CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
Tanya jawab


__ADS_3

Arif dan nana menikmati makan siang mereka dengan di temani kedua asisten nya yang hanya membereskan berkas berkas dan menatanya, keduanya tidak ikut serta karena memang sudah kenyang makan siang tadi.


dan saat ini hanya nana dan arif saja yang menikmati makan siang berduanya.


"tok tok", Tiba tiba terdengar pintu dari luar di ketok.


"Bukan kah sudah usai pemeriksaan nya setelah jam dua belas siang?kenapa masih ada pasien?" ucap nana yang keheranan. dimana peraturan rumah sakit di tempat nana bekerja tersebut...setelah pukul dua belas siang...dokter spesialis sudah tutup, itu untuk yang di rumah sakit...dan jika para pasien ingin periksa lebih dari jam tersebut...mereka akan di persilakan secara pribadi datang ke tempat tempat praktek dokter spesialis, namun nana belum memiliki izin praktek tersebut, dan sepertinya ia pun enggan untuk membuka praktek pribadi, arif suaminya itu pun sama...baginya membagi waktu iti sangatlah sulit...ia hanya menikmati waktu yang ada dan mensyukurinya saja tanpa embel embel praktek pribadi.


"biar saya buka dokter na..." ucap salah satu asisten nana yang langsung di angguki oleh nana, dan arif masih sama...ia hanya menatap ke arah istrinya tanpa menoleh kemana mana, sampai...pintu itu terbuka dan terdengar suara dokter tika disana.


"aaah....boleh saya masuk?" ucap nya dengan senyum tertahan dan mata menyipit nya.


"sini sini...silahkan dokter tika...ada yang bisa saya bantu? maaf ya...kami sambil makan...soalnya tadi belum sempat makan dokter..." ucap nana dengan sangat ramah nya, meski ia tahu dokter tika adalah salah satu dokter yang nge fans sama suaminya, namun nana begitu dewasanya...baginya...ia lah yang lebih berhak atas diri arif, karena ia adalah istrinya...hingga sikap nya pun benar benar tulus pada dokter muda itu...yang mungkin dua tahun lebih muda darinya.


"aaah...nggak apa apa dokter na...siang juga dokter arif..

__ADS_1


maaf mengganggu aktivitas kalian lagi kali ini...begini...saya tadi sudah cek kamera cctv di bagian keamanan sana...dan ternyata memang benar...bibi saya sudah sangat salah...ngerjain dokter na sampai sebegitu nya...maafkan saya ya dokter na...datang kemari sudah ngelunjak dan marah marah tadi...maaf ya..."


ucap tulus dokter tika yang membuat nana tersenyum, sebenar nya nana sudah tidak mempermasalahkan nya....namun dokter tika hanya takut akan membuat geger rumah sakit, karena yang di sentuh bibi nya adalah istri putera pemilik rumah sakit. Sedangkan arif tidak menggubris nya sama sekali, ia tetap melanjutkan makan nya meski dokter tika sedang nerocos di samping nya.


"emmmb...maaf...bisakah saya bertanya sesuatu yang lebih privasi dokter na?"tanya dokter tika di sela sela perbincangan nya, nana pun seketika menyudahi makanan nya dan kini pandangan nya menatap ke arah dokter tika.


"iya...silahlan...mau tanya apa dokter tika?"ucap nana dengan senyuman yang tulus untuk dokter tika.


"sayang...abisin dulu makanan nya...nih...ayo...aku suapin..."ucap arif sambil mengambil sesuap makanan dan langsung menyuapkan nya ke mulut istrinya,dimana nana tidak punya pilihan menolak nya,ia hanya punya pilihan menerimanya, dan ia pun akhir nya membuka mulut nya dan menerima suapan dari suaminya yang lumayan cukup besar, hingga memenuhi mulut nya.


"begini dokter na...emmmb..."tiba tiba ucapan nya terhenti ketika sontak dokter arif membuat nya terkaget dengan sikap nya.


"astaga sayang...kepenuhan ya?aaah....aku samain sama porsi sendokanku sih...jadi belepotan dong..."ucap dokter arif sambil tangan nya mengambil tisu yang ada di laci bawah meja kerja nya nana. dengan terampil dan lincah nya jemari arif mengusap usap lembut di sana.


bekas belepotan nana yang ada di ujung ujung bibir nya.

__ADS_1


"aaah maaas...nggak perlu...aku bisa melakukan nya sendiri kok mas...terimakasih ya..."ucap nana sambil meraih tisu yang ada di tangan suaminya,mengambil nya kemudian mengusap usap bibir nya.


"aah maaf ya dokter tika...suami saya memang suka usil seperti itu..."ucap nana dengan bangga nya.


"ouh iya dokter na...saya mau tanya itu...sebenar nya...kalian nikah itu kapan?kok udah bilang aja kalian ini suami istri...bukan kah...jika kalian menikah...kami semua dapat undangan nya bukan?saya sudah bekerja disini selama tiga tahun...dan saya paling mengerti dokter arif...saya juga lumayan dekat dengan nya...tapi selama itu dokter arif tidak membero tahu atau membahas orang yang dia suka apa lagi sampai muncul seorang istri..."


ucap doktet tika dengan percaya diri nya.


dan saat arif mengetahuinya ia sudah tidak bisa membendung perkataan nya lagi, dimana ia takut istri nya akan salah paham atau malah menjadi pertengkarang di antara dia dan dokter na.


"gini ya dokter tika...saya dari tadi masih diam kamu ngomong panjang lebar...tapi untuk masalah ini...saya sudah tidak bisa diam lagi...oleh karena itu...mau tidak mau saya akan angkat bicara..."ucap dokter arif dengan sangat cool nya,tapi malah membuat perasaan dokter tika tersakiti dan parah nya lagi...ia benar benar sangat cemburu pada sikap keduanya yang sangat mesra.


"apa dokter arif?anda mau bicara apa?anda mau bilang pada semua yang ada disini...kalau setiap hari saya yang selalu menyiapkan bekal makanan untuk anda?sehingga anda tidak usah repot repot ke kantin...saya juga yang selu ada di sisi anda saat anda merasa sendiri...apa yang mau anda katakan?" ucap dokter tika denfan nada yang sudah tidak bisa ia rem lagi.


"dokter tika...pertama...saya tidak merasa dekat dengan anda...mungkin anda yang mendekati saya...kedua...saya tidak pernah menyuruh anda membawakan bekal makan siang untuk saya...karena...saya tidak mau membuang makanan pemberian orang...dan bekal bekal itu...tidak saya makan...tapi saya kasih kan dokter bayu...anda bisa tanya langsung ke dia...lalu...jika anda tanya mengapa...saya selama ini tidak membicaeakan istri saya...karena memang dia tidak ada di sisi saya...anda tahu saya selama tiga tahun terakhir bukan? kenapa saya tidak pernah membicarakan istri saya...karena baru sebulan yang lalu istri saya ini balik dari luar negeri...kami menikah sembilan tahun yang lalu...bahkan hampir sepuluh tahun yang lalu...dimana...belum ada orang orang yang mengenal saya,karena sekarang hanya ada orang orang baru...dia menempuh pendidikan nya di luar negeri...apakah anda puas dengan perkataan saya ini?apa masih ada yang anda ingin tanyakan?" ucap arif setelah ia menjelaskan panjang lebar kepada dokter tika...dimana dokter tadi menanyakan hal hal yang bersifat privasi.

__ADS_1


tanpa sadar...semua menatap ke arah dokter arif dengan ter heran heran nya, pikir mereka...doter arif adalah dokter yang masih lajang,meski usianya sudah lumayan...namun tampang nya sangat rupawan...apa lagi...postur tubuh nya yang sangat menggoda nika di pandang, bak binaragawan atau instruktur olah raga. meski akhir akhir ini...ia jarang bangun pagi untuk sekedar joging karena aktivitas malam nya dengan sang istri...sangat padat.


__ADS_2