CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
terpesona pandangan pertama


__ADS_3

tepat setelah sembilan tahun nana kuliah di luar negeri,


kini ia pulang dengan menyandang gelar spesialis dokter penyakit dalam.


dan segudang penghargaannya dalam menangani para pasien nya.


kini saat nya nana pulang untuk mengabdikan ilmu yang di milikinya untuk rumah sakit kedua mertuanya itu.


tepat pukul sembilan pagi bunda farida dan ayah surya menjemput nana di bandara.


mereka sudah menunggu untuk waktu yang sangat lama...demi melihat menantunya itu.


nana tepat berhenti di depan bunda dan ayah mentuanya itu,


menyeret koper berwarna violet.


namun kedua mertuanya seakan tidak tahu keberadaannya dan terap fokus pada arah jalan keluar di depannya itu.


namun nana terap saja diam dan menunggu hampir satu jam lamanya.


tiba-tiba ponsel nya pun berbunyi.


"halo....sayang kamu sudah turun dari pesawat belum?"


ucap bunda ingin tahu.


"bunda...aku dari tadi di depan kalian...saking kalian ke asyikan nonton orang lewat ya bund..."


kata nana dan seketika itu juga bunda menatap ke arah sosok wanita cantik berusia dua puluh tujuh tahun di depannya itu.


dengan rambut curly se bawah bahunya yang bawahnya terkesan keunguan yang berkilau,


dengan body aduhai bak gitar sepanyol,


dan dengan dada yang berisi...dan kaki yang ramping jenjang serta riasan yang tipis karena wajahnya sudah sangat cantik.


tidak lupa kacamata hitam yang hanya sebagai pemanis.


dengan rok sepan hitam ke biruan pendek se bawah lutut namun belahan belakangnya seatas lututnya,


di padukan baju atas putih berenda dari kerah menuju bawah dadanya,ada belahan sampai tujuh centi ke bawahnya denga tali yang bisa di pita di ujung atas kerahnya.


dengan lengan pendek yang bawah di masukkan ke dalan rok nya,serta outer panjang nya berwarna senada dengan bajunya.


dan bunda nya pun benar-benar tidak mengenalinya.


apa lagi ayahnya.


"nak ini kamu?menantu ibu?nana bukan nak?"


tanya bunda


yang benar-benar penasaran.


"ini nana bunda...ini menantu bunda dan ayah..."


ucap nya sambil memeluk keduanya.


dan di sambut keduanya pula.


"maaf sayang...arif ridak peduli kamu pulang atau tidak nak...jangan di masukkan ke hati ya..."


ucap bunda.


"tenang saja bunda...nanti bunda dan ayah lihat saja ya..."


kini nana kembali dengan menyandang dokter spesialis penyakit dalam.


dan mulai minggu depan ia menempati posisi utama dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit wijaya.


itupun ia tidak masuk atas kehendak ayah bunda nya.melainkan ikut seleksi secara umum dengan menyingkirkan para pesaingnya dengan kemampuannya.


kini ia di kenal dengan sebutan miss sina.


dan nama itu pun tanpa suami nya sadari adalah nama istrinya,


namun arif sama sekali tidak sedikitpun ingin tahu apa bidang yang sedang di dalami istrinya itu.


kabar nana yang akan tiba dari luar negeri minggu depan itu pun menjadi topik utama,


di setiap mulut ke mulut...para dokter laki-laki dan perawat laki-laki...semua antusias dengan dokter muda miss na itu.


hingga membuat arif muak,


di tempat nana,


bunda dan ayah mengajak nana untuk makan siang di sebuah resto ternama,


"buund...nana kangen pingin makan-makanan seperti ini...lidah nana sudah sangat merindukannya bund..."


ucap nana karena saking senangnya.

__ADS_1


bunda dan ayah hanya tersenyum melihat menantu yang sudah di anggapnya putri nya sendiri ini begitu senang.


"bund...habis ini aku mau langsung lihat situasi rumah sakit ya bund...ya...sedikit pengenalan bund ..kan resminya baru minggu depan,"


ucap nana.


"tapi nak...apa kamu tidak capek?"


tanya bunda dan ayah serempak.


"tidak bund...nana mohon ya..."


ucap memelas nana.


dan akhirnya...merekapun mengijinkannya.


"baiklah sayang...tapi...nanti bunda dan ayah jemput ya...sekalian pulang,


soalnya ayahmu ada perlu juga sebentar...jadi bunda temeni deh...kan pulangnya searah...nanti bunda jemput,"


ucap bunda.


"siyyaap bunda..."


balas nana yang lalu beranjak berdiri dan akan pergi dari tempatnya.


ia lalu menyetop taksi dan menuju rumah sakit wijaya.


sepanjang perjalanan...nana sangat takjub dengan pemandangan sekitar...begitu berubah semua setelah sembilan tahun ia tidak melihatnya.


kini makin banyak gedung menjulang tinggi dan juga makin berkurang lahan terbuka.


jalanan yang makin macet parah.


hingga tibalah mobil yang di tumpangi nana di sebuah gedung bertingkat tingkat.


ya...itu lah rumah sakit yang akan jadi tempat kerja nana yang baru,dan di situ pula...suaminya berada,


sembilan tahun...tak sedikitpun nana ingin melihat laki-laki yang masih ber setatus sah sebagai suaminya itu.


kakinya melangkah keluar dari dalam mobil taksi yang di tumpanginya,


dengan kaki jenjang yang begitu putih dan mulus...serta outer yang hanya di pakai mencapai pundaknya saja.


nana melenggang masuk dengan anggunnya.


bak artis ibukota yang terkenal,


tak sedikit yang ikut serta mengekor di belakangnya.


benar-benar perpaduan lokal dan luar negeri.


nana melihat-lihat semua ruangan dan menuju ke tempat dimana ruang kerjanya berada,


ia begitu antusias dan senangnya,


di tempat arif.


"rif...dengar-dengar dokter baru itu tiba hari ini...parasnya bak dewi...begitu cantik...dan yang paling hot...body nya aduhai rif...sayangnya aku sudah punya istri...andai belum..pasti aku kejar sampai dapat,"


ucap bayu teman arif.


"kamu tak ingin lihat rif?"


tanya bayu.


"memangnya tontonan di lihat?nanti juga akan sering ketemu saat kerja,toh satu rumah sakit."


ucap arif dengan mudahnya.


"ih kamu rif...setiap hari melihat ibu hamil...dan organ kewanitaan...jangan-jangan kamu tidak suka perempuan ya?toh...banyak sekali wanita yang kamu bikin sakit hati.tapi kalau padaku...kamu baiknya selangit,jangan jangan....jangan jangan jangan!"


ucap bayu seketika,namun tidak di gubris arif.


"entahlah...kenapa aku tidak berselera dengan mereka,"


ucap arif dalam hatinya,


dan...


sekilas...arif melihat sosok cantik dan bau wangi lemon segar...semerbak saat wanit itu lewat di depan kantor arif.


"rif...itu...itu dokter baru itu..."


ucap bayu.


"tunggu...dia dokter?atau artis?dandanannya mirip artis saja,"


dengan sedikit penasaran,arif bangkit dari kursi duduknya,ia berjalan cepat menuju wanita yang tadi nelintas.


arif sedikit mengejarnya.

__ADS_1


dan...ia melihat wanita itu masuk ke dalam ruangannya.


dan duduk membelakangi pintu dengan kursi putar nya.


ia sedang menikmati teh tatik kesukaannya yang selalu ia rindukan.


arif berjalan mendekat ke arah pintu.


"tok tok tok..."


ketuk nya tiga kali di pintu tersebut.


"masuk..."


jawab nana.


lalu nana pun membalikkan kursi duduknya menghadap arif yang berdiri di depan mejanya.


matanya sedikit kaget...secepat itu ia bertemu arif.


"kau benar-benar tidak berubah..."


ucap nana dalam hatinya.


"maaf dokter na...saya mengganggu anda sebentar"


ucap arif dengan ramahnya.


"hohohoho...kau bisa ramah juga ternyata,"


kata hati nana.


"jangan bilang kau tidak mengenaliku?"


ucapnya lagi dalam hati.


dan memang benar arif pun masih tidak mengenali wanita cantik di depannya itu.


"cantik,"


gumam hati arif seketika dengan kagetnya.


namun ia berusaha menepis dan tidak mengakuinya.


"ada yang bisa saya bantu?"


tanya nana.


"saya hanya mau memberi saran...saya harap...jaga perilaku anda sebagai seorang dokter....apakah perlu berpenampilan seperti ini?dan disini rumah sakit...bukan kontes kecantikan,"


kata arif untuk menyembunyikam kekagumannya diam-diam.


"maaf dokter arif surya wijaya,saya hanya melihat-lihat hari ini...saya baru aktif munggu depan.jadi...simpan kata-kata itu untuk minggu depan.oke?"


ucapnya dan yang membuat arif semakin bingung.


"kau tahu namaku?"


tanya arif,


dan sebelum di jawab oleh nana,


bunda tiba di depan pintu.


"sayang ayo pulang...bunda telat sedikit...."


ucap bunda dengan wajah dan senyum cerahnya.


"bund...kenapa kesini sih bund...malu-maluin...sejak kapan arif minta jemput bunda?"


ucap arif yang langsung menghampiri bundanya.


yang dia kira bundanya datang untuk menjemputnya.


tapi ia salah...


tiba-tiba dari belakang.


"bund...putri kita mana?ayo..."


ucap ayah.


dan seketika mata arif tidak percaya atas apa yang di lihatnya.langsung saja sejurus menatap nana di sana.


berdiri dan ber jalan mendekat ke arahnya.


lebih tepatnya ke arah bunda dan ayah.


"yuk bund...yuk ayah...mari kita pulang..."


ucapnya sambil melengos melewati arif begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2