CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
dingin yang menghanyutkan


__ADS_3

"eeeh...tunggu dulu sayang...itu maksudnya boneka hidup itu yang seperti apa ya?"tanya Arif dengan keheranannya,


tangannya terlihat menggaruk garuk tengkuk nya yang tidak gatal.


"emmmb...yang kaya itu lo mas...liat yang bener ya..."


ucap nana dengan malu malunya,tidak lupa kedua tangannya menyentuh wajah sang suami kemudian memaksanya menghadap seorang laki laki yang tengah duduk memangku seorang anak kecil yang sepertinya baru bisa duduk,di sebelahnya terlihat perempuan yang membawa botol susu dengan candaan yang terkesan menghibur gadis kecil itu.


"ooooh...."ucap arif sambil manggut manggut.


"appaaaa??!!!"suara lengkingan kaget arif saat semua yang dirasanya nyata,itu tidak lah halusinasinya belaka.


"sayang....kau yakin dengan apa yang kamu ucapkan?"


tanya arif sambil menggenggam jemari nana,


"tentu...sejak kapan aku nggak yakin dengan keputusanku sih mas?"balas nana pada pertanyaan suaminya tadi,


"okay...okay...akh...kamu menggodaku lagi...berasa pingin pulang ke kamar hotel deh sekarang...!"canda arif pada istrinya,


"okay...ayo...!"ajak sungguh sungguh nana pada suaminya.


"eeeehhh....nih aku bercanda sayang...sekarang pulang sampai kamar aku grogi nggak bisa ntar..."


ucap arif yang sungguh sungguh,namun dikiranya hanya bercanda oleh sang istri.Arif hanya mampu menelan ludahnya,ia menjadi resah...entahlah,kemarin kemarin ia begitu gencar...seakan nalurinya tidak dapat di bendung lagi,apa lagi ketika nana belum mempunyai perasaan terhadapnya,namun...kini setelah semua jelas...nana membalas cintanya,malah sekujur tubuhnya seperti menggigil,ternyata itu bukan menggigil karena grogi,melainkan menggigil kedinginan.


"aaakh....sayaang....kenapa tiba tiba berasa dingin banget sih disini...aku udahan dulu deh...kamu lanjut main kalau mau,aku ke tepi dulu sayang..."ucap arif sambil menyedekapkan tangannya ke dadanya,ia benar benar seperti berasa di kutub.sekujur tubuhnya seakan kaku,hingga ia berjalanpun tertatih tatih dan hampir jatuh.


"maaaas....beneran kedinginan?"tanya nana dengan nada sedikit teriaknya,ia lalu berlari kecil menuju suaminya dan memapahnya ke tepian,mengapitnya lalu membimbing arif untuk duduk di tempat duduk yang agak jauh dari air terjun.Nana teringat peristiwa dahulu dimana suaminya pernah punya alergi dingin,ketika ia terkena...langsung saja tubuhnya akan bereaksi seperti daging di bekukan.


Benar saja,terlihat bibir arif membiru,tangannya tubuhnya...kulitnya semuanya terasa dingin...lebih tepatnya seperti balok es...sangat dingin,hingga membuatnya kesulitan untuk berkata kata,giginya saling berbenturan hingga terdengar gemeratak,dengan tatapan mata sayu.


"mas jangan nakut nakutin aku deh...mas syok apa mas kumat alerginya?"tanya nana yang sudah sedikit ketakutan.


Namun arif hanya menggeleng geleng saja.


"tahu gitu kenapa ngajaknya kesini sih mas...aaakh...kalau sudah begini lalu gimana?"tanya nana yang sudah terlihat paniknya,

__ADS_1


"oh....baju...mas harus berganti pakaian...mas tunggu sini ya...aku ambilin pakaian kering di mobil,"ucap nana kemudian ia pun beranjak dari duduknya dan berjalan cepat sedikit berlari,kemudian ia putuskan untuk berlari cepat menuju parkiran mobil yang jaraknya lumayan,ia naik ke tangga tinggi menuju tempat parkir,karena letak air terjun yang menurun membuatnya harus naik puluhan anak tangga kalau ingin mencapai tempat parkiran.


"hoooossshh....hoooosssh...."suara nana terlihat begitu ngos ngosan setelah sampai di ujung tangga paling atas,


"mas...bertahanlah mas...oooh bunda...aku harus bertanya pada bunda...apa yang harus aku lakukan..."ucap nana dengan tangan merogoh ponsel yang ada di kantong celananya.


"tuuuut....tuuuuut....halo...."terdengar nada sambung yang tersambung dan terdengar suara bunda yang menjawab panggilan telephone nya.


"halo sayang...ada apa?kok tumben....gimana?udah sukses...bikin cucu bunda dan ayah?"ucap bunda dengan nada menggodanya,ia belum tahu kondisi puteranya saat ini.


"bund...mas arif kena serangan dingin lagi...kita ini lagi main ke air terjun bund...dan tadi mas arif ngeyel ngajak main air...nana harus ngapain?"tanya nana dengan khawatirnya,kini nana sudah mengambil pakaian ganti suaminya lalu berjalan cepat menuruni tangga turun menuju ke air terjun,dimana suaminya tadi ia tinggalkan sebentar,namun ponselnya masih melekat menempel pada telinganya,ia masih terus mendengarkan instruksi...dari ibu mertuanya itu.


"itu gampang sayang...angetin dia...nanti juga mencair dinginnya...kasih air jahe anget...dan selimuti dia..."


ucap bunda yang menerangkan,bunda yakin kamu bisa sayang..."ucap bunda lalu nana pamit dan menutup panggilan telephonenya.


kini ia berlari kecil menyusuri samping aliran air sungai dari air terjun yang di alirkan ke sungai sungai...hingga sampai ia pada suaminya yang meringkuk menekuk kedua lututnya ke atas dan dirangkul kedua tangannya,terlihat sudah ada selimut yang menutupi tubuhnya,sebelum sampai tempat arif,tadi nana belok ke warung yang berderet di sepanjang pinggir kanan kiri aliran sungai dan memesan segelas air jahe hangat.


nana juga membeli minyak kayu putih di warung,


"aaah...makasih mbak...iya...suami saya alergi dingin mbak...tapi ngeyel mumpung di dekat sini makanya ngajak kesini...saya pinjam ya mbak selimutnya..."


ucap nana sambil memberikan segelas air jahe pada suaminya,


"iya mbak...pakai aja mbak...nggak apa apa kok...bawa aja mbak..."ucap wanita tadi,dan nana pun mengangguk tanda berterimakasih dengan senyumannya.


"mas...ayo minum dulu biar sedikit hangat..."ucap nana sambil menyerahkan air jahe hangat dari tangannya lalu menyerahkannya pada sang suami.


Arif pun menerimanya dan menggenggam dengan kedua tangannya,menghirup beberapa kali uapnya.


"kenapa kamu se khawatir itu sayang...aku nggak apa apa...nanti juga hilang dengan sendirinya..."ucap arif sambil menyeruput air jahe hangatnya,ia meminumnya hingga hampir habis.


"ayo mas ganti bajunya dulu...biar mas rada angetan dikir..."ucap nana dengan sedikit rengekan agar di dengar suaminya dan di laksakannya secepat mungkin.


"iya...iya...sayang...aku ganti baju...bantuin aku ya sayang..."


ucap arif sambil menaruh gelas di sampingnya dan menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya,ia lalu berusaha bangkit dan menahan dinginnya,

__ADS_1


"bruuuuk..."arif jatuh ke pelukan nana tanpa ia bisa tahan.


"akkkh...sayang...maaf...aku ingin memelukmu...biarkan sebentar lagi..."ucap arif yang mencoba menerangkan,ia berharap istrinya tidak khawatir,namun kenyataannya arif tidak mampu mengendalikan dirinya dan jatuh ke pelukan sang istri.nana hanya terdiam menyambut pelukan suaminya,tangannya terlihat erat memeluk tubuh arif,kedua tangannya mengusap usap punggung suaminya hingga terasa sedikit hangat arif rasakan,kini ia pun merasa baikan dan bisa sedikit terjaga dari pelukan nana.


nana mengantar arif menuju ke toilet,tangannya sedikit menyangga tubuh sang suami hingga sampai di depan pintu toilet.


"sayang...ikut aku masuk...aku nggak kuat sendirian..."


ucap arif yang di angguki sang istri,nana kemudian ikut memapah arif masuk ke dalam toilet umum,dimana semua orang yang menatap pasangan yang sedang kedinginan itu pun mengerti bahwa sang laki laki sedang terserang hawa dingin,atu tidak kuat dengan hawa dingin.


semua menyisih minggir ke tepi mempersilakan nana dan arif masuk kedalam.


"terimakasih...terimakasih semua atas perhatiannya..."ucap nana sebelum ia membantu suaminya masuk ke dalam toilet.dan semua orang pun manggut manggut mempersilakan.


"mas...mas bisa sendiri kan buka bajunya?kalau sudah...mas basuh sekujur tubuh mas pakai minyak kayu putih ini ya mas..."ucap nana setelah keduanya sampai kedalam toilet,toilet yang berjajar tiga menghadap ke arah yang sama,dengan pintu full setiap toiletnya,dan nana serta arif masuk ke dalam salah satunya,dengan ruangan kamar mandi yang tertutup khas kamar mandi di pemandian dengan model lama,dindingnya terbuat dari batu bata,dengan pintu kayu full namun bagian bawahnya tidak rapat sampai bawah tertutup semua.di dalam terdapat sekotak besar tempat penampungan air di setiap biliknya,dan airnya terus memancar mengalir tanpa henti,hingga suara apapun yang ada di dalam tidak akan terdengar dari luar saking berisik gemericiknya air yang mengalir dari keran ke bak mandi dan jatuh ke lantai.


Berbeda dengan kamar mandi yang sudah modern dengan dinding hanya sekat sekat kecil di setiap ruangannya dilengkapi toilet duduk.


"sayang...masak kamu tega sih ninggalin aku disini sendirian dengan keadaan seperti ini?kenapa?kita pasangan yang sah secara hukum...secara agama...toh orang di luaran sana pun mengerti dan tahu situasiku dan kondisiku."ucap arif dengan nerocosnya,nana yang sudah tidak tahan mendengar ocehan suaminya dan belum mulai melepas kancing kemejanya pun dengan cepat menarik kemeja suaminya di bagian dadanya lalu mulai menciumnya,tangannya mulai melepas kancing kancing baju suaminya,beberapa saat keduanya saling mencium dengan memejamkan mata,sampai baju itu pun terlepas.


arif merasakan tubuhnya sedikit panas,dingin yang tadi ia rasakan hingga menusuk tulangpun sudah tidak terasa lagi,yang ada hanya hangat...hangat dan hangat,


hingga bau yang sangat memanjakan hidungnya pun tercium,sonta matanya pun membuka,lalu keduanya menyudahi ciumannya.


ternyata nana sedang membalur tubuh arif dengan minyak kayu putih di tangannya,arif pun tersenyum dengan gelinya,di balik sikap cuek sang istri ternyata ia sangat mengkhawatirkannya,lalu tawanya pun terkikik seketika.


"kenapa mas?kok malah ketawa sih?mas ngetawain ciumanku yang biasa aja ya?nggak ada greget gitu?maklum lah mas...masih belajaran tahu!"dengus nana sambil terus membalur dan menatap setiap inci tubuh suaminya,bagian atas,karena bagian bawah celana arif masih melekat sempurna.


berbeda dengan arif,ia tampak mengamati wajah sang istri yang terlihat serius merawatnya.


"cup,"tiba tiba kecupan arif yang ringan mendarat di bibir istrinya.


"ciumanmu sangan menggemaskan sayang..."ucap arif sambil memegang tangan istrinya,sontak nana pun menghentikan aksinya dan menatap ka arah wajah suaminya.


"biarkan aku menikmatinya sebentar lagi...agar dinginku benar benar mencair dan reda."ucap arif dengan tatapan sayu penuh harap.


Hingga tanoa pikir panjang...keduanya pun saling berciuman,benar saja hingga orang di luar bilik kamar mandi ya berderet mengantri ingin menggunakan bilik kamar mandi itu untuk mandi dan berganti pakaian setelah puas main air di air terjun.

__ADS_1


__ADS_2