
hujan yang mengguyur sore itu membuat pandangan mata terbatasi,melihat hanya remang remang dalam sekelebat di balik kabut putih ulah air hujan yang terus mengguyur tanpa henti,bagai asap mengepul nan putih dan hanya samar.
nana masih terisak di bawah batu nisan Rama,menangis hingga tidak peduli akan sekitar nya.
di tempat Arif, Rapat sedang berlangsung, Dimana semua anggota begitu sangat khidmad menyimak apa yang sedang di bahas.
"ddddrrrt....ddddrrrt...."tiba tiba ponsel Arif bergetar,
Perlahan arif merogoh kantongnya lalu mengambil ponselnya,tatapannya langsung tertuju pada layar ponselnya, Dimana ia melihat bundanya tiba tiba mengiriminya pesan.
"Rif...istrimu bersikeras pergi ke makam rama, Apa kau mengetahuinya?" Tanya bunda dalam pesan yang ia kirim,
Sontak Arif langsung berderi dari duduknya, Ia begitu terkaget membaca sekilas apa yang bundanya ucapkan.
"aaah...maaf semua....saya pamit dulu..."ucapnya saat semua mata menatap ke arahnya dan dengan tatapan keheranannya. Arif segera ke luar dari ruang rapat, Ia berjalan menuju ke ruangannya.
Dimana ia melepas jas kedokterannya dan menggantinya dengan jas biasa miliknya.
__ADS_1
Menyahutnya dengan serampangan lalu tak lupa ia meraih kunci mobil yang ada di laci, Arif bergegas menuju ke mobil yang baru saja ia parkir, Menancap gas mobilnya secepatnya menuju ke arah makam Rama, Memecah jalanan yang di penuhi dengan guyuran air hujan.
"sayang...kamu kenapa ke makam hujan hujan begini...kamu nggak tahu khawatirnya aku???nggak tahu gimana hatiku saat ini??"ucap Arif dalam hatinya.
Sesampainya ia di area pemakaman ia pun langsung turun dari dalam mobilnya,melepas jas yang ia kenakan lalu segera berlari menuju makam Rama.
langkah kakinya terhenti saat ia dapati sesosok wanita yang tengah tersungkur di sana dengan tubuh yang sudah basah kuyup oleh guyuran air hujan.
"sruk..."tiba tiba nana mendongak menatap ke atas saat ia rasakan tidak ada satu tetes pun air yang mengenai wajahnya, Ternyata sebuah jaz sudah jatuh di atas kepalanya, Dan nana tahu itu jas siapa, Aromanya sudah tercium khas dan pasti nana pun sudah sangat akrab dengan aromanya tersebut.
Siapa lagi kalau bukan jas suaminya, Aromanya sangat menyebar hingga nana betah di sana sedikit lebih lama, Memaksa Arif harus ikut langsung dengan guyuran air hujan, Mungkin saat itu nana lupa jika suaminya itu punya alergi hawa dingin yang setiap kali ia memaksakan diri...selalu kambuh. Penyakit bawaan yang ia alami setelah kepergian Rama. Aneh bukan? Ya...memang aneh.
"baiklah...kau puaskan tinggal disini,aku pulang dulu...aku sudah tidak kuat melihatmu, Kunci mobil ada di saku jas...nikmati waktumu berdua dengan kakakku."
Ucap Arif dengan nada yang sudah tidak tahan lagi, Bukan tidak tahan dengan melihat istrinya yang seperti itu, Melainkan tidak tahan dengan cuaca yang tengah di alaminya. Seketika tubuhnya terasa menggigil dan jalannya begitu terasa kaku, Ia memaksakan diri sampai ke pinggir jalan utama dan menunggu taksi untuk menghampirinya. Nana yang sudah tahu pun hanya membiarkannya saja suaminya pergi tanpa memastikan dahulu keadaannya.
beberapa saat sudah ia menunggu, Hingga datanglah taksi dari kejauhan.
__ADS_1
Tangannya melambai sebisa mungkin lalu mencoba menyetopnya.
"pak...antarkan saya ke rumah sakit sekarang ya pak..."
Ucap Arif yang langsung ambruk di dalam mobil taksi hingga pak supirnya pun terkaget di buatnya,
"oh...pak...anda baik baik saja pak? saya akan bawa anda ke rumah sakit terdekat sekarang pak...tunggu..."
ucap pak supir yang lalu mengantar Arif menuju rumah sakit terdekat.
sesampainya di depan rumah sakit,keadaan masih sama...hujan masih terus mengguyur...dan suasana masih dingin."pak...mari saya papah masuk ke dalam..." ucap si supir yang lalu mencoba membantu memapah arif untuk masuk ke dalam rumah sakit.
"astaga pak...tubuh anda seperti ini dinginnya...bapak nggak apa apa ini pak?"tanya si supir pada arif di sela sela jalannya.
"aaah...ini udah biasa pak...nggak apa apa..."
ucap arif di sela jalannya, Ia sudah sangat memaksakan tubuhnya, Tiba tiba ia merasa kepalanya begitu pusing berkunang kunang hingga pandangan matanya melihat cahaya di depannya semakin redup redup dan hilang....semua lenyap...hanya ada gelap.
__ADS_1
"bluuuukkk..."tiba tiba tubuh Arif jatuh tersungkur ke lantai.
"paaak....tolooong...tolooong...tolooong...."ucap si supir yang meminta bantuan petugas medis, Dengan cepat petugas medis pun berhamburan datang dan membantu arif yang tengah pingsan.