CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
semua bermula


__ADS_3

"tapi maaas...aku sudah terlanjur bangun...paati nggak bisa tidur lagi..."ucap nana dengan sedikit berontak dari pelukan suaminya.


"sayang...tunggu sebentar lagi deh..."ucap nya sambil terus mengeratkan pelukannya.


"ddddrrrt....ddddrrrrt...."tiba tiba ponsel Arif berbunyi,lalu ia pun membalikkan badannya dan meraih ponsel yang ada di laci sebelahnya,matanya menatap layar ponsel tersebut dan membaca tulisan yang ada di sana.


"bunda..."ucap Arif seketika dan langsung mengangkat panggilan masuk bundanya.


"hallo bunda...."ucap Arif dengan nada masih bermalas malasannya.


"sayang kok nggak kasih kabar bunda sih?disana nggak ada signal apa sampai dua hari nggak kasih kabar bunda...gimna?udah kentemu sama istrimu belum?"tanya bunda yang begitu penasaran,dan bercampur khawatir,


bunda belum tahu keadaan nana yang sedikit cidera di tangan kanan nya.


"hemmmz sudah bund...sekarang sedang tidur di sampingku nih...mau bicara ya sama nana?"tanya balik Arif pada bundanya.


"di cam bisa tidur bareng?jam segini belum pada bangun?kok bisa sih sayang?"tanya bunda dengan penasarannya...


"bund...kita sudah pulang nih...tapi masih sekalian liburan...bunda jangan ganggu aja deh kalau nggak mau cucu nya cepet jadi!"ucap bercanda Arif yang sudah mulai mencair sikap dinginnya dan mulai membuka perasaannya untuk istri dan keluarganya.


"ouh...oke oke...bunda nggak ganggu deh...kalau uang sakunya kurang bilang bunda ya sayang..."ucap bunda dengan nada yang benar benar gembira oleh kabar yang Arif katakan.


"bunda kira Arif anak Tk ya...Arif udah punya istri bund...masak iya masih minta uang saku sih...tapi nggak apa lah bund...sedekahin buat Arif aja..."canda Arif lalu terdengar suara tawa semua orang disana.


"enak aja...bunda mau ngasih mantu bunda aja deh...kamu mah bisa nyari sendiri..."balas bunda yang membuat Arif mengkerutkan dahinya dan menyatukan alisnya yang sedikit tebal.


"bunda lupa...dia tuh Dokter apa?"ucap Arif yang membuat nana menoleh menatap ke arahnya.

__ADS_1


"jelas jelas gajinya banyakan dia bund...akh...bunda tega amat sih...udah ah...daripada Arif makan ati...Arif mau pesan ati aja biar Arif makan beneran."ucap Arif sambil terlihat sedikit merajuk lucu menurut nana yang menatap nya.


"iya iya...dasar kamu tuh Rif...jagain tuh mantu bunda...jangan di bikin lecet!"ucap bunda sambil menutup panggilan telephone nya.


Arif meletakkan kembali ponsel nya ke tempat semula,ia melirik ke arah istrinya yang tengah duduk di tepi ranjang dengan senyum yang cantik di bibirnya.


"jangan goda aku dengan senyuman yang seperti itu sayang...kau tahu sendiri aku tidak akan kuat."ucap Arif dengan tubuh yang menggeliat mendekat ke arah nana dan meletakkan kepalanya di paha sang istri.


"sayang...makan sarapannya pesan aja ya...kita makan disini saja."ucap Arif sambil menatap wajah sang istri yang sedikit terhalang oleh dada nya.


"tuhan...kenapa godaan mu ini selalu menggoda saja...kapan tuhan...aku bisa memilikinya...?"ucap Arif lagi dalam hatinya,dan nana hanya mengangguk sambil akan berdiri dari tempatnya,


"mau kemana sayang?"tanya Arif sebelum nana bangkit.


"mau nyiapin pakaian kotor mas...sama mau telephone petugas hotel,mau laundry in baju mas...buar nanti bisa di pakai...nggak mungkin kan aku pinjam baju kemeja mas terus..."ucap nana yang di balas anggukan Arif.


"apa aja aku bisa makan kok mas..."ucapnya sambil beranjak pergi meninggalkan Arif di atas tempat tidur.


Dan Arif terlihat meraih ponselnya lagi dan mencoba melihat lihat makanan apa yang ada di layanan pesan antar dekat dengan hotel yang mereka tempati.


"mas...aku mandi dulu ya mas..."pamit nana sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi,


"tunggu sayang...kamu nggak ajak aku sekalian?"


tanya Arif yang masih mengkhawatirkan keadaan istrinya.


"emmmb...mas khawatirkan aku ya?"tanya nana yang masih tertahan di luar pintu kamar mandi.

__ADS_1


"sudah jelas kan itu sayang kok masih nanya..."


ucap Arif sambil berjalan mendekat ke arah nana dan mengapit pinggangnya mengajak masuk ke dalam kamar mandi.


"maaas....masalahnya ini kemeja mas...jadi...aku bisa lepas sendiri kok."ucap nana yang membuat Arif menghentikan langkahnya untuk lanjut berjalan.


"Oh...maafkan aku sayang...aku nggak ada maksud mesum kok..."jawabnya sambil berlalu pergi menuju pintu keluar kamar,sebenarnya nana begitu iba melihat suaminya seperti itu,namun apa boleh buat...nana benar benar belum bisa melakukan itu dengannya.


"sayang...aku ada di teras luar ya...sambil nunggu kurir makanan datang...kamu mandi dulu gih..."


ucapnya sebelum ia keluar dari dalam pintu kamar nya,dan ia pun seperti tidak apa apa dengan senyum yang tersungging di bibir nya,ia hanya tidak ingin istrinya merasa gimana gimana,karena ia sadar walau bagaimanapun...perlakuan Arif yang dahulu kepadanya sangatlah tidak bisa di maafkan,dan Arif bisa menerima sikap istrinya yang seperti itu,itu pun sedikit sedikit sudah mencair yang Arif rasakan.Nana hanya mengangguk sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa saat sudah terlihat Arif duduk di teras luar,ia sudah janjian dengan pengantar makanan,namun sebelumnya yang datang adalah petugas kebersihan yang mengambil pakaian kotor nana untuk di laundrykan,dan tidak begitu lama...datanglah pengantar makanan yang Arif pesan tadi.


Nana keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut basah yang membuatnya terlihat sangat segar,ia mengusap usap rambutnya hingga setengah kering,lalu ia pun berjalan menuju pintu dan akan menyentuh gagang pintu tersebut sebelum pintu itu terbuka paksa dari luar yang membuatnya hampir terjatuh karenanya.


"aaaakkkh...."teriak nana yang hampir terjerembab ke belakang,karena pintu yang akan ia buka ternyata di buka duluan oleh suaminya dari luar.


Namun dengan cepat dan cekatannya Arif langsung meraih pinggang istrinya dan mencoba menopangnya,hingga tatapan mata keduanya saling bertemu.Tanpa basa basi lagi Arif pun berinisiatif terlebih dahulu untuk mendekarkan wajahnya ke wajah nana,hingga membuat nana mengerti dan membiarkan saja perlakuan suaminya,sedetik kemudian keduanya saling mencium,hingga beberapa saat dan Arif menyudahinya karena terlihat nana seperti kehabisan nafas oleh nya.


"oooh maaf sayang...aku nggak kira kira ya?"ucap Arif dengan terbata batanya,membuat nana jadi salah tingkah,ia membenahi pakaiannya dan mencoba berdiri dengan tegapnya dari pelukan Arif.


"makasih mas ya...aku akan menunggumu usai mandi,kita sarapan sama sama ya..."ucap nana sambil menutup pintunya dan berjalan cepat menuju ranjangnya dan terlihat meraih ponselnya dan memainkannya,sedangkan Arif langsung berjalan cepat menuju kamar mandi.


"canggung...lagi lagi kenapa harus seperti ini sih?kapan aku bisa membuang perasaan ini dan menerima mas Arif?"


ucap dalam hati nana sambil mengelus dadanya yang detak jantungnya berdegup lebih kencang.

__ADS_1


__ADS_2