CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
saling mengkhawatirkan


__ADS_3

"maaas...kenapa tega buat aku khawatir sih...aku takut terjadi apa apa sama mas saat aku dapati mas nggak ada di dalam mobil...aku nyari nyari mas kemana mana...ke kantor ke rumah...ke semua tempat...mas tahu aku paniknya kaya apa...nggak kan...mas jahat...!"ucap gerutu nana sambil memukul mukul dada suaminya,namun ia juga betah dalam pelukannya.


"kamu mau mukulin aku sampai kapan sayang?bukannya kamu yang bilang kalau khawatir...kenapa malah sekarang semangat mukulin dada aku sih...?"gerutu arif sambil menikmati pukulan pukulan kecil dari tangan istrinya.


"aaah habisnya mas sih...udah buat aku kesel kaya gini..."


dengus nana lagi,namun dalam hatinya begitu lega karena suaminya baik baik saja,dan sekarang ada di sisinya. Hingga arif diam diam tersenyum menikmati rengekan istrinya yang begitu langka baginya,


dan diam diam arif suka dalam situasi saat itu juga.


karena selama ini istrinya terkesan cuek padanya dan sedikit dingin tak beerperasaan.


"aaakh..."ucap arif sambil melepas pelukan nana dan merentangkan kedua tangannya ke atas hingga bersandar pada ujung bantalnya.


"kenapa aku tiba tiba jadi pingin sakit aja sih...aku sangat senang jika terus seperti ini..."ucap arif sambil melirik menatap wajah istrinya yang sudah mendongak menatap ke arahnya...


"mana bisa...aku nggak akan ngebolehin...nggak rela ngijinin mas sakit...nggak akan."ucap nana sambil wajahnya maju mendekat dan mengucup bibir suaminya.


nana sudah pernah kehilangan rama,cinta pertamanya...kakak dari suaminya...dan nana kini tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.


"eeeh...kamu berani bangunin macan tidur nih...nggak takut aku patok sayang?"ucap arif dengan nada melembutnya...dwngan jemari yang sudah menguaap usap rambut lembut iatrinya yang terawat,nana sering merawat dirinya,merawat tubuhnya dan kulitnya,apa lagi rambutnya,bahkan nana tidak memakai bedak saja sudah cantik luar biasa.


"sayang....sejak kapan macan matok?ayam mas yang matok...."ucap balasa nana dengan senyum ceria mengembang di bibir nya.


"aaah....macan ini kalau dekat kamu jadi anak ayam sayang....kamu mau coba?"ucap arif sambil sedikit bangkit dari tidurnya dan memosisikan tubuhnya dengan setengah duduk saja, menarik dagu istrinya hingga berada tepat di depannya,lalu mengecup lembut disana,

__ADS_1


"Sejak kapan kamu jadi menggemaskan begini sayang?...ayo panggil susternya biar secepatnya aku bisa pulang dan membuatmu nggak bisa tersenyum...menggoda begini."


ucap arif dengan seriusnya,namun nana masih mematung di depan wajah arif, membiarkan hembusan nafas itu menyentuh wahahnya. Jemari Arif hanya membelai belai ringan di sana, membuatnya nyaman, ya...hanya satu kata itu yang mewakili perasaannya saat ini. Hingga jika ia bisa memilih...akan memilih untuk sakit saja agar selalu bisa menikmati momen indah seperti itu.


"sayang...belum bilang bunda kalau aku disini ya?hemmmz..."tanya arif tiba tiba yang membuat nana sedikit beringsut dan terjaga dari pelukan suaminya.


"mas mau bunda dan ayah khawatir ya sama mas?ya nggak lah mas...mana mungkin aku kasih tahu sih...moga aja nanti mas cepet sembuhnya ya...biar kita bisa sama sama pulang...aku nggak mau bunda kepikiran apa lagi ayah...nggak mas..."ucap nana dengan tangan sudah beralih dari tubuh suaminya dan kaki sudah turun dan menyentuh lantai.


"tapi sayang...aku masih suka pose seperti tadi...aku masih ingin menikmati kemanjaanmu itu...jarang jarang aku lihat kamu semanja ini sayang...ayo sini..."ucap arif sambil menarik lengan nana dan merapat lagi hingga tepat saling beradu pandangan. Tiba tiba....


"aaah....astaga...maaf....maaf...saya akan kembali nanti..."


ucap seseorang yang tiba tiba masuk kedalam, seorang suster dengan peralatan baki di tangannya,


suster tersebut berniat ingin melepas selang infus yang berada di tangan arif, Namun karena mendapati kedua orang yang sangat intim di dalam ruangan tersebut...maka si suster pun kembali lagi.


"loh...ini ruanganku sayang...gimana nggak ada tempat...disini kosong cuma kita berdua...dan lumayan nyaman jika kau mau lebih..."goda arif yang makin menjadi, Membuat nana teringat akan kelakuan suaminya semalam yang tanpa ampun, Hingga membuatnya kini harus memakai pembalut tipis.


"loh mas...lihat...kelihatannya suster tadi mau mencopot selang infusmu...nih udah habis cairan infusnya..."ucap nana sambil berjalan mendekat ke arah infus yang menggantung di samping suaminya dan menyetop alat di selangnya agar darah arif tidak naik masuk kedalam selang infusnya.


"aku panggil suster dulu ya mas...mas tunggu disini ya..." Ucap nana sambil pergi ngeloyor begitu saja dari hadapan suaminya, Hingga tangan arif ingin meraihnya pun tidak bisa.


"aaakh...sayang kamu terlalu terburu buru...aku masih merindukanmu...aku masih ingin berduaan denganmu sayang..."ucap arif lagi yang membuatnya sedikit cemberut. Hingga beberapa saat nana datang dengan perawat yang berjalan di sampingnya, perawat pun melepas selang infus tersebut dan mengizinkan arif pulang setelah dokter memperbolehkannya pulang setelah satu kantong cairan infus itu habis.


langkah arif masih sempoyongan sedikit setelah infusnya lepas tadi,nana memapahnya dengan sedikit tenaganya.

__ADS_1


hingga pukul sembilan malam saat keduanya sampai di rumah,nana yang mengemudikan mobil arif,dan arif yang dengan setia menemani sang istri sampai ke rumah.


keduanya masuk kedalam rumah dengan diam diam, dimana sudah di cegat oleh ayah dan bundanya yang begitu khawatir, Ternyata si bibi sudah keceplosan melapor ke pada nyonya nya,


"ehemmmz..." Deheman ayah yang membuat keduabya terkaget kaget, nana yang semakin mengeratkan genggaman tangan suaminya ,seketika langkah keduanya terhenti.


"Astaga sayang....ini sakit..."


ketika merasakan tangannya terlalu kuat di genggam istrinya.


"kamu ini kaya ketodong ketahuan mesum sih...ini ayah dan bunda yang nungguin..."dengus arif yang melegakan sang istri.


"aaah....ayah...bunda....maaf kami pulangnya selarut ini...tadi ada insiden kecil...jadi kami menunggu untuk reda bund...ayah..."ucap arif yang menerangkan dengan terbata batanya.


"sayang...kamu nggak apa apa kan?bibi bilang kamu di rumah sakit harapan ya?kenapa bisa sampai sana sayang...bunda dan ayah khawatir tahu...kalian ini buat kami kepikiran terus jadinya..."ucap bunda yang nerocos sambil berjalan mendekat dengan di papah ayah di sampingnya,kaki bunda masih sedikit nyeri disana, namun ia memaksakan diri untuk menunggui nana dan arif pulang di ruang keluarga.


"ah bund...arif nggak apa apa kok...arif baik baik saja...bunda juga kan?udah minum obatnya bund?"


ucap arif sambil berjalan perlahan mendekat ke arah bubdanya. Namun...malah bundanya meraih lengan baju arif dan memelulnya disana.


"sayang...jangan buat bunda khawatir lagi...bunda sudah cukup kehilangan rama nak...kakakmu...bunda nggak ingin terjadi seseatu padamu sayang...makasih kamu sudah baik baik saja...makasih nana sudah menjaga suamimu ini...sudah menyayangi putera bunda...maaf merepotkanmu sayang..."ucap bunda yang tiba tiba terisak di pelukan arif,dan arif mengeratkan pelukannya.


"kalian lapar bukan?ayo makan dulu temani bunda...bunda belum makan sayang nungguin kalaian...ayah juga nggak enak makan...tanpa kalian..."


ucap bunda yang mengisyaratkan suaminya untuk memapahnya menuju ke arah meja makan.

__ADS_1


ke empatnya menikmati makan malam yang menyenangkan dan melegakan...sempat khawatir ada di hati nana,ia khawatir pada suaminya. dan arif pun sebaliknya...ia malah khawatir pada istrinya, begitu juga bunda dan ayah...pikiran keduanya sudah kemana mana dan tidak bisa di tahan lagi rasa khawatirnya, namun kini kekhawatiran itu pun sirna seketika tatkala berkumpul bersama di meja makan dengan riangnya.


__ADS_2