
arif menyahut tangan istrinya lalu menggenggam jemarinya,nana sesekali hanya melirik ke arah suaminya lalu manyun lagi.
keduanya berjalan keluar dari pintu utama hotel,melewati pelataran luas yang di hiasi beberapa pohon rindang,ada pula empat pohon palem yang menjulang tinggi tinggi bak benteng kokoh di bagian depan hotel,pagar beton yang di sampingnya terdapat selokan di kanan kiri jalan masuk hotel,
"sayang....kok manyun aja sih?kenapa?aku buat salah apa sih sayang?"tanya arif yang tidak mengerti akan kelakuan istrinya.matanya sesekali melirik ke arah nana yang hanya menatap ke arah depan tanpa menoleh ke arahnya.
"nggak...nggak ada apa apa kok mas..."ucap nana yang mencoba menyembunyikan kegundahan hatinya itu.
"loh...kok gitu?mas salah ya pingin tahu salahnya dong...kok malah bilang nggak apa apa sih sayang?nyatanya tu bibir masih manyun..."ucap arif masih dengan nada yang sama.dan pertanyaan yang sama pula.
"ugh nggak peka...!"dengus nana sambil melepas pegangan tangannya dari tangan suaminya,berjalan sedikit cepat mendahului arif.di depannya.
"eh...malah menghindar sih sayang...ayo...aku salah apa?
auh....kamu ngambek gara gara ciumanya kurang lama ya?kurang puas?nanti aku puasin deh...sampai habis..."
ucap arif yang terkesan bercanda,malah membuat nana makin kesal saja di buatnya.
"uwaaaaaah.....mas lihat mas...bagusnya mas...lihat nggak ?"ucap nana seketika dengan nada senangnya,ia melihat balon balon gelembung air sabun yang begitu berukuran besar besar dan banyak membumbung tinggi ke udara yang jumlahnya begitu banyak,benar benar cantik menurutnya,hingga ia terlena akan kekesalannya tadi,dan berubah menjadi kekaguman yang ia rasakan saat ini.
"ehemmmm...."deheman arif yang berada di samping nana,sontak membuat nana terkaget dan menatap ke arah wajah suaminya.
"aaah...ayo mas kita lihatnya sambil mendekat kesana mas..."ucap nana seketika dengan senangnya,dengan tangan yang langsung menyelip memeluk lengan suaminya dan menggandengnya menuju ke tempat yang begitu ramai pengunjung.
"wuaaaah....rame ya mas...ada festival musik anak kota...kita lihat lihat penjual jajanan yuk..."ucap nana masih sambil menarik lengan suaminya,arif hanya terbengong sambil nurut apa yang di inginkan istrinya itu,ia tidak bisa menolaknya,karena terpancar rasa bahagia di wajah nana.
"kamu nggak pernah datang ke tempat seperti ini?di luar negeri?"tanya arif pada nana,dengan tangan yang kini hanya saling bergandengan tangan menyatukan jemarinya satu sama lain.
"kenapa mas emangnya?aku emang suka dengan hal hal ceria seperti ini...aku lebih suka melihat lepas dan di tempat terbuka seperti ini,aku sudah kenyang jika di gedung dan di tempat tempat tertutup seperti itu...sekali kali...aku juga ingin rasakan pergi ke twmpat tempat seperti ini mas..."ucap nana sambil berhwnti dan melihat lihat souvenir souvenir yang terlihat lucu.
"kalau kau seperti ini...mana ada yang percaya jika kau itu seorang dokter spesialis sayang..."ucap arif sambil kepalanya mendekat dan bibirnya yang berucap hampir menyentuh telinga nana.
"biar aja mas...sekali kali kan...mas juga...lagaknya sok cool gini...siapa juga yang sangka kalau mas ini dokter spesialis kandungan?hayo?"ucap nana sambil mengambil satu buat boneka gantungan kunci yang berbentuk singa kecil berwarna coklat yang imut.
"nah...ini pembawaannya sama persis kayak mas nih...suka se enaknya sendiri...suka maksa...suka menguasai...suka..."ucap nerocoa nana yang tiba tiba terhenti dengan senyum menciut ia menutup mulutnya.
"ups,"ucapnya seketika dengan mata melirik ke arah suaminya,dan senyum kecut mengembang di bibirnya.
sedangkan arif sudah mendelik dengan mata yang makin menyipit menatap tajam ke arah istrinya.
"ouh...jadi...aku seperti singa nih ceritanya?okay...tunggu saja aku terkam kamu sayang..."ucap arif dengan menggodanya,dan nana dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di tambah senyum masis di bibirnya isyarat meminta maaf pada suaminya.
"aku maafin tapi setelah nanti malam...biar aku habisin dulu mangsa aku."ucap arif dengan seriusnya.
"cegluk..."nana menelan ludahnya dengan perasaan sedikit bergidiknya.
"sudah ayo...katanya mau cari makan...mau makan apa?disini hanya ada jajanan saja kayaknya sayang..."ucap arif sambil celingukan menatap kesana kemari yang ada hanya makanan cepat saji yang di jual para penjualnya.
"emmmb...aku mau makan sosis gede tu mas..."ucap nana dengan antusiasnya saat menatap dua sejoli menikmati sosis sosis jumbo dengan saus mayonaise dan saus serta parutan keju di atasnya.
__ADS_1
namun kata sosis gede yang nana sebutkan tadi malah membuat arif menjadi malu di buatnya.
dengan wajah merah dan tangan yang menggenggam erat jemari isteinya,arif hanya bisa manggut manggut.
"lhoh...mau makan malam ini aja ya?nggak mau dinner yang romantis gitu sayang??"tanya arif pada istrinya,tangannya sedikit menarik tangan nana mencoba menghentikan.
"nggak apa apa mas...aku lagi pingiiin..."dengus manja nana dengan tangan yang menggoyang goyang tangan arif,seperti anak kecil meminta di belikan permen oleh ibunya.
"haaaiiissszzz...oke oke..aku nggak kuat kamu kayak gitu!!"
ucap arif yang mengiyakan kemauan sang istri,
keduanya menikmati sosis jumbonya sampai habis,di tambah kentang goreng yang di bentuk memanjang,dengan harga terjangakau namun memuaskan serta mengenyangkan yang terpenting.
"hemmmz...malam ini sangat indah ya mas...sangat puas singgah di sini."ucap nana aambil menatap langit langit yang masih penuh dengan gelembung gelembung sabun yang di tembakkan oleh si penjual untuk mempromosikan dagangannya.
keduanya lesehan di padang rumput hijau dengan tikar sekali pakai yang baru ia beli,di area alun alun.Ditemani alunan musik langsung anak anak muda yang unjuk gigi di panggung kecil yang terligat megah,meski waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam namun suasana malah makin meriah,makin ramai anak anak muda yang baru tiba memenuhi sebagian tempat dengan bergerombol bergerombol.
"hemmmz...kapan ya mas kita bisa menemukan tempat seperti ini lagi?setelah besok...kita udah harus masuk kerja lagi...nggak mungkin kan bisa bebas kayak gini lagi mas..."
ucap nana sambil kedua tangannya menyangga tubuhnya ke belakang dan wajahnya mendongak.
"emb...nggak dingin sayang?"tanya arif sambil menyandarkan kepalanya sesaat pada pangkuan nana yang kakinya sedang duduk bersila.
"nggak tuh mas...cuma dikit dinginnya..."ucap nana sambil mengelus rambut suaminya.
"ayo balik ke kamar sayang..."ucap arif sambil meraih jemari tangan istrinya dan membuat nana menghentikan elusannya seketika.
"kenapa sayang?ada apa?jangan bilang kamu masih belum bisa nerima aku ya sayang..."ucap arif dengan nada sedikit meninggi.
"emb...nggak kok mas...cuma aku merasa sedikit gerah saja kok mas..."ucap nana sambil mendorong paksa tubuh suaminya agar terjaga dari tidurannya.
"hemmmb...kita balik sayang?"tanya arif lagi,dan nana hanya mengangguk menyetujui perkataan suaminya.
keduanya beranjak pergi dari tempatnya,dimana sebelum pergi keduanya membersihkan dan membuang semua sampah yang telah mereka kumpulkan tadi.
sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam tanpa saling bicara meski tangan mereka saling menyatu mengeratkan satu sama lain.
namun sesekali keduanya saling melirik,
"kira kira mas arif nanti minta jatahnya nggak sih?aaakkh...sakit nggak sih?"ucap nana dalam hatinya yang menebak nebak.
"kira kira nana bakal terkejut lalu terpesona tidak ya dengan kejutan yang aku buat?"ucap arif dalam hatinya.
sampailah keduanya di depan pintu kamar nya,perlahan arif menekan kunci pintunya dan berhasil terbuka.
"loh mas...kok lampunya di matikan ya?bukannya tadi sebelum kita meninggalkan tempat kita menyalakan lampunya ya mas?"tanya nana sambil tangannya meraba raba dinding samping pintu kamarnya,
namun arif hanya terdia sambil menyandarkan tubuhnya di pintu,dengan tangan yang keduanya di masukkannya ke dalam kedua saku celanya.
__ADS_1
"tuk,"suara sakelar lampu yang nana pencet dan sontak menyala lah semua lampu yang menerangi semua ruangan dengan begitu terangnya.
"mas nggak mand..."ucap nana terhenti seketika,yang sebenarnya ia akan berkata mandi, saat ia dapati di atas ranjangnya bertaburan bunga mawar dengan selimut yang sudah di bentuk menjadi bentuk love atau cinta di atas tempat tidurnya,bunga mawar nya pun berbentuk hati yang benar benar menawan mata saat menatapnya.
"haaaaaah....a...ap....paaaa...ini mas??"tanya nana dengan terbata batanya,lalu bayangannya kembali pada persoalan tadi saat ia ngambek pada suaminya karena suaminya tidak mau bilang padanya apa yang sedang ia bicarakan pada orang orang kariawan yang berada di bagian resepsionis hotel.
Betapa terkejutnya nana dan betapa bahagianya pula hatinya,sebuat kejutan manis yang baru pertama kali ia terima dan alami di sepanjang perjalananya sampai saat ini.
"ini kejutan yang tadi aku bilang sayang...kamu nggak percaya ya sama aku?"tanya arif balik sambil melangkah mendekat ke arah istrinya dan merangkulnya dari belakang.satu tangannya melingkar di bawah dagu nana dan satu lainnya memeluk erat di bawah dada sang istri.
"apa kau suka sayang acara kejutan dadakannya ini?aku nggak kepikiran yang lain aku hanya ingat kalau wanita suka sesuatu yang manis manis sayang..."ucap arif sambil mengecup pinggir kepala nana.
"oh ya...sini deh...ikut aku sayang..."ucap arif sambil melepas pelukannya dan menggenggam jemari nana membimbingnya menuju kamar mandi,dimana bathtub yang begitu besar dan terlihat mewah itu penuh dengan bunga,meski air dinginnya hanya separuh bathtub saja,arif bisa menambahkannya sendiri dengan air hangatnya.
"aaakh maaas...ini nyata?aku sangat sangat suka mas...aku suka sekali..."ucap nana dengan kegirangannya,
tanpa pikir panjang,arif pun membimbing istrinya masuk kedalam kamar mandi,melepaskan pakaiannya tanpa tersisa dengan tanpa malu malu lagi,dan nana pun mengerti ia pun tidak malu lagi untuk turut serta melakukan apa yang suaminya lakukan.
arif langsung mendekat,menghujani dengan ciumannya,
lalu keduanya masuk kedalam bak mandi dengan penuh taburan bunga,hingga beberapa saat terlihat kedua insan sudah saling basah kuyup.
bercanda bercengkerama dengan pasangan,
hingga beberapa tanda merah kecoklatan tertinggal tanpa sengaja dan juga ada pula yang di sengaja oleh arif di beberapa tempat di tubuh nana.
arif menyelimuti tubuh nana usai mandi bersama,mengeringkan rambutnya lalu membopong tubuh istrinya menuju pembaringan.
membaringkannya perlahan hingga tubuh utuh tanpa helai benang terlentang disana.
"kau yakin?"bisik arif lirih di telinga nana,nana hanya mengangguk sebagai balasannya.
"kau tak akan menyesal?"bisiknya lagi,dan nana pun menggeleng pelan.
"apa itu akan sakit?"tanya nana perlahan,membalas bisikan di telinga suaminya.
"mungkin..."bisik balasan suaminya lagi.
namun ternyata semua pertanyaan yang arif ucapkan hanyalah pengalihan perhatian saja,hingga nana meneteskan bulir air mata di ujung ujung matanya.
bibirnya meringis,giginya gemeretak menahan kesakitan yang tidak bisa ia tolak atau tawar lagi.
sedetik kemudian,keduanya sudah menyatu,hingga tanpa kenal waktu.
terengah dan berhenti...memulai lagi...dan terus hingga waktu menunjukkan pukul tiga dini hari.
stamina terkuras dan kedua tubuh mulai kelelahan karena ulah masing masing.
nana tertidur pulas seketika dengan tanpa selimut,lalu dengan sigap arif pun menarik selimutnya dan menutupi tubuh keduanya.senyum puas terlihat di bibirbya.
__ADS_1
"terimakasih sayang..."bisiknya lalu mengecup kening istrinya,sebelum ia benar benar ikut terlelap memeluk istrinya.