tidur keduanya semalam.
Ia makin iba ketika dengan bodohnya pernah mengumpat tentsng istrinya, pernah menuduh sang istri macam macam.Akhirnya kini semua terjawab sudah.
"sayang...maafkan aku...aku terlalu bodoh memahamimu...aku tak pantas mendapatkan maafmu sayang...aku nggak peka...nggak pengertian...nggak ada perhatiannya...aku benar benar..."ucap arif menggantung karena ciuman nana.
"cup...mas lanjutin mandi dulu deh...aku nggak apa apa mas..."balas ucap nana dengan elusan di kedua sisi wajah suaminya.
"oke...baiklah...aku lanjutin mandi dulu ya sayang...kamu baik baik ya..."
ucap arif pada istrinya kemudian ia bergegas masuk kedalam kamar mandi,dan beberapa detik kemudian terdengar guyuran air membasuh tubuh arif.
"huuuuffffhhht...."suara hembusan nafas nana dengan tangan meraih pakaiannya yang masih berantakan di lantai,ia memungutinya perlahan,perutnya masih nyeri,dan rasanya benar benar mengganggunya...
"aakh...sakit nya...perutku benar benar sakit..."dengus nana dengan lagi lagi hembusan nafasnya.
"nana...ini pasti di alami seluruh wanita di dunia...jadi...jangan biarkan pikiranmu mempengaruhi mu,
Jangan seperti orang yang paling terpaksa lalu merasa kesakitan sendiri nana..."ucap nana dalam hatinya, Mencoba agar mengurangi rasa sakitnya.
nana mengenakan pakaiannya dengan perlahan lahan,hingga arif keluar dari dalam kamar mandinya dan terkaget melihat polah istrinya yang benar benar lambat.
"pasti nyerinya masih...akkh sial...arif...semua salahmu...baru pertama kali udah kamu garap sampai segitunya...**** benar benar ****.."ucap dalam hati arif yang menyalahkan dirinya sendiri.
"tapi...bayu pernah bilang...kalau dia juga pernah semalam sampai tujuh kali main segala...masak iya aku cuma tiga kali main aja udah merasa bersalah sih...aakkkh tetap aja kamu **** arif...lihat istrimu...buka mata kamu...lihat baik baik..."ucap arif lagi lagi dalam hatinya.
lalu ia berjalan mendekat dengan segera ke arah istrinya.
"makasih mas...aku nggak apa apa mas...cuma...mas agak kasar semalam...aku belum terbiasa mengimbangi staminanya mas itu."ucap nana kini tanpa rasa malu lagi,lalu senyum manis terpancar di bibirnya,dan arif hanya nyengir saja di buatnya.
"nah loh rif...kamu kan...yang main kasar...dasar otak mesum...gara gara nafsu kamu nggak bisa kira kira..."
lagi lagi ucap arif dalam hatinya yang membuatnya makin bersalah pada nana.
"lalu...kita mau pulang nunggu perutmu reda atau gimana sayang?"tanya arif lagi sambil mengajak istrinya duduk di tepian tempat tidurnya.jemarinya erat menggenggam jemari sang istri.
"hemmmz...aku nggak apa apa mas...kita lanjut aja...sarapan dulu ya di bawah...baru jalan pulang mas..."
ucap nana sambil membalas genggaman suaminya.
"baiklah...kita pulang sesuai apa yang kamu inginkan okay...?"ucap arif sambil mengecup kening istrinya.
"aku ingin menjadi yang terbaik dan yang bisa kau banggakan sayang..."ucap arif lagi sambil mengajak nana bangkit dan duduknya dan keduanya bergandengan pergi meninggalkan kamar hotelnya dan berjalan menuju tempat dimana para tamu hotel yang lain juga berkumpul menikmati makanan mereka.
pagi yang begitu mendung di temani rintik rintikan kecil air hujan yang menetes ke atas dedaunan dan rerumputan.jalan setapak yang lumayan jauh menuju tempat yang akan mereka tuju,hingga Arif harus melepas jas yang di kenakannya untuk menutupi kepala sang istri.dimana ia belum leluasa dan belum lincah untuk bergerak.
"sayang...pakai ini ya..."ucap arif sambil memakaikan jas nya ke atas kepala sang istri,namun nana harus menggunakanya sendiri karena arif harus menyeret koper mereka yang ia bawa.Senyum hangat keduanya yang menghangatkan suasana pagi yang menjelang siang itu menjadi sangat hangat.
keduanya menikmati sarapan di depan jendela kaca besar,dimana mata mereka bisa memandang leluasa ke arah luar mereka.
Terlihat kendaraan bermotor dan mobil berlalu lalang disana,dan candaan keduanya menghiasi acara sarapan pasangan yang baru memulai kehidupan barunya.
setelah selesai...keduanya pun meninggalkan hotel tersebut dengan wajah yang berseri seri bahagia,sepanjang perjalanan tak jarang nana dan arif saling bercanda melempar ucapan sayang dan cekikikan,hingga sesekali ketika melewati lampu merah dan berhenti tepat disana,ciuman keduanya turut menghiasi sepanjang perjalanan.mencuri curi waktu ketika tidak ada kendaraan di depannya yang melihat.
hingga mobil keduanya melintasi gerbang kota tempat tinggalnya,dan dengan cepat arif melajukan mobilnya membelah kemacetan kota menuju rumahnya,
__ADS_1
beberapa saat tibalah keduanya di halaman depan rumah arif,terlihat ayah sudah mondar mandir di depan rumah.
rupanya ayah sedang mencegat keduanya tiba.
"ayah..."sapa keduanya sambil bersalaman pada ayah yang sudah mematung di depan pintu.
"aaah...iya...iya...ayah nungguin kalian loh...emb...bunda berpesan...bunda lagi istirahat...kalian di suruh langsung naik ke atas aja untuk istirahat nak...udah...nurut aja ya...nanti ayah juga yang kena omelan bundamu kalau kamu nggak nurut..."ucap ayah sambil menyurung punggung arif dari belakang agar langsung naik dan nggak nengok bunda yang sedang ayah tempatkan di ruang tidur untuk tamu,karena ayah nggak kuat saat bunda terjatuh untuk membopong tubuh istrinya itu naik ke atas.
"aaah....lalu ob..."ucap arif yang tertahan karena sudah langsung di sahut oleh ayahnya.
"obat gampang rif...bunda udah minum nak...ayo kalian langsung naik ke atas aja...cepat gih...istirahat ya kalian..."
ucap ayah dengan sedikit teriakannya dan lambaian tangan saat arif dan nana mulai berjalan menjauh dan menaiki anak tangga.
"mas...nggak apa apa beneran ya?itu bunda...aku pingin nengokin bunda mas..."ucap nana dengan rengekannya,namun arif tidak menggubrisnya dan hanya menyahut tangan nana dan menggenggam jemarinya mengajaknya naik ke atas menuju kamarnya.
arif membuka kamarnya perlahan,ia melihat dalam ruangan yang ternyata semua dekorasi benar benar sudah di rubah total,lebih segar lebih kalem dan lebih membuat gairah keduanya naik.
keduanya saling melirik satu sama lain,terasa getaran aneh di hati keduanya,getaran seperti cambukan ringan yang membuat arif berani mendekat ke arah istrinya lalu memeluk tubuhnya,bukan hanya itu...arif juga langsung membopong tubuh istrinya berjalan mendekat menuju ranjang,menaruhnya perlahan disana.
Arif bermaksud mencoba memberi pelayanan sang istri agar nana lebih terpesona padanya sebagai suami siap siaga.karena selama ini ia belum pernah merasakan bagaimana menjadi seorang suami yang benar benar sempurna untuk istrinya.
"mmmaaas...apa mas mau lagi?"tanya nana seketika saat tiba tiba arif menindihnya.
"aaah...tidak sayang...aku hanya ingin menunjukkan padamu, Bahwa aku ini laki laki yang siaga untukmu sayang..."ucap arif sambil mengecup bibir isterinya.
namum Arif malah semakin menikmatinya dan tidak mau berhenti. Kini ia melempar pakaiannya dan mulai melonggarkan pakaian sang istri.
ia terus mencium sesukanya,menjelajah lebih dalam hingga ia melihat cairan merah yang jumlahnya sedikt di bagian bawah istrinya.
"aaakh...bodoh arif...istrimu masih nggak nyaman masih aja mau kamu embat..."ucap arif dalam hatinya,sambil tangannya mendongakkan dagu nana yang sudah mulai lemas karena ulahnya. Arif mengecup ringan di bibirnya.
"maaf sayang...maafkan aku ya..."bisiknya di depan wajah istrinya. Dan nana hanya mengangguk dengan senyum sendu di wajahnya.
Arif beranjak pergi dari atas tempat tidur dan menuju kamar mandi.
tepat pukul setengah dua arif sudah siap dengan pakaian dan akan menuju ke rumah sakit.
langkahnya terhenti saat menatap sang istri yang tertidur dengan lelap nya.
"istriku...aku nggak akan ganggu dan nggak akan biarkan kamu terbangun karena ulahku sayang..."
ucap arif sambil mengambil selembar kertas dan bolpoin,
terlihat ia menulis sesuatu di atas kertas tersebut.
bunyinya..
"sayang...aku kerja dulu...istirahatlah yang lama sayang...
semalam kamu nggak cukup istirahat. Jika sudah bangun...kasih kabar aku ya sayang..."
ucap isi surat yang ia tulis untuk istrinya itu.
sedelum pergi ia mengecup kening nana dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan kamarnya dan bergegas menuju kamar bundanya,disana terlihat bunda dan ayah sedang bercanda cekikikan.
"bunda...ayah...lhoh...bunda nggak terkilir ya?"tanya arif pada ayah dan bundana,
"emang bunda nggak apa apa rif...bunda cuma ngetes ayah kamu nih...masih kuat nggak gendong bunda ini..."
ucap bunda sambil mrlirik ke arah suaminya.
"loh ini kamu kenapa pakaian kamu rapi begini sih?nana mana?"ucap bunda lagi yang ingin tahu.
__ADS_1
"mau kerja bund...teman arif sedang ada masalah...minta arif masuk bund sekarang...ya udah bund...arif berangkat ya bund..."ucap arif sambil menyalami bunda dan ayah lalu pergi meninggalkan keduanya dengan perasaan lega karena bundanya ternyata tidak apa apa.
"hemmmz bunda...aku udah khawatir setengah mati kemarin...syukurlah jika tidak apa apa bund...arif lega...sangat lega..."ucao arif dalam hatinya sambil berlalu pergi begitu saja.