CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
hotel Garden


__ADS_3

"ouh nggak ada apa apa kok mas..."ucap nana sambil menarik nafas nya dalam dalam lalu menghembuskannya,perasaannya campur aduk.padahal tadi ia tidak merasakan apa pun saat meminta suaminya untuk ikutan berbaring di sampingnya,di ranjang yang sama dengannya.


namun...sekarang setelah arif benar benar datang padanya dan akan naik ke atas ranjangnya,perasaannya mulai gerah...bukan gerah karena panas...karena cuaca tidak sedikit pun sedang panas,bukan gerah karena kipas angin tidak nyala,jelas jelas di atas kepalanya kipas berputar tanpa henti.entahlah gerah yang seperti apa yang nana rasakan saat ini,hanya nana dan tuhan yang tahu.


"mas...bisa nggak mas baringnya di ranjang sebelah aja?aku...tiba tiba gerah dan takut tanganku menyenggol mas nanti..."ucap nana saat arif benar benar akan naik ke ranjamg nya.


"oooh...okay sayang...."ucap nya sambil mengecup puncak kepala nana,sontak membuat nana mengipas kipaskan telapak tangannya yang tidak sakit di depan wajah nya,


perasaannya sedang kepanasan saat ini.


lalu arif pun dengan patuh menempati brankar kosong samping nana,dimana hanya nana yang ada di dalam ruangan tersebut.


beberapa saat terlihat arif sayup sayup memejamkan matanya,ia benar benar lelah saat ini,kecemasan dan ke khawatirannya mengalahkan semua pegal dan capek yang ada di tubuhnya tadi,dan sekarang dia hanya butuh istirahat untuk sebentar saja.lalu arif pun tertidur dengan mudah nya.


tanpa sadar nana menatap nya dari tempat tidur,wajah bersih nan tampan yang dulu ia kenal tanpa perasaan kini telah berubah seratus sembilan puluh derajat padanya,kini sosok yang sedang terlelap di depannya itu lah yang memberinya harapan untuk bangkit dan bangun dari bayang bayang kesedihannya.begitu juga dengan perasaan cintanya.beberapa saat lalu...rasa cinta yang ia miliki tidaklah ada artinya sama sekali dalam kehidupannya,yang ada hanya komitment dan saling menghargai satu sama lain saja yang ia percayai dalam kehidupan rumah tangganya.namun...sepertinya karena sikap gigih arif yang berusaha menunjukkan rasa cintanya yang tulus pada nana,sedikit demi sedikit membuat hati nana tumbuh benih cinta yang mulai hangat di hatinya.


"akankah masih ada lagi sesuatu yang mengejutkan ku selain kisah yang rayhan katakan?"dengus nana dengan tarikan nafas dalam dan di hembuskannya.


"akan kah hatiku bisa se kuat dan se tegar ini jika ada kejadian pahit yang menyusul di kemudian hari?"


lagi lagi ucap nya dalam hati.hingga ia pun tertidur


begitu saja.


tepat pukul lima sore waktu setempat,saat nana terbangun dari tidur nya dan membuka mata nya,ia sudah tidak melihat arif di tempatnya semula,tatapan nya menatap ke segala penjuru,mencari ke beradaan suaminya.


"aaah syukurlah..."ucap nya saat melihat arif dari luar kamar inap dan berjalan mendekat ke arah nya.


"sayang...kau sudah bangun?aku baru ngurus administrasi tadi...kau bisa pulang sekarang...apa kau mencariku?"tanya arif dengan senyum yang terlintas tipis di bibir nya.Nana hanya membalas senyuman itu dengan anggukan saja,ia tidak bisa bilang pada arif bahwa barusan ia mencari cari keberadaannya.


"jadi...kita sudah putuskan untuk keluar dari sini sekarang mas?"tanya nana pada suaminya.


"iya sayang...aku akan membawamu dari sini supaya cepat pulih sayang...sekalian mengajakmu jalan jalan,oke?"kata arif sambil menyerahkan beberapa vitamin yang harus nana minum.dan nana mengambil vitamin yang di berikan suaminya itu lalu meminum nya.


beberapa saat seorang perawat datang dengan membawa peralatan untuk melepas infus nana,

__ADS_1


"nah tuan...dan nyonya...sudah selasi...semoga lekas sembuh..."ucap perawat tersebut setelah berhasil melepas infus dari punggung tangan kiri nana.


"terimakasih suster..."ucap nana dengan senyum terlihat di bibir nya sangat ramah,namun arif hanya acuh tak acuh saja.tanpa sadar sikutan dari siku nana menyenggol perut arif,sontak arif pun mengerti dan mengucapkan terimakasih pula pada perawat tersebut.


"sayang...kira kira dong kalau kasih kode...masak iya berasa banget sampai sekarang..."ucap arif sambil membantu istrinya untuk turun dari ranjang dan berjalan keluar meninggalkan ruang rawat inap yang baru ia singgahi seharian itu.


keduanya berjalan perlahan menuju ke mobil yang sebelumnya sudah arif siapkan di depan pintu keluar rumah sakit,hingga nana dan arif langsung menuju ke mobil mereka tanpa harus berjalan jauh ke parkiran.


"baiklah sayang...siap ya kita perjalanan bulan madu...eh...cari hotel deh buat pemulihan...kamu harus pulih dulu sayang...baru mikir yang aneh aneh..."


ucap arif begitu saja dengan bodohnya,dan nana yang mendengarnya pun hanya tersenyum melihat antusias suaminya yang ingin dia segera pulih.


arif menyalakan mobil nya,menancap gas mobil dan mengarahkan mobilnya ke jalan utama,jalan besar yang di lewati kendaraan umum lalu lalang kesana kemari.


cukup jauh dan melelahkan perjalanan mereka,karena memang keadaan keduanya yang kurang fit.


hampir satujam arif mengemudi sambil menatap gps di ponsel yang di letakkannya di samping kemudi,


rute yang ia lewati sudah benar...dan sesuai arahan navigasi gps dalam ponsel nya,namun perjalanan mereka tak kunjung sampai pula pada hotel yang akan mereka tuju.


"sayang...kita makan malam sekalian ya...sekalian kita rehat sebentar...nanti juga nggak tahu sampai tempat nya kapan...harus nya sih...sepuluh menit lagi nggak sampai kita akan menemukan tempat yang akan kita tuju sayang..."ucap arif menawari istrinya,jika istrinya mau...maka mereka akan istirahat dengan mencari tempat makan...namun jika istrinya tidak mau...maka arif pun akan melanjutkan perjalanannya sampai mememukan tempat yang ia cari.


arif pun langsung mencari restoran terdekat,akhirnya ia menemukan restoran tepi jalan raya yang parkirannya lumayan luas...hingga muat untuk sebuah bus berputar disana.arif dan nana memutuskan singgah di tempat tersebut,dimana restoran itu dari depan tampak sebagian besar saung saung dari bambu,hingga berderet saung sampai puluhan tertata rapi sejajar,di bawah nya terdapat kolam ikan mas yang begitu banyak ikannya.


"sayang...kau mau pesan apa?"tanya arif sambil menyodorkan daftar menu di meja nya yang baru saja di serahkan oleh seorang pelayan restoran padanya.


sekilas nana menatap menu menu disana,


"mas...aku mau udang goreng manis pedas sama gurame pedas ya mas...minumannya...jahe anget saja mas...udaranya lumayan dingin disini...nana butuh yang anget anget."ucap nana sambil menyunggingkan senyum menatap suaminya dan arif pun merentangkan tangan nya dengan seketika isyarat ia akan memeluk nana disana.


"apaan sih mas...tuh malu di lihatin mbak nya..."ucap nana sambil menunjuk pelayan restoran yang masih berdiri mematung di sana.


"kamu ini...katanya butuh yang anget anget...kenapa suami nawarin pelukan malah malu...bener nggak sih mbak?"


tanya ganti arif pada mbak pelayan restoran.dan pelayan itu pun ikut malu karena perkataan arif yang mendadak untuknya itu.

__ADS_1


"baiklah mbak...gurame bakar pedas nya satu...udang goreng saus pedas manis dua...dan tumis kangkungnya dua ya mbak...jahe anget nya satu dan air mineral nya satu botol tanggung."ucap arif sambil menyerahkan daftar menu pada pelayan restoran tersebut.


dan dengan senang hati mbak pelayan itu menerima nya lalu berpamitan pergi untuk menyiapkan pesanan yang nama dan arif pesan.


hampir setengah jam nana berbincang bincang dengan arif sambil menunggu pesanan merekaa datang,akhirnya apa yang mereka tunggu tunggu pun tiba,seporsi gurame yang sangat besar...dan porsinya pas untuk mereka berdua.dan keduanya pun menikmati makanan mereka di malam yang sedikit gerimis tersebut.


hingga makanan mereka habis dan terlihat keduanya hanya saling mengobrol menunggu makanan di kerongkongan mereka melorot.


"ayo sayang lanjut lagi...ini sudah lumayan malam loh...nanti takut nya keburu hujan."ucap arif sambil mengemas ponselmya dan juga ponsel istrinya.


dan nana hanya mengangguk mengiyakan ajakan suamimya itu.


keduanya langsung bergegas menuju mobil mereka yang tengah di parkir tidak jauh dari saung yang mereka tempati barusan,hingga mempermudah keduanya untuk mencapai mobilnya dan masuk ke dalam.


arif seketika menunduk ke arah kursi jok yang nana tempati,hingga membuat nana terkejut di buat nya.


"ada apa sayang?kata teman ku...kalau memasangkan sabuk pengaman pada pasangan kita itu...kita bisa dapat dua keuntungan,satu...bisa mencium aroma wangi rambut nya...heeemz...seperti ini,dan kedua...bisa punya kesempatan...cup...menciumnya seperti ini."ucap arif sambil memeragakan apa yang baru saja ia lakukan.


hingga membuat nana terbengong di tempat nya.


"baiklah sayang...mari kita lanjutkan perjalanan kita."


ucap arif sambil menancap gas mobil nya melaju pergi meninggalkan area parkir restoran tersebut.


macet berada di mana mana saat mobil yang mereka naiki memasuki kota,jalanan begitu ramai kendaraan,hingga arif pun memutuskan untuk berhenti di tempat pengisian bahan bakar.arif mengisi penuh tangki mobil nya dengan bahan bakar khusus mobil.


perasaannya tidak karuan,tatkala ia berada di kota,seharusnya jarak yang ia tempuh hanga lima sampai sepuluh menitan,tapi ini sudah hampir setengah jam perjalanan.lalu ia memutuskan untuk bertanya pada salah seorang yang melintas.


"tuan...numpang tanya...apakah Hotel X sudah terlewat atau belum ya?"tanya arif sambil turun dari mobil nya.


"wah...tuan...anda sudah kelewat jauh...mungkin anda bisa coba hotel Garden yang ada di pusat kota jika menginginkan."ucap seseorang itu pada arif,lalu memberikan rute yang harus arif tempuh.


"terimakasih banyak..."ucap arif dengan wajah senangnya,karena sebentar lagi ia akan bisa meluruskan punggungnya di tempat tidur yang nyaman.


ia pun bergegas masuk kedalam mobil,dimana istrinya sudah menungguinya di sana.

__ADS_1


"gimana mas?"tanya nana seketika saat suaminya sudah kembali dan duduk di depan kemudi.


"mari kita menuju hotel Garden sayang...katanya hotel termegah di pusat kota ini."ucap arif sambil menyalakan mobil nya dan menjalankannya menuju ke hotel yang keduanya tuju.


__ADS_2