CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
balasan yang sama


__ADS_3

pagi itu seperti biasa...arif sudah berangkat joging,namun...di teras balkon terlihat nana sedang asyik melihat berita dari ponselnya,


jika di tanya...tumben tidak joging pagi ini...tentu jawabannya karena bekas itu masih betah menghiasi di leher jenjangnya,namun nana tidak ambil pusing...toh itu bukan kesalahannya.


tepat pukul enam pagi...nana melihat arif sudah kembali dari jogingnya,ia masuk kedalam kamarnya lalu menuju teras balkon dimama nana berada,


di belakangnya bibi membawa dua gelas susu segar,dengan camilan kacang atom kesukaan arif,sedangkan nana selalu memfaforitkan keripik kentang untuk cemilannya.


arif mendekat ke arah nana yang sedang duduk di sana,di balkon hanya ada dua kursi besi ringan dengan meja bundar kecil di tengah-tengah kursi.


"hey...apa kau sudah siap untuk hari ini?"


tanya arif yang berdiri bersandar pada pembatas balkon dengan tangan yang memegang air kemasan botol.


"menurutmu?"


ucap nana yang tanpa menoleh pada arif,


ia masih teramat sebal pada laki-laki di depannya itu.


"sayang....apa kau masih marah padaku?"


tanya arif yang kemudian mendekat ke arah nana,


ia membungkukkan badannya dengan satu tangan menyangga tubuhnya tepat di kursi yang nana duduki,


dan satu tangannya lagi menaikkan dagu nana agar wanita cantik itu menatapnya.


"menurutmu?"


tanya balik nana,


"hey...dari tadi aku bertanya padamu...tapi kamu malah menyuruhku menjawab kembali pertanyaanku!"


ucap arif geram.


lalu arif sedikit menarik dan mengacup nya di sana.


arif memejamkan matanya sesaat dan ia mengintip sedikit apakan nana pun sama,tapi tidak...nana sama sekali tidak memejamkan matanya,


"brengsek..."


gumamnya dalam hati lalu menarik tubuhnya menjauh dan menatap pemandangan dari atas teras balkon.


kini ia memunggungi nana.


"na...bagaimana caranya agar kau bisa menyukaiku?"


ucap tanya arif,


dan seketika nana pun terkaget,


apa yang di inginkan kedua mertua dan almarhum rama akan terwujut...jika arif menyukainya,jika soal perasaannya sendiri pada arif itu tidak penting yang terpenting ia bisa mengabulkan keinginan semua orang itu sudah cukup.


"harusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri...sudahkah kau rela melepas cintamu untuk kekasihmu yang dahulu mas jangan tanya aku sebelum kau menyadari perasaanmu sendiri,"


ucap nana seketika.


lalu senyum kecil mengembang di bibir arif,


lalu arif membalikkan badan nya menghadap nana yang sedang duduk,

__ADS_1


arif menatap sesaat wanita yang ada di hadapannya ini...


"dosa kah aku meninggalkan masalaluku?atau dosakah jika aku mengabaikan masa depanku ini?hatiku...tidak bisa berbohong...sejak pertama kali bertemu setelah sembilan tahun lamanya...hatiku tergerak untuknya,seseorang yang pernah aku abaikan bahkan tidak pernah aku pikirkan,"


kata hati arif,


"baiklah na...mari kita coba...aku ingin menatapmu sebagai masadepanku,"


ucap arif dengan mata berbinar nya.


seketika nana terkejut...ia sesaat menatap lekat wajah tampan suaminya itu,


"benarkah?semudah itu?tentu tidak mas...sebelum kau benar-benar mencintaiku...aku tidak akan menyerah padamu mas,"


kata hati nana.


lalu ia pun berdiri dan berjalan menuju ke arah arif,tepat dua jengkal wajahnya berada tepat di depan wajah arif agak ke bawah.


nana menatap lekat wajah arif dan tanpa aba-aba...ia memajukan wajahnya,tangannya meraih leher laki-laki itu menariknya agak maju,namun saat arif mulai memajukan wajahnya yang ia kira nana akan menciumnya,


ternyata nana malah memilih leher arif,ia menghujamkan ciuman nya disana,cukup lama hingga membuat arif menggatupkan giginya,


"ah....akhirnya...sama-sama membekas..."


ucap nana saat sudah melancarkan aksinya,


namun arif hanya tertegun menatap kenekatan gadis cantik yang ada di depannya itu.


"baiklah mas...aku mandi dulu...!"


ucap nana sambil akan berlalu pergi,


"tidak semudah itu lepas setelah menggodaku,"


"tunggu sayang..."


ucap arif sambil menarik ke belakang tangan nana hingga tubuhnya membentur dada arif,lalu dengan cepat arif pun menangkapnya dan mendekapnya.


"sayang...bisa kau jelaskan...darimana kau belajar hal seperti itu?aku tidak menerima jawaban yang sama dengan jawabanku,"


ucap arif dengan nada berat nya.


"memangnya...hanya laki-laki saja yang suka melihat video biru,wanita juga suka membaca novel yang berbau erotis...,"


ucap nana menerangkan.


"jadi...kau pun juga mahir dalam berhubungan bukan?kau suka gaya seperti apa?"


tanya arif dengan tangan yang mulai nakal.


"gaya apa?mahir ngapain?aku masih perawan tahu!"


ucap jujur nana,yang seketika membuat arif melongo dan tanpa sadat mengendurkan pelukannya tadi.


dengan cepat nana berlari menuju kamar mandi,


arif masih tertegun di tempatnya,


dan diam-diam terlintas senyum senang di bibirnya.


dan ia pun kembali menghadap ke arah luar.

__ADS_1


di dalam kamar mandi,


nana dengan masih mengatur nafasnya,jantungnya masih tidak beraturan.


"kau ini bodoh atau gimana sih na...hal seperti itu saja kau katakan...benar-benar memalukan...sangat memalukan..."


gerutu nana.


tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi,arif sudah menunggu nana di depan rumah dengan mobil nya,sudah cukup lama ia menanti kedatangan nana.


nana yang melihat mobil arif yang masih terparkir itu pun menghampirinya,


"lhoh mas...kan kamu sudah keluar dari tadi...kok belum berangkat?"tanya nana seketika,


"dia itu bodoh atau berlagak bego sih?jelas-jelas aku menunggunya kan,"


gerutu arif tiba-tiba karena nana tidak peka,


"aku disini jelas menunggumu...memangnya mau nunggu siapa lagi?"tanya arif.


"aku naik mobil sendiri aja...lagian...mobil baruku kan keluaran terbaru tahun ini...kan sayang kalau cuma di parkir di dalam garasi,"


ucap nana begitu saja.


"jadi kau menolak ajakanku?".


tanya arif dengan geramnya,


"dan lagi...semua orang kantor memanggilku miss na...tidak lucu kan tiba-tiba berangkat kerja denganmu mas.."ucap nana asal-asalan lalu pergi meninggalkan mobil arif,


"miss na apanya...awas kau jika genit di hari pertamamu bekerja,"dengus kesal arif dan menancap pedal gas mobilnya menuju kantor.


"aaah puas nya..."


desah nana,kemudian ia pun menuju mobilnya,mengendarainya sampai ke rumah sakit yang sama dengan arif.


tepat nana berjalan menuju ruang kerjanya,di sepanjang jalan banyak para perawat dan tenaga medis lain yang menyapanya,


dengan anggunnya nana terus melangkah dan membalas sapa mereka,


meski sesekali ia terhenti untuk sekedar hanya bersalaman,


hingga samar-samar ia mendengar bisik-bisik di belakangnya yang membicarakan bekas cupapangan suaminya itu,


namun ia memilih tidak mau ambil pusing,


hingga ia melewati ruangan arif,


terlihat disana bergerumbul tiga orang laki-laki yang sesekali tertawa.tanpa sadar kakinya pun melangkah masuk dan ingin tahu,


"selamat pagi..."sapanya pada sekompok orang tersebut,


sontak ketiganya menoleh...dan terlihat satu orang yang mereka kerubuti...ya itu arif.


arif mengisyaratkan untuknya segera pergi dengan tangannya,namun nana tidak menggubrisnya.


"oh miss na...dokter na..."


ucap tiga orang tersebut termasuk bayu.


"dari tadi benar-benar terdengar sangat ceria ya disini...mungkin kalian bisa memberi tahu ku pula,"

__ADS_1


ucap nana seketika.yang membuat seisi ruangan menjadi hening.


__ADS_2