CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
kata kata yang melegakan


__ADS_3

canggung...lagi lagi canggung yang keduanya rasakan saat ini,hingga beberapa saat nana dan arif berjalan keluar dari mall dengan masih bergandengan tangan,namun canggung masih terus menghantui keduanya.


"emmmb mas...aku ke toilet dulu ya..."ucap nana seketika sambil berlari kecil menuju toilet dekat tempat parkir mobil.


Arif pun dengan sabar menungguinya dengan bersandar pada pintu mobil yang masih tertutup,tangannya terlihat memainkan ponsel disana,


"eh...lihat nggak ada cogan tuh di parkiran...kayaknya sih lagi nungguin seseorang...mau samperin nggak?"


tanya salah seorang gadis di dalam toilet wanita dengan temannya,seketika nana pun terperanjat dari tempatnya,tangannya terlihat mengambil bedak dari dalam tas nya lalu mencoba membubuhkannya pada wajahnya,entahlah saat ini nana hanya ingin tampil cantik saja saat di pandang oleh arif.


"aaakhhh...aku kenapa sih...lagi lagi kayak gini...uuugh..."


ucap nana sambil menyudahi acara bedakannya lalu memasukkan kembali bedaknya kedalam tas nya.


sepuluh menit sudah nana berada di dalam toilet,ia pun lalu pergi keluar setelah semua selesai,langkahnya terhenti seketika tatkala ia dapati suaminya sedang di dekati oleh dua orang gadis yang ada di dalam toilet tadi,sontak membuat nana menjadi tidak suka dan dengan langkah cepatnya ia menuju ke arah sang suami.


Nana nyelonong menerobos dari arah tengah tengah kedua gadis tersebut kemudian mengambil lengan suaminya untuk di peluknya.


"ada apa ini sayang?"tanya nana seketika yang membuat arif terbelalak kaget di buatnya,sontak arif menoleh menatap wajah istrinya dan mengamatinya dengan perasaan keheranannya.


"emmmb...ini sayang...aku tanya mereka dimana tempat nongkrong yang enak...habisnya...nggak mungkin kan kita balik ke hotel langsung tanpa menikmati pemandangan...kan kita bukan asli sini...nggak apa kan aku tanya?"ucap arif yang membuat nana berbalik bergantian menatap ke arah suaminya,dengan mulut nganga tidak percayanya,bisa bisanya ia sudah terbakar cemburu padahal suaminya yang mulai bertanya duluan pada gadis gadis tersebut.


"kamu ini ya mas...kirain...aaakhhh...aduuuh panaaas...aaakh...panaaas...geraaah..."ucap nana seketika setelah kedua gadis itu pergi meninggalkan keduanya di tempat.


"emang nya aku salah?salah aku apa coba?"ucap arif yang tidak mengerti akan perasaan nana.


"akh...sudahlah mas...nggak apa...udah jangan di pikirin..salah aku juga sih itu..."ucap nana sambil berjalan menuju pintu mobil,ia membukanya lalu masuk ke dalamnya,arif sedikit berlari menyusul dan membantu menutupkan pintu mobil tersebut.


"hmmmz...gimana sayang...apa aku masih membuatmu marah?"tanya arif dengan perasaan yang sedikit canggung,karena nana dari tadi terlihat bete dan bad mood.


"udah...nggak apa kok mas...aku juga yang salah kok mas..."ucap nana tanpa menoleh ke arah suaminya dan terus saja menatap layar ponselnya,meski disana ia tidak melakukan apa apa.


"hei...jangan perlakukan aku seperti orang bego nana...apa kau marah gara gara kau terlanjur memanggilku dengan kata kata sayang?"okay...anggap saja aku nggak mendengarkannya..."ucap arif yang langsung melepaskan tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan nana,ia kemudian melajukan mobilnya,dan sebelumnya menyetel arah gps pada tempat yang ia tuju.


hening...diam...sepanjang perjalanan,entah mengapa saat ini nana merasa dirinya begitu bersalah pada suaminya,namun ia gengsi untuk meminta maaf duluan padanya.


"kita mau kemana ini mas?kenapa kita naik gunung begini?"tanya nana yang sangat penasarannya.


"mau lihat pemandangan yang indah sayang..."ucap arif seketika tanpa menoleh ke arah nana dan dengan suara dinginnya yang sedikit bergetar.


nana benar benar nggak enak ati saat ini.

__ADS_1


"mas...mas masih marah ya?"tanya nana pada suaminya.


"aku marah kenapa?marah karena kamu maksa panggil sayang itu tadi ya?nggaklah sayang...nggak apa."


ucap arif sambil tetap fokus pada jalannya.


dan nana merasa bahwa arif saat itu sedang cuekin dia,ia sedang nggak ingin kontak langsung dengannya.


"maaas...bisa nggak sih ngomongnya natap aku?aku ngerasa nggak di hargain tahu...mas cuekin aku...!"


ucap nana dengan sedikit nada naiknya,bagi arif...baru kali ini nana berontak seperti ini,padahal dulu dulu apapun yang arif lakukan tidak pernah masuk dalam perhatiannya,


dan entah mengapa arif begitu senang mendengar protesan istrinya barusan.


Dengan seketika Arif menepikan mobilnya ke arah tepi jalan yang pinggirnya sudah jurang jurang yang tidak terlalu dalam,dengan pohon yang setinggi jalan.


Arif kini menghentikan mobilnya tepat di sana,sambil satu tangannya melepas sabuk pengaman lalu mengurung nana di pojok tempat duduknya.


"okay...sekarang aku fokus hanya menatapmu sayang...ayo..kamu mau ngobrolin apa?pingin dengar apa dari aku?aku siap jadi pendengar dan juga penjawab..."ucap arif dengan nada lembut namun datar,


nana hanya menelan ludahnya dengan sedikit gemetar.


"kok diam?nggak mau ngomong?atau nggak suka aku kayak gini?"tanya arif lagi sambil memicingkan matanya menatap ke arah nana,dan kini tatapannya makin menajam.


"aku nggak kuat na kalau kayak gini terus...aku bener bener kesiksa..."ucap arif sambil menegapkan posisi duduk dan mencoba akan menjalankan mobilnya lagi,namun dengan cepat tangan nana meraih wajah Arif yang belum sepenuhnya menoleh menatap depan itu hingga menghadap ke arahnya.


"maaas...sejak kapan kamu jadi nggak sabaran?kamu bilang akan menungguku sampai sepenuhnya menyerah padamu?tapi apa ini?saat aku baru merasakan cemburu sedikit di hatiku...kau sudah bilang tak kuat...tak sanggup?"ucap nana sambil kedua matanya saling menatap ke mata suaminya,memandanginya hingga tanpa aba aba arif tak bisa menolak pesona bibir indah nana yang terasa manis ia rasakan.


keduanya saling mencium untuk beberapa saat.


"tin tin tin...."tiba tiba terdengar bunyi klakson yang mengejutkan keduanya hingga membuat keduanya menyudahi ciumannya.


nana merapikan rambut dan pakaiannya,sedangkan arif membenahi bibirnya yang sedikit belepotan bekas lipstik istrinya.


"tok tok tok..."ketokan di luar jendela kaca mobilnya.


"ada apa mas?"tanya nana sekerika saat melihat seorang laki laki tengan berusaha meminta arif membuka kaca mobilnya.


"nggak tahu sayang ada apa..."ucap Arif lalu menurunkan kaca jendela mobilnya,


"iya pak...ada apa?"ucap Arif seketika saat menurunkan kaca dendela mobilnya.

__ADS_1


"tolong pak...agak maju kesana...soalnya saya nggak bisa mau nyalip...atau pun mau melewati mobil anda..."ucap orang tersebut karena ternyata arif kurang menepi waktu menepikan mobilnya tadi.


"oooh...baiklah pak tunggu sebentar...ini juga mau lanjut perjalanan lagi kok pak...cuma rehat sebentar tadi."ucap arif seketika,lalu arif melajukan perlahan mobil ya hingga sedikit menepi kemudian mobil yang ada di belakangnya pun bisa menyalipnya duluan.


"eheeem...nantti lanjutin ya..."ucap arif sambil melurik dengan senyum tampannya.


"hemmmz ngadep ke jalan aja mas...yang fokus dong..."


jawab nana sambil membuang muka ke arah luar jendela,ia tidak ingin wajah malu nya di lihat suaminya,nana begitu malu saat itu.


"tadi suruh ngomong nya ngadep...sekarang cuma pingin nglirik aja suruh fokuuus..."sahut arif dengan nada menggoda pada istrinya.


Namun nana tidak menggubrisnya sekalipun,ia hanya terlihat melirik sesekali ke arah atif.


"asli...kali ini aku benar benar sedang jatuh cinta."


ucap nana dalam hatinya,karena detak jantungnya masih sama,belum mereda.


hingga beberapa saat sudah saat perjalanan keduanya sampailah di tempat yang mereka tuju,


arif memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan,ia lalu keluar dari dalam mobil,tangannya terus menggandeng tangan sang istri hingga keduanya berjalan menyusuri jalan setapak yang muat hanya untuk berjalan dua orang berjajar,di kanan kiri keduanya terlihat kebun bunga yang begitu luas dan beraneka macam bunga yang begitu lebatnya,cukup lama keduanya berjalan melewati jalan setapak,hingga sampailah di sebuah air terjun yang memiliki ketinggian cukup tinggi hingga di bagian tas nya terlihat seperti tidak berujung,dan mata keduanya tidak bisa menatap ujungnya karena kabut asap yang tebal terlihat dari bawah.


airnya cukup jernih dan deras mengguyur,di bawahnya masih alami,dimana bebatuan besar besar mengelilingi dan terkesan menjadi hiasan alam yang benar benar tampak indah di pandang.


"sayang nggak mandi?"tanya arif saat menatap di depannya banyak pasangan mencoba bermain air,dan menikmati guyuran kuat dari arah atas air terjun.


"mas mau main air nggak?nanti kalau mas flu gimana?"tanya nana pada suaminya,karena sembilan tahun lalu nana masih ingat saat suamunya alergi hawa dingin,hanya karena air hujan saja arif bisa seharian tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.


"emmmb...kita udah jauh sampai sini sayang...kan nggak afdol kalau nggak main air kan sayang?"tanya arif pada istrinya,dan nana hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.


"tuhan...semoga saja mas arif nggak sakit gara gara main air..."doa nana di dalam hatinya.


lalu keduanya pun mulai terlihat memasuk area air terjun tersebut,semua asyik main air dengan orang terkasih atau pun pasangannya masing masing,ada juga yang terlihat dengan sahabat dan keluarganya,terlihat ramai...bahkan ada yang membawa seorang bayi...bayi yang terlihat belum genap satu tahun,namun hanya menatap nya dari kejauhan.


beberapa saat nana menatap kearah pasangan muda yang membawa bayi tersebut,terlihat sangat harmonis.


"apakah...jika aku punya anak dengan mas arif...akan sebahagia pasangan itu?atau kah...mas arif bisa berubah lagi?"tanya nana dalam hatinya.namun lagi lagi semua perasaan ragunya di tepis,ia memantapkan dirinya untuk menerima sang suami...ntah kelak bagaimana keadaannya...ia akan menerimanya.


"ngelamunin apa sih sayang?"tanya arif sambil memeluk pinggangnya,dan kata kata arif barusan membuyarkan lamunannya,ia tersadar lalu membalas pertanyaan suaminya dengan senyum manisnya.


"mas...gimana kalau ntar kita coba buat boneka hidup..."

__ADS_1


ucap nana yang membuat arif tidak percaya,saking bahagianya tanpa sadar arif memeluk tubuh istrinya,


"tuhan...benarkah ini?nyatakah ini?"ucapnya yang benar benar belum sepenuhnya ia rasakan nyata.kata kata nana yang terlalu melegakan untuk di dengar arif,hingga arif mengira semua tidak nyata.


__ADS_2