
"Maaaas....aku berangkat dulu ya mas....aku pakai taksi online tadi udah pesan mas..." Ucap nana ketika arif masih di dalam kamar mandi. Dan Arif mau tidak mau ia pun mengiyakan saja apa yang di inginkan istrinya, Pastilah ia takut untuk terlambat lebih parah lagi.
"ah...istriku...kaya kerja dimana aja...yayasan juga milik keluarga...astaga..." Dengus arif sambil terus melanjutkan acara mandinya. Dan nana terus berlalu pergi begitu saja.
nana turun tangga dengan tergesa gesa, Sampai langkahnya sedikit ia lambatkan saat di meja makan ia sudah di sambut oleh kedua mertuanya yang sudah terlihat duduk di sana.
"loh sayang...kok kamu dandan rapi sekali...kamu mau kemana ini?" Tanya bunda saat nana sudah benar benar turun dan berada di dekat nya.
"bunda...ayah...maaf...sepertinya nana nggak bisa ikut serta sarapan...nana sudah sangat terlambat untuk masuk kerja bund...nana pergi dulu ya..." Ucap nana sambil berlalu pergi begitu saja meninggalkan kedua mertuanya itu di meja makan. Dan bunda pun tidak bisa berbuat apa apa lagi, Ia hanya bisa membiarkan anak menantunya itu pergi begitu saja meninggalkannya.
"Bund...nggak di kejar bund?nggak minta ayah untuk ngejar nana?dia belum sarapan lo bund..."Ucap ayah yang penuh perhatian pada menantunya...karena ia yakin nana adalah menantu berharganya yang akan memberikan penerus pada keluarganya.
"nggak usah ayah...biar nanti arif bawakan makanan untuk istrinya, Toh mereka satu tempat kerjaan kan..." Ucap bunda dengan sangat nyantai nya. Hingga terlihat arif baru turun dari lantai dua dan menuju ke meja makan, Menuju ke arah ayah dan bundanya yang sudah menungguinya disana.
terlihat nana berjalan sedikit berlari menuju ke arah jalan raya, jalan utama. Dimana ia terlihat menunggui taksi online yang sudah ia pesan terlebih dahulu.
Beberapa saat hingga taksi tersebut tiba dan nana masuk kedalamnya. nana meminta antar ke tempatnya bekerja.
dengan cepat mobil yang di tumpanginya pun akhirnya mengantarkannya.
"pagi ayah...bunda...maaf membuat kalian menunggu lama ya...maaf ya..." Ucap arif sambil menarik kursi di meja makan dan mulai mendudukinya.
"Rif...kalian nggak lagi berantem kan?kok nana sampai lari larian sebegitu takutnya?kenapa kalian nggak barengan aja ke kantor nya?" ucap bunda yang penasaran, menurut bunda aneh aja, kenapa pengantin baru...bukannya naik satu mobil ke kantor tapi malah tergesa gesa dan berlalu pergi seperti di kejar sesuatu.
"nggak bund...biasalah...nana kan seorang dokter teladan...mungkin seperti itu bund...ia menjaga image nya biar terlihat baik bund..." ucap arif lagi sambil membuka piringnya yang masih tengkurap di atas meja dan mengambil satu centong nasi goreng di depan mejanya.
__ADS_1
"Terus....kenapa di cuaca yang se cerah ini...atau se gerah ini... istrimu memakai syal yang mengalung di lehernya rif?
aneh aja bunda lihatnya...apa nggak gerah?" Tanya bunda yang membuat arif tersedak seketika.
"ah...itu bund...aku nggak tahu kenapa...."ucap arif...sambil menyuap sarapannya lebih cepat dan cepat.
"aaaah udah habis bund...sekarang arif berangkat kerja dulu ya bund...makasih bund...ayah..." Ucapnya kemudian beranjak dari tempatnya dan akan pergi meninggalkan ruang makannya itu.
"eeeh....tunggu dulu sayang...kamu ini...tunggu...kenapa buru buru begitu sih?bunda mau nitip bekal sarapan buat istri kamu ya nak...." ucap bunda kemudia ia pun segera bergegas mengemas makanan untuk menantunya itu di bantu oleh asisten rumah tangganya. Dan arif dengan patuh hanya bisa ikut menunggui saja bundanya mengemas bekal.
"baiklah sayang...sekarang sudah siap...ini buat istrimu...dan ini buat kalian nanti untuk makan siang...awas...jangan lupa di berikan ya sayang..." Ucap bunda sambil memberikan kemasan bekal yang ada di tangannya pada puteranya itu.
"iya bunda sayang...arif nggak akan lupa...pasti arif berikan kok bund...pasti itu...ya sudah...arif berangkat dulu ya bund...ayah...slamat pagi..."ucap arif berpamitan pada kedua orang tuanya dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan mereka.
arif menuju mobilnya yang sudah di panasi terlebih dahulu oleh pak supir, pak supir yang selalu mengantar ayahnya ke tempat kerja, Kini arif siap menjalankan mobilnya menuju ke tempat kerjanya.
hingga sampai di tempat parkir yang berada di area terbawah gedung tempatnya bekerja. bisa di bilang tempat parkir bawah tanah. khusus mobil kariawan.
dengan langkah gontai arif berjalan menuju ke arah kantor nya, tidak lupa ia membawa bekal yang sudah di siapkan oleh bundanya dari rumah tadi.
Arif tiba di depan pintu ruangan kerjanya, disana sudah terlihat berjubel pasien yang sudah mengantri dan terlihat sudah ada yang masuk untuk di periksa pula,
"mungkin bayu yang ada di dalam..." Pikir Arif yang lewat begitu saja, ia melewati ruangannya dan malah menuju ke ruangan istrinya. Dimana disana pun sudah ada beberapa pasien yang sudah mengantri, dan terlihat nana serta kedua asistennya sudah sangat sibuk di dalam.
"Tok tok tok..." Arif mengetuk pintu ruang kantor nana dari luar, sontak membuat seisi ruangan pun menghentikan aktivitasnya dan sejenak menoleh menatap ke arah suara.
__ADS_1
Dengan senyum tampannya Arif mengacungkan ke atas sampai dadanya bekal makanan yang ia bawa, Lalu berjalan masuk begitu saja tanpa aba aba, Ia menaruh bekal istrinya itu ke atas meja nana, Tepatnya meja yang berada di depan istrinya.
Di dalam ruangan terdapat beberapa orang, Satu pasien yang di temani satu orang pengantar, satu pasien lagi yang sudah menjalani pemeriksaan dan masih berbaring di brankar pasien...dengan di temani salah satu asisten nana, Sedangkan nana sudah menulis resep obat milik pasien yang sudah ia periksa.
Arif menundukan kepalanya dan sedikit membungkuk menghadap nana. "ini titipan bekal dari bunda sayang...karena kamu bandel...nggak mau makan sarapan...jadinya bunda nyuruh aku untuk membujukmu...apa kau mengerti?" Ucap Arif dengan suara berbisik di telinga nana, entah mengapa membuatnya terdengar seperti suara gemuruh yang membuat jantung nana berdegup tak karuan.
Sedangkan untuk semua yang melihatnya...merasa mereka begitu intim dan serasi...sangat cocok.
"iya aku makan nanti...pasti aku makan mas..."ucap nana mengiyakan dan dengan kepala mengangguk mengerti.
"waaah...pak dokter lagi pdkt ya sama dokter na....?"
ucap nyeletuk orang yang sedang mengantar pasien yang tengah berada di depan meja nana.
"aaah....anda tahu saya dokter darimana mbak?"
tanya arif balik ke pada orang yang tengah mengantarkan pasien tersebut, karena saat itu arif belum memakai jas kedokterannya, Ia hanya memakai kemeja nya saja.
"heeeemzzz...saya tahu lah...saya termasuk penggemar anda pak dokter...dan saya juga lihat...tadi banyak yang kecewa saat tahu...yang memeriksa mereka bukanlah anda." ucap wanita itu sambil tersenyum pada arif.
"aaah begitu rupanya saya ketahuan ya...oke baiklah...mungkin mereka akan lebih sedih lagi saat tahu...dokter na adalah istri saya..." ucap arif sambil meraih kepala istrinya dan tanpa aba aba mengecup puncak kepalanya. Semua mata melotot tidak percaya ke arah nya, namun ia begitu cuek saja dan pamit pergi meninggalkan nana dan semua orang yang ada disana. Arif pun pergi meninggalkan ruangan istrinya.
nana pun melongo di buatnya, mendapati sikap suaminya yang sudah tidak malu di tempat manapun untuk mengekspresikan rasa cintanya.
"baiklah mari mari kita lanjutkan lagi pemeriksaannya..."
__ADS_1
ucap nana untuk mengalihkan perhatian semua orang dari insiden yang membuatnya malu barusan.
"Astaga mas arif malu maluin...di tempat kerjaku pula dasar." ucap nana dalam hatinya yang sedikit ngedumel di sana, Nana nggak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya tersebut. Sedangkan Arif malah tersenyum bahagia bisa bersikap cool layaknya anak muda jaman sekarang.