CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
menggoda yang langka


__ADS_3

"tok tok tok...."arif mengetuk pintu ruang kerjanya sendiri saat ia baru saja sampai di depan ruangannya.


Terlihat Bayu sudah sibuk dengan para pasiennya dan seketika menghentikan aktivitasnya untuk mencari rahu siapakah gerangan yang tengah mengetuk pintu tersebut.


"pagi dokter bayu...maaf sudah membuat anda kerepotan...dan terimakasih bantuannya...sekarang saya ambil alih lagi ya kerjaan saya ini...terimakasih..."


ucap manis arif saat mereka ada di hadapan para pasiennya. dan bayu pun tidak bisa marah pada arif karena menjaga image nya pula.


"ooooh...tidak apa apa dokter arif...sering sering seperti ini juga tidak apa apa kok dokter arif...baiklah...sekarang saya pamit dulu..." ucap bayu dan langsung beranjak dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan arif di ruangannya dengan beberapa pasien muda di hadapannya.


"sekali lagi terimakasih dokter bayu..." ucap arif lagi setelah bayu berjalan hampir sampai ke depan pintu ruang kerjanya tersebut.


"uuuuh dasar si arif...nanti aku pasti minta traktiran...enak aja lolos begitu aja...nggak akan..."ucap bayu bergerutu di hatinya sambil menyunggingkan senyum palsu untuk semua pasien yang sudah menungguinya.


arif pun langsung melaksanakan semua tugas dan kewajibannya sebagai seorang paramedis.


hingga tanpa jeda semua pasien mengantri itu di periksanya satu persatu dengan sangat teliti olehnya.


"Aaaakhh....capeknya....akhirnya selesai juga..." ucap arif sambil meregangkan kedua tangannya ke atas dan menariknya perlahan. Ia pun lalu bangkit dari kursinya dan berniat menuju ke arah ruang kerja istrinya.


terlihat jam di pergelangan tangan nana sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Dimana perutnya sudah keroncongan...tadi pagi sama sekali ia belum bisa membuka bekalnya karena kesibukan yang melanda pagi tadi, Mau tidak mau nana pun harus menyelesaikan tugasnya dulu dan mengesampingkan urusan laparnya.


Hingga tanpa sadar waktu sarapan itu pun sudah terlewat begitu saja.


"aaaah...kenapa tiba tiba sudah pukul segini aja sih..."


gerutunya saat ia dapati perutnya sudah benar benar keroncongan.


"tok tok tok...."ketukan dari luar pintu ruang kerja nana.


Terlihat suaminya sudah berdiri mematung di pinggir pintu


dan sekarang melangkah masuk ke dalam mendekat ke arah nana. Dengan senyum ramah nana pun menyambut suaminya itu. Dan ternyata di dalam sana pun masih ada dua asisten nana yang belum keluar makan siang pula.


"kalian...bisa makan siang dulu kok...saya masih ada sesuatu yang mau saya rembuk dengan dokter arif..." ucap nana yang langsung di laksanakan oleh kedua asistennya, mereka tahu...dan mereka sangat mengerti maka nya keduanya pun langsung keluar pergi setelah pamit terlebih dahulu pada dokter na dan dokter arif.


keluar dengan menutup pintu rapat rapat.


"sayang sudah sarapan belum tadi?" Tanya arif sambil menuju belakang kursi nana dan langsung memijit pundak sang istri pelan pelan. Hingga nana terlihat sangat menikmatinya dan tanpa sadar dengan mata terpejamnya ia berniat mendongak dan menyandarkan kepalanya ke belakang. Namun siapa sangka malah kesempatan bagi arif untuk menikmatinya sesaat wajah cantik namun terlihat kelelahan istrinya itu.


"cup..." kecupan pertama arif yang mengenai bibir nana, namun nana tidak menghiraukannya, ia malah asyik menikmati tangan terampil suaminya yang memijit bahu serta pundaknya, sangat nyaman dan ia begitu menyukainya.


arif yang melihat ekspresi sang Istri yang tanpa penolakan itu pun tanpa pikir panjang langsung membuat hasrat kelelakiannya muncul, Hingga tanpa ampun arif menghabiskan bibir nana disana, terlihat nana pun menikmatinya. Lalu arif membopong tubuh istrinya ke brangkar pasien yang ada di belakang nya, Mendudukannya disana lalu menutup penuh tirainya.


"maaas ini di ruangan kerjaku...mas mau apa sih? nanti ada yang lihat mas...jangan di sini mas..." ucap nana yang sudah tidak di gubris suaminya sekalipun.


"aaah...sayang...toh masih waktunya makan siang...mana ada yang akan datang...biarkan aku mencicipinya sebentar ya..."ucap arif yang langsung menghujani ciumannya disana. meski belum mendapatkan izin dari yang punya.


"mas...aku lapar...sungguh...aku belum sarapan dari pagi...mas rela ya liat aku sakit?" Rengekan nana dengan memelasnya, hingga membuat arif menyudahi aksinya,


Dan menatap dengan tajam ke arah istrinya.


"kau serius dari pagi belum sarapan?sayang...kalau kau tidak sayang tubuhmu...cobalah untuk sayang aku bisa nggak sih??" ucap arif dengan nada sedikit resahnya.

__ADS_1


"kok bisa gitu mas?"tanya manja nana yang kini mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.


"iya karena aku sangat peduli padamu melebihi dirimu sendiri mempedulikanmu." ucap arif dengan serius nya.


"iya...iya...maaf sayang...kalau gitu mau lanjut aja nggak?mumpung aku mau?" balas nana dengan kedua tangan yang sudah menepuk pipi arif dan memajukannya.


ciuman yang cukup lama disana, Hingga...


arif terpaksa menyudahinya karena ia teringat sang istri belum sarapan dari pagi.


"aaakh....aku berasa gila...sangat gila rasanya sampai mau makan bata..." gerutu arif dalam hatinya karena ia benar benar begitu berat menahan hasratnya, apa lagi sang istri begitu menggoda saat ini, namun lagi lagi arif harus menjadi seorang lelaki sejat yang tidak menonjolkan nafsunya saja, ia harus jadi suami yang siaga pula untuk istrinya yang baru bisa menerimanya ini. butuh perjuangan hebat hingga titik ini.


"sayang....cukup...aku habisin ntar aja di rumah ya sisanya, Sekarang kamu makan dulu aku pun ingin makan bersamamu sayang...aku lapar...jadi udah ayo turun jangan bandel...goda terus ntar setelah pulang aja dari kantor...pasti aku ladenin." ucap arif dengan sangat songongnya. yang makin menggoda di lihat oleh istrinya itu. hingga muncul ide konyolnya untuk membuat sang suami menjadi lebih tertekan lagi.


"mas yakin sayang?mas nggak mau lanjut nih?"


ucap nana dengan menggodanya dan terkesan merayu suaminya.


"aaah udah...kelamaan di aras sini bisa bisa nggak ada waktu makan kamu sayang...udah...jangan niat gitu deh sayang...ayo turun..."ucap arif sambil menurunkan istrinya dari atas brangkar dan menggandengnya menuju ke mejanya dimana desana bekalnya berada. sebisanya arif menekan keinginannya yang sudah di ubun ubun itu.


"mau makan dimana sayang?disini apa di luar?"tanya arif sambil mengambil kotak bekal yang ada di meja istrinya itu dan membawanya.


"yuk ke kantin aja mas sambil beli teh susu tarik mas...pasti enak tuh siang siang seger gurih nikmat...kayak kamu..."


ucap menggoda nana dengan gombalannya yang membuat arif tersipu dan pipi nya memerah.


"cukup sayang...kau mau aku khilaf di tempat umum hah??"


melihat betapa mesranya mereka, bahkan tidak jarang ada yang syock karena patah hati menyaksikan ke intiman keduanya, Semua tidak menyangka bahwa dokter arif dan dokter na itu sedang berkencan...ya begitulah anggapan mereka semua, yang mungkin tahu hubungan keduanya hanyalah beberapa orang saja, termasuk bayu dan juga dua perawat yang menjadi asisten nana.


nana dan arif terlihat duduk di bangku kantin yang hanya mereka berdua saja setelah arif sudah memesan dua es teh susu ke penjaga kantin untuk membawanya ke mejanya. tiba tiba datanglah bayu dari arah belakangnya yang ikut nimbrung keduanya disana.


"hai yu...kamu masih ada disini?lalu anakmu gimana keadaannya?" tanya arif pada sahabatnya itu.


"ah...putriku sudah sehat lagi rif...udah pulang kemaren juga rif...nggak apa apa kok...cuma sakit kekurangan cairan karena diare makanya aku masukin dia ke rumah sakit biar dia di beri cairan infus...kalau aku yang ngasih dia suka rewel nggak mau rif..." ucap cerita bayu yang arif dengarkan dan nana simak.


"kalian udah terang terangan ya sekarang...udah buka bukaan satu sama lain biar nggak ada yang godain kan? bikin iri aja sih kalian ini." ucap bayu sambil menyuap es teler yang ada di mangkuk depannya.


"ini dokter pesanan anda..." ucap penjaga kantin khusus staf yang baru tiba dengan membawa dua cup besar yang berisi es teh susu kesukaan nana.


"makasih bu..." sahut keduanya bersamaan dan saat keduanya menyadarinya langsung menatap satu sama lain dan tersenyum bersamaan.


"aaaah...astaga...siang ini kenapa aku seperti berasa di kutub utara sih...seketika hawa jadi dingin sampai tulang tulangku membeku...ah...aku pergi aja lah dari sini..


bye kalian berdua yang sedang kasmaran..." ucap bayu dengan tangan yang mengayun ngayunkan kerahnya keluar masuk tanda ia sedang gerah.


"bayu ini...lucu ya mas...dia bilang kedinginan tapi ekspresinya kepanasan."ucap nana setelah bayu benar benar pergi dari hadapannya. dan arif hanya tersenyum menanggapinya. Keduanya menikmati makan siangnya hingga waktu istirahan pun habis dan kembali ke tempatnya semula.


"sayang...nanti mobilmu yang masih di sini sejak kemarin itu...biar di ambil supirnya ayah ya...aku langsung jemput kamu kesini setelah kita pulang kerja...kamu nggak capekkan kalau langsung aku ajak keliling untuk lihat lihat rumah mana yang di jual...dan lagi...sepertinya...aku lebih suka membeli tanah dan membangun rumah sayang daripada beli jadi...gimana kamu setuju yang mana sayang?" Tanya arif sambil mengantarkan istrinya sampai ke depan ruang kerjanya.


"iya nanti kita lihat dulu aja rumah yang jadi mas...nanti kalau nggak sreg...kan bisa cari alternatif lain mas...gitu aja ya..."ucap nana dengan mengungkapkan apa yang ia pikirkan.


"oke baiklah sayang...selamat bekerja ya..."ucap arif sebelun ia benar benar pergi meninggalkan istrinya di dalam ruangannya.

__ADS_1


"eh tunggu mas...ada yang ketinggalan...."ucap nana dengan sedikit paniknya yang sudah terlihat dari raut wajah nya.


"apa sayang?apa nya yang ketinggalan?ponsel lagi?"


ucap arif dengan berbalik dan menghentikan langkahnya, kini ia menghadap ke arah sang isri...


"cup..."kecupan nana yang tiba tiba mendarat di pipinya yang tak bisa ia tolak.


"naaah sekarang nggak ada yang ketinggalan deh..."


ucap nana dengan senyum mengembang, dan arif yang begitu bahagia oleh tingkah istrinya kini.


"ih sayang kamu...aku pingin balas seratus kali lipat...awas ntar aku balas..."ucap ancaman arif, namun nana malah tersenyum dan tidak takut sama sekali.


"bye bye maaas...makasih ya..."ucap nana mengantar kepergian sang suami.


"Astaga...aku seperti anak abg yang sedang kasmaran..."


ucap nana, lalu terlintas senyum mengembangnya.


kini ia sudah mulai di sibukkan dengan aktivitasnya yang begitu padat itu lagi.


hingga pukul dua siang saat arif dan nana waktunya untuk pulang, Hari ini keduanya sudah janjian untuk mencari cari rumah yang akan di belinya, banyak promosi di media sosial, namun mereka tidak percaya dan memilih mencarinya langsung ke tempatnya.


"tok tok tok..." Arif mengetok pintu ruang kerja nana, namun saat arif masuk...nana tidak ada di dalam ruangannya, hingga beberapa saat arif terlihat menungguinya di kursi yang biasa nana tempati.


sudah hampir setengah jam saat arif menunggu disana, dan nana tidak kunjung datang pula, asisten nana pun tidak ada disana. Ruangan itu kosong.


Hingga arif begitu merasa ngantuk dan tidak bisa menahan kantuknya, ia memutuskan untuk pindah ke brankar dan tidur disana. hingga beberapa saat lamanya...


nana masuk ke dalam ruangannya beserta kedua asistennya,


"Astaga dok..."ucap salah satu asisten nana yang terlihat begitu terkejutnya, Ketika ia baru saja membuka tirai yang sedikit tertutup di dalam ruangan tepatnya di sebelah brangkar pasien.


"ada apa?" tanya nana tiba tiba yang ikut serta menengok apa yang di lihat asistennya.


"Astaga...mas arif...aku lupa memberitahunya...kalau aku sepulang kerja ada rapat..." ucap nana sambil mendekat ke arah suaminya dan mengelus elus pipinya yang hangat dan mulus tanpa bulu bulu jenggot nya, karena arif rutin setiap hari membersihkannya.


"maaas...bangun sayang...aku udah kembali..." ucap nana di sela sela elusan pipinya.


"iya sayang...aku bangun kok...kamu kemana aja sih...lama sekali...sini peluk...aku kangen..." ucap arif yang langsung memeluk pinggang istrinya yang ada di sampingnya.


"eh maaas malu tahu...lihat tuh ada dua asistenku juga disini..."ucap nana yang mencoba melepas pelukan tangan suaminya,dan arif yang mengerti pun mulai mengendorkan tautan tangannya.


"maaf ya mas...aku tadi ada rapat sebentar...udah nungguin lama ya?ayo pulang sayang..."ucap nana sambil mencoba merapikan pakaian suaminya.


"doktet na...dokter arif...kalian sangat manis...kami yang jomblo ini sangat iri..." ucap salah satu asisten nana yang ternyata dari tadi menatap keduanya.


"aaah kalian...kami mau pulang dulu ya...kalian rapikan dulu semua ya...baru pergi nanti..." ucap nana sambil mengajak suaminya untuk keluar dari ruangan,tidak lupa ia mengambil tas nya dan menanggalkan jas kedokterannya di tempat biasanya ia menggantungnya.


"baik dokter na...siyap...!"ucap kedua asistennya yang bersamaan dan di sambut senyuman nana yang begitu manis. keduanya berjalan bersamaan dengan tangan yang saling menggandeng mengeratkan satu sama lain kedua tangan mereka.


"sayang kamu nggak apa apa kan?kamu baik baik saja kan saat semua tahu kita ada hubungan sayang??"tanya arif tiba tiba karena ia khawatir istrinya merasa tidak senang atau berpikiran macam macam. jika ia mendengar ada gosip tentangnya.

__ADS_1


__ADS_2