CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
Emosi yang tertahan dan di tekan


__ADS_3

terlihat langkah nya begitu cepat menuju ke tampat nya tadi saat ia tiba pwrtama kali ke kantin kusus karyawan dan paramedis.


"bu...bisa minta tolong bungkusin nasi saya ini bu...sama minta satu porsi lagi ya bu untuk dokter arif...dia belum makan siang pastinya bu..."ucap nana dengan nada halua nya, "oooh ia dokter na...sebentar saya bungkuskan makan siang dokter na yang baru...dan dokter arif ya dokyer na...tunggu dulu dokter na...silahkan untuk duduk dokter..."


ucap ibu penunggu kantin yang terlihat sangat repot nya.


namun dengan ramah meminta nana untuk menungguinya.


"dasar dokter baru...bisa bisanya memakai dokter arif putera pemilik yayasan ini untuk meminta jatah makanan disini...se umur umur dokter arif tidak pernah makan di kantin sini...niatmu mau mengadu kan kalau makanan di sini tidak bermutu...mau nyari muka sama dokter yang udah senior untuk mendekatinya...hah...jangan harap dokter muda..."ucap penjaga kantin dalam hatinya, karena ia lebih suka melihat dokter tika yang dekat dengan dokter arif, dan dokter tika adalah keponakan nya sendiri.


dan kenarin saat arif dan nana mengumumkan kebersamaan nya si penjaga kantin tidaklah berada di tempat nya,ia sedang cuti kerja. sedangkan dokter tika pun sama...beberapa hari ini dia di tugaskan untuk ke luar kota.


dan mungkin besok dokter tika baru datang masuk kerja, dokter tika adalah dokter umum yang memang cantik, muda penuh ambisi...apa lagi ambisi untuk mendapatkan dokter arif dan ambisi menyingkirkan semua yang menghalangi jalan nya untuk bersama dokter arif.


itu pula yang arif sempat takut kan kemarin...namun arif sedikit lega saat mendapati si tika tidak melakukan apa apa pada nana, karena arif tidak tahu bahwa dokter tika sedang tidak berada di tempat nya saat ini.


cukup lama saat nana harus menunggui sampai jam makan siang nya habis, nana benar benar pengertian atau ia hanya bodoh saja disana.


"bu...apakah belum bisa saya membawa makanan saya?"

__ADS_1


tanya nana dengan sangat mendesaknya,namun lagi lagi nana di cueki oleh ibu ibu penjaga kantin yang tadinya bersikap baik dan sangat ramah.


hingga kedua asisten nana itu pun sampai di depan pintu ruang kerja nana, dimana disana keduanya begitu sangat terkejutnya saat mendapati dokter arif yang sudah menunggui berdiri mematung disana dengan ponsel di tangannya,wajah nya tampak cemas.


"lhoh...dokter arif bukan nya tadi dokter na mengirimi anda kotak bekal makan siang dari kantin?bukan kah kalian bersama dokter?tadi doktet na belum sempat makan loh dok...donter na memilih untuk membungkus saja makan siang nya dan ia memilih untuk makan siang dengan dokter arif..."ucap salah satu asisten nana yang mencoba menerangkan kejadiannya.


"apa??!!kok bisa begitu?kami belum bertemu...aku kesini nyari dia...tapi dia nggak ada...dan aku menungguinya disini dari tadi dan belum melihat nya datang krmari...apa aku periksa kantorku dulu ya..."ucap arif sambil pergi begitu saja,meninggalkan dua orang asisten nana tersebut disana. keduanya pun hanya memandang kepergian dokter arif tersebut, sampai...


"eh...kalian bantuin aku cari dokter na ya...di ruanganku nggak ada..."ucap arif saat ia tiba tiba balik lagi ke twmpat nya semula dengan berlarian,dimana ia habis dari dalam ruang kantor nya dan tidak ada di sana.


"oooh baik lah dokter arif...kami akan ikut mencari dokter na..."ucap keduanya yang bersamaan dan saling menguatkan.kemudian ke tiga orang tersebut pun berpencar ke penjuru arah secara terpisah.


"sayang kamu dimana sih?"gerutunya lagi lagi dan lagi tiada henti nya.


"aaah....masak iya dia masih di kantin sih?bikannya kantin sudah sepi pada jam jam segini?masak iya sih..."


ucap arif saat pikirannya mulai memikirkan pertama dan terakhir tempat istrinya kunjungi.


"oooh astaga...pengurus kantin adalah bibi dari dokter tika...sial...!!!" gerutu arif saat arif mengingat ingat tentang kantin dan ia langsung teringat siapa sebenar nya pengurus kantin tersebut.

__ADS_1


arif bergegas sedikit berlari menuju ke kantin, dengan nafas terengah engah nya ia terus saja berlari hingga peluh membasahi tubuhnya dan juga baju kemeja yang ia pakai, langkah nya tiba tiba terhenti ketika ia dapati orang yang paling di cintainya itu tengah mematung menunggu di depan tempat pengambilan makanan, tangan nya bersedekap di sana, dan terlihat ia sudah sangat kepanasan.


seketika pula para asisten nana ikut serta tiba di tempat kantin tersebut, keduanya saling mendekat dan mengikuti doktet arif dari belakang nya.


"sayang...kau sedang apa di sini?kenapa masih berdiri di sini sayang?aku mencarimu dan menungguimu dari tadi di depan ruang kantormu sayang..."ucap lembur arif dan begitu leganya karena ia sudah bertemu dengan orang yang dari tadi di cari cari nya.


"aaah maaas kamu belum makan ya?ini aku mau bungkus makananku dan aku juga pesankan makanan kamu,niat nya mau nganterin bekal nya ke tempat kerja kamu...tapi dari tadi sampai sekarang di suruh nungguin aja...aku sampai sudah lapar nungguin tapi nggak di kasih kasih...kalau aku tinggal juga percuma nggak bisa keluar karena jam makan siang nya udah habis mas...tapi ini kebangetan lamanya...aku di cuekin...tiap aku tanya katanya sebentar sebentar terus mas..." ucap jujur nana yang memang perut nya sudah benar benar keroncongan karena sudah pukul satu siang dan sebentar lagi sudah waktu nya pulang.


"dokter na...anda di sini dati tadi sebelum anda makan tadi bukan?kebangetan itu sudah sangat lama...." ucap salah seorang asisten nana. dan nana hanya mengangguk untuk membalas nya.


"lhoh...dokter masih disini?saya kira sudah pergi loh...maaf ya dokter..."ucap lugu si penjaga kantin tersebut.


"hah...bu sepertinya baru lima menit tadi aku tanya...bisa bisanya kau bilang seperti itu...astaga..."ucap nana dengan dengusan kesalnya.


"ya tuhan sayang...kau di cuekin sama ibu ini?sepertinya ia sudah bosan keja disini..."ucap arif yang langsung membuat menciut nyali ibu penjaga kantin tersebut.


"dokter muda...maaf...anda mengadu apa pada dokter arif?saya jelas jelas tidak mengingat anda meminta jatah makan dua kali..."ucap si penjaga kantin dengan songongnya,ia merasa arif akan memihaknya karena hubungan dekat nya dokter arif dengan dokter tika keponakannya itu.


"apa bu...jelas jelas aku nggak seperti itu...astaga...ya sudahlah...aku nggak mau bahas ini lebih lanjut lagi."

__ADS_1


ucap nana dengan emosi yang sebisanya ia tahan...ia tekan...begitu luar biasa hati nya.


__ADS_2