
"aaaassstagaaa.....ini orang udah ngantri segini banyaknya...lah emangnya toilet sebelah itu kenapa ya?"
ucap dalam hati nana saat baru keluar dari dalam toilet,ia sedikit teriak saking terkejutnya,lalu ia menoleh ke arah dua toilet yang sedang nganggur.
"maaf dalam perbaikan..."ucap nana saat membaca tulisan yang tertempel di depan pintu sebelahnya.
dengan kepala manggut manggut.
"oh....jadi rusak...."ucapnya lagi.
"padahal yang sebelah sini kan masih ada...kenapa juga bejubel di depan toilet sini sih?"dengusnya dalam hati dengan pertanyaan yang sama.
"aaaahhh....maaf....kami lama ya di dalam...sudah kok..."
ucap nana seketika saat melewati kerumunan orang yang mengekor berjumlah lima orang,di susul suaminya dari belakang mengekorinya.
"maaf mbak...kenapa nggak di sebelah situ ya?daripada disini ngantri?"tanya nana pada salah seorang yang mengantri.
"itu mbak...wc nya rusak kayaknya...penuh...mending ngantri disini aja..."ucap wanita yang di tanyai nana itu,lalu nana pun manggut manggut mencoba mengerti.
"ada apa sih sayang?"tanya arif pada istrinya,dengan tangan yang merangkul pundaknya.
"emb...ini mas...mas sih...kelamaan tahu di dalamnya...ngantri kan banyak...di samping samping itu toilet rusak ternyata mas..."ucap nana pada suaminya,keduanya bergandengan tangan berniat meninggalkan tempat yang baru saja mereka kunjungi.
"mas udah nggak apa apa kan?mas baik baik saja kan?"tanya nana pada suaminya,dan arif hanya menggeleleng pelan tanda ia baik baik saja.
"bentar mas...tadi aku kan bawa gelasnya warung...aku ambil dulu ya mas..."ucap nana sambil berjalan meninggalkan suaminya,di tangannya terlihat membawa selimut yang tadi di pinjam suaminya,nana pun berniat mengembalikannya pada si pemilik.
"mbak...ini mbak...selimutnya aku kembalikan ya...terimaksih banyak mbak udah di pinjami..."ucap nana sambil menyerahkan selimut yang ada di tangannya pada orang yang tadi meminjaminya,
"sama sama mbak..."ucap si wanita baik itu.
Nana pun mengambil gelas kosong yang ada di tempat duduk suaminya tadi,membawanya menuju arif yang sudah menungguinya di tepi sungai aliran air terjun.
"sudah sayang?"tanya arif saat nana sudah mendekat ke arahnya,
"heem...udah kok mas...ayo kita kembalikan dulu ini gelasnya...nanti di cariin loh sama yang punya."
ucap nana lalu menggandeng tangan suaminya menuju ke warung yang punya gelas.
sesaat arif menatap ke arah istrinya dengan sangat senang,baru kali ini arif di perlakukan nana begitu istimewanya,bahkan...nana sudah janji tidak akan menolak nya untuk hubungan ranjang.
"aaah...bu...maaf ya...lama bawa gelasnya..."ucap nana setelah sampai di warung dan bertemu langsung sama ibu ibu penjaga warung.
"ouh...nggak apa apa non...mari...silahkan...jagung bakarnya masih anget...jagung rebusnya juga ada non.."ucap si ibu penjual warung sambil menawarinya.
"gimana mas?mas masih mau disini apa kita lanjut aja mas?makin sore makin dingin loh mas...gimana?"
tanya nana yang terlihat khawatir pada suaminya,
"tenang sayang...aku udah nggak apa apa...penawarku kan sekarang ada disini...kalau kedinginan lagi tinggal copot baju..."ucap arif dengan terkekeh nya,
"baiklah...mari kita nikmati suasana sore disini...sambil makan jagung..."ucap nana yang di sambut sang suami,keduanya masuk kedalam warung,warung angkringan dari bambu yang di cat coklat mengkilap,dan menghadap ke arah sungai mengalir ber tingkat tingkat di depannya,membuat suasana menjadi sangat hangat di udara yang sangat dingin.
keduanya menikmati jagung rebus sambil meminum wedang jahe anget.
"mas...apasih...natapnya gitu banget...kayak lama nggak ketemu aku...malu ah."ucap nana seketika,saat ia menyadari bahwa suaminya menatap terus ke arahnya.
"heeemzzz...sayang...kamu tuh...cantik banget...terus...tadi juga...jadi nagih rasanya..."goda arif pada istrinya.
__ADS_1
"ih apaan sih mas...di tempat umum loh...malu tahu kalau kedengeran orang..."ucap nana pada suaminya.
"kenapa malu?tadi aja kita ngapain di tempat umum?"
tanya arif sambil menggenggam jemari istrinya,lalu mengangkatnya dan mencium punggung tangannya.
perlakuan arif yang sangat romantis itu malah membuat nana malu di buatnya,
"ngapain?tadi kita cuma ciuman kok..."dengus nana sambil membuang muka nanatap sampingnya,senyum malu ia tahan disana.
"kok malu malu sih...jangan goda dong sayang...aku jadi gemas nih..."ucap arif sambil beringsut mendekat ke arah sang istri.
"uuuhhh...dingin..."ucap arif lirih yang di sertai mepet mepet ke arah istrinya.
"apa?kenapa mas?mas dingin lagi?ayo pulang kalau gitu mas...jangan lama lama disini..."ucap nana sambil terlihat khawatir disana...kedua tangannya terlihat memeluk erat suaminya dan sebentar sebentar mengusap usap nya.
"punya istri perhatian banget sih....makin sayang deh jadinya..."ucap arif sambil melirik sang istri.
"aaaakkkh mas bercanda ya ternyata...dasar..."
dengus kesal nana sambil menoyor dada suaminya,
"udah ah ayo pulang...kelamaan disini ntar...sehariannya kita dah habis disini ni..."ucap arif sambil beranjak berdiri dari duduknya,ia menuju ke ibu ibu pemilik kedai,lalu membayar sejumlah yang keduanya makan dan minum.
"sayang...malam ini mau makan malam di hotel aja apa keluar?"tanya arif pada istrinya,
"emb...tergantung nanti deh mas...cuacanya bagus apa nggak...kalau nggak ya mending di hotel aja...kalau cuacanya cerah...ya mending keluar jalan jalan cari angin...kan jarang jarang kita punya waktu berdua gini..."
ucap nana sambil melempar senyum manja ke suaminya.
"hemmmz kamu tu ya...gemesin tahu nggak...!"
"kita belum foto bukan?mana ponsel kamu sayang?"
tanya arif pada istrinya,dan nana dengan cepat merogoh ponsel dalam sakunya,mereka pun berpose berdua dengan mesranya.
"maaf...bisakah memfotokan kami sebentar?"
tanya arif pada sepasang muda mudi yang terlihat akan turun ke bawah,nana dan arif pun berpose layaknya orang yang sedang kasmaran,begitu terlihat dari raut wajah masing masing.
"okay...makasih ya..."ucap arif saat pasangan itu sudah mengambil beberapa jepretan fotonya dengan nana.
dan terlihat pasangan itu pun pergi dengan balasan senyum di bibir masing masing.
nana dan arif meninggalkan tempat tersebut lalu pergi mebuju hotel tempat menginapnya,setelah sampai...ia memutuskan untuk berbaring di tempat tidurnya,pinggang keduanya berasa mau copot,capek...apa lagi nana yang tadi harus lari larian,keduanya terlihat sangat kelelahan.
"mkasih ya..."ucap arif sambil menoleh ke arah istrinya yang tiduran di sampingnya,terlihat nana sudah memejamkan matanya.
"makasih untuk apa mas?"sahut nana tanpa menoleh dan terus memejamkan matanya,di wajahnya jelas terlihat wajah wajah kelelahan.
"tadi kamu begitu khawatirkan aku kan sayang?aku lihat kok...makasih...hanya itu yang bisa aku ucapkan sayang..."ucap arif sambil menyangga kepalanya miring menatap wajah sang istri.
"cup."tiba tiba arif mengecup bibir istrinya tanpa aba aba.
"maaas...."rengek nana di sela ciumannya,matanya masih terpejam.
"oke...oke...aku lepasin sekarang sayang...pasti capek ya?...jangan harap nanti malam aku beri ampun!"
kata arif sambil beranjak berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi,
__ADS_1
tidak lupa ia meraih handuk,lalu terdengar pintu kamar mandi yang membuka lalu menutup,
tanda arif sudah benar masuk ke dalam kamar mandi.
"aaakh...jantungku..."ucap nana dengan mata terbelalak menatap langit langit kamar nya.
ia terbangun dari ranjangnya lalu berjalan menuju lemari pendingin,tangannya mengambil satu botol sedang seprite
dan membawanya berjalan menuju sofa,tangannya mulai meraih remote dan menyalakan televisi,
"aaakh...aku benar benar belum bisa...apa yang harus aku lakukan?kenapa dia sebegitu entengnya jika ingin melakukan hubungan suami istri itu?masak nggak ada pendekatannya sih?aku belum pernah ngelakuinnya...aku harus gimana?
apa karena dia dokter kandungan?hingga terlihat begitu mudahnya untuk melakukan?"lagi lagi tanya nana dalam hatinya,hingga tanpa terasa minuman yang ada di botol yang ia pegang kini sudah habis.
lalu tanpa terasa ia pun memejamkan matanya,ia tertidur di atas sofa,tidurnya sangat nyenyak saat hujan mulai turun mengguyur lumayan deras di sore itu.
arif keluar dari dalam kamar mandi,dengan rambut basah yang setengah kering,ia mengeringkannya hanya dengan handuk saja.
"lhoh...sayang...kok kamu bisa bisanya tidur di sofa?hmmmz...pingin aku gendong ya?awas ya...aku minta imbalan banyak lo..."gerutu arif dalam hatinya,lalu terlihat senyum liciknya.
arif pun mendekat ke arah istrinya,ia terlihat jongkok dengan satu kaki sebagai tumpuannya.
arif hanya ingin memastikan apakah istrinya tidur beneran apa hanya ingin menggodanya saja.terlihat telapak tangan arif yang di sapukannya ke kanan dan ke kiri di depan wajah nana,ternyata tidak ada tanggapan sama sekali.
"kamu tidur beneran sayang?hemmmz...baiklah..."
ucap arif sambil beranjak berdiri dengan sedikit menunduk ke arah istrinya,kedua tangannya mulai menyangga bagian atas dan bawah nana,arif membopong tubuh istrinya dengan perlahan lahan,
berjalan pelan lalu meletakkan tubuh nana di atas tempat tidur,tidak lupa ia membubuhkan kecupan di kening istrinya.
"makasih sayang...untuk semuanya...dan maaf...hari ini sudah membuatmu khawatir...kalau nggak begini aku nggak tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya padaku."ucap arif dengan tangan mencoba mengesampingkan rambut rambut yang menutupi sedikit wajang nana,hingga wajah itu terlihat sangan jelas.
"emmmb...jadi tadi itu mas seneng ya sudah buat aku panik setengah mati?"kata nana tiba tiba sambil membuka matanya perlahan,kedua tangannya langsung merangkul leher arif dan tertahan disana.
arif menelan ludahnya dengan tatapan menatap tajam tanpa kedip ke arah wajah nana.
"kok nggak tidur sayang?sengaja ya biar aku bopong?suka?apa kepingin?"tanya arif yang masih dalam rangkulan tangan nana.
"aku pilih keduanya mas..."ucap nana yang membuat arif menelan ludahnya lagi.
"okay...sekarang mas udah mandi...udah wangi...sekarang giliran aku ya yang mandi."ucap nana yang melonggarkan tangannya dan perlahan menurunkannya,arif tidak tahu...nana terlihat tenang melakukan itu,namun sebenarnya tubuhnya sudah gemetaran hebat hampir suaranya tertelan dan tidak terdengar.
"eeeh....enak aja...udah buat aku tergoda dan tegang gini malah mau kamu tinggal begitu saja sayang...nggak bisa..."ucap arif sambil menarik tangan nana hingga tubuhnya terjerembab dan kembali berbaring.
"mas mau aku nggak mandi dulu?aku masih kecut mas..."ucap nana dengan sedikit meronta.namun tidak di hiraukan suaminya.
"aku nggak masalah sayang...mau kamu kecut kek...mau kamu asin...bagiku kamu tu manis..."ucap gombalan arif agar istrinya tidak tegang,namun malah membuat nana semakin terpojok saja.
"emb...mas...aku nggak pede ih...mas arif...toh nanti juga mas bisa dapetin...kenapa sih nggak ngijinin aku mandi dulu...!"dengus nana yang sedikit kesal.
"nggak...pokonya nggak..."ucap arif dengan egoisnya.
"ayowlah masss...jangan gini...aku tegang nih..."
balas nana sambil meronta.
"oke oke...baiklah...baiklah...aku biarin pergi mandi...cepat ya...aku nggak akan bajuan sampai kamu datang loh sayang..."ucap arif sambil berguling dan tidur terlentang.
tangannya menyahut bantal di sampingnya lalu memeluknya di atasnya.
__ADS_1