CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
ketika cinta sudah berperan


__ADS_3

"mas...tega amat sih sama mbak nya tadi?kan jadinya kecewa plus patah hati sama mas loh..."ucap nana sambil berjalan.


"lhoh sayang...kamu malah pingin aku nanggepin cewek macam dia?kok bisa se sadis ini sih kamu sayang?nggak sayang ya ma aku?suaminya malah di obralin...gitu..."ucap arif dengan nada bercandanya.


"habisnya...mas udah tua gini masih aja di godain cewek...huft..."balas canda nana yang terkesan cemburu melihat arif dekat dengan cewek lain.


"biar mereka nggak godain aku lagi...ayo jadiin perpaduan arif dan nana...kalau kemana mana pasti aku ajak...biar nggak ada yang goda kalau ada yang ngintilin kemana mana..."ucap arif kali ini dengan sungguh sungguhnya,


dan nana seketika mengerti apa yang arif coba katakan,seketika keadaan pun menjadi hening,sedikit canggung antara dua orang yang mencoba saling dekat satu sama lain.


hingga beberapa saat masih canggung dan keduanya hanya saling bergandengan tangan.


"sayang nggak kurang belanja bajunya?kenapa kamu cuma beli satu aja sih?untung aku beli dua kan buat kamu..."ucap Arif sambil menggandeng tangan istrinya dan mulai berjalan keluar dari toko baju dengan beberapa tas baju baju yang baru saja ia beli.


"mas ini...mau belajarin aku boros ya...ini sudah cukup mas..."balas nana sambil melempar senyuman yang manis ke arah suaminya.


"baiklah...sekarang kita mau belanja apa lagi sayang?"tanya Arif pada istrinya,namun sang istri malah tersenyum dengan godaannya.


"apa????"tanya arif yang tidak mengerti apa yang di maksud istrinya dengan senyum seperti itu padanya.


"mau beli daleman mas...mas jangan kaget ya...atau mas nggak usah ikut masuk aja deh...tungguin aku di luar aja ya mas..."ucap nana yang sudah beranjak pergi akan masuk ke dalam toko daleman di dalam mall,namun dengan cepat tangan arif menarik kembali tangan istrinya hingga nana pun sontak menghentikan langkahnya.


"mas...."ucap nana saat arif tiba tiba menarik tangannya,dan membuatnya mendekat ke arahnya.


"aku mau ikut sayang...aku kan udah bilang...emang niat buat ngukur daleman kamu kan...belum bisa ngukur daleman kamu yang nempel...yang nggak nempel juga perlu kan sayang..."ucapa Arif dengan nada menggodanya lagi,dan makin membuat malu istrinya.


"iiiih...apaan sih mas...malu maluin tahu...kamu tu mas...di dengar orang loh..."ucap nana dengan pipi yang sudah merona merah benar benar malu dengar perkataan suaminya barusan.


lalu keduanya memutuskan untuk masuk bersama kedalam toko dalaman,dimana disana terlihat berbagai macam bentuk daleman wanita yang begitu cantik cantik warnanya,hingga membuat mata arif tanpa berkedip memandangnya,


"hemmmz...baru tahu punya wanita bisa se indah itu ya?"


ucap arif seketika saat menatap sebuah manekin patung dengan daleman yang melekat di tubuh patung.


"ih...mas...aku jadi malu nih...mas di luar aja deh...tungguin aku di sana..."ucap nana sambil mendorong tubuh suaminya yang sedang menenteng banyak belanjaan baju itu ke luar pintu toko yang sedang ia datangi saat ini.


Dengan langkah gontai arif pun memenuhi keinginan sang istri dan ia pun keluar dari dalam toko,ia kini menunggui sang istri dari luar toko,


beberapa saat sudah nana berada di dalam toko,hingga membuat kaki arif pegal.

__ADS_1


"apakah perempuan setiap belanja selalu sebegini lamanya?aku yang nungguin aja kenapa sampai bisa pegel pegel semua sih di kaki..."ucap gerutu arif di sela sela menunggunya.


"mas gerutu apaan sih barusan???ayo ulangi lagi biar aku dengar mas ngomong apa?"tanya nana yang baru keluar dari dalam butik dan samar samar mendengar suaminya sedang bergumam sesuatu yang membuatnya makin penasaran di buatnya.


"aaaah...itu...nggak apa apa sayang...oh ya...kamu capek nggak?"tanya arif seketika pada istrinya yang masih terlihat segar bugar tanpa keluhan,


"apa iya aku yang sudah tua?"tanya arif dalam hatinya lagi.


"hemmmz...aku nggak capek mas...nih baik baik saja..


ayo jalan lagi mas..."ucap nana yang sudah melangkah pergi duluan dan di susul arif yang sedikit berlari kecil menyusulnya dari arah belakang.


"dia benar benar kuat...mahluk tuhan yang satu ini benar benar luar biasa ya staminanya..."lagi lagi dengus arif dalam hatinya dan mengambil belanjaan yang istrinya bawa,menyahutnya lalu membawakannya.


"makasih ya mas..."ucap nana sambil terlempar senyum senang di bibirnya.


"sayang...duduk dulu yuk...aku belikan minum...aku kok jadi haus sih sekarang..."ucap arif yang di angguki nana lalu keduanya pun memutuskan untuk mencari tempat duduk untuk sedikit melepas lelah setelah dari tadi keduanya berjalan terus tanpa henti.


sampailah ia pada bangku kosong pinggir pembatas mall yang bertempat di gedung atas mall paling tinggi.


"nah sayang...kamu duduk di sini aja tungguin aku sampai aku kembali ya...aku mau beli minuman dulu untuk kita."ucap Arif sambil berlalu pergi meninggalkan nana,dan nana yang sebelumnya sudah mengangguk tanda iya menyetujui permintaan suaminya.


beberapa saat sudah arif pergi,dimana ia terlihat buru buru kembali di tempat istrinya berada,namun saat sampai sana betapa terkejutnya ia saat ia dapati istrinya tidak berada di tempat dan hanya tinggal baju baju dan belanjaan lainnya tadi.


"aaah...mungkin ke toilet ya..."gumamnya lagi dan masih setia menunggui sang istri sampai tiba di tempatnya semula,saat ia meninggalkan istrinya tadi.


sudah hampir setengah jam lebih arif menunggui nana di tempatnya tadi,namun nana juga belum kunjung kembali,


lalu ia putuskan untuk merogoh ponselnya yang ada di sakunya dan mencoba menghubungi sang istri.


"tuuuuut....tuuuuttt....tuuuuut....."suara dering telephone yang tersambung namun tidak di angkat oleh sang istri,


hingga beberapa kali arif mengulangi panggilannya,namun tetap tanpa jawaban oleh nana.


"sayang kamu kemana?jangan buat cemas aku deh.."


ucap pesan yang arif kirimkan pada nana,dan masih banyak lagi pesan pesan yang sudah ia kirimkan pada sang istri.


Kini ia sudah tidak sanggup lagi,ia putuskan untuk melapor pada petugas keamanan yang ada beberapa meter dari tempatnya duduk,ia sudah tidak tahan lagi menunggu....

__ADS_1


Arif bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju petugas keamanan,ia meninggalkan semua belanjaannya dan pergi menemui petugas tersebut.


"maaf pak...anda melihat istri saya ini tidak pak?"


tanya arif sambil menyodorkan foto nana pada petugas keamanan,namun petugas keamanan itu pun menggeleng dan menggeleng,ia tidak tahu keberadaan nana dimana saat ini.


hingga...


"mas....loh ngapain mas disini?"terdengar suara dari arah belakangnya yang sangat ia kenal,iya...itu adalah suara istrinya,sontak arif berbalik badan menghadap ke arah sumber suara lalu berhambur dengan cepat ke arah nana untuk memeluknya,tanpa kenal tempat dan keadaan,hingga beberapa pasang mata menatap keheranan ke arah mereka,namun arif tidak peduli akan hal itu,


ia terus memeluk sang istri hingga jantungnya mulai beraturan kembali dan khawatirnya mereda.


"sayang kamu dari mana aja sih??kok nggak bilang??bikin aku khawatir saja tahu nggak!"ucap arif dengan kesalnya,ia kini sedikit merajuk.


"aku tuh udah nyuruh kamu diem di tempat sampai aku datang...kamu nggak dengar apa apa atau....emang sengaja nggak mau dengar omongan aku?kamu tuh nggak tahu aku paniknya kaya apa saat nungguin kamu nggak datang datang...nyariin kamu tapi nggak ada yang tahu...ponsel kamu cuma kamu buat pajangan doang hah?nggak kamu gunakan?lihat berapa banyak panggilan aku yang udah masuk tapi nggak kamu angkat...lihat berapa pesan dariku yang udah aku kirim dari tadi tapi nggak kamu balas...kamu tuh buat aku gila tahu nggak sih...kamu tu.."


ucap arif yang tertahan seketika saat ia rasakan kedua tangan nana meraih wajahnya di kedua sisi lalu menariknya sedikit mendekat ke arahnya dan....


"cup."nana mengecup bibir arif,di saksikan semua mata yang tanpa sengaja menatap ke arahnya,di lihat semua orang yang tengah melintas di dekatnya.


"udah bisa diem belum mas?"tanya nana seketika saat mulut arif sudah mengatup sempurna tidak se bawel tadi,


sedangkan arif yang merasakan inisiatif istrinya menciumnya terlebih dahulu meski di depan umum tanpa malunya...hanya bisa tersenyum lega dan sedikit terharu di buatnya.


"ayo duduk dulu deh mas...aku haus nih..."ucap nana sambil menggandeng tangan suaminya untuk mengikuti dia menuju ke tempat duduknya semula,dimana semua pakaian belanjaannya tadi ia tinggalkan.sebentar nana mengambil air lalu meneguknya.


"ayo sekarang cerita..."ucap arif setelah rasa sadarnya sudah menguasai kekhawatirannya.


"mas...tadi tuh...ada anak kecil yang tetsesat nyari ibunya...dan aku nganterin anak itu menuju ke ruang siaran...aku udah minta tolong petugas keamanan untuk membawanya...namun anak itu malah ketakutan...alhasil aku lah yang bawa dia kesana...eh...ternyata disana sudah ada ibunya yang laporan bahwa anaknya ilang...seperti itu mas...bisa kan di pahami?bisa kan maafin aku mas?maaf ya...jika aku sudah buatmu khawatir mas...nggak akan lagi deh..."ucap nana sambil mengambil jemari tangan suaminya dan menggenggamnya dengan erat.


Arif pun membalikkan telapak tangannya lalu membalas menggenggam tangan sang istri.


"baiklah...aku mengerti sayang...maaf ya...aku terlalu khawatir...aku benar benar bodoh...masak iya kamu yang udah se gede gini aku khawatirin di culik orang...aku lebih khawatir saat kamu terjatuh atau kenapa napa sayang...jangan di ulangi beneran ya sayang...awas kalau bohong!"ancam arif pada istrinya yang di balas senyum dan anggukan oleh sang istri.


"mari kita pulang aja kalau gitu sayang...aku capek hati capek pikiran plus capek tenaga saat nyari kamu tuh sayang..."ucap Arif seketika yang membuat nana kesedak minuman yang baru ia teguk.


Ia benar benar baru menyadari bahwa suaminya benar benar begitu manis saat sedang merajuk seperti itu,bagaikan anak kecil yang sedang meminta permennya.


"sayang kamu nggak apa apa kan?hati hati dong...kok bisa kesedak segala sih sayang..."ucap arif dengan terlihat sedikit cemasnya,tak lupa ibu jarinya mengusap lelehan air yang sedikit membasahi bibir istrinya,hingga tanpa sadar arif menarik dagu nana lalu mengecup lembut bibirnya hingga beberapa saat.

__ADS_1


akh...lagi lagi kedua orang yang berpendidikan tinggi itu pun tanpa malu di depan umum karena cinta.


jika cinta sudah berperan dalam hati keduanya,maka dimanapun tempat yang ada tidaklah menjadi halangan untuk keduanya menunjukkan cinta kasih mereka.


__ADS_2