
lalu seketika nana pun melepaskan tangan suaminya,ia sudah merasa terjebak oleh tingkah suaminya yang begitu melow barusan,dan membuatnya iba,hingga ia berkata perkataan yang memancing suaminya untuk bisa mendekatinya.
"ohooohooo....tidak...tidak...tidak semudah itu mas...."
ucap nana dalam hati dengan tatapan mata tajam menghadap lurus ke depan.
"sayang kok diam?ngelamunin apa sih?"tanya Arif pada istrinya,dan nana hanya menoleh ke arahnya dengan senyum tipis dan samar.
"mas...malam ini...emmmb...tanganku masih..."ucap nana yang sedikit tertahan di akhir katanya,
"nggak apa apa sayang...waktu kita yang tidak bersama begitu panjang...hingga bertahun tahun,pastilah...waktu kita bersama yang akan datang...akan lebih panjang pastinya,jangan jadikan sakitmu alasan untuk bisa menjauh dari ku,karena...meski kau sembuh...aku pun tidak akan memaksamu sampai kamu memberikannya dengan setulus hati untukku."ucap Arif dengan jemari yang kini berbalik menggenggam jemari istrinya dan menariknya perlahan ke arah bibirnya dan mengecup di punggung tangan istrinya.
"gimana?kamu paham?jadi...jangan jadikan alasan kamu untuk bisa menjauh dariku lagi,karena...aku tidak akan membiarkannya,aku sudah cukup pernah kehilanganmu satu kali...dan kali ini...tidak akan aku biarkan kamu pergi dari sisi aku lagi.Aku pastikan itu."Ucap Arif dengan nada berat di suaranya yang terkesan sangat cool bagi seorang gadis yang mendengar nya,dan nana...ia hanya menatap lurus manik mata Arif yang berkata nampak sungguh sungguh di hadapannya.
"apa?kenapa malah menatapku seperti itu?"tanya Arif saat menyadari istrinya tengah terlihat sedang terpesona oleh kata kata nya barusan.
"aaah...apa sih maaaas...kamu tuh...kayak anak Abg aja sih...sok puitis...tahu!"ucap Nana sambil membuang muka menatap ke arah lain namun dengan cepat jemari Arif sudah mengambil dagunya dan memaksanya untuk menghadap ke arahnya lagi.
"aku sungguh sungguh sayang...aku nggak lagi gombalin kamu kaya anak Abg...aku juga nggak akan ngasih kamu janji janji manis yang seperti seorang playboy sejati lakukan...tapi...aku sungguh sungguh...aku berucap sebagai seorang suami...pada istrinya."kini ucapan Arif sangat mantap dan sungguh sungguh tanpa ragu sama sekali.Hingga nana hanya mengangguk mengiyakan perkataan sang suami.
Hingga tanpa terasa keduanya menikmati malam itu dengan pendekatan antara pasangan yang baru saja merajut cinta,keduanya sama sama cengar cengir seperti anak Abg pada umumnya.
"Ayo masuk...nanti kamu bisa masuk angin sayang..."ucap Arif sambil beranjak berdiri dari tempatnya dan membimbing istrinya untuk ikut berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar hotel nya.
nana perlahan naik ke atas tempat tidur dan mulai menyelimuti tubuhnya.Tidak lupa ia mematikan semua lampu terlebih dahulu,tinggallah dua lampu duduk yang ada di meja samping kanan kiri tempat tidurnya,sedangkan Arif...ia tengah masuk ke dalam kamar mandi,setelah beberapa saat Arif di dalam...lalu terdengar pintu kamar mandi itu terbuka lalu menutup lagi,sontak nana pun mencoba memejamkan matanya dengan perasaan tidak karuannya,padahal...kemarin kemarin pun...ia juga se kamar dan seranjang dengan Arif,namun entah mengapa...malam ini perasaannya tidak karuan,jantungnya berdegup kencang seakan ia habis berlarian.
Arif merangkak ke atas tempat tidur samping nana,ia merebahkan tubuhnya disana tanpa selimut,karena selimut itu sudah menjadi milik istrinya seutuhnya.
Arif menatap jam yang ada di layar ponselnya,pukul sebelas malam,dan entah mengapa perasaannya pun juga tidak menentu,ia serasa gelisah.
Hingga Arif terlihat membolak balikkan tubuhnya menghadap kesana dan kemari.
Lalu ia pun memutuskan terdiam dan memiringkan tubuhnya menatap ke arah punggung istrinya.
"Apa kau sudah tidur sayang?aku yakin kamu belum bisa tidur juga bukan?"ucap Arif tiba tiba yang membuat Nana membuka matanya dan berbalik menatap ke arah suaminya.
"Ya mas...aku belum bisa tidur..."ucap Nana sambil menatap wajah Arif yang terasa sangat dekat dengan wajahnya hingga membuat dada Nana terasa sesak seketika.
"Apa aku boleh tahu...apa kesukaan istriku saat ia tidak bisa tidur?"tanya Arif dengan sungguh sungguhnya.
__ADS_1
"Emmmb...kalau aku nggak bisa tidur...biasanya...aku nonton..."ucap nana yang tertahan karena selaan Arif.
"pasti nonton video biru ya..."ucap Arif dengan nada terkekeh tertawa.
"ya enggak lah mas...emangnya mas tuh...kerjaannya tiap hari liatin yang begituan..."balas nana dengan bersungut sungut menggemaskan.
"Jangan salah sayang...tiap bari liat begituan juga tuntutan pekerjaan...dan benar benar udah terbiasa...hingga nggak ada nafsu sama sekali,mungkin...kau bisa dengan suka rela memperlihatkan padaku...apakah aku bisa bernafsu atau tidak?"
ucap Arif yang tengah menggoda istrinya,nana tahu pancingan yang Arif lakukan..
namun nana benar benar begitu berat untuk menanggapinya dengan hanya biasa biasa saja.
"Apaan sih maaas bikin merinding aja deh..."dengus kesal nana untuk menutupi getaran di hatinya.
"Aku hanya bercanda saja sayang...jangan di masukin dalam hati ya...bagi aku pekerjaan adalah sebagian jiwa aku sayang...dan aku selalu dengan sungguh sungguh menjalaninya."ucap sungguh sungguh Arif dengan tangan yang sudah menjulur meraih pucuk rambut nana yang menjuntai menutupi pipinya yang mulus,lalu Arif pun menyibakkannya hingga ke belakang telinga nana yang membuat nana tersipu malu malu.
"mas...ayow nonton video mas.."ucap nana yang keluar dari mulutnya begitu saja tanpa ia pikirkan terlebih dahulu,
"mau nonton video apa sayang?"tanya balik Arif pada istrinya.
"Aku punya video..."ucap Arif yang tertahan karena perkataan nana,nana mengira video yang ada di ponsel suaminya adalah video biru,namun yang Arif maksud adalah video horor...karena Arif lumayan suka video yang berbau horor.
"Punya aku aja mas....drama romantis..."ucap nana sambil menyodorkan film yang sudah mulai nana putar,dengan setengah duduk bersandarkan pembatas atas tempat tidur,
Hingga pukul setengah satu dini hari,saat Arif merasakan pundaknya begitu berat ia rasakan,ternyata istrinya tengah bersandar di sana dengan nyamannya,
dengan senyum menyungging,Arif mengamati setiap inci wajah istrinya yang tampak putih mulus tanpa cela meski ia tidak memakai riasan apapun.
Mata nana terpejam dengan anggunnya,dan tanpa sadar...jemari arif meraih dagu istrinya yang sedikit tertunduk di pundaknya itu lalu mengangkatnya perlahan lahan sampai...sedikit terangkat.
Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke depan wajah sang istri,lalu mengecup lembut bibirnya.
Bahkan saat keduanya terjaga pun,mereka bisa berciuman tanpa penghalang,namun...berbeda bagi Arif saat istrinya terlihat tenang dan Arif ingin sekali membuat nya makin terlelap oleh ciumannya barusan.
Perlahan lahan Arif meletakkan kepala istrinya ke atas bantal empuk nan nyaman,lalu menyelimuti tubuh istrinya sampai ke atas dadanya.Tidak lupa kecupan tambahan di kening sang istri ia bubuhkan,dan ia pun ikut berbaring di samping nana dan terlelap seketika.
karena Arif sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi,
hingga tanpa sadar hidungnya mengendus bau wangi di samping wajahnya agak ke bawah,ternyata rambut nana,kepala nana yang menempel di dadanya dan sedikit meringkuk memeluk lengannya dengan sangat nyaman.
__ADS_1
Arif sedikit kesulitan saat akan meraih ponsel yang ada di samping belakangnya,karena ia memunggungi meja kecil di pinggir termpat tidurnya,akhirnya ia pun memutuskan meraih ponsel istrinya yang ada di belakang tubuh istrinya,dengan sedikit tekanan sampai nana tersentak dan benar benar terbangun karena merasa sesuatu sedang menghimpitnya.Ya itu pelukan suaminya.
"Emmmb mas...ada apa?"tanya nana ingin tahu,
"sayang...aku ingin meraih ponselmu,aku bermaksud akan melihat jam berapa sekarang...namun kamu keburu bangun."Ucap Arif sambil terduduk,karena nana pun sudah duduk di sampingnya.
Oh...kirain mau nindih aku tadi..."dengus nana dengan suara yang sangat lirih dan hanya ia yang bisa mendengar nya.
Nana pun meraih ponselnya dan menunjukkannya pada suaminya,
"nih mas...baru jam enam mas..."ucap nana sambil menyodorkan ponsel itu pada Arif,dan Arif pun sudah menatap ke layar ponsel tersebut.
Nana pun akan segeran beranjak turun dari ranjangnya,satu kakinya sudah turun dari atas ranjang,namun satunya lagi masih bersila di atas ranjang.
Sontak dengan cepat satu tangan Arif menarik dagu nana hingga menghadapnya dan menciumnya tepat di bibirnya.
"selamat pagi sayang..."ucap nya dengan senyum yang menghiasi bibirnya hingga nampak begitu tampan.
"pagi juga mas..."ucap nana pula saat menyadari suaminya sudah jahil se pagi ini.
"mau jalan jalan menghirup udara pagi ini sayang?kita nggak tahu bukan pagi disini seperti apa...mungkin sangat langka...ayow..."ucap Arif yang mengajak istrinya untuk segera bangkit dari tempatnya duduk.
"mas lupa ya...pakaian aku kan masih nanti aku laundrykan mas...gimana sih...masak iya jalan jalan pakai pakaian kayak gini mas?"tanya nana balik pada suaminya.
"Okay....kalau begitu..."ucap Arif dengan nada tertahan dan langsung memaksa istrinya untuk berbaring terlentang di atas pembaringan lagi,dengan kedua tangan Arif sudah mengurungnya di kedua sisi nana.
"mas...emangnya pagi gini aku nggak jelek apa?bisa bisanya sih..."ucap nana mencoba mengalihkan perhatian suaminya yang sepertinya sudah bernafas dengan sedikit menggebu.
"Emmmz...aku melihatmu...sangat seksi saat ini...hingga...aku tak ingin melepaskanmu."ucap canda Arif yang di tanggapi nana dengan sungguh sungguh.
"maaaas minggir dooong...jangan begini...aku jadi takut..."
ucap nana dengan sedikit rengekannya,yang makin membuatnya di mata Arif semakin menggoda.
"kalau kau seperti ini...aku bisa tergoda dan nggak bisa nahan panggilan alam loh sayang..."ucap Arif seketika yang kemudian ambruk di sampingnya dengan tangan yang melingkar memeluk tubuh istrinya.
"maksud aku...kalau kamu nggak bisa keluar dengan pakaian begini...kita bisa lanjutkan tidur saja untuk hari ini sayang...dan bangun bangun nanti kalau sudah lapar...apa kau setuju sayang?"ucap Arif yang membuat nana lega.
Nana tidak tahu bagaimana kuatnya Arif menahan keinginanya itu.Hingga sangat tersiksa rasanya.
__ADS_1
"mas beneran nggak apa apa?aku merasakan sesuatu mas.."ucap nana lagi dengan polos nya.
"eeeemzzzz...sekali lagi kamu bicara dengan suara yang seperti itu...aku nggak tahu lagi sayang...apa yang akan aku lakukan."ucap Arif yang seketika membuat nana terdiam dengan perasaan bergidiknya.