
setelah nana mendengar pintu kamar mandi menutup,tanda suaminya sudah masuk ke dalam nya,ia pun langsung tengkurap di tempat tidur dengan menenggelamkan wajahnya ke atas bantal empuk yang berada disana,rasanya ia benar benar merasa malu hingga ingin menghilang saja.
bagaimana tidak?biasanya Arif yang selalu memaksakan kehendaknya entah itu mencium atau meninggalkan bekas,namun....barusan adalah kemauan kedua belah pihak dan terlihat keduanya sangat menikmatinya.
"aaakhhh...aku sudah gila....benar benar gila...sangat gilaaa..."dengus nana yang merutuki dirinya sendiri dengan umpatan umpatannya.
"aaaakh...."lagi lagi teriak kesal nya sambil berguling guling dan menutup kepalanya dengan bantal besar dan menekanya ke atas kepalanya dengan kuat.
"hei sayang...ada apa?kenapa dari tadi aku memperhatikanmu sepertinya kamu sedang nggak enak badan ya?kamu lupa tangan kamu masih sakit?kenapa kamu guling guling seperti itu?"tanya Arif tiba tiba yang membuat nana jadi tersentak dan terjaga.
Nana begitu kaget karena ia belum mendengar pintu kamar mandi terbuka namun suaminya ternyata sudah berada di dekatnya.
"emmmb...aku merasa sudah sangat lapar mas...mas lama sekali sih...aku nungguinya kan kelamaan..."ucap nana dengan bodohnya,ia tidak punya alasan lain selain itu,itu lah yang muncul di otaknya dan itu pula yang mungkin masuk akal untuknya saat ini.
Nana pun langsung bangkit dari tempat tidurnya,berjalan sedikit cepat sampai pintu keluar kamar dan membukanya,ia pun segera keluar dan duduk menempati kursi yang ada di teras luar kamar,dimana di atas meja nya sudah ada bungkusan bungkusan sarapan yang tadi mereka tinggalkan.
Arif pun mengikuti istrinya dari belakang,meski ia belum mengerti kenapa hari ini tingkah istrinya sangat berbeda dari kemarin,yang pasti...memang benar keduanya begitu lapar.Arif pun langsung duduk di kursi samping istrinya,melihat nana yang tengah asyik mengeluarkan makanan makanan dari dalam kresek.
"ini mas..."ucap nana sambil menyerahkan sebungkus nasi uduk yang masih hangat pada suaminya.
Dan Arif dengan senyum tampannya pun menerimanya,
"makasih ya sayang...sini punyamu..."ucap Arif sambil meraih nasi uduk milik istrinya,
"emmmb...loooh...kenapa mas?"tanya nana dengan keheranannya,namun nurut begitu saja apa yang Arif ucapkan.
__ADS_1
"Tangan kamu masih sakit kan?sini biar aku aja yang suapin kamu sayang..."ucap Arif yang sudah membuka bungkusan nasi uduk di tangannya dan menyuapkanya ke mulut istrinya,nana hanya menerima suapan itu begitu saja dan menikmatinya,memang benar tangannya masih sedikit nyeri,harusnya sih masih di bebat,namun karena bebatnya kotor...ia membuangnya dan belum membeli lagi,ia berniat nanti setelah pakaiannya datang dari laundry...ia akan membeli pakaian sekalian membeli bebat yang baru.
"makasih ya maaas...aku rasa aku bisa kok makan sendiri mas..."ucap nana dengan nada sedikit malu malunya.
"nggak apa apa sayang...aku rela kok..."ucap Arif sambil terus menyuapi istrinya hingga nasi uduk yang ia suapkan ke mulut nana sudah habis ternyata,dan Arif melihat sepertinya istrinya masih kurang dengan nasi uduknya,
lalu buru buru ia membuka bungkusan nasi uduk miliknya dan menyuapnya ke dalam mulutnya.
"emmmb...sayang...sepertinya aku nggak suka nasi uduk ini...rasanya nggak enak deh...aku mau makan sandwichnya aja deh...emmmb....ayo buka mulut lagi...kan sayang kalau nasi uduknya kebuang sayang..."
ucap Arif sambil memaksa menyuapkan ke dalam mulut nana lagi,dan memang nana masih menginginkan nasi itu lagi,ia masih meras kurang menikmati sebungkus kecil tadi.
Hingga...nasi itu masih separuh dan nana sudah menyerah nggak mau membuka mulutnya lagi.
"cukup maaaas...perut aku udah nggak muat nih...mas aja deh yang makan kalau sayang di buang..."ucap nana dengan mulut yang masih mengunyah dan belum bisa ia telan.Arif hanya tersenyum saja menanggapinya.
ucap arif sambil menyuap nasinya ke dalam mulut dengan penuh.
"loooh sayang...kenapa nasi ini tiba tiba jadi se nikmat ini sih setelah kamu makan...kayak ada manis manisnya..."
ucap Arif sambil terus mengunyah dan menghabiskan sisanya,Nana hanya terbengong bengong saja di buatnya.
"Nih mas Arif bener bener deh ya...gemes aku jadinya...jangan sampai bilang kalau tadi hanya ngerjain aku aja ya...awas nanti...aku bales kalau sampai beneran."
dengus nana sambil menyeruput teh hangat yang ada di cup tertutup dan baru ia buka.
__ADS_1
Setelah beberapa saat keduanya menikmati makanan mereka,terlihat keduanya tengah bersantai santai setelah Arif membersihkan sisa sisa bungkus makanan yang baru mereka habiskan di atas meja di depannya dan hanya tinggal dua cup besar teh hangat disana.
Arif memang suka kopi namun entah mengapa tadi ia memesan teh hangat,jadi apa yang ada di depannya itu saja yang ia minum.
"maaas...bajuku yang tadi di laundrykan belum balik juga ya mas?"tanya nana membuka percakapan.
"Belum tuh sayang..."ucap Arif singkat sambil menoleh ke arah nana yang sedang bertanya padanya.
"Sayang...nanti apa aku belikan baju aja deh...tapi nggak tahu ukuran dalemanmu loh...gimana aku belinya coba?"
tanya Arif tanpa malu malunya.
"Emmmz...nggak usah mas...nanti keluar sama sama aja kalau bajuku udah nyampe sini."ucap nana lagi dengan muka merah menahan malu,
"mas...memangnya mas nggak malu apa beliin pakaian dalaman aku?kalau beli baju ma lumrah aja mas...tapi ini daleman loh..."ucap nana yang penasaran dan ingin tahu apakah suaminya benar benar tulus punya niat untuk membelikannya dalaman,dan bukan hanya omong kosong belaka.
"kok tanya gitu sih sayang?ada apa?kenapa?"tanya Arif balik karena ingin tahu maksud istrinya tanya seperti itu untuk apa,Arif lalu berpikir bahwa nana hanya ingin mengetesnya saja.
"sayang...jangankan pakaian dalam...dalaman...pembalut pun aku belikan jika kau mau!"ucap sungguh sungguh Arif dengan mata tajam menatap ke arah nana dan nana dengan pandangan berbinar senang membalas tatapan sang suami.
"emb...oooh...."balas ucap nana dengan senangnya.
"jangan cuma emb oh emb oh aja sayang...ayo masuk..."ucap Arif sambil beranjak akan berdiri dari duduknya.
"Kok masuk mas?ngapain?pengap ah di dalam...masih pingin nikmati udara segar pagi ini dan cahaya matahari yang gratis mas..."ucap nana yang sedikit keheranannya.
__ADS_1
"loh...bukannya kita akan ngukur daleman kamu ya sayang?aaakh...aku udah senang kirain kamu beneran mau aku beliin daleman tadi tanya kayak gitu...uuuuh...itu bisa di bilang php nggak sih?"dengus kesal bohongan Arif lalu ia pun duduk kembali ke tempatnya semula dan nana masih menahan malu yang membuatnya melengos menatap ke arah berlawanan.