
nana hanya menatap suaminya yang tanpa bersalah duduk di kursi kayu usang dan menyilangkan kakinya sambil menikmati kopi nya.
nana pun ikut duduk di sampingnya dengan tatapan masih menatap ke arah suaminya.
"sayang...bukankah sudah ada petugas media yang pulang?apa kau mau pulang hari ini mungkin?"
tanya arif pada istrinya,ia berharap istrinya pun bisa tidur dengan cukup,toh di sini pula tenaga medih sudah cukup memadahi.
"mas...kamu nggak tahu...disini...aku merasa kembali pada diriku yang waktu itu...mas lihat?"ucap nana sambil jari telunjuknya menunjuk seorang anak kecil yang sedang bermain boneka usang sendirian.di temani seorang yang sudah cukup tua untuk seusia ibu nya,itu pastilah nenek nya.
"iya aku lihat...kenapa sayang?"tanya arif ingin tahu kelanjutan kisah yang akan istrinya ceritakan padanya,ini adalah kesempatannya untuk menunjukkan kesungguhannya.karena baru kali ini nana mau menceritakan masalalunya.
"persis...aku dulu segitu kira kira saat ayah dan ibu tiada mas...dan hanya bersama kakek serta nenek...lalu...kakek pun pergi...hingga tinggallah aku dan nenek seorang...rasanya sama...aku ingin menolong mereka yang tidak bahagia mas...entah aku bisa membantu atau tidak disini...yang pasti...aku akan menunggu sampai melihat mereka semua benar benar aman."
ucap nana dengan senyum di bibirnya,namum...arif melihatnya itu bukanlah senyum bahagia,namun senyum getir yang ia rasakan.
hingga tanpa sadar arif menggenggam jemar nana dengan refleksnya.
"sayang...maafkan aku ya...aku sudah menambah sedihmu saat itu...aku begitu bodoh mengartikan sebuah hubungan,
pikiranku terlalu picik untuk menerimamu saat itu.
aku mohon...maafkan aku na...aku tulus...mencintaimu na...hingga rasanya tercekik saat tahu kau jauh dariku...hingga aku gila jika membayangkan hal yang tidak tidak tentangmu."ucap arif dengan tatapan tajam menatap nana di sampingnya.
"woe....bro...kamu disini juga?aku baru datang semalam menggantikan temanku rif...wow...kau dengan pacar mu ya kesininya?...hmmmz...pantesan aja dulu kau tak mau di jodohin sama cewek udik itu."ucap teman arif yang baru datang dan mencoba menyanjung kekasih arif yang cantik ,ia beranggapan bahwa itu adalah kekasih arif karena ia sempat melihat keduanya saling menggenggam tangan dengan erat nya,dan terlepas saat ia datang dan menghampiri keduanya.
__ADS_1
"hey cantik...perkenalkan...aku Rayhan..."ucap laki laki itu sambil mengulurlan tangan ke arah nana dengan senyum merekahnya,sedangkan nana yang mendengar cerita singkat yang di katakan Rayhan itu makin penasaran.ia tahu...yang di ceritannya tadi adalah dirinya.
"halo...panggil saja aku dokter na...aku dokter spesialis penyakit dalam..."ucap nya dengan suara tertahan dan senyum palsu.
"mati aku!"ucap arif seketika di dalam hatinya,
"sayang...mari ikut aku..."ucap arif lalu sedikit menarik lengan nana agar ikut pergi dengannya,meninggalkan tempat itu.
"hey bro...aku masih ingin ngobrol dengan kekasihmu...segitu pelitnya kamu ya..."ucap rayhan yang sontak membuat langkah nana terhenti dan membalikkan tubuhnya ke arah rayhan.
"oh ya ray...aku...kenapa sangat penasaran dengan ceritamu tadi...bisa kau lanjutkan?aku akan dengan senang hati menjadi pendengar setia."ucap nana dengan menepis tangan arif yang ada di lengannya.
"sini sini aku ceritain...aku senang kalau ada wanita cantik yang mau mendengar ceritaku."ucap rayhan dengan antusiasnya,dan arif mau tidak mau ikut duduk di samping istrinya.
"gini dokter na...dulu...entah tepatnya beberapa tahun silam...arif cerita padaku...karena...aku adalah teman se angkatannya...dan satu kerjaan...tapi sekarang aku udah pindah...nah...dia cerita...di jodohin sama cewek tomboi...cupu jelek katrok gitu oleh orang tuanya...dan di paksa nikahin dia gitu...pokoknya kata arif nggak banget deh...apa lagi...dengan kepribadian arif yang pemilih...kalau soal cewek...pastilah dia nggak akan di pilih...beda jauh lah kalau di bandingin kamu dokter na...aku pun nggak nolak kalau di adepin yang seperti kamu..."ucap rayhan yang bermaksud bercanda pada kekasih sahabatnya itu.
"pokoknya kamu nggak usah nyesel deh jadian sama arif...dia tuh...primadonanya para cewek sejah sekolah menengah...aku kan temannya juga sejak sekolah."
ucap reyhan dengan santainya.ia tidak tahu arif sudah gemetaran mendengarkan dan menyaksikan ocehan rayhan yang menjelek jelekkan masa lalu istrinya.
"oh ya...mas arif cerita apa lagi ya?"tanya nya lagi ingin tahu.
"arif pikir...gadis yang di jodohkan dengannya itu hanya ingin memanfaatkan keluarganya saja,ia hanya ingin morotin kekayaan keluarganya saja.nggak ada angin nggak ada hujan bundanya seperti ke sihir dan mau aja di tipu nya dengan hanya bermodalkan selembar foto copy an surat keluarga dari gadis itu."ucap reyhan makin dengan antusiasnya.
"ray cukup ray...kau sudah salah paham...kau sudah banyak bicara..."ucap arif yang sudah tidak sanggup lagi mendengarnya,apa lagi yang bersangkutan.
__ADS_1
"biar rif...biar kekasihmu tahu...bahwa cintamu begitu kuat untunya...dan makin lengket deh kalian berdua."
ucap rayhan dengan wajah berbinar senang.ia mengira ucapannya akan membantu sahabatnya makin lengket saja hubungannya.
dan nana hanya menanggapinya dengan senyum getir dan menahan tangisnya.
"lalu...gimana kelanjutan kisahnya?"tanya nana ingin tahu lebih jauh lagi.
"ya...arif hanya bercerita seperti itu saja sih...dan bodohnya...kakaknya sangat menyukai gadis itu hingga akhir hayatnya,dan kini...nggak tahu lagi deh istrinya itu gimana nasibnya...mungkin...ia akan mencari gebetan baru yang lebih kaya...untuk di gaet nya dengan wajah polos dan udik nya."ucap rayhan dengan begitu santainya.
namun nana sudah tidak sanggup lagi...ia...benar benar akan meluapkan air matanya.
"kau ingin tahu kelanjutan nasib gadis itu bukan?"
tanya nana yang mencoba menahan air matanya agar tidak menetes dahulu.
"gadis itu...dia yang kalian pikir...akan morotin keluarga suaminya...dia yang kalian pikir...akan mengambil keuntungan dari pernikahannya...memang benar...ia mengambil semuanya...morotin iya...mengambil ke untungan juga iya...dia menggunakan kesempatan itu...untuk menuntut ilmu kedokteran keluar negeri...karena itu pun...perintah dari kedua mertuanya...kemauan mereka...dan kenapa gadis itu pun mau menerima tawaran itu?ia kuliah kedokteran di luar negeri selama sembilan tahun...ia memilih jauh dari suaminya...karena hatinya tidak bisa bohong...ia telah jatuh cinta pada Rama...kakak suaminya...dan saat ini pula...di hatinya...masih tersimpan jelas...senyum terakhir Rama untuknya.dan ia tidak ada niatan untuk menggeser atau mengganti nama Rama di hatinya.gadis itu...bernama nana...dan sekarang...ia sedang berdiri di hadapanmu saat ini.
kenalkan...aku nana...istri arif yang sembilan tahun lalu...hingga kini."ucap nana menerangkan dengan mata berkaca kaca dan air mata hampir jatuh.
"sayang....maaf kan aku yang dulu...aku..."ucap arif sambil memeluk pundak nana,namun langsung di tepis olehnya.
dan rayhan...mematung dengan pandangan yang kosong.
padahal dia tadi membanggakan pandangannya itu.namun sekarang tiada artinya lagi.
__ADS_1